$type=ticker$count=12$cols=4$cate=0$sn=0

$type=grid$count=4$ico=1$cate=0$rm=0$sn=0$cm=0

Beragam Kasus Bunuh Diri di Indonesia


R (29), warga Dusun I Sungai Sibur, Ogan Komering Hilir, Palembang ditemukan gantung diri di sebatang pohon yang ada di kawasan Waduk Pluit, Jakarta Utara, Jumat 21 Juli 2017 kemarin.
Kanit Reskrim Polsek Penjaringan Kompol Rahmad Sudjatmiko mengatakan, R ditemukan tewas tergantung dengan lilitan kain sarung yang diikat di sebatang pohon. Hal itu diketahui oleh tiga petugas kebersihan Waduk Pluit sekitar pukul 06.00 WIB.
"Saksi melihat ada sesosok mayat dalam posisi tergantung menggunakan kemeja panjang bergaris dan celana jins hitam di atas pohon menggunakan sarung kotak- kotak yang diikatkan ke pohon di pinggir waduk," ujar Sudjatmiko saat dihubungi, Jumat.

Dugaan sementara , R tewas gantung diri karena stres tak mendapatkan pekerjaan di Jakarta.
Sudjatmiko mengatakan, polisi telah menghubungi keluarga R yang berada di Palembang. Dari keterangan keluarga, R belum lama tiba di Jakarta untuk mencari pekerjaan. Namun, R diduga stres karena belum juga mendapatkan pekerjaan.

Bunuh diri yang timbul akibat kemiskinan juga masih terjadi di Indonesia , potret kemiskinan berujung bunuh diri ini terekam di Purbalingga, Jawa Tengah. Lantaran tidak mampu membiayai sekolah anak-anaknya, seorang penderes nira kelapa bernama Suwarso (73), memilih gantung diri di pohon kopi, Sabtu , 8 Juli 2017 pukul 12.10 WIB. Jasad kakek berusia 73 tahun ini ditemukan kali pertama oleh Arkan (11), cucu korban sekitar 100 meter dari rumahnya di Desa Sangkanayu RT 9 RW 3 Kecamatan Mrebet.

Kapolsek Mrebet, AKP Imam Sutiyono mengatakan, Suwarso berangkat dari rumah sekitar pukul 09.00 WIB, untuk menderes nira kelapa. Namun, tidak seperti biasanya, hingga lewat pukul 12.00 WIB, korban tak kunjung pulang. Karena khawatir, Arkan yang merupakan cucu korban datang ke kebun untuk mencarinya.

Namun, betapa terkejut bocah itu ketika mendapati jasad sang kakek sudah tergantung dengan leher terikat tali plastik di bawah pohon kopi. “Cucu korban langsung berlari sambil menangis histeris dan memberitahu keluarga di rumah, tidak lama setelah itu keluarga dan tetangga korban mendatangi TKP dan menurunkan mayat korban.”

Petugas Polsek Mrebet datang untuk melakukan olah TKP dan memeriksa saksi. Sementara tim medis dari Puskesmas Serayu Larangan melakukan pemeriksaan tubuh bagian luar korban. Dari pemeriksaan dan oleh TKP, petugas menyimpulkan kejadian tersebut murni bunuh diri. Keterangan sementara dari anak korban, Niryati (35), diduga kakek enam cucu itu nekat menghabisi nyawanya sendiri karena tidak kuat atas desakan ekonomi.

Suwarso depresi karena masih memiliki dua orang anak yang masih bersekolah dan membutuhkan biaya banyak.Sedangkan kondisi fisiknya yang sudah tua tidak lagi bisa bekerja keras untuk mencukupi kebutuhannya. “Bapak sering sambat (mengeluh) soal itu,” kata Nuryati.
Kisah Suwarso menambah daftar potret kemiskinan yang berujung tragis di Jawa Tengah.
Sebelumnya, seorang buruh kasar bernama Kasroji Kaswin ditemukan meninggal di sebuah warung di Jalan Jeruk Manis, Kroya, Cilacap, Selasa , 4 Juli 2017.

Kakek berusia 65 tahun itu diduga meninggal karena kelelahan setelah seharian bekerja membanting tulang sebagai kuli panggul pisang. Di usia senjanya, Kasroji tetap berjuang dan bekerja menjadi buruh kasar demi menafkahi keluarganya.

Bunuh diri akibat dimarahi karena nilai ujian jelek terjadi di Klaten , Jawa Tengah , seorang siswi SMP di Klaten nekat gantung diri usai dimarahi sang ibu. Korban diduga sakit hati dimarahi karena nilai ujiannya jelek. BDH (15), warga Dukuh Tegalsono, Kebondalem, Klaten ditemukan meninggal dunia di dapur runah pada hari Jumat, 2 Juni 2017.

Korban ditemukan tergantung dengan menggunakan dua kain kerudung yang diikatkan ke kayu di atas dapur.

"Dari informasi yang diperoleh, korban sakit hati karena meski lulus dianggap nilainya jelek. Dan nekat gantung diri," kata AKP Frans Minarso, Kapolsek Maniarenggo, Klaten.

Kejadian berawal saat ibunda korban, Nurhayati, pulang dari mengambil surat kelulusan di SMPN 2 Manisrenggo Klaten. Setibanya dirumah, Nurhayati memarahi korban karena nilai kelulusan korban tidak memuaskan. Setelah itu, ibu korban pergi untuk shalat, sementara korban bersama kakak kandungnya, Aisyah.

Setelah itu, korban beranjak ke kamar mandi. Sang kakak curiga adiknya tak kunjung kembali. Aisyah pun pergi ke dapur mencari sang adik. Di sana korban ditemukan sudah meninggal. Frans menyebutkan, dari lokasi kejadian dan hasil pemeriksaan dokter, ditemukan luka jeratan di leher korban. Satu kain kerudung warna hijau dan satu warna merah muda yang digunakan korban untik gantung diri.

Sementara itu di Nusa Tenggara Timur , kasus bunuh diri karena ditinggal pasangan dilakukan oleh Marselinus Haki (45), warga Desa Oenbit, Kecamatan Insana, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah NTT, Kombes Jules Abraham Abast mengatakan, Marselinus ditemukan tewas gantung diri setelah tiga bulan tidak tinggal lagi bersama istri dan anak-anaknya.

Penemuan jasad Marselinus bermula ketika Lusia Sako (45) yang merupakan istri Marselinus, bermaksud ingin mengunjungi suaminya itu.

"Suami istri (Marselinus dan Lusia) ini sudah tiga bulan tidak tinggal serumah, sehingga istrinya berinisiatif mendatangi suaminya. Sesampainya di rumah Marselinus, rumah dalam keadaan pintu dan jendela tertutup. Dari luar, Lusia mencium bau menyengat (busuk) dari dalam rumah dan melihat banyak lalat di seputaran rumah," demikian diungkapkan Kabid Humas Polda NTT.

Karena takut, Lusia mengurungkan niatnya untuk masuk ke rumah. Lusia lalu pergi memanggil keluarganya dan bersama Kepala Desa Oinbit Marselinus Taoe kembali ke tempat kejadian.
Setibanya di tempat kejadian, seorang warga, Marselius Timo Sambein langsung mendorong pintu depan rumah hingga terbuka. Namun tidak ada orang yang berani masuk karena takut. Melihat hal itu, Kepala Desa Oinbit kemudian melaporkan penemuan itu ke Polsek Insana. Anggota Polsek Insana yang dipimpin oleh Kapolsek menuju ke tempat kejadian. Polisi mendapati korban dalam posisi gantung diri dengan tali nilon yang terikat pada salah satu tiang penopang atap.

Jenazah Marselinus kemudian diturunkan dan dibawa ke puskesmas untuk dilakukan visum. Setelah itu, jenazah dipulangkan kembali ke rumah duka.”Penyebab yang bersangkutan gantung diri masih kita dalami dan lakukan penyelidikan. Dugaan sementara mungkin karena ditinggal istrinya.” Tutup KabidHumas Polda NTT.
Name

38 Setia,148,Berita Pilihan,4,figur bicara,37,LUAR NEGERI,19,Nasional,415,Sejarah,9,Tips,17,Umum,46,
ltr
item
38 Setia: Beragam Kasus Bunuh Diri di Indonesia
Beragam Kasus Bunuh Diri di Indonesia
https://3.bp.blogspot.com/-fkUK0AgTHDo/WXWVCWtQh5I/AAAAAAAAAOU/l7ozj0Ba4H4IqE-q_kcCZwbEbssQRXKhwCLcBGAs/s200/ilustrasi%2Bbunuh%2Bdiri%2B3.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-fkUK0AgTHDo/WXWVCWtQh5I/AAAAAAAAAOU/l7ozj0Ba4H4IqE-q_kcCZwbEbssQRXKhwCLcBGAs/s72-c/ilustrasi%2Bbunuh%2Bdiri%2B3.jpg
38 Setia
http://www.38setia.com/2017/07/beragam-kasus-bunuh-diri-di-indonesia.html
http://www.38setia.com/
http://www.38setia.com/
http://www.38setia.com/2017/07/beragam-kasus-bunuh-diri-di-indonesia.html
true
1959138953113151983
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content