$type=ticker$count=12$cols=4$cate=0$sn=0

$type=grid$count=4$ico=1$cate=0$rm=0$sn=0$cm=0

Kapolri Menjelaskan Proses Penyelidikan Kasus PT Indo Beras Unggul


Kapolri Jenderal Tito Karnavian membeberkan proses penyelidikan kasus PT Indo Beras Unggul (IBU). Menurutnya, dugaan pelanggaran muncul setelah Satgas Pangan, yang diawaki Polri, Kementerian Pertanian, Kementerian Dalam Negeri, dan KPPU, melakukan penyelidikan selama satu bulan. Penggerebekan gudang PT IBU itu adalah hasil penyelidikan selama satu bulan. Ada dugaan, dugaan saya bilang, persaingan curang. Ada dugaan, ada undang-undangnya yaitu dalam Undang Undang 382 BIS, KUHP, mengenai pelanggaran tentang persaingan usaha.

Setelah dugaan persaingan curang muncul, kemudian dugaan pelanggaran lain PT IBU, yaitu kualitas beras tidak sesuai dengan yang tertera di kemasan muncul. Satgas menduga ada juga pelanggaran UU Perlindungan Konsumen.

"Kemudian ada juga dugaan nilai barang yang tidak sesuai dengan labelnya. Artinya, undang-undangnya (Perlindungan) Konsumen. Berdasarkan hasil sebulan itu, kami melakukan langkah-langkah pemeriksaan," demikian diungkapkan Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Dia mengatakan penindakan terhadap PT IBU merupakan tindak lanjut dari instruksi Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas kabinet sebelum bulan Ramadan. Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengulas balik, Presiden menginstruksikan agar stabilitas harga terjaga, sehingga masyarakat tak dibebani dengan kultur harga sembako yang naik menjelang Lebaran.

"Ini bermula dari sebelum, jauh sebelum Ramadan, Bapak Presiden dalam ratas kabinet memerintahkan dan menginginkan agar ada stabilitas harga. Dalam stabilitas harga ini supaya tidak memberatkan masyarakat. Kalau terjadi kenaikan harga, inflasi, memberatkan masyarakat, memberatkan juga pemerintah yang harus memberikan subsidi," demikian dijabarkan oleh Kapolri. Tito.

Satgas Pangan, lalu menilik ada tiga pelakon komoditas pangan. Salah satunya petani sebagai produsen. Mengilas balik pesan Presiden, ujar Tito, petani harus ditingkatkan kesejahteraannya. Petani tidak boleh diabaikan atau dianggap masyarakat tingkat bawah. Kapolri melanjutkan, Presiden juga berpesan agar pedagang tidak merugi dalam rangka stabilitas harga ini.

"Kami melihat bahwa komoditas-komoditas pangan ini melibatkan paling tidak ada tiga player. Produsen, distributor atau pedagang, dan konsumen. Nah, Presiden menginginkan agar para produsen, petani khususnya, mereka betul-betul naik kesejahteraannya. Kerja keras mereka berbulan-bulan itu betul-betul bisa mengangkat derajat kesejahteraannya," demikian dijelaskan Kapolri.
"Jangan seolah-olah petani itu menjadi second class citizen, low class. Pedagang, Presiden juga mengharapkan, mereka juga mendapat untung. Tapi, jangan sampai untung terlalu besar yang memberatkan konsumen.” Demikian diungkapkan oleh Kapolri.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengutarakan tujuan Satgas Pangan yang mengemban tugas menstabilisasi harga bagus, agar tiga pelakon komoditas sembako merasa tenang dan tidak diteror kenaikan harga. Upaya Satgas Pangan ternyata membuahkan hasil dengan stabilnya harga sembako saat momen bulan Ramadhan kemarin.

"Tujuannya bagus, membantu petani, membantu masyarakat, sekaligus memberikan peluang kepada para pedagang supaya mereka mendapat untung tapi jangan sampai untungnya berlebihan kemudian di atas kesulitan para konsumen. Apalagi para produsen yang kerja keras. Nah, untuk itulah dalam operasi Ramadniya yang lalu, salah satu target kami adalah stabilitas harga pangan," demikian dijelaskan oleh Kapolri Tito Karnavian.

Mengenai PT IBU, Satgas Pangan, yang dipimpin Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto, memang menyasar 'pemain' besar dalam hal kecurangan distribusi pangan. Kemudian tim Satgas menemukan adanya dugaan tindak pelanggaran saat menelisik PT IBU.

"Sehingga kemarin karena ini tempatnya besar, saya dengan Menteri Pertanian, Ketua KPPU, langsung ke sana (gudang PT IBU) dan memberikan keterangan adanya dugaan. Tujuannya apa? Yang paling utama kami juga ingin menyampaikan kepada publik bahwa kami sangat serius menangani permasalahan beras," hal ini kembali ditegaskan oleh Kapolri.

Kapolri menjelaskan mafia-mafia besar itu ada dan sebelumnya sudah diingatkan melalui pernyataan di media, bahwa Satgas Pangan akan menyasar para mafia beras. "Nah, setelah kami melakukan sidak ke sana, kalau nanti ada yang berpendapat ini tidak ada pelanggaran hukum, nggak apa-apa, silakan untuk menyampaikan pendapatnya," tandas Kapolri.

Tito mengakui sudah memerintahkan Satgas Pangan untuk menyelidiki lebih dalam terkait ada-tidaknya pelanggaran hukum yang dilakukan PT IBU. Jika ada, perusahaan harus ditindak melalui penegakan hukum. Jika ternyata tak ada pelanggaran, Satgas harus mengklarifikasi dugaan tersebut tidak benar.


Name

38 Setia,148,Berita Pilihan,4,figur bicara,37,LUAR NEGERI,19,Nasional,415,Sejarah,9,Tips,17,Umum,46,
ltr
item
38 Setia: Kapolri Menjelaskan Proses Penyelidikan Kasus PT Indo Beras Unggul
Kapolri Menjelaskan Proses Penyelidikan Kasus PT Indo Beras Unggul
https://4.bp.blogspot.com/-5TxUMNXcHM4/WXgex_J_UkI/AAAAAAAACBg/-Lpgb_62WN4rJjR8FMejcG9iJXme627MgCLcBGAs/s200/KAPOLRI%2B3.JPG
https://4.bp.blogspot.com/-5TxUMNXcHM4/WXgex_J_UkI/AAAAAAAACBg/-Lpgb_62WN4rJjR8FMejcG9iJXme627MgCLcBGAs/s72-c/KAPOLRI%2B3.JPG
38 Setia
http://www.38setia.com/2017/07/kapolri-menjelaskan-proses-penyelidikan.html
http://www.38setia.com/
http://www.38setia.com/
http://www.38setia.com/2017/07/kapolri-menjelaskan-proses-penyelidikan.html
true
1959138953113151983
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content