$type=ticker$count=12$cols=4$cate=0$sn=0

$type=grid$count=4$ico=1$cate=0$rm=0$sn=0$cm=0

Penganiayaan Berujung Kematian Pada Balita Kembali Terjadi di Indonesia



Penganiayaan yang berujung kematian anak usia dibawah lima tahun kembali terjadi di Indonesia , tepatnya di Tangerang Selatan . Sungguh keji tindakan Muhamad Wahyudi (32), warga Jurang Mangu Timur, Kecamatan Pondok Aren. Dia menganiaya anak dari kekasihnya sendiri hingga tewas. Peristiwa kekerasan ini berawal ketika, Desti Wulandari (30) mengajak anaknya, Adnan Al-Ghazali yang masih berusia 2 tahun 10 bulan main ke kontrakan pacarnya yakni, Muhamad Wahyudi di bilangan Kampung Ceger, Jurang Mangu Timur pada 15 November lalu.

Sesampainya di rumah pacarnya itu, Desti bercerita jika tingkah Adnan Al-Ghazali kerap kali membuatnya kesal. Bahkan Desti di hadapan pria yang baru dipacarinya dua bulan itu mengaku pernah dimaki dengan kata kasar. Mendengar cerita kekasihnya itu, Muhamad Wahyudi langsung naik pitam. Dia memukul Adnan dengan tangan kosong di bagian dada kiri, punggung, tangan, hingga kepala. Akibatnya Adnan sesak nafas dan memar di sekujur tubuhnya.Tiba-tiba pintu kontrakan Muhamad Wahyudi ada yang mengetuk. Kedua pasangan itu pun berusaha menyembunyikan Adnan ke dalam lemari, khawatir tamu yang datang melihat kondisi balita tersebut.

Adnan semakin sesak nafas dan memar di sekujur tubuhnya. Desti ibu yang tak mampu berperan sebagai pengayom sang anak ini  mulai panik melihat buah hatinya yang baru saja mengalami tindak kekerasan tersebut. Dia lantas membawanya ke sebuah klinik di Jalan Raya Ceger. Dari sini, Adnan lantas dibawa ke Rumah Sakit (RS) Sari Asih Ciledug. Lantaran keterbatasan alat, dokter RS Sari Asih menyarankan Desti membawa anaknya itu ke Rumah Sakit Umum (RSU) Kota Tangsel. Di rumah sakit berplat merah inilah Adnan menghembuskan nafasnya yang terakhir akibat kegagalan organ fungsi dan lainnya.

Kapolres Tangsel, AKBP Ayi Supardan mengatakan, pihaknya mengetahui peristiwa kekerasan ini bermula dari informasi anggota Polsek Ciledug yang menyatakan ada balita diduga dianiaya dirawat di RS Sari Asih Ciledug. “Atas informasi ini, personel kami langsung menelusurinya,” terangnya. Dari penelusuran itu, aparat Polres Tangsel akhirnya menemukan bukti-bukti penganiayaan. “Kami akhirnya mengamankan Muhamad Wahyudi yang menjadi tersangka kasus ini,” paparnya.

Akibat perbuatannya tersebut, tersangka dikenakan pasal 80 ayat (3) UU RI Nomer 35 tahun 2014 atas perubahan UU RI Nomer 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara atau pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman 15 tahun penjara atau pasal 351 ayat (3) KUHP tentang penganiyaan yang menyebabkan kematian dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara. “Ibu korban sendiri statusnya masih menjadi saksi dan sedang dalam proses pemeriksaan. Dia mengaku sempat mencegah saat pacarnya menganiaya anaknya,” tukasnya.

Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Akhmad Alexander Yurikho Hadi , SIK menambahkan, peristiwa penganiayaan anak berujung maut ini merupakan kali pertama terjadi di Kota Tangsel.“Ibu korban sedang berada dalam pengaruh laki-laki yang bukan suaminya. Ibunya juga sempat mencoba mencegah karena kekuatan laki-laki lebih kuat jadi ibunya tidak tidak bisa apa-apa,” imbuhnya.

Dijelaskan AKP Akhmad Alexander Yurikho Hadi , SIK , korban sempat disekap di lemari dalam hitungan menit, hal tersebut disebabkan kontrakan korban terdapat ada tamu yang ngetok pintu pada saat si anak dipukul, karena takut si korban koar-koar maka dimasukkan ke dalam lemari.“Dilihat secara kasat mata, hampir keseluruhan luka korban berwarna biru lebam. Anak tersebut dari penuturan ibu korban tidak menangis saat dipukuli,” pungkasnya.

Tragis nasib Adnan Al Ghazali , membutuhkan peran serta masyarakat secara aktif untuk saling berbagi dengan esama mengenai cara mengasuh anak terutama bayi dan balita dengan baik dan apabila terjadi hal mencurigakan terkait kekerasan pada anak , jangan pernah segan melapor pada kepala lingkungan setempat atau pihak penegak hukum .
Mari jaga anak anak Indonesia , mereka aset masa depan bangsa .


Name

38 Setia,148,Berita Pilihan,4,figur bicara,37,LUAR NEGERI,19,Nasional,415,Sejarah,9,Tips,17,Umum,46,
ltr
item
38 Setia: Penganiayaan Berujung Kematian Pada Balita Kembali Terjadi di Indonesia
Penganiayaan Berujung Kematian Pada Balita Kembali Terjadi di Indonesia
https://3.bp.blogspot.com/-hkyMUyknV1Q/WD2T4E98jHI/AAAAAAAAA9M/g0Jg-gsC6x4CkeQa_5ylFWBxQDxGXETAQCEw/s200/KASUS-KEKERASAN-TERHADAP-ANAK-01-613x400.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-hkyMUyknV1Q/WD2T4E98jHI/AAAAAAAAA9M/g0Jg-gsC6x4CkeQa_5ylFWBxQDxGXETAQCEw/s72-c/KASUS-KEKERASAN-TERHADAP-ANAK-01-613x400.jpg
38 Setia
http://www.38setia.com/2016/11/penganiayaan-berujung-kematian-pada.html
http://www.38setia.com/
http://www.38setia.com/
http://www.38setia.com/2016/11/penganiayaan-berujung-kematian-pada.html
true
1959138953113151983
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content