$type=ticker$count=12$cols=4$cate=0$sn=0

$type=grid$count=4$ico=1$cate=0$rm=0$sn=0$cm=0

Kapolsek Genteng Kompol Anggi Saputra Ibrahim, S.H., S.I.K., M.H. Penjaga Pusat Pemerintahan Kota Surabaya



Genteng adalah sebuah kecamatan di Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Kecamatan ini merupakan titik pusat Pemerintahan Kota Surabaya di mana terdapat gedung Balai Kota Surabaya, Kantor Pemerintah Kota Surabaya, dan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Surabaya. Dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di kawasan Genteng, maka kepolisian menempatkan Polsek Genteng sebagai pelaksana fungsi kepolisian di kawasan tersebut. Kapolsek Genteng yang saat ini dijabat oleh Kompol Anggi Saputra Ibrahim, S.H., S.I.K., M.H., perwira lulusan Akademi Kepolisian tahun 2006 ini telah melakukan berbagai upaya dalam melaksanakan tugas pokok Polri diantaranya berupa melakukan upaya preventif kamtibmas dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dan penegakan hukum, serta tugas-tugas Polri lain dalam daerah hukumnya. Berikut ini beberapa upaya yang telah dilakukan oleh Polsek Genteng di bawah kepemimpinan Kompol Anggi Saputra Ibrahim, S.H., S.I.K., M.H.


Melakukan Pengaturan Lalu Lintas


Personil Polsek Genteng mengatur arus lalu lintas.

Untuk mengantisipasi terjadinya kemacetan lalu lintas pada sore hari, mulai pukul 16.00 WIB sampai dengan pukul 19.00 WIB, empat anggota Unit Lantas Polsek Genteng Surabaya diterjunkan di penggal penggal jalan pusat perbelanjaan untuk melaksanakan protap sore berupa pengaturan lalu lintas. 

Kapolsek Genteng Kompol Anggi Saputra Ibrahim, S.H., S.I.K., M.H., mengatakan, dengan adanya kepadatan kendaraan disaat anak sekolah pulang dan warga masyarakat yang melaksanakan aktifitas sehari – hari, pihaknya memerintahkan anggota untuk melaksanakan pengaturan arus lalu lintas. “Ini kita laksanakan untuk mencegah terjadinya kemacetan lalu lintas dan laka lantas,” ucap kapolsek.



Mengantisipasi Kamtibmas Menjelang Tahun Baru



Kendaraan yang melintas di Jalan Pemuda diperiksa Polsek Genteng. Ini untuk antisipasi keamanan malam tahun baru. Antisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) jelang malam tahun baru dilaksanakan Polsek Genteng. Mereka melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan yang melintas di Jalan Pemuda. Pemeriksaan tersebut dilaksanakan terhadap roda dua dan roda empat yang dianggap mencurigakan. Hasilnya, beberapa motor yang kedapatan menggunakan knalpot brong langsung ditindak tegas.

Kapolsek Genteng Kompol Anggi Saputra mengatakan, kegiatan tersebut difokuskan untuk mengantisipasi adanya gangguan kamtibmas pada perayaan malam tahun baru nanti. Pemeriksaan dilakukan pada setiap kendaraan yang melintas dengan sasaran minuman keras, petasan, hingga benda berbahaya lainnya. "Kami ingin malam tahun baru nanti berjalan tertib dan aman," katanya.Pemeriksaan dilaksanakan tepat di depan pos pengamanan (Pospam) Polsek Genteng. Kendaraan yang melintas langsung dilakukan pemeriksaan. Roda dua diminta untuk membuka bagian jok sepeda motor. Untuk mobil pribadi, hanya mobil yang mencurigakan dilakukan pemeriksaan baik barang bawaan maupun lainnya."Kendaraan angkutan barang juga kami periksa. Tapi tidak kami temukan adanya benda berbahaya saat kegiatan," ungkapnya.Meski demikian, beberapa kendaraan roda dua ada yang ditilang. Salah satunya, motor sport yang diberhentikan saat hendak melarikan diri dari pemeriksaan.

Setelah diperiksa, ternyata motor sport itu menggunakan knalpot brong dan Surat Izin Mengemudi (SIM) milik pengemudi sudah habis masa berlakunya. Beberapa kendaraan juga terlihat berusaha menghindari pemeriksaan dengan memutar balik bahkan melawan arus saat di atas jembatan sebelum Monumen Kapal Selam (Monkasel).Anggi mengaku, pihaknya terus meminta anggota untuk berjaga baik malam tahun baru maupun pasca malam tahun baru. Ini untuk mengantisipasi gangguan kamtibmas di wilayahnya. Untuk pengaturan jalan ia sudah menyiapkan tim khusus untuk melaksanakan penguraian. "Kami juga akan laksanakan penyekatan seperti yang telah disampaikan Bapak Kapolrestabes Surabaya," ungkapnya.

Memimpin Upacara di SMAN 1 Surabaya


Kapolsek Genteng menjadi pemimpin upacara di SMA N 1 Surabaya


Kapolsek Genteng, Kompol Anggi Saputra Ibrahim memimpin jalannya upacara pada hari pertama masuk setelah libur hari raya Idul Fitri 2019 di SMA Negeri 1 Surabaya. Ia meminta peserta didik SMA yang berada di sekolah di Jalan Wijaya Kusuma 48 Surabaya ini untuk rajin belajar, dan pandai mengatur waktu belajar agar dapat meraih prestasi dengan baik. Selain itu, ia meminta siswa agar melakukan kegiatan positif dan menghindari perbuatan negatif terutama yang dapat menyebabkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). "Pada kesempatan yang baik ini agar adik-adik semuanya agar selalu menjauhi narkoba, minum-minuman keras, kerusuhan serta pergaulan bebas," ujar Kompol Anggi Saputra Ibrahim.


Kapolsek Genteng bersama para guru SMAN 1 Surabaya.

Menurutnya perbuatan-perbuatan negatif tersebut dapat membawa pengaruh buruk dan dapat merusak masa depan bangsa serta merusak masa depan. "Jauhilah perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat. Terlebih dalam era digitalisasi ini agar tidak termakan hoaks serta tidak terprovokasi dengan informasi kurang baik. Selain itu terus kejarlah cita-cita demi membangun bangsa Indonesia yang semakin lebih baik," katanya.

Ia juga meminta peserta didik SMA Negeri 1 Surabaya agar dapat menjaga ketertiban dan keamanan bagi diri sendiri serta berhati-hati dalam berkendara. "Selalu berhati-hati baik saat perjalanan menuju sekolah dan pulang sekolah. Tidak hanya itu, selalu berpamitan kepada kedua orang tua karena doa beliau adalah yang akan diijabah saat kita berupaya meraih cita-cita yang diinginkan," tukasnya.

Mengamankan dan Mengawal Aksi Demo Masyarakat


Massa yang kecewa PPDB sistem zonasi menggelar aksi di depan Balai Kota Surabaya.

Massa menggelar aksi di depan Balai Kota Surabaya. Mereka kecewa akan sistem zonasi pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Pantauan di lokasi, massa mendatangi Balai Kota Surabaya, Jawa Timur, menuntut untuk bertemu Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. "Ayo Bu Risma keluar gimana nasib anak-anak kami ini. Jangan hanya mengurusi taman saja. Tapi anak kami juga butuh kepastian. Mereka anak-anak cerdas tapi terancam harus sekolah swasta. Ayo keluar Bu Risma," seru salah satu massa. Mengetahui jumlah massa yang menggelar aksi malam-malam dan berencana akan bertahan, polisi kemudian menegaskan bahwa aksi malam merupakan larangan.


"Ini sudah malam. Perlu saya sampaikan. Aturan tidak memperbolehkan aksi malam-malam. Ini saya sampaikan agar bapak-ibu, adik-adik dan yang datang di sini tahu. Karena aksi malam ini kan mengganggu ketertiban, itu dilarang," kata Kapolsek Genteng Kompol Anggi Saputra kepada massa. Ingin memberikan kesempatan, polisi kemudian memberikan batas toleransi waktu sampai pukul 22.00. Jika tidak bubar polisi akan mengambil tindakan tegas dengan membubarkan mereka dengan paksa.

"Silahkan saya kasih waktu aspirasi sampai pukul 22.00. Saya yang bikin aturan. Di sini saya yang bertanggungjawab di sini. Kalau sampai pukul 22.00 tidak selesai (bubar) mohon maaf saya panggil pasukan ke sini," kata Anggi. Seperti diketahui, PPDB dengan sistem zonasi ini menuai banyak masalah. Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga mengakui dan meminta sistem tersebut dievaluasi. "Tanyakan kepada menteri pendidikan. Memang di lapangan banyak masalah yang perlu dievaluasi," kata Jokowi di GOR Tri Dharma, Jawa Timur.

Memang terjadi sistem pro-kontra tentang sistem zonasi pada PPDB 2019. Tak sedikit orang tua atau wali murid yang memprotes sistem berdasarkan jarak kedekatan tempat tinggal ini. Selanjutnya, para pegiat lingkungan hidup yang tergabung dalam, Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton) menggelar aksi "Ayam Berontak" di Taman Apsari Surabaya, depan Gedung Grahadi. Aksi ini merupakan bentuk protes adanya ayam kampung teracuni dioksin di Dusun Klagen, Desa Tropodo, Krian, Sidoarjo dan Desa Bangun, Mojokerto.


Aksi Ecoton protes telur dan ayam Tropodo terkontaminasi dioksin di Taman Apsari Surabaya

Sayangnya, aksi yang digawangi Direktur Eksekutif Ecoton Prigi Arisandi tak berjalan lama. Aksi yang diikuti belasan orang itu harus dihentikan oleh jajaran Polsek Genteng, Polrestabes Surabaya. Alhasil mereka hanya dapat kesempatan berfoto saja.


Kapolsek Genteng Anggi Saputra Ibrahim saat diwawancarai.

Kapolsek Genteng Kompol Anggi Saputra Ibrahim mengatakan, alasan pembubaran itu karena Ecoton tak mengantongi izin untuk menggelar aksi. Pihaknya sudah mengimbau agar tidak melakukan kegiatan sampai mendapatkan izin dari pihak kepolisian. "Aturan izin kan sudah jelas, mereka sudah tahu dan paham, tapi mereka menyampaikan oke pak tidak kegiatan. Oke kami terima penyampaian dari mereka, tapi mereka tetap melaksanakan (aksi)," ujarnya di lokasi.


Tak hanya itu, Anggi juga menyebut dalam aksi yang dilakukan Ecoton ini melibatkan pelajar. Polisi pun meminta keterangan apakah sudah izin ke sekolah dan keluarganya. "Iya nanti kami cek ke keluarganya, dia sudah izin sekolah atau belum, karena ini masih jam sekolah," tambah mantan Kasatlantas Polres Gresik tersebut.


Direktur Eksekutif Ecoton, Prigi Arisandi saat diwawancara awak media

Sementara itu, Prigi mengakui jika aksi yang digelarnya belum dapat izin resmi. Ia menyatakan, aksi itu terkesan dadakan karena tahu adanya isu gubernur Jatim akan gelar makan telur bersama. "Iya memang dadakan. Tapi kami sudah sounding ke Polda. Ya itu kemarin dengar gubernur mau aksi makan telur bersama, kami mau kasih masukan kalau ada telur ayam kampung di Tropodo dan Bangun (Mojokerto) mengandung dioksin tinggi," jelasnya. "Kalau yang pelajar itu beberapa ada. Itu loh anak magang di kami. Mereka tahu kandungan kimia dan bisa meneliti," pungkas Prigi.


Melaksanakan Apel Rutin


Kapolsek Genteng Kompol Anggi Saputra Ibrahim memimpin dan memberikan arahan kepada seluruh anggota dalam giat Apel pagi yang rutin dilaksanakan. Pelaksanaan apel secara rutin sangat bermanfaat, selain dapat mengingatkan anggota untuk selalu menyamakan presepsi dalam hal pelaksanaan tugas, dalam apel juga akan disampaikan perintah terbaru yang harus dilaksanakan oleh anggota. Selain itu dengan dilaksanakannya apel secara rutin akan terbangun soliditas antar anggota.

Dalam apel kali ini, Kapolsek Genteng menyampaikan beberapa hal antara lain pemberian apresiasi kepada seluruh anggota yang telah melaksanakan tugas dengan baik, penyampaian informasi giat masyarakat yang akan datang. Kapolsek memberikan motivasi kepada anggota agar senantiasa semangat melaksanakan tugas, serta menekankan kepada seluruh anggota untuk mengingat kembali peran dan tugas pokok sebagai anggota POLRI sesuai apa yang sudah diamanatkan undang – undang. 


“Diharapkan dengan dilaksanakannya kegiatan apel secara rutin khususnya di Polsek Genteng Polrestabes Surabaya, anggota semakin maksimal dalam bertugas, sehingga sungguh terwujud Polri yang benar-benar melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat.” Terang Kapolsek. “Dengan begitu kerawanan di masyarakat khususnya di wilayah Polsek Genteng dapat diatasi dengan baik.” Pungkasnya.

Mengapresiasi Penangkap Penjambret



Kapolsek Genteng Kompol Anggi Saputra Ibrahim mengganjar keberanian Hagi Eka Setiyo anggota BPB Linmas Kota Surabaya bersama rekannya dari Satpol PP Kota Surabaya yang menangkap dua pelaku Jambret di Jalan Jaksa Agung Soeprapto.


Kapolsek Genteng Kompol Anggi Saputo Ibrahim beri penghargaan Pol PP


Kompol Anggi Saputra secara simbolis memberikan tali asih yang diberikan sebagai penghargaan kedua petugas keamanan Pemkot Surabaya yang turut serta menjaga keamanan Kota Surabaya.

Mengamankan Mobil Terbakar


Mobil yang tebakar (Foto: Deny Prastyo Utomo)

Sebuah mobil Honda Jazz bernopol W 1039 VF terbakar saat melintas di Jalan Prada Jaya, Kelurahan Dukuh Pakis. Api membakar mesin mobil. Mobil berwarna silver itu dikendarai Jaka Firysmanto, warga Jalan Sawah Pulo, Semampir. "Pengemudi melintas di Jalan Prada Jaya. Dia melihat kap mobilnya mengeluarkan asap. Kemudian menepikan mobil," kata Kapolsek Dukuh Pakis Kompol Anggi saputra Ibrahim saat dihubungi detikcom.


Anggi mengatakan pengemudi kemudian meminta bantuan satpam sebuah perumahan di dekat lokasi untuk melakukan pemadaman manual. Namun usai disiram empat kali tetap tidak padam. Satpam kemudian menghubungi pemadam kebakaran setelah satu unit mobil PMK datang, api dapat dipadamkan. Sekitar 15 menit api berhasil dipadamkan.

"Pengemudi sempat menyelamatkan barang dan dokumen penting miliknya," ujar Anggi. Setelah dilakukan olah TKP oleh tim Inafis Polrestabes Surabaya, dugaan sementara ada korsleting pada kelistrikan mobil. "Hasil pemeriksaan Unit Inafis Polrestabes Surabaya bahwa didapatkan indikasi terjadi korsleting di bagian kelistrikan mobil," tandas Anggi.

Menangkap Pelaku Pengedar Uang Palsu


Kapolsek Genteng Kompol Anggi Saputra Ibrahim beberkan hasil ungkap kasus pengedar uang palsu sebesar Rp 50 juta. Foto: M Khaesar JU

Aparat Polsek Genteng menangkap empat pelaku pengedar uang palsu senilai Rp 50 juta. Keempat tersangka yakni MS (45), US (52), warga Bringin Bendo Sidoarjo; JW (47), warga Kebalenan, Banyuwangi serta AS (50), warga Dukuh Kupang langsung ditahan di Polda Jatim. Kapolsek Genteng Kompol Anggi Saputra Ibrahim mengatakan bermula dari informasi terkait peredaran uang palsu. Polisi menindaklanjuti laporan itu dengan melakukan penyelidikan dan menangkap seorang pelakunya yakni MS. "Saat kami tangkap di kawasan Jalan Menanggal, pelaku kedapatan membawa uang palsu," ucapnya. Polisi menemukan barang bukti uang palsu senilai Rp 50 juta dengan pecahan Rp 100 ribu senilai hampir 310 lembar dan sisanya pecahan Rp 50 ribu dalam penggeledahan di rumah MS.



Kapolsek Genteng, Kompol Anggi Saputra saat menerawang lembaran Upal yang disita anggotanya dalam ungkap kasus peredaran Upal. "Pelaku mengakui jika uang tersebut milik beberapa tersangka lainnya, jadi langsung kami kembangkan," ujar Anggi. Dari keterangan MS, polisi mengembangkan kasus ini dan menangkap tiga tersangka lainnya US, JW, dan AS. Para pelaku menyebutkan bakal menyebarkan uang palsu itu menjelang lebaran.

Polisi masih memeriksa keempat tersangka untuk mengetahui pembuat uang palsu itu. Pelaku belum mengaku tidak mengetahui ihwal lokasi pembuat uang palsu tersebut. Di hadapan polisi, MS mengaku dalam setiap transaksi tidak pernah bertemu dengan pembuatnya. " Saya tidak kenal orangnya. Kalau disuruh ambil ya saya ambil. Biasanya diletakkan di hotel," jelasnya.

Para tersangka mengaku belum bisa menentukan keuntungan yang diambil dari penjualan uang tersebut. Mereka bahkan mengatakan belum mendapat sepeser uang pun. Karena, dari awal berbisnis, belum ada yang berminat dengan uang itu. "Belum dapat untung pak, belum laku. Kalau komisi biasa ditentukan pemilik saja," pungkas MS.


Meringkus Pelaku Pencurian Motor


Arta Fira (27) dan Krisna Mukti (18) ditangkap Tim Anti Bandit Polsek Genteng setelah keduanya beraksi di 10 lokasi yang berbeda.


Arta Fira dan Krisna Mukti merupakan dua orang komplotan pencuri motor antar wilayah di Jawa Timur. Meski komplotan pencuri motor tersebut sudah ditangkap, Polsek Genteng akan terus melakukan pengembangan kasus. Kapolsek Genteng Kompol Anggi Saputra Ibrahim menduga komplotan itu tidak beraksi dengan dua orang semata, namun ada tiga orang lainnya yang juga tergabung dalam komplotan itu.


Kapolsek Genteng, Kompol Anggi Saputra, saat menunjukkan tersangka dan barang bukti kendaraan hasil kejahatan

"2 atau 3 orang yang belum ketangkap. Kemungkinan dengan pelaku lain, pakai modus kunci T bisa jadi," katanya pada awak media di Aula Mapolsek Genteng. Tak hanya itu, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan pihak Satreskrim Polres Lamongan. Pasalnya, dari 10 lokasi pencurian, lima di antaranya diakui pelaku dilakukan di kawasan Lamongan. "Penyidik kami juga sudah komunikasi sama satreskrim Polres Lamongan untuk upaya pengembangan," jelasnya.

Disinggung mengenai rekam jejak pelaku dalam melukai korbannya setiap beraksi, Kompol Anggi Saputra Ibrahim mengungkapkan, mereka belum pernah melukai korban. "Tidak pernah melukai. Baru pertama kali ditangkap," pungkasnya. Adapun, modus yang dilakukan kedua pencuri motor ini terbilang nekat. Pasalnya, Arta Fira dan Krisna Mukti mengambil kesempatan korban yang lengah saat meninggalkan kunci di lubang kontak motor.

Arta Fira dan Krisna Mukti berbagi tugas saat melancarkan aksinya. Salah satu dari mereka bergerak di lima lokasi diantaranya di kawasan Kabupaten Lamongan. Sementara lainnya beraksi lima lokasi sisanya di kawasan Kota Surabaya. Menurut Kapolsek Genteng Kompol Anggi Saputra Ibrahim, Saat beraksi keduanya berbagi peran. Pelaku, Arta Fira (27) sebagai joki motor sarana beraksi, sedangkan pelaku, Krisna Mukti (18) sebagai eksekutor pencurian. "Mereka tidak punya rekam jejak melulai korban. Baru pertama kali ditangkap," katanya pada awak media di Balai Wartawan Mapolsek Genteng. Setiap berhasil membawa kabur motor korbannya, pelaku kerap menjualnya ke seorang penadah di kawasan Pulau Madura.

"9 motor kata mereka sudah dilempar ke Madura, kami masih pengembangan,". Mereka menjual motor bodong hasil curian dengan kisaran harga tiga juta rupiah. Seraya menutupi raut wajahnya dengan kedua tangan dalam kondisi terborgol, Arta Fira mengaku nekat mencuri karena terdesak kebutuhan ekonomi. "Saya dulu kerja di dunia malam, jadi bartender bayaran kurang," ujar bapak dua anak itu. Dan selama beraksi, Arta Fira bersama rekannya kerap berkeliling ke berbagai wilayah di Surabaya untuk mencari motor yang ditinggalkan pemiliknya dalam keadaan kunci kontak masih menempel. "Ya saya keliling gitu cari sasaran. Saya tergiur melihat ada motor kunci kontak menempel," pungkas pria berpeci itu.

Menangkap Pelaku Penjambretan


Pengendara ojol saat menanyai pelaku jambret yang tertangkap di Jalan Undaan Wetan, Surabaya

Pelaku jambret akhirnya bisa dibekuk petugas usai gagal menjalankan aksinya di Jalan Undaan Wetan, Surabaya. Pelaku ini tertangkap lantaran merebut dompet korban, kendaraan pelaku menabrak mobil. Menurut informasi, satu pelaku terluka parah dan satunya lagi nekat terjun ke sungai untuk menghindari amukan massa. “Satu dari dua jambret terluka parah di bagian kepala setelah menyerempet mobil dan bersenggolan dengan motor di Jalan Undaan Wetan. Jambret itu kehilangan keseimbangan hingga motornya oleng lalu jatuh,” kata suami Syamirah, saat di Mapolsek Genteng.

Sebelum tumbang di Jalan Undaan Wetan tepat di depan Toko Duta Ban, kedua jambret itu ngebut setelah merampas dompet milik Syamirah (35), warga asal Perak, Surabaya. Korban saat itu dibonceng suaminya bersama kedua anaknya yang masih kecil. Dompet itu berisi uang Rp 400 ribu.



“Saya tadi mau ke Ambengan, pas di depan Bank Mandiri, motor saya dipepet dari kiri, terus dompet istri saya dirampas,” lanjutnya. Menurutnya, usai aksi perampasan pukul 21.30 Wib, korban mencoba mengejar tapi kedua pelaku yang saat itu mengendarai motor Honda Vario bernopol L 2530 MD melaju kencang hingga tidak terlihat. Namun sampai di depan Toko Duta Ban, terlihat kerumunan warga. Ternyata pelaku jambret terlibat kecelakaan. Begitu kecelakaan, satu pelaku memilih menceburkan diri ke sungai, sedangkan satu pelaku lainnya kabur. Satu pelaku yang terjebak di sungai akhirnya dikepung warga hingga berhasil ditangkap dan dikeluarkan dari sungai.

Beruntung, saat itu sejumlah anggota Unit Reskrim Polsek Genteng segera tiba di lokasi, sehingga saat pelaku berhasil dievakuasi dari dalam sungai, kemarahan warga bisa diredam. “Satu pelaku lalu diamankan anggota kami ke kantor berikut motor sarananya,” terang Kapolsek Genteng, Kompol Anggi Saputra Ibrahim. Anggi menambahkan, setelah diperiksa, ternyata pelaku terluka parah di bagian kepala sehingga anggotanya membawa sang pelaku ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapat perawatan. Diduga, pelaku terluka akibat kecelakaan setelah beraksi.





Source :

Name

38 Setia,148,Berita Pilihan,4,figur bicara,37,LUAR NEGERI,19,Nasional,415,Sejarah,9,Tips,17,Umum,46,
ltr
item
38 Setia: Kapolsek Genteng Kompol Anggi Saputra Ibrahim, S.H., S.I.K., M.H. Penjaga Pusat Pemerintahan Kota Surabaya
Kapolsek Genteng Kompol Anggi Saputra Ibrahim, S.H., S.I.K., M.H. Penjaga Pusat Pemerintahan Kota Surabaya
https://1.bp.blogspot.com/-eI75kQV7w5E/XicgITexhbI/AAAAAAAAMaw/mrfz4Qo6XicXRiVK8UZjygK9grcpVtY8ACLcBGAsYHQ/s320/7.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-eI75kQV7w5E/XicgITexhbI/AAAAAAAAMaw/mrfz4Qo6XicXRiVK8UZjygK9grcpVtY8ACLcBGAsYHQ/s72-c/7.jpg
38 Setia
http://www.38setia.com/2020/01/kapolsek-genteng-kompol-anggi-saputra.html
http://www.38setia.com/
http://www.38setia.com/
http://www.38setia.com/2020/01/kapolsek-genteng-kompol-anggi-saputra.html
true
1959138953113151983
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content