$type=ticker$count=12$cols=4$cate=0$sn=0

$type=grid$count=4$ico=1$cate=0$rm=0$sn=0$cm=0

Kisah Perwira Bhayangkara dalam Pemberantasan Terorisme



Tito Karnavian, lahir 26 Oktober 1964 , sang ayah , H Achmad Saleh, memberikan nama  Tito mengacu pada nama Presiden Yugoslavia, Joseph Broz Tito yang dikenal pemimpin negara yang disiplin serta disegani . Sementara Karnavian mengacu pada sebuah karnaval yang dilihatnya di detik sebelum kelahiran putranya itu.

Harapan besar kedua orangtuanya, suatu saat Tito Karnavian dapat menjadi pemimpin dimasa yang
Tito Karnavian mengikuti pendidikan Akabri Kepolisian pada tahun 1987, dan menjadi lulusan terbaik di angkatannya, dengan menerima Penghargaan Adhi Makayasa.

Pada tahun 1993, Ia kemudian melanjutkan pendidikan di University of Exeter di Inggris dan meraih gelar MA dalam bidang Police Studies.Kemudian di tahun 1996, menyelesaikan pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) di Jakarta dan meraih S-1 dalam bidang Ilmu Kepolisian, serta mendapatkan Bintang Wiyata Cendekia sebagai lulusan terbaik PTIK.

Selain itu Tito Karnavian juga menambah pengetahuannya dengan kuliah di Massey University Auckland di Selandia Baru dalam bidang Strategic Studies pada 1998 dan Rajaratnam School of International Studies, Nanyang Technological University, Singapura, sebagai kandidat PhD dalam bidang Strategic Studies pada 2008.

Saat memimpin Densus 88 Polda Metro Jaya tahun 2005, ia menangkap teroris Azahari Husin dan kelompoknya di Batu, Malang, Jawa Timur. Azahari merupakan seorang insinyur Malaysia yang diduga kuat menjadi otak di balik bom Bali 2002 dan bom Bali 2005 serta serangan-serangan lainnya yang dilakukan Jemaah Islamiyah. Pangkat Tito kembali dinaikkan menjadi Komisaris Besar.

Tito Karnavian adalah polisi yang mendapat kenaikan pangkat cukup cepat saat tergabung dalam tim Bareskrim, yang melumpuhkan teroris Dr. Azahari dan kelompoknya di Kota Batu,Jawa Timur, 9 November 2005. Ia menerima penghargaan dari Kapolri saat itu, Jenderal Sutanto bersama dengan Idham Azis, Petrus Reinhard Golose, serta Rycko Amelza Dahniel.

Pada tahun 2007, Tito dan unit Densus 88 Antiteror kembali berhasil menangkap puluhan tersangka yang masuk ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) di Kecamatan Poso. Pada tahun 2009, ia berhasil melumpuhkan Noordin M Top di Solo. Ia kemudian dipromosikan menjadi Kepala Densus 88 setelah penangkapan tersebut.

Atas prestasinya, Tito mendapat penghargaan memimpin operasi antiteror di daerah konflik Poso, Sulawesi Tengah. Tahun berikutnya, Tito pun menulis buku berjudul Indonesian Top Secret: Membongkar Konflik Poso.

Dalam surat telegram Kepala Polri, Inspektur Jenderal Tito diangkat menjadi Kepala Polda Papua pada 3 September 2012 menggantikan pejabat lama, Inspektur Jenderal Bigman Lumban Tobing. Tetapi, Ia secara resmi baru aktif pada 27 September 2012. Selama Irjen Pol Tito Karnavian menjabat sebagai Kapolda Papua, ada sejumlah penembakan misterius masih terus terjadi. Bahkan kontak tembak antar pasukan dan kelompok separatis juga marak. Tetapi jumlah penembakan tersebut bisa ditekan. "Dia mempunyai prestasi yang bagus di Papua.” Demikian diungkapkan Komisioner Kompolnas Hamidah.

Pada tahun 2015 , Tito Karnavian menjadi Kapolda Metro Jaya. Berada pada pusat Indonesia yakni Jakarta, Tito Karnavian mendapat banyak sorotan media dan publik. Maka banyak gebrakan yang dilakukan beliau diawal jabatannya sebagai Kapola Metro Jaya.Salah satunya yaitu Beliau meminta jajarannya untuk blusukan mengurai kemacetan setiap Senin pagi dibandingkan melakukan Apel Pagi.  Satu kasus besar yang dihadapi Tito yaitu teror bom dan penembakan di pusat perbelanjaan Sarinah, Jakarta Pusat pada awal Januari 2016. Dengan pengalamannya yang mendalam soal terorisme, tak kurang dari 5 jam Ibukota sudah kembali dikuasai dan kondusif dan 7 tersangka sudah tertangkap.

14 Maret 2016, Tito Karnavian telah diangkat menjadi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme

15 Juni 2016, Presiden Joko Widodo mengirim surat kepada DPR menunjuk Tito sebagai calon tunggal Kapolri menggantikan Badrodin Haiti yang akan segera pensiun. Tepat pada tanggal 23 Juni 2016 hari kamis, pada malam hari, Komisi III DPR RI, memufakatkan bahwa Tito Karnavian layak menjadi Kapolri dan di umumkan pada sidang paripurna DPR pada awal Juli 2016 berdasarkan berbagai capaian prestasi yang telah ditorehkan sosok pria kelahiran Palembang ini. Tito Karnavian resmi dilantik sebagai Kapolri oleh Presiden Joko Widodo pada 13 Juli 2016


Name

38 Setia,148,Berita Pilihan,4,figur bicara,37,LUAR NEGERI,19,Nasional,415,Sejarah,9,Tips,17,Umum,46,
ltr
item
38 Setia: Kisah Perwira Bhayangkara dalam Pemberantasan Terorisme
Kisah Perwira Bhayangkara dalam Pemberantasan Terorisme
https://1.bp.blogspot.com/-ITgQm1l0D1A/WXoEpOI4ipI/AAAAAAAACCw/Eco5uEqBYkc8bZKKlAmC9CvrkIY0c5pRwCLcBGAs/s200/terorisme-indonesia.png
https://1.bp.blogspot.com/-ITgQm1l0D1A/WXoEpOI4ipI/AAAAAAAACCw/Eco5uEqBYkc8bZKKlAmC9CvrkIY0c5pRwCLcBGAs/s72-c/terorisme-indonesia.png
38 Setia
http://www.38setia.com/2017/07/kisah-perwira-bhayangkara-dalam.html
http://www.38setia.com/
http://www.38setia.com/
http://www.38setia.com/2017/07/kisah-perwira-bhayangkara-dalam.html
true
1959138953113151983
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content