$type=ticker$count=12$cols=4$cate=0$sn=0

$type=grid$count=4$ico=1$cate=0$rm=0$sn=0$cm=0

Waspadai Syndrom Baby Blues pada Pasangan atau Orang di Sekitar Anda



Penyebab munculnya baby blues selain perubahan hormon pasca melahirkan adalah kondisi psikologis ibu baru, misalnya ada rasa kecewa, rasa bersalah atas proses persalinan yang baru saja dilewati, mengalami kesulitan menyusui, khawatir dirinya tak bisa menjadi ibu yang baik bagi bayi, kelelahan kewalahan berperan sebagai ibu baru.

Baby blues bisa dikatakan ringan jika berlangsung kurang lebih 2-3 minggu pasca persalinan. Jika tak tertangani dengan baik dan sampai tuntas, ada kemungkinan ibu mengalami depresi pasca persalinan dan sebaiknya segera mencari bantuan profesional agar bisa segera diatasi.


Agar tidak berujung menjadi depresi, sebaiknya dilakukan upaya penanganan segera. Berikut di antaranya:

Dukungan Orang Terdekat

Dukungan suami, orangtua, mertua sangat dibutuhkan. Dalam hal ini, penting sekali peran serta orang-orang terdekat untuk membantu meringankan tugas ibu mengasuh/merawat sang bayi dengan cara bagi-bagi tugas. Dengan begitu, beban yang dipikul jadi jauh lebih ringan. Selama 2 minggu pascamelahirkan, suami sebaiknya mendampingi istri tercinta. Mengapa? Karena di masa ini ibu tengah beradaptasi dengan bayi dan segala permasalahannya. Bila masa ini terlewati dengan baik biasanya kendala pengasuhan dan perawatan bayi bisa teratasi. Yang tak kalah penting, suami seharusnya mengerti kondisi istri setelah melahirkan. Suami harus lebih sabar dan mengerti jika istrinya jadi uring-uringan. Cobalah pahami masalah yang dihadapi dan bantulah mencari jalan keluar dari masalah tersebut.

Berbicara Pada Orang-Orang yang Dipercaya

Berbagi masalah dengan orang-orang yang dipercaya seperti teman, saudara, orangtua, atau sesama ibu yang pernah mengalami hal serupa tentu bisa membantu. Ya, Anda dapat mencari support group sehingga tak merasa sendirian. Ibu bisa bertukar pikiran mengenai cara-cara mengatasi keluhan psikis yang dialami. Meski Anda sudah banyak membaca literatur tentang cara mengatasi sindrom tersebut, adakalanya teori yang didapat berbeda dari kenyataan masalah yang dihadapi.

Menuliskan Perasaan di Jurnal

Selain berbagi atau curhat dengan orang terdekat atau yang dipercaya, ibu juga dapat menuliskan perasaan di jurnal.Bukan sosial media ya ...hehehehe tetapi di Jurnal atau Buku Harian.  Apa yang beban dalam pikiran tuangkan sehingga sedikit demi sedikit terasa ringan. Pada orang tertentu, menumpahkan kendala yang sedang dihadapi dalam bentuk tulisan, terasa sangat membantu.

Menghirup Udara Segar dan Pola Makan Bergizi

Suasana bosan setiap hari di rumah dengan merawat sang jabang bayi sesekali perlu diubah suasananya. Cobalah menghirup udara segar di pagi hari, misalnya. Hal sederhana ini sudah bisa sangat membantu.

Jaga Pola Makan Sehat Bergizi

Mengasuh dan merawat si Kecil bukan berarti Anda jadi lupa dan melewatkan makan. Tetaplah untuk makan secara teratur sesuai jadwal. Sesuaikan porsi dan tak lupa upayakan untuk mengonsumsi makanan bergizi. Dengan begitu, kondisi tubuh itu tetap fit dan prima.

Melalukan Meditasi dan Relaksasi

Upaya lain yang bisa dilakukan adalah melakukan meditasi dan relaksasi secara rutin. Diharapkan ibu akan merasakan ketenangan, tentram dan damai meski dihadapkan dengan persoalan mengasuh si kecil yang notabene dibilang merepotkan. Ibu justru jadi akan mudah menangani kendala pengasuhan si Kecil.

Mencari Bantuan untuk Mengurus Pekerjaan Rumah Tangga

Ada baiknya juga mencari asisten rumah tangga yang mengurus urusan lain di rumah. Dengan begitu, ibu terfokus untuk merawat sang jabang bayi. Tidak semua urusan rumah ibu harus selesaikan karena beban sudah terbagi.

Menurunkan Standar

Ya, namanya juga ibu baru, pasti segala sesuatunya perlu proses pembelajaran. Tidak tiba-tiba bisa terampil mengurus dan merawat bayi. Meski ibu sudah berusaha semaksimal mungkin, wajar saja bila ada kekurangan di sana-sini. Tak perlu berharap segala sesuatunya sempurna. Justru ini membuat ibu jadi tertekan dan merasa terbebani.

Konsultasi pada Profesional

Jika masih belum mendapat solusi yang memuaskan, pilihan alternatifnya adalah konsultasi pada yang ahli, misalnya psikolog yang dapat membantu mencarikan jalan keluar dari masalah seputar pascapersalinan. Berkonsultasi dengan pakar membuat ibu setidaknya berpikir bahwa persoalan yang dihadapi bukanlah sesuatu yang "abnormal", melainkan wajar.

Cegah Baby Blues

Nah, untuk mengantisipasi hal itu, yang terpenting adalah persiapan jauh-jauh hari, termasuk di dalamnya persiapan mental, fisik, bahkan finansial. Perbanyaklah pengetahuan atau informasi yang berhubungan dengan kehamilan, persalinan, pengasuhan bayi dan sebagainya. Dengan begitu, permasalahan kehamilan ataupun kendala setelah melahirkan setidaknya bisa teratasi dengan baik.

Baby Blues Syndrome (BBS) yang juga dikenal sebagai Postpartum Distress Syndrome (PDS). 
Keduanya merupakan gangguan emosi ringan yang terjadi dalam kurun waktu 2 minggu setelah ibu melahirkan.

Data penelitian menunjukkan dua per tiga atau sekitar 50 - 75 persen wanita mengalami Baby Blues Syndrome. "Muncul perasaan gundah gulana atau sedih yang dialami para ibu usai melahirkan. Terjadi pada 14 hari setelah ia melahirkan dan cenderung memburuk pada hari ke 3 atau 4," tutur Sherly Hidayat Putra, M.Psi, Psikolog Klinis dari Ukrida.

"BBS biasanya terjadi karena usai melahirkan kondisi Si Ibu mengalami kelelahan dan dirinya bergejolak karena pengaruh hormon. Hal itu juga berpengaruh ke emosi hingga perilakunya yang menjadi tidak sabar," tutur tambah Sherly.

Meski demikian, tak sedikit juga, kok, ibu yang tidak mengalami BBS. "Mungkin karena kondisi Ibu lebih siap dan mengerti apa yang bakal terjadi usai melahirkan sehingga pikirannya lebih tenang," tuturnya.Penyesuaian Diri Kendala yang umum memicu BBS di antaranya adalah kesulitan menyesuaikan diri. "Dulu, kan, hidup hanya bersama pasangan, sementara sekarang memiliki bayi. Akibatnya, banyak kegiatan yang harus berubah karena menyesuaikan dengan bayi. Terutama, jam tidur. Setelah melahirkan, kan, memang banyak hal yang harus dikerjakan dan disesuaikan dalam satu waktu," jelas Sherly yang juga dosen psikologi Ukrida ini. 

Sesiap apapun seorang ibu, tambahnya, tetap saja ada rasa tak siap. "Namun, justru dari ketidaksiapan tersebut, ibu akan belajar menerima. Jika sudah bisa menerima, selanjutnya akan lebih baik sehingga bisa merawat anak dengan tulus."

Mengurus bayi, memang tidak semudah yang dipikirkan. "Sehingga ada perasaan bersalah pada diri sendiri atau merasa tidak dihargai atas apa yang dilakukan," kata Sherly. Pada beberapa ibu, tambahnya, bahkan ada yang merasa kelahiran Si Bayi membuat dirinya sakit. "Sehingga mendatangkan perasaan sebal dan benci saat melihat anak."

Jika BBS yang terjadi melebihi batas normal alias lebih dari 2 minggu, sudah sepatutnya Sang Ibu berkonsultasi dengan dokter. Pasalnya, dikhawatirkan ibu mengalami Postpartum Depression (PPD). Perbedaan PPD dengan BBS, terletak pada frekuensi, intensitas, serta durasi berlangsungnya gejala-gejala. "Pada PPD, gejala yang dirasakan itu akan terjadi lebih sering, lebih hebat, serta lebih lama."
Gejala PPD ditunjukkan melalui perilaku cepat marah, bingung, mudah panik, merasa putus asa, perubahan pola makan dan tidur, takut bisa menyakiti bayinya, khawatir tidak bisa merawat bayi dengan baik, hingga timbul perasaan tidak bisa menjadi ibu yang baik. "Bahkan PPD bisa berlangsung hingga 1 tahun .

Dibutuhkan peran serta keluarga dan lingkungan sekitar untuk mewaspadai , menjaga dan sensitif terhadap perubahan perilaku emosional Ibu hamil atau Ibu yang baru melahirkan . Jika ada yang hal hal mencurigakan , segera brikan saran agar ke dokter atau pusat kesehatan masyarakat terdekat atau Polres terdekat untuk bertemu dengan Unite PPA yaitu Unit Perlindungan Perempuan dan Anak .Mari bantu Pemerintah dalam mewujudkan kehidupan masyarakat yang bahagia dan sejahtera.

Sebarkan tulisan yang kami kutip dari Tabloid Nova  ini jika bermanfaat
Salam 38 Setia
Setia Untuk Selamanya 
Name

38 Setia,148,Berita Pilihan,4,figur bicara,37,LUAR NEGERI,19,Nasional,415,Sejarah,9,Tips,17,Umum,46,
ltr
item
38 Setia: Waspadai Syndrom Baby Blues pada Pasangan atau Orang di Sekitar Anda
Waspadai Syndrom Baby Blues pada Pasangan atau Orang di Sekitar Anda
https://1.bp.blogspot.com/-mtoeVmpQExQ/WfB0Kv6mLPI/AAAAAAAAChE/57wXliYjDI8q_kfQt_K161_vJqXTUjFmwCLcBGAs/s1600/BABY%2BBLUES%2B2.png
https://1.bp.blogspot.com/-mtoeVmpQExQ/WfB0Kv6mLPI/AAAAAAAAChE/57wXliYjDI8q_kfQt_K161_vJqXTUjFmwCLcBGAs/s72-c/BABY%2BBLUES%2B2.png
38 Setia
http://www.38setia.com/2017/10/waspadai-syndrom-baby-blues-pada.html
http://www.38setia.com/
http://www.38setia.com/
http://www.38setia.com/2017/10/waspadai-syndrom-baby-blues-pada.html
true
1959138953113151983
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content