$type=ticker$count=12$cols=4$cate=0$sn=0

$type=grid$count=4$ico=1$cate=0$rm=0$sn=0$cm=0

Kaharoeddin Datuk Rangkayo Basa ,Polisi dan Gubernur Pengabdi Masyarakat Sumatera Barat



Kaharoeddin Datuk Rangkayo Basa merupakan tamatan Opleidings School Voor Inlandsche Ambtenaren (OSVIA) (Sekolah Pangreh-praja) di Fort de Kock ( Bukittinggi ) ,setelah lulus dari sekolah polisi di masa Pendudukan Jepang pada 1943, Kaharoeddin Datuk Rangkayo Basa memulai tugas kepolisian sebagai Keibu. Pangkat pertamanya setelah Indonesia merdeka adalah Komisaris Polisi tingkat 1 dengan wilayah tugas di Sumatra Barat. Kaharoeddin lahir pada 17 Januari 1906 di tepian Danau Maninjau, Sumatera  Barat. Ketekunan dan kegigihannya dalam menjalankan tugas membuat pengabdiannya juga dibutuhkan masyarakat di luar dinas kepolisian. Saat menjabat sebagai Kepala Polisi Sumatra Tengah pada 1958. Lahirnya Propinsi Sumatera Barat dimulai dengan dilantiknya Komisaris Besar Polisi Kaharoeddin Dt. Rangkayo Basa, Kepala Polisi RI Komisariat Sumatera Tengah sebagai Penjabat Gubernur/Koordinator Pemerintah Sipil Sumatera Barat berdasarkan Keppres No 363/M/1958 tanggal 17 Mei 1958. 

Dengan pangkat terakhir Brigadir Jenderal Polisi, Kaharoeddin Datuk Rangkayo Basa memulai pengabdiannya di luar dinas Kepolisian RI pada 2 Juni 1958, sebagai gubernur kepala daerah pertama yang berasal dari dinas Kepolisian RI. 

Kaharoeddin adalah tokoh yang menata dan meletakkan dasar pemerintahan sipil daerah Sumatera Barat. Dia pulalah pemimpin daerah yang berdiri di barisan depan untuk membuka kembali Universitas Andalas setelah vakum di masa PRRl. Jejak langkahnya juga dicatat dalam sejarah berdirinya Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sumatera Barat yang kini telah berganti nama menjadi Bank Nagari. Nama besar Kaharoeddin diabadikan sebagai nama gedung di Kepolisian Daerah Sumatera Barat yaitu Gedung Pertemuan Kaharoeddin Dt Rangkayo Basa. 

Gubernur Kaharoeddin juga menyadari betapa pentingnya sumber daya manusia (SDM). Karena itulah, termasuk dalam program pertamanya untuk menormalisir dan merehabilitasi daerah, adalah membenahi lembaga pendidikan.Hal yang pertama dilakukannya adalah mengusahakan pembukaan kembali Universitas Andalas yang praktis ditutup dari kegiatan perkuliahan sejak meletusnya PRRI.


Usaha Kaharoeddin bersama pimpinan universitas di tahun 1959 untuk mengaktifkan Universitas Andalas kembali, diawali dengan menyebarkan selebaran mengenai aktif nya Universitas Andalas di seluruh daerah Sumatera Barat. Atas dukungan total Gubernur Kaharoeddin dan Pangdam III/17 Agustus, Fakultas Ekonomi YPTSB berhasil di Negeri kan  oleh Mentri PP & K tanggal 1 Januari 1961 kemudian bergabung dalam Universitas Andalas . Tak lama kemudian seluruh fakultas Universitas Andalas disatukan di Padang yang sebelumnya berpusat di Bukittinggi. Dokter A. Roesma , seorang dokter umum yang pernah sebagai Direktur SMA Bukittinggi, oleh Gubernur Kaharoeddin diminta memimpin Universitas Andalas  dengan nama jabatan Ketua Presidium Universitas Andalas dengan masa jabatan tahun 1962 hingga tahun1964.

Dalam karirnya sebagai polisi , Kaharoeddin adalah penggagas dan Direktur Sekolah Polisi Istimewa di Bukittinggi yang mulai didirikan tgl 18 Mei 1946. Para lulusannya kelak bergabung kedalam Barisan Istimewa Polisi (BIP) yang kemudian menjadi Mobiele Brigade (Mobrig), cikal bakal kesatuan Brigade Mobil (Brimob). Pasukan Polisi Istimewa yang dilatih Kaharoeddin terlibat aktif dalam Perang Kemerdekaan di seluruh pulau Sumatera. Di Sumatera Barat sendiri, sangat terkenal kekuatan Front Palupuh yang dipertahankan oleh pasukan-pasukan Brigade Mobil.

Brigjen Pol. Purn. Kaharoeddin Dt. Rangkayo Basa meninggal di Padang , 1 April 1981 , beliau tak sempat menyaksikan penghargaan bagi isterinya ,Mariah, berupa Piagam dan Medali Melati dari Pimpinan Pusat Bhayangkari (organisasi para istri POLRI ) karena kesetiaannya selalu mendampingi suami dalam perjuangan serta jasa dalam pembinaan persatuan/organisasi polisi pada masa-masa lampau dalam wilayah Sumatera. Piagam dan Medali tersebut diserahkan pada tanggal 19 Oktober 1983. Kaharoeddin dan Mariah adalah dua figur pasangan Bhayangkara dan Bhayangkari yang layak dijadikan panutan bagi generasi penerus di jajaran Kepolisian Republik Indonesia.




Name

38 Setia,148,Berita Pilihan,4,figur bicara,37,LUAR NEGERI,19,Nasional,415,Sejarah,9,Tips,17,Umum,46,
ltr
item
38 Setia: Kaharoeddin Datuk Rangkayo Basa ,Polisi dan Gubernur Pengabdi Masyarakat Sumatera Barat
Kaharoeddin Datuk Rangkayo Basa ,Polisi dan Gubernur Pengabdi Masyarakat Sumatera Barat
https://4.bp.blogspot.com/-uIvfpA9R50w/WBF457yopOI/AAAAAAAAAik/V6qqu0ecqm48dN3IiJqkevRcNbA2DgtXwCLcB/s200/IMG_5702.JPG
https://4.bp.blogspot.com/-uIvfpA9R50w/WBF457yopOI/AAAAAAAAAik/V6qqu0ecqm48dN3IiJqkevRcNbA2DgtXwCLcB/s72-c/IMG_5702.JPG
38 Setia
http://www.38setia.com/2016/10/kaharoeddin-datuk-rangkayo-basa-polisi.html
http://www.38setia.com/
http://www.38setia.com/
http://www.38setia.com/2016/10/kaharoeddin-datuk-rangkayo-basa-polisi.html
true
1959138953113151983
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content