$type=ticker$count=12$cols=4$cate=0$sn=0

$type=grid$count=4$ico=1$cate=0$rm=0$sn=0$cm=0

Program Pengembangan Kapasitas Personil Polri di Luar Negeri Pada International Law Enforcement Academy (ILEA) Bangkok, Thailand

PENDAHULUAN
Perkembangan era globalisasi pada saat ini selain mempermudah kinerja kepolisian dalam memberikan pelayanan kepada masyarkat, namun di sisi lain juga mengakibatkan meunculnya dampak terhadap perkembangan kejahatan Transnasional yang menuntut para penegak hukum untuk semakin meningkatkan kompetensi dan wawasan dalam melakukan penegakan hukum tersebut

Salah satu komponen penting yang diperlukan yakni adanya peningkatan profesionalisme dan penguatan jaringan penegakan hukum lintas batas (borderless). Pada tahun 1995 Presiden Amerika Serikat Bill Clinton menyerukan pembentukan jaringan Akademi Penegakan Hukum Internasional (ILEA) di seluruh dunia untuk memerangi perdagangan narkoba internasional, korupsi, kriminalitas seperti Trafficking in Persons atau Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), People Smuggling atau Penyeludupan Manusia serta Terorisme melalui kerja sama internasional yang diperkuat. Kini, bertahun-tahun kemudian, Amerika Serikat dan negara-negara peserta telah bergerak maju dengan berdirinya ILEA untuk melayani empat wilayah: Eropa, Afrika, Amerika Selatan dan Asia ( yang berkedudukan di ILEA Bangkok)

Untuk mencapai tujuan tersebut, ILEA melakukan kegiatan yang dirancang untuk mewujudkan tujuan antara lain:

1) Mendukung pembangunan lembaga peradilan dan penegakan hukum baik
    secara  lokal maupun regional wilayah
2) Memfasilitasi kemitraan yang diperkuat di antara negara-negara regional  
    wilayah yang dilayani oleh ILEA seperti ILEA Bangkok yang meliputi Negara Asia
    , ASEAN dan Negara Pasifik lainnya yang bertujuan menangani masalah tindak  

    kejahatan yang bersifat transnasional
3) Memberikan pelatihan dan bantuan teknis yang berkualitas tinggi dalam
    merumuskan strategi dan taktik bagi aparat penegak hokum
4) dll

Berkaitan dengan hal tersebut diatas, dalam rangka peningkatan profesionalisme dan pengembangan kapasitas personil Polri serta untuk menunjukan eksistensi Polri sebagai salah satu warga kepolisian dunia maka Polri juga mengirimkan personilnya sebagai peserta kegiatan yang dilaksanakan di ILEA Bangkok, Thailand.

Alhamdulillah, penulis (AKP ADE CHANDRA CY,SIK NRP 84021467 Jabatan PS KANIT 1 SUBDIT 2 DIT RESNARKOBA POLDA SULBAR ) dikaruniai rezki dari Allah Azza wa Jalla untuk dipercaya oleh Negara untuk mejadi salah satu wakil Polri pada kegiatan di ILEA Bangkok yang salah satu program kegiatannya yaitu Anti Corruption Series : Trafficking in Person Course tersebut, setelah melalui serangkaian tes yang cukup ketat di awal tahun 2017 ketika itu oleh Bapak Karo Misinter Div Hubinter Brigjen Pol Drs. Johni Asadoma, M.Hum serta Jajaran Bagian Pengembangan Kapasitas yang ketika itu dipimpin oleh Kombes Pol. Krishna Murti yang saat ini telah promosi sebagai Karo Misinter yang berpangkat Bintang 1 yang menggantikan pejabat sebelumnya yang saat ini promosi jabatan sebagai Waka Polda Sulawesi Utara.

kegiatan Pengembangan Kapasitas Personil Polri di Luar Negeri, program  Anti Corruption Series : Trafficking in Person Course pada INTERNATIONAL LAW ENFORCEMENT ACADEMY (ILEA), Bangkok,Thailand yang dilaksanakan tanggal 9  s.d. 13 Oktober  2017.

PELAKSANAAN
Kegiatan dimulai pada hari Jumat tanggal 6 Oktober 2017 bertempat di Kedubes Amerika Serikat – Jakarta untuk Pre-Departure Briefing dari RSO (Regional Security Office) Kedubes Amerika Serikat serta Pre-Departure Briefing bertempat di Bag Kembangtas Romisinter Divhubinter Polri Gd. TNCC Lt.12  Mabes Polri

Untuk selanjutnya pada hari minggu kami bertolak menuju Bangkok, Thailand menggunakan Garuda Indonesia yang Alhamdulillah mendarat dengan mulus di bandara Suvarnabhumi untuk mengikuti kegiatan Pengembangan Kapasitas Personil Polri di Luar Negeri, program Anti Corruption Series : Trafficking in Person Course pada INTERNATIONAL LAW ENFORCEMENT ACADEMY (ILEA), Bangkok,Thailand yang dilaksanakan tanggal 9  s.d. 13 Oktober  2017 di kompleks ILEA Bangkok, Royal Thai Police Sport Club,Thailand. Sebagai tambahan informasi bahwa fasilitas yang dimiliki oleh ILEA Bangkok ini sangat baik dalam rangka mendukung kelancaran dan kenyamanan dalm proses pembelajaran serta didukung dengan Akses Keamanan yang cukup ketat hampir mirip dengan fasilitas kebanggaan Indonesia dan Polri yaitu JCLEC di dalam komplek AKPOL, Semarang.

Peserta
Peserta Kegiatan Pengembangan Kapasitas Personil Polri di Luar Negeri Anti Corruption Series : Trafficking in Person Course pada INTERNATIONAL LAW ENFORCEMENT ACADEMY (ILEA) Bangkok, sebanyak 30 orang Perwira yang berasal dari 11 negara , antara lain: Indonesia, Thailand, Malaysia, Hongkong, Timor Leste, Kamboja, Vietnam, Myanmar, Singapura, Filipina, China.

Materi dan Narasumber
Materi dalam kegiatan Pengembangan Kapasitas Personil Polri di Luar Negeri Anti Corruption Series : Trafficking in Person Course pada INTERNATIONAL LAW ENFORCEMENT ACADEMY (ILEA) Bangkok terdiri atas beberapa hal seperti :

1. Homeland Security Investigations & U.S. Department of Labor Afolabi et al 
    Trafficking/Forced Labor/Alien Smuggling/Visa Fraud Investigation          

2. Human Trafficking/Forced Labor Case : EVELYN PELAYO ET AL
3. Vasquez Valenzuela Investigation Guatemalan Sex Trafficking Ring
4. Fundamentals of Victim Assistance : A Victim Centered - Victim Assistance 
    Fundamentals
5. Cycle of Violence and its Impact on a Trafficked Person
6. HSI Practical Considerations for Interviewing Victims Name of Presenter Victim 
    Assistance Program
7. Public Corruption : David Lee Case Study
8. Public Corruption And HumanTrafficking
9. Joint International Investigations
10. HSI Human Trafficking Baseline
11. Proactive Investigations
12. Operational Planning in Human Trafficking Investigations
13. Combatting Human Trafficking Group Exercise
14. Homeland Security Investigations (HSI) : Human Trafficking Victim Assistance Program

Dengan Pemateri atau Pengajar dari Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat (US Department of Homeland Security/DHS) pada Divisi Homeland Security Investigation (HSI) yang merupakan sebuah Lembaga yang baru didirikan pada 1 maret 2003 sebagai respon atas kejadian serangan 9/11 pada gedung WTC di New York,AS di tahun 2001, dalam penanggulangan ancaman keamanan  dalam negeri Amerika Serikat yang selama ini begitu banyak Agency atau Badan Keamanan yang kemudian disatukan dalam bentuk US DHS tersebut.
Evaluasi
Untuk mengetahui tingkat keberhasilan dalam penyelenggaraan Pengembangan Kapasitas Personil Polri di Luar Negeri Anti Corruption Series : Trafficking in Person Course pada INTERNATIONAL LAW ENFORCEMENT ACADEMY (ILEA) Bangkok ini, dilaksanakan Pre Test pada awal pembukaan kegiatan dan Post Test pada akhir kegiatan untuk mengukur sejauh mana perkembangan pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan dimaksud.

HASIL PELAKSANAAN

         Dari pelaksanaan kegiatan tersebut yang mengedepankan bimbingan teknis dari Pemateri atau Pengajar dari Special Agent of Homeland Security Invetigation (HSI) yang bekerjasama dengan Federal Bureau of Investigation (FBI) yang mendasari pada pengalaman tugas mereka dalam menangani kasus Trafficking in Persons atau TIndak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Amerika Serikat serta dari hasil pelaksanaan diskusi lintas negara peserta terkait penanganan kasus Trafficking in Persons atau TIndak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Negara masing-masing maka dapat diperoleh hasil sebagai berikut :

Terdapatnya kesamaan perspektif dan saling berbagi pengalaman dalam penanganan kasus menyangkut Public Corruption khususnya dalam penanganan Trafficking in Persons atau TIndak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang berbasis utama pada Eksploitasi Manusia yang umumnya terjadi pada sektor Pekerja (labor) dan Pelacuran (prostitute), baik terjadi lintas negara maupun domestik

Masih terdapat kesalahpahaman dalam penerapan istilah Trafficking in Persons atau Human Trafficking (TPPO) dan People Smuggling (Penyeludupan manusia) meskipun terdapat hubungan erat atau keterkaitan satu sama lain. People Smuggling (Penyeludupan manusia) lebih mengarah pada Kejahatan terhadap Perbatasan, berbasis transportasi, Memerlukan perlintasan perbatasan dan bersifat Sukarela. Sedangkan Trafficking in Persons atau Human Trafficking (TPPO) lebih mengarah pada Kejahatan terhadap seseorang, Berbasis eksploitasi, Tidak perlu melintasi perbatasan dan bersifat tidak sukarela/secara paksa

Inti atau prioritas utama dalam penanganan kasus Trafficking in Persons atau TIndak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) adalah keselamatan dari korban dari tindak pidana tersebut. Apabila korban sudah berhasil diselamatkan dan mendapat pemenuhan kebutuhan dasar, maka hal tersebut dianggap sebuah keberhasilan meskipun kemudian kasus hukumnya belum dapat di bawa ke peradilan karena berbagai hambatan yang ditemui dalam proses penyidikannya

Aparat penegak hukum ataupun Penyidik yang bertugas menangani kasus Trafficking in Persons atau TIndak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) ini harus memiliki wawasan serta pemahaman yang luas mengingat adanya perlakuan yang berbeda kepada para pihak yang terlibat tidak seperti tindak pidana lainnya. Hal tersebut harus dimiliki oleh Penyidik, mengingat  terkadang muncul hambatan dalam proses pengungkapan kasus ini yang  terjadi disebabkan oleh faktor korban yang tidak menyadari bahwa  mereka telah menjadi korban karena mereka juga merasa mendapat keuntungan seperti uang,rumah/tempat tinggal,keamanan yang lebih baik dibandingkan tempat korban berasal. 

Perlunya para penegak hukum untuk betul-betul menjaga integritasnya selaku penyidik yang bersikap profesioanal dalam melaksanakan tugas pokoknya sehingga tidak dapat dipengaruhi oleh hal-hal negative yang bisa saja menghambat proses penyidikan yang dilaksanakan.

Dalam melaksanakan proses penegakan hokum, para aparat penegak hokum harus dapat menjalin komunikasi dan kordinasi dengan aparat lain yang terkait seperti dari Dinas Sosial, Tim Perlindungan Perempuan dan anak yang dibentuk oleh Pemerintah, LSM Pemerhati Perempuan dan   Anak, pihak Imigrasi,dll. Hal tersebut harus dilakukan mengingat penanganan kasus Trafficking in Persons atau TIndak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) ini akan berlangsung cukup panjang dari awal proses penyelidikan sampai penyelamatan korban dan proses di pengadilan dan melibatkan bidang kewenangan banyak pihak  terkait sehingga Aparat penegakan hukum tidak dapat bekerja sendirian.

Dalam penanganan kasus Trafficking in Persons atau TIndak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) ini Penyidik juga dapat melakukan Join Invetigation atau Penyidikan Gabungan/Bersama baik pada lingkup Domestik dikembangkan dengan melihat potensi terjadi tindak pidana lainnya seperti Money Laundering atau TIndak Pidana Pencucian Uang (TPPU), tindak pidana Keimigrasian, tindak pidana penganiayaan,pemerkosaan bahkan sampai pembunuhan. Maupun pada lingkup Internasional dengan mengedepankan Empat komponen Penegakan Hukum terpadu yakni : Investigasi, Operasi Internasional,Intelijen serta Operasi Penindakan dan Pengusiran

Sebelum melakukan suatu kegiatan pengungkapan harus didahului dengan penyusunan sebuaah Operational Planning atau Rencana Operasi dengan mengedepankan Dukungan Logistik (Logistics Planning), Strategi pengumpulan barang bukti (Strategy for Gathering Evidence), Bantuan bagi korban ( Victim Assistance), serta paling utama Keselamatan bagi seluruhnya ( Safety).

PENUTUP
Kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan khususnya peserta dari Indonesia dapat memberikan warna dan kiprah positif dalam proses pembelajaran. Hal tersebut dapat terlihatdari pujian dari Pemateri terhadap aktifnya Peserta dari Indonesia dalam menanggapi setiap sesi Tanya jawab serta diskusi yang kemudian di lanjutkan oleh Pemaparan tiap Grup Diskusi kelompok  yang terdiri dari 4 (empat) Negara yang diwakili oleh Peserta dari Indonesia dalam hal ini Perwakilan Polri personil Polda Sulbar an AKP Ade Chandra CY,SIK (dokumentasi terlampir)
Mengingat sangat bermanfaatnya hasil yang diperoleh dari kegiatan Pengembangan Kapasitas Personil Polri di Luar Negeri Anti Corruption Series : Trafficking in Person Course pada INTERNATIONAL LAW ENFORCEMENT ACADEMY (ILEA) Bangkok ini, , maka disarankan jumlah peserta yang mewakili Polri semakin ditingkatkan serta meskipun program ini menggunakan bahasa pengantar Bahasa Inggris dalam kegiatan sehari-hari (meskipun disediakan translater/penerjemah) akan tetapi demi efektifitas pelaksanaa kegiatan hendaknya perwakilan Polri dapat memiliki kemampuan standar dalam berbahasa Inggris dan juga demi  meningkatkan nama baik Polri di dunia Internasional

PENULIS: AKP ADE CHANDRA CY,SIK – POLDA SULBAR- 

PENGAJAR DARI US DHS  HOMELAND SECURITY INVESTIGATION (HSI) 

PELAKSANAAN DISKUSI KELOMPOK LINTAS NEGARA




Name

38 Setia,148,Berita Pilihan,4,figur bicara,37,LUAR NEGERI,19,Nasional,415,Sejarah,9,Tips,17,Umum,46,
ltr
item
38 Setia: Program Pengembangan Kapasitas Personil Polri di Luar Negeri Pada International Law Enforcement Academy (ILEA) Bangkok, Thailand
Program Pengembangan Kapasitas Personil Polri di Luar Negeri Pada International Law Enforcement Academy (ILEA) Bangkok, Thailand
https://3.bp.blogspot.com/-EpqjIDBO5uY/WfKpaMgZiDI/AAAAAAAACiU/F9cCsEQih_gAdNFbBba6Ba8BF-h0YuY9QCLcBGAs/s200/ADE%2BCHANDRA%2B2%2B%25281%2529.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-EpqjIDBO5uY/WfKpaMgZiDI/AAAAAAAACiU/F9cCsEQih_gAdNFbBba6Ba8BF-h0YuY9QCLcBGAs/s72-c/ADE%2BCHANDRA%2B2%2B%25281%2529.jpg
38 Setia
http://www.38setia.com/2017/10/program-pengembangan-kapasitas-personil.html
http://www.38setia.com/
http://www.38setia.com/
http://www.38setia.com/2017/10/program-pengembangan-kapasitas-personil.html
true
1959138953113151983
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content