$type=ticker$count=12$cols=4$cate=0$sn=0

$type=grid$count=4$ico=1$cate=0$rm=0$sn=0$cm=0

Surat Terbuka Ibu Korban Tawuran Gladiator , dan Kesiapan Polri Membuka Kembali Kasus Tahun 2015 lalu


Bagi seorang Ibu , kepergian anak dengan cara dianiaya tentu memberikan luka tersendiri. Meski kejadian yang mengakibatkan meninggalnya sang putra akibat duel tawuran gladiator adalah tahun 2015 lalu , namun Maria Agnes sang bunda kembali membuka kenangan pilu dengan emnuliskan sebuah surat terbuka kepada Presiden Joko Widodo.

Maria Agnes mengatakan peristiwa nahas itu terjadi saat putranya pulang sekolah. Pada awalnya ia sudah akan pulang, namun ia malah diajak ke pertandingan baseket oleh temannya. Belakangan diketahui jika Christian ternyata bukan diajak ke pertandingan basket melainkan ajang gladiator. Hal tersebutlah yang akhirnya menghilangkan nyawanya.

Berikut ini isi dari curhatan Maria yang diunggah di akun Facebooknya :

Kepada Bapak Presiden RI Joko Widodo yang saya hormati, salam sejahtera buat Bapak sekeluarga dan seluruh rakyat Indonesia.

Bapak, saya adalah seorang ibu biasa dari Kota Bogor yang biasa Bapak kunjungi. Saya tinggal di dekat istana Batutulis Bogor.

Bapak, ijinkan saya mengadu dan bicara apa adanya tentang kekerasan yang merenggut nyawa anak saya, Hilarius Christian Event Raharjo. Siswa kelas 10 di SMU Budi Mulia Bogor, di jalab Kapten Muslihat, lingkungan Gereja Katedral Bogor.

Dan siswa yang membunuh anak saya adalah siswa SMU Mardi Yuana, di Jl. Sukasari Bogor, lingkungan Gereja Katolik Santi Fransiskus Asisi.

Hari demi hari adalah siksaan bagi saya yang menginginkan keadilan untuk penghilangan nyawa anak saya Pak Presiden. Iya, Pak. Saya terhalang oleh hati saya yang tersiksa, oleh syarat autopsi.

Bukankah saya berhak untuk menolak autopsi? Tapi saya inginkan supaya semua pelakunya dihukum. Karena ada 50 orang lebih yang menonton anak saya disiksa sampai sakaratul maut, yang divideokan oleh siswa-siswa sekolah Katolik tersebut.

Kenapa anak saya setelah meninggal harus disiksa lagi Pak Presiden? Hilarius diadu seperti binatang, di arena yang penuh sorak sorai anak MY dan BM.

Meninggal seketika karena dalam kondisi jatuh ditarik kakinya, diinjak ulu hatinya, jantungnya diinjak, mata memutih. Hila berusaha bangun, dan saat sakaratul maut datang ia kejang-kejang. Dipukul di bagian kepala 6 kali pukulan.

Hila meninggal di TKP, di lapangan SMUN 7 Indraprasta Bogor. Atas suruhan promotor dari MY, DO-an untuk pukul Hila yang belum KO katanya.

Saat Hila ingin mundur karena tidak mau berkelahi, pinggangnya ditendang oleh ketua OSIS Budi Mulya yang saat itu menjabat. Hingga Hila meninggal dalam hitungan menit.

Dan mereka pelakunya ini tidak dihukum, Pak. Hanya yang saat itu sedang berkelahi saja yang dikeluarkan dari sekolah. Sementara promotoracara BOM BOM dari DO-an Budi Mulya masih bebas berkeliaran, tidak ada tanggung jawab secara moral. Hanya uang pemakaman saja.

Bapak Presiden, saya mohon, Pak. Supaya ada penyempurnaan peraturan hukum, untuk kekerasan yang mengakibatkan tunas bangsa harapan negara dan orangtuanya tiada. Nyawanya dihilangkan tanpa belas kasihan.

Meski pembunuhnya masih di bawah umur, namun akibatnya tetap sama. Melenyapkan nyawa orang lain. Saya sedih dan hancur Bapak Presiden, mohon Bapak membantu saya untuk memberikan keadilan."


 

Curhat seorang ibu tentang anaknya yang tewas dalam tawuran ala gladiator di Bogor viral di media sosial. Wali kota Bogor, Bima Arya menyebut kasus itu sudah selesai secara kekeluargaan. "Tadi saya cek ke dinas pendidikan, ternyata itu kejadian yang tahun 2015. Kejadian tersebut diselesaikan secara kekeluargaan karena pihak keluarga korban tidak bersedia almarhum diautopsi," demikian dijelaskan Walikota Bogor ,  Bima Arya.

Dari hasil pengecekan di Dinas Pendidikan Kota Bogor, Bima Arya menyebut peristiwa itu terjadi pada 2015 silam. Saat itu, sang ibu tidak langsung tahu tentang kejadian yang mengakibatkan anaknya tewas. "Kalau tidak salah, saat itu ibu korban tidak diberi tahu tentang kejadian itu oleh suaminya karena sedang sakit," ungkap Walikota Bogor

Disdik Kota Bogor sendiri baru mengetahui kejadian tersebut beberapa hari setelahnya. Keluarga dari siswa SMA yang terlibat kemudian meneken perjanjian.  "Disdik mengetahui kejadian itu setelah beberapa hari setelah kejadian, pihak sekolah dan keluarga tidak menyampaikan laporan tentang kejadian itu," demikian dijelaskan Walikota Bogor, Bima Arya .

Sementara Pihak Kepolisian akan mengusut kembali kasus tawuran ala gladiator yang menewaskan siswa bernama Hilarius Christian Event Raharjo.


"Tetap kita akan tidak lanjuti koordinasi dengan Satuan Reskrim Polresta Bogor," kata Kapolsek Bogor Utara, Kompol Wawan pada hari yang sama , Kamis 14 September 2017 .

Peristiwa tawuran ala gladiator itu terjadi pada tahun 2015. Kompol Wawan menegaskan tak ada istilah kadaluarsa dalam penanganan sebuah perkara. Namun dia tetap meminta dukungan dari semua pihak. "Akan dibuka lagi kasusnya, tidak ada istilah kadarluarsa cuma kita memang perlu bantuan seluruh pihak," demikian diungkapkan Kompol Wawan .

Seluruh pihak yang dimaksud Pihak Kepolisian adalah mulai dari sekolah, para orang tua dan seluruh orang yang terlibat tawuran ala gladiator itu. Termasuk juga para penonton atau pun yang mengetahui soal duel ala gladiator tersebut.

Pihak Kepolisian  berharap pihak-pihak yang dipanggil bisa memberikan informasi yang jelas. 
Name

38 Setia,148,Berita Pilihan,4,figur bicara,37,LUAR NEGERI,19,Nasional,415,Sejarah,9,Tips,17,Umum,46,
ltr
item
38 Setia: Surat Terbuka Ibu Korban Tawuran Gladiator , dan Kesiapan Polri Membuka Kembali Kasus Tahun 2015 lalu
Surat Terbuka Ibu Korban Tawuran Gladiator , dan Kesiapan Polri Membuka Kembali Kasus Tahun 2015 lalu
https://1.bp.blogspot.com/-1F3FtUalf2I/WbyOhnrULGI/AAAAAAAACSQ/LQ45wWhs_r88d4rau7x-RxY-IL3tT68QwCK4BGAYYCw/s320/TAWURAN%2BGLADIATOR.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-1F3FtUalf2I/WbyOhnrULGI/AAAAAAAACSQ/LQ45wWhs_r88d4rau7x-RxY-IL3tT68QwCK4BGAYYCw/s72-c/TAWURAN%2BGLADIATOR.jpg
38 Setia
http://www.38setia.com/2017/09/surat-terbuka-ibu-korban-tawuran.html
http://www.38setia.com/
http://www.38setia.com/
http://www.38setia.com/2017/09/surat-terbuka-ibu-korban-tawuran.html
true
1959138953113151983
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content