$type=ticker$count=12$cols=4$cate=0$sn=0

$type=grid$count=4$ico=1$cate=0$rm=0$sn=0$cm=0

Karena Tak Memahami Peraturan Menteri , Oknum Nelayan Nekat Hadang Polisi


Tujuh anggota polisi perairan Polda Jawa Timur dihadang nelayan Grajagan, Banyuwangi. Penghadangan mobil patroli polisi anggota Direktorat Perairan Polda Jawa Timur ini disebabkan warga yang tidak terima terhadap penangkapan salah satu warga yang terlibat pencurian benih udang.
Warga yang sempat menyandera ketujuh anggota polisi hampir satu jam itu akhirnya melepas mereka setelah anggota dari kepolsian Polres Banyuwangi bernegosiasi dan membebaskan nelayan yang terlibat kasus pencurian benur atau anakan udang/ lobster . 
Dalam aksi ini, warga juga sempat melakukan pembakaran tong di tengah jalan sebagai bentuk protes terhadap peraturan menteri yang melarang nelayan untuk mengambil benur karena dianggap menyengsarakan nelayan saat melaut.
Penghadangan anggota polisi ini berawal dari tertangkapnya seorang nelayan bernama Supriyadi,usia 50 tahun. Supriyadi adalah nelayan pemburu benur lobster asal Dusun Kampung Baru, Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, yang ditangkap karena membawa 30 benur .Para nelayan yang sebagian terlihat sudah emosi, menghadang mobil polisi yang membawa Supriyadi di pintu masuk lokasi wisata Grajagan. Mereka meminta, Supriyadi yang ditangkap itu segera dilepas kembali.
Penangkapan Supriyadi disekitar pesisir Pantai Grajagan, itu diketahui oleh nelayan lain. Sejumlah nelayan kemudian mendatangi polisi dan meminta agar Supriyadi dilepas. Tapi polisi yang melaksanakan Peraturan Menteri (Permen) nomor 1 tahun 2015 tentang larangan penangkapan benih lobster, itu bergeming dan tetap akan membawa nelayan pencari benur itu. Gagal membebaskan Supriyadi, di antara nelayan ada yang menghubungi nelayan lain. Sehingga,  dalam hitungan menit ratusan nelayan berkumpul di pintu  masuk wisata Pantai Grajagan. Mereka menghadang mobil polisi yang membawa Supriyadi.
“Kondisi memanas saat polisi tidak mau membebaskan Supriyadi,” terang Kepala Dusun Kampung Baru, Desa Grajagan, Agus Irawan. Sekitar pukul 08.00 , 25 April 2017 , tujuh polisi yang mengamankan Supriyadi  dikepung oleh nelayan. Petugas keamanan itu tidak boleh keluar dari lokasi wisata tersebut.
Penghadangan tujuh anggota polisi dari Polda Jatim, mendapat  perhatian serius dari Kapolres Banyuwangi, AKBP Agus Yulianto.Bersama Dinas Perikanan, Forpimka Purwoharjo, dan Pemerintah Desa Grajagan, langsung turun ke lokasi menemui para nelayan.  Untuk meredakan kemarahan para nelayan, Kapolres Agus Yulianto memediasi para nelayan dengan Dinas Perikanan dan Forpimka di Pelabuhan  Grajagan. Selama mediasi itu, dijaga ketat oleh anggota polisi dan TNI AL. Dalam mediasi itu, akhirnya disepakati Supriyadi dilepaskan dan tujuh anggota polisi yang sempat disandera juga dibebaskan.
Selain itu, para nelayan meminta aspirasi penolakan Permen nomor 1 tahun 2015 tentang larangan penangkapan bibit  lobster disampaikan ke pemerintah. Kapolres Agus Yulianto, menegaskan penangkapan hingga berlanjut sandera pada tujuh  anggota polisi itu hanya kesalahpahaman.

“Informasi ada tujuh  anggota satuan polisi perairan  (Satpol Air) Polda Jatim disandera warga itu tidak benar. Cuma ada kesalahpahaman antara nelayan dengan anggota (polisi).” demikian dijelaskan Kapolres Banyuwangi.

Di hadapan warga, Kapolres  menyampaikan selama ini sudah  ada larangan yang mengatur pencarian benur, yakni Permen  nomor 1 tahun 2015. Dengan  peraturan itu, polisi memiliki hak menangkap siapa saja yang  melakukan pelanggaran hukum.Untuk kasus yang terjadi di Grajagan ini, pihaknya meminta  warga untuk sadar hukum dan tidak melakukan kegaitan yang melanggar hukum. “Masyarakat harus lebih dewasa dan lebih  sadar lagi karena mencari benur  itu dilarang.” demikian ditegaskan Kapolres 


Mengenai harapan warga terkait Permen nomor 1 tahun 2015,  kapolres berjanji akan menyampaikan ke Pemkab dan DPRD Banyuwangi. “Apa yang menjadi harapan para nelayan Grajagan,  nanti akan saya sampaikan kepada Bupati dan Ketua DPRD Banyuwangi agar bisa mencarikan solusi.” demikian solusi terbaik diungkapkan Kapolres Banyuwangi.


Name

38 Setia,148,Berita Pilihan,4,figur bicara,37,LUAR NEGERI,19,Nasional,415,Sejarah,9,Tips,17,Umum,46,
ltr
item
38 Setia: Karena Tak Memahami Peraturan Menteri , Oknum Nelayan Nekat Hadang Polisi
Karena Tak Memahami Peraturan Menteri , Oknum Nelayan Nekat Hadang Polisi
https://1.bp.blogspot.com/-KrjavJMto3s/WQW23ElypmI/AAAAAAAAByg/q4Eh3iPfo4YHLgFGW9P2OSI4mMc6Y_i6gCLcB/s200/5-2-2-1024x478.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-KrjavJMto3s/WQW23ElypmI/AAAAAAAAByg/q4Eh3iPfo4YHLgFGW9P2OSI4mMc6Y_i6gCLcB/s72-c/5-2-2-1024x478.jpg
38 Setia
http://www.38setia.com/2017/04/karena-tak-memahami-peraturan-menteri.html
http://www.38setia.com/
http://www.38setia.com/
http://www.38setia.com/2017/04/karena-tak-memahami-peraturan-menteri.html
true
1959138953113151983
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content