$type=ticker$count=12$cols=4$cate=0$sn=0

$type=grid$count=4$ico=1$cate=0$rm=0$sn=0$cm=0

Kisah Penjualan Bayi Melalui Sosial Media di Kediri



Pada bulan Agustus 2017, Intan berkenalan dengan Nofita Sari (28) warga Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri yang juga merupakan makelar jual beli bayi melalui group Facebook 'Adopsi Bayi Sehat dan Amanah', hingga berakhir pada transaksi penjualan bayi. Setelah saling bertukar nomer telepon, Intan dan Nofita saling bertemu untuk menyatakan kesediaan menjual bayi. Sebagai uang muka, Nofita memberikan uang sebesar Rp 1 Juta kepada Intan saat kandungannya berusia 8 bulan.
Pada tanggal 29 September 2017, bayi yang dikandung Intan lahir dengan cara operasi caesar di sebuah rumah bersalin di Jalan Penanggungan Kota Kediri.

Setelah bayi berjenis kelamin laki-laki itu lahir, langsung dibawa oleh Nofita untuk dijual kepada Sunarsih. Sebagai pembeli, Sunarsih memberikan uang sebesar Rp 11 Juta kepada Nofita.
"Nofita menerima uang dari Sunarsih sebesar Rp 11 Juta. Rp 5 Juta buat Intan, Rp 6 Juta untuk Nofita sendiri sebagai makelar," demikian dijelaskan  Kapolres Kediri Kota, AKBP Anthon Heriyadi
Kapolresta Kediri menjelaskan, motivasi tersangka RS menjual bayinya ke orang lain, lantaran ia membutuhkan uang sebagai bekal bekerja di Kalimantan.

Kini Intan sudah tidak bisa memberi ASI ke sang buah hatinya. Dia dikenakan pasal 83 UU RI No 35, Tahun 2014, UU Perlindungan Anak, dan harus mendekam di penjara, dengan ancaman hukuman 3 hingga 15 Tahun penjara, dengan denda Rp 60 Juta-Rp 300 Juta.

Namun naas, Satu dari dua tersangka kasus dugaan penjualan bayi yaitu Nofita Sari usia 28 tahun asal kecamatan Ngasem Kabupeten Kediri, Jawa Timur, Kamis 19 Oktober kemarin, meninggal dunia karena sakit. Kepala Humas Rumah Sakit Bahayangkara Kediri, Wety mengatakan, selama dirawat enam  hari di rumah sakit kondisi kesehatan NS terus menurun hingga kehilangan kesadaran dan harus dirawat di ruang ICU. Pada hari Kamis sekitar pukul 10.00 WIB, tim medis memastikan, Nofita Sari meninggal dunia karena sakit yang dideritanya. Namun Wety enggan membeberkan penyakit apa yang diderita NS. Wety menjelaskan, selama menjalani perawatan di rumah sakit, NS sulit untuk mengkonsumsi makanan dan harus disuapi oleh petugas dan kerabatnya.

Kapolresta Kediri, AKBP Anthon Heriyadi membenarkan jika NS harus dilarikan ke rumah sakit karena mengeluh pusing. NS dilarikan ke rumah sakit usai ditetapkan sebagai tersangka kasus penjualan anak


Name

38 Setia,148,Berita Pilihan,4,figur bicara,37,LUAR NEGERI,19,Nasional,415,Sejarah,9,Tips,17,Umum,46,
ltr
item
38 Setia: Kisah Penjualan Bayi Melalui Sosial Media di Kediri
Kisah Penjualan Bayi Melalui Sosial Media di Kediri
https://4.bp.blogspot.com/-BR1ACUnHngI/WfBytV23v7I/AAAAAAAACgs/wwFlhTuBAIAmOWof4vL_2HeylFS3xb4NwCLcBGAs/s320/brt297715371.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-BR1ACUnHngI/WfBytV23v7I/AAAAAAAACgs/wwFlhTuBAIAmOWof4vL_2HeylFS3xb4NwCLcBGAs/s72-c/brt297715371.jpg
38 Setia
http://www.38setia.com/2017/10/kisah-penjualan-bayi-melalui-sosial.html
http://www.38setia.com/
http://www.38setia.com/
http://www.38setia.com/2017/10/kisah-penjualan-bayi-melalui-sosial.html
true
1959138953113151983
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content