$type=ticker$count=12$cols=4$cate=0$sn=0

$type=grid$count=4$ico=1$cate=0$rm=0$sn=0$cm=0

Arahan Presiden RI pada Pembukaan Rakornas Indonesia Maju Pemerintah Pusat dan Forkopimda


Presieden Jokowi memberikan arahan pada Pembukaan Rakornas Indonesia Maju Pemerintah Pusat dan Forkopimda 

Pertemuan pagi ini adalah pertemuan terlengkap. Saya ingin semuanya tersambung satu garis, dari pusat sampai ke daerah. Saya perlu menyampaikan bahwa mengelola negara sebesar ini tidak mudah, tidak seperti negara-negara lain. Jumlah penduduk Indonesia sebanyak 267 juta penduduk dan memiliki 17.000 pulau.  Keberagaman suku, budaya, agama menambah kompleksitas pengelolaan negara Indonesia. Saya sudah sering mengingatkan bahwa tantangan dunia sekarang adalah melambatnya pertumbuhan ekonomi dunia, sehingga berdampak ke semua negara. Artinya ada tantangan eksternal yang kita hadapi. Pada saat saya menghubungi Presiden Bank Dunia, beliau mengatakan hati-hati Bapak Presiden Jokowi dunia posisinya masih seperti ini dan tahun depan kemungkinan akan lebih sulit karena dunia akan menuju sebuah resesi.  Terakhir saya bertemu dengan Managing Director IMF, menyampaikan hal yang sama. Kita harus hati-hati karena dunia baru menuju ke sebuah resesi. Kita melihat banyak negara yang dahulu pertumbuhan ekonomi 7% namun saat ini minus, itu menandakan sudah resesi. Yang duhulu 6% turun menjadi 4%, kita patut bersukur bahwa pertumbuhan ekonomi negara kita masih diatas 5%. Interaksi sosial menggunakan whatsapp dan sms, menyebabkan perubahan perilaku manusia (perubahan interaksi sosial dan berkomunikasi). Oleh karena itu harus berhati-hati dalam menangani setiap peristiwa sekecil apapun. Saya titip terutama untuk jajaran TNI dan Polri, melihat sekecil apapun sebuah peristiwa jangan menggampangkan.  

Hong Kong setiap hari ada demonstrasi (sudah 5 bulan berlangsung) sehingga negara ini sudah mengarah ke resesi. Sebelumnya ekonomi di Hong Kong sangat bagus, karena urusan ekstradisi kasus-kasus hukum ditarik ke China daratan. Di Chili juga sama, urusan kenaikan tarif transport yang hanya 4% menjadi gelombang demonstrasi sehingga APEC yang seharusnya diselenggarakan bulan ini namun dibatalkan karena ketidakpuasan atau diskonten. Selanjutnya, Presiden Bolivia mundur karena tidak bisa menangani sengketa pemilu dengan baik. Hati-hati menangani hal kecil, kalau kita tidak sensitif bisa melebar kemana-mana. Hubungan Forkopimda (Gubernur dengan Kapolda, Gubernur dengan Pangdam, Gubernur dengan Kajati, Gubernur dengan Kepala Pengadilan Tinggi) yang harmonis di seluruh daerah merupakan hal yang sangat penting. Apabila ada masalah dibicarakan. Hubungan harmonis sangat mempengaruhi tensi yang ada di daerah. Apabila ada salah satu yang tidak rukun, maka akan mendapatkan masalah besar dalam setiap menangani problem yang muncul di daerah. Hal yang sama juga terjadi dan berlaku di level Bupati, Walikota, Kapolres, Dandim, Kajari dan Kepala Pengadilan Negeri. Hubungannya juga harus baik.  Saya titip kalau ada persoalan hukum dan sudah terlihat di awal, maka lakukan preventif terlebih dahulu. Jangan ditunggu kemudian peristiwa terjadi baru ditindak. Saya juga sudah menyampaikan kepada Kapolri, Panglima TNI dan Jaksa Agung. Jelas-jelas sudah keliru sejak awal diingatkan. Jangan dikejar setelah rampung baru ditebas. Harus kita akhiri seperti ini. Jangan sampai kejadian, baik itu di Kejari, Kejati, baik itu di Polres yang berkaitan dengan hukum, baik itu di Polda. 

Selanjutnya adalah kebijakan, kebijakan jangan ada yang dikriminalisasi, jangan dicari-cari. Kalau tidak ada niat jahatnya, jangan di cari-cari. Contohnya seperti di DKI Jakarta, mata anggaran itu ada 57.000 mata anggaran. Tidak mungkin seorang Gubernur setiap hari karena padatnya kegiatan. Jika ada kekeliruan agar diingatkan, diingatkan awalawal sebelumnya dia bekerja melaksanakan program tersebut. Inilah yang kita harapkan, mindset kita, pola pikir kita, kita rubah dalam pelayanan kepada masyarakat. Lelang pengadaan barang dan jasa, bertahun-tahun saya masuk ke pemerintahan 15 tahun yang lalu sampai sekarang belum berubah. Kenapa kita tidak mulai yang namanya lelang dimulai dari bulan Januari, kenapa kita harus menunggu-nunggu sampai bulan September, ada apa ini? Sehingga kualitas barang yang dihasilkan, kualitas produk yang dihasilkan akan jadi jelek. Pekerjaan yang dilakukan dalam waktu cepat pasti akan kurang maksimal. Bahkan ada lelang konstruksi pada bulan November. Jika ada jembatan ambruk, ada gedung SD ambruk ya tidak kaget saya. Pemerintah pusat besok kita akan menyerahkan DIPA, Kemen PUPR pasti akan langsung lelang, Kemenhub akan langsung lelang. Kultur seperti ini harus kita hindari, kita mulai lelang dari Januari dalam bekerja jadi rentang waktu panjang dalam setiap program, karena itu berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi, karena peredaran uang akan semakin banyak di daerah dan masyarakat, ini harus dicatat. Saya titip, ada ketua DPRD, saya sudah pesan ke DPRD sekarang saya pesan jangan banyak-banyak membuat Perda dan jangan banyakbanyak membuat Pergub, Perbup, Perwali, negara ini sudah kebanyakan peraturan, negara kita sudah kebanyakan peraturan, semua diatur sehingga kita terjerat sendiri, stop itu, hati-hati.  

Sedikit-sedikit diatur, akhirnya kecepatan kita dalam bergerak kurang cepat, dalam memutuskan perubahan yang ada menjadi tidak cepat, padahal negara sebesar apapun inginnya fleksibel, cepat merepson setiap perubahan. Kita membuat banyak peraturan, saya tau setiap Perda selalu ada studi banding, saya mengerti tapi stop, di kunker ada apanya saya mengerti, sudahlah stop, apalagi Perda yang justru meruwetkan masyarakat, sudah stop, kita justru akan mengkaji Omnibus Law ke DPR, ada 70 UU yang akan kita revisi menjadi 1 UU. Minggu lalu saya bertemu dengan tangan kanan Presiden Trump, sekarang di AS kalau menteri mau buat peraturan menteri 1, dia harus menghapus 2 peraturan menteri sebelumnya. Kita memproduksi terus tiap hari untuk apa, sehingga fleksibilitas tidak cepat, kita lambat, ini yang harus dihilangkan. Sekarang menteri mau membuat Permen 1, boleh tapi hilangkan 10 Permen terdahulu, banyak peraturan kita pusing sendiri, ini model kedepan, hampir seluruh negara menuju seperti itu, kecepatan menjadi penting, siapa yang lebih cepat mendahului dia akan menang. Artinya, semua harus mengerti, semua harus bersinergi bersamasama, tidak ada lagi yg saling menyalahkan, tidak ada lagi yang saling menjegal, sekarang kita saling bekerja sama, mumpung suasana politik kita saat ini sedang bagus, ini yang harus kita jaga, semua saling komunikasi, terbuka, dan kita menjaga agenda besar bangsa ini, menjaga persatuan nasional.   
Name

38 Setia,148,Berita Pilihan,4,figur bicara,37,LUAR NEGERI,19,Nasional,415,Sejarah,9,Tips,17,Umum,46,
ltr
item
38 Setia: Arahan Presiden RI pada Pembukaan Rakornas Indonesia Maju Pemerintah Pusat dan Forkopimda
Arahan Presiden RI pada Pembukaan Rakornas Indonesia Maju Pemerintah Pusat dan Forkopimda
https://1.bp.blogspot.com/-VNvGtV6Rihs/Xc4YlWtODYI/AAAAAAAAL3k/MXBB9UHCGugJO5p3Kksk3xOG_dsjRrh3QCLcBGAsYHQ/s320/WhatsApp%2BImage%2B2019-11-15%2Bat%2B12.16.03.jpeg
https://1.bp.blogspot.com/-VNvGtV6Rihs/Xc4YlWtODYI/AAAAAAAAL3k/MXBB9UHCGugJO5p3Kksk3xOG_dsjRrh3QCLcBGAsYHQ/s72-c/WhatsApp%2BImage%2B2019-11-15%2Bat%2B12.16.03.jpeg
38 Setia
http://www.38setia.com/2019/11/arahan-presiden-ri-pada-pembukaan.html
http://www.38setia.com/
http://www.38setia.com/
http://www.38setia.com/2019/11/arahan-presiden-ri-pada-pembukaan.html
true
1959138953113151983
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content