$type=ticker$count=12$cols=4$cate=0$sn=0

$type=grid$count=4$ico=1$cate=0$rm=0$sn=0$cm=0

Kompol Aldi Alfa Faroqi, S.H., S.I.K. Kapolsek Penjaga Kawasan Pelabuhan Samarinda


Kawasan Pelabuhan merupakan salah satu Kelurahan di Samarinda Kota, Kecamatan Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur. Untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di kawasan Pelabuhan Samarinda, maka kepolisian menempatkan Polsek Kawasan Pelabuhan sebagai pelaksana fungsi kepolisian di kawasan tersebut. Kapolsek Kawasan Pelabuhan saat ini dijabat oleh Kompol Aldi Alfa Faroqi, S.H., S.I.K., perwira lulusan Akademi Kepolisian tahun 2006 ini telah melakukan berbagai upaya untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban di Kawasan Pelabuhan Samarinda baik upaya preventif maupun penegakan hukum. Berikut ini beberapa upaya yang telah dilakukan oleh Polsek Kawasan Pelabuhan dibawah kepemimpinan Kompol Aldi Alfa Faroqi, S.H., S.I.K.

Melakukan Operasi Cipta Kondisi

Polsek Kawasan Pelabuhan (KP) Samarinda melakukan pemeriksaan terhadap penumpang, serta barang bawaan di Pelabuhan Samarinda.

Sweeping di Pelabuhan Samarinda, Operasi Cipta Kondisi Sempat Gelandang Seorang Warga ke Polsek. Setiap Sabtu malam, Operasi Cipta Kondisi dilakukan besar-besaran oleh Kepolisian jajaran Polresta Samarinda bersama unsur terkait lainnya. Hal itu dilakukan sebagai upaya antisipasi tindak kriminalitas maupun gangguan Kamtibmas, serta menciptakan rasa aman dan nyaman. Operasi Cipta Kondisi juga dilakukan Polsek Kawasan Pelabuhan (KP) Samarinda. Sekitar 18 personel dipimpin langsung Kapolsek Kompol Aldi Alfa Faroqi melakukan pemeriksaan terhadap penumpang dan barang bawaan di pelabuhan Samarinda, Jalan Yos Sudarso. 

Pada operasi tersebut, Kepolisian fokus melakukan pemeriksaan terhadap beberapa hal, di antaranya :
  1. Melakukan pemeriksaan terhadap kelengkapan identitas diri dan pemeriksaan badan.
  2. Melakukan pemeriksaan surat-surat kendaraan.
  3. Melakukan pemeriksaan bagasi kendaraan motor dan mobil yang ada disekitar pelabuhan Samarinda.
  4. Melakukan pengecekan di dalam kapal penumpang dan memeriksa barang-barang yang dibawa
"Kita juga berikan imbauan kepada penumpang, masyarakat sekitar, apa bila ada hal-hal yang mencurigakan agar melaporkan ke Polsek terdekat," ucap Kapolsek KP Samarinda, Kompol Aldi Alfa Faroqi.

Polsek Kawasan Pelabuhan (KP) Samarinda melakukan pemeriksaan terhadap penumpang, serta barang bawaan di Pelabuhan Samarinda. (HO/Polsek KP Samarinda)

Diharapkan dengan adanya kehadiran Kepolisian dapat memberikan, serta menciptakan situasi aman bagi calon penumpang yang sudah berada di atas kapal. Namun demikian, terdapat seorang warga sempat dibawa ke Polsek guna pendataan dan pembinaan. Warga berusia 33 tahun bernisial Ms dibawa ke Polsek karena tidak dapat menunjukkan kartu identitas. "Satu warga kita sempat bawa ke Polsek, kita data, lakukan pembinaan, dan meminta agar dia segera membuat KTP," tutur Kapolsek. "Operasi Cipta Kondisi ini rutin dilaksanakan, selain di sekitar pelabuhan, kita juga lakukan patroli di Sungai Mahakam," pungkasnya. 

Meningkatkan Penjagaan di Pelabuhan Jelang Natal dan Tahun Baru

Pos Penjagaan Nataru 2019

Menjelang libur Natal dan Tahun Baru Polsek KP3 akan tingkatkan pengamanan di kawasan pelabuhan di Samarinda. Hal ini disampaikan oleh Kapolsek KP3, Aldi Alfa Faroqi. “Puncak kepadatan penumpang kemungkinan diatas tanggal 20 nanti, tapi saat ini sudah terlihat ada peningkatan dibanding kemarin," ujarnya. Polsek KP3 juga telah mempersiapkan satu buah posko penjagaan untuk mengantisipasi adanya tindakan kriminal disaat peningkatan penumpang di Pelabuhan Samarinda.

"Kami akan turunkan sebanyak 40 personil yang sudah dibagi per shift," terangnya. Posko pengaman ini akan diisi sekitar 4-5 personel dalam waktu 24 jam, yang dimana mereka akan dibagi dalam dua shift. Pihak kepolisian akan berusaha semaksimal mungkin dalam pelayanan masyarakat terutama dari segi informasi. "Kami akan maksimalkan pada pelayanan, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan informasi," ungkapnya.



Pelabuhan Samarinda mulai dipadati oleh para penumpang yang ingin pulang ke kampung halamannya, jelang perayaan Natal dan tahun baru.



Selain mendirikan posko, Polsek KP3 bekerja sama dengan pihak kemaritiman dalam patroli di Sungai Mahakam. Dengan menyediakan 4 unit kapal speed. "Hal ini kita lakukan untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan," tambahnya.


Menggelar Operasi Pekat

Anggota Polsek Kawasan Pelabuhan Samarinda mengamankan seorang penjual miras beserta mirasnya yang disita saat Ops Cipkon. 

Kapolsek kawasan pelabuhan Samarinda Kompol Aldi Alfa Faroqi,menjelaskan, Operasi Cipkon digelar untuk menekan angka kriminalitas dan penyakit masyarakat ( Pekat ). “Operasi Cipta Kondisi ini kita laksanakan dengan sasaran peredaran minuman keras ( miras ) ilegal, perjudian dan juga penggunaan obat-obatan terlarang. Tujuannya untuk menciptakan kondusifitas di wilayahnya. Menurutnya, operasi dilakukan dengan menyisir beberapa lokasi yang diduga digunakan sebagai tempat berjualan miras ilegal , termasuk ke warung-warung.

Dalam Operasi Cipkon di wilayah hukum Polsek kawasan pelabuhan yang di pimpin Ipda Wahid, SH dan melibatkan empat personil, yaitu Aiptu Managuru, Bripka Hamka, Bripka Rohman, Bripka Sepen. Pihaknya berhasil mengamankan 1 orang inisial AWR (25) di Jl. Imam Bonjol, Kel.Pelabuhan kota Samarinda. yang kedapatan menjual miras ilegal dengan berbagai macam merk. Aparat Polsek Kawasan Pelabuhan juga menyita Bir Hitam merk Guinness, Bir bintang, Anggur kolesom cap orang tua. Minuman keras selanjutnya digunakan sebagai barang bukti. “Berhasil diamankan 1 orang berikut barang bukti 6 botol minuman keras dari berbagai merk,” terang Aldi Kompol Alfa Faroqi.

Adapun perinciannya adalah Bir Hitam merk Guinness sebanyak 1 Botol, Bir bintang sebanyak 4 Botol, Anggur kolesom cap orang tua sebanyak 1 Botol. Kompol Aldi Alfa Faroqi menambahkan, botol miras yang berhasil disita nantinya akan dimusnahkan. “Kami melaksanakan operasi penyakit masyarakat dalam rangka menjaga situasi yang kondusif," pungkasnya.

Melaksanakan Patroli dan Himbauan terhadap Keselamatan Kerja ABK


Sebagai bentuk kepedulian keselamatan para pekerja di Sungai Mahakam, Polmas Polsek Kawasan Pelabuhan Samarinda Bripka Sholik melaksanakan patroli dan memberikan himbauan kepada para anak buah kapal. “Untuk rekan-rekan yang bekerja diatas air diharapkan selalu menggunakan pelampung dan alat pelindung diri lainnya, ini demi keselamatan para pekerja juga” Himbau Bripka Sholik. Sementara itu Kapolsek Kawasan Pelabuhan Samarinda Kompol Aldi Alfa Faroqi S.Ik menambahkan ” Anggota Kami dari jajaran Polsek KP3 melaksanakan kegiatan ini dalam rangka mengantisipasi kecelakaan kerja di atas Perairan Sungai Mahakam, selain itu kami juga sudah menghimbau apabila terjadi sesuatu di perairan Sungai Mahakam agar segera menghubungi pihak Kepolisian” tuturnya.

Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Ade Yaya Suryana menambahkan dengan adanya kegiatan rutin seperti ini diharap masyarakat dapat bisa merasakan keamanan di lingkungannya dan dapat memberikan nilai positif, bahkan dapat dirindukan dan diharapkan selalu kehadirannya oleh masyarakat tutup Ade Yaya.

Mengadakan Kegiatan Jumat Berbagi


Kapolsek Kompol Aldi Alfa Faroqi SH SIK (Kanan) Saat menemui Nenek Nanang (kiri) 

Wajah Nannang Delumu, (95), langsung pucat saat sejumlah aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Kawasan Pelabuhan mendatangi kediamannya Jl Lumba-lumba GG 13, RT 8 No.87 Kel. Selili Samarinda. Nannang yang ditemui Kapolsek Kompol Aldi Alfa Faroqi SH SIK, mengaku takut jika dirinya di tangkap oleh pihak kepolisian yang ramai ramai bertandang ke kediamannya tersebut. "Awalnya saya berpikir ada apa, sempat berpikir macam-macam seperti di tangkap," ujar Wanita lanjut usia tersebut. Namun ke khawatiran Nenek Nannang ini terhapus saat Kapolsek Kompol Aldi mengaku jika kedatangannya ke tempat tersebut dalam rangka kegiatan berbagi dengan warga kurang mampu.

"Kedatangan kami disini dalam rangka membantu sesama, khusunya bagi keluarga yang kurang mampu, dalam kegiatan ini kami memberi sejumlah paket sembako kepada Nenek Nannang, semoga dapat bermanfaat," ujar Kompol Aldi. Dalam kunjungan Jumat berbagi ini Kapolsek wilayah pelabuhan di dampingi Wakapolsek AKP H. Budiarso, Kanit Binmas IPTU Suji. H, Kanit Intel IPTU Ardiansyah, Kanit Reskrim IPDA Dalimunthe, SH, Bripka Solik Polmas

Membantu Korban Ledakan Kapal



Wujud Kepedulian kepada Masyarakat, Polsek Kawasan Pelabuhan Samarinda memberikan tali asih kepada Korban ledakan tabung Elpiji diatas kapal KM. NUR DAHLIA F3 Almarhum Rian Ismi Jupinta di rumah duka Jl. Rimbawan I Kelurahan Karang Asam Ilir Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Tali Asih diserahkan oleh Panit I Reskrim Ipda Wahid, S.H dan Aiptu Zaenuddin kepada orangtua Almarhum, Ibu Rumini dan Bibi Almarhum, Ibu Badariyah di rumah duka. Atas nama pihak keluarga Almarhum diwakili oleh Ibunda Almarhum Ibu Rumini mengucapkan terimakasih kepada Polsek Kawasan Pelabuhan yang telah memberikan santunan kepada Kami dan semoga Allah SWT membalas kebaikannya.

Kapolresta Samarinda melalui Kapolsek KP3 Kompol Aldi Alfa Faroqi, S.H., SIK menyampaikan turut berduka cita yang mendalam kepada keluarga almarhum, semoga kejadian ini tidak terulang lagi. Ini jadi pelajaran kita agar lebih waspada dan hati – hati dengan pekerjaan kita, kami dari Polresta Samarinda memberikan tali asih kepada keluarga almarhum semoga dapat bermanfaat dan semoga amal ibadah almarhum diterima disisi-Nya”. Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Ade Yaya Suryana, SIK., M.H menambahkan dengan adanya kegiatan rutin seperti ini diharap masyarakat dapat bisa merasakan keamanan di lingkungannya dan dapat memberikan nilai positif, bahkan dapat dirindukan dan diharapkan selalu kehadirannya oleh masyarakat tutup Ade Yaya.


Membantu Korban Banjir

Wakapolresta Samarinda, AKBP Dedi Agustono, bersama Kapolsek KP, Kompol Aldi Alfa Faroqi dan personel Kepolisian lainnya melakulan penyisiran di sungai Karang Mumus dan sejumlah lokasi banjir di Jalan S Parman, serta Jalan A Yani 

Polresta Samarinda bersama Polsek Kawasan Pelabuhan (KP) melaksanakan penyisiran di sungai Karang Mumus (SKM). Selain melaksanakan patroli sungai, Kepolisian juga memberikan bantuan kepada warga korban banjir, dan mengevakuasi warga yang hendak mengungsi. Setelah menyisir SKM, mereka lalu melanjutkan penyisiran di Jalan S Parman dan Jalan A Yani, dengan masih menggunakan perahu ces. "Kita lakukan penyisiran dengan menggunakan perahu di SKM, tepatnya di kawasan Kecamatan Sungai Pinang," ucap Wakapolresta Samarinda, AKBP Dedi Agustono, melalui Kapolsek KP, Kompol Aldi Alfa Faroqi. "Selain mengecek kondisi permukiman, juga sekaligus kita beri bantuan, dan evakuasi warga." tambahnya. Selain itu, pihaknya juga akan lebih mengintensifkan patroli, terutama di kawasan warga yang terdampak banjir, yang berada tidak jauh dari bantaran SKM.


Pihaknya juga menghimbau kepada warga yang membutuhkan bantuan, untuk dapat segera memberitahukan ke posko terdekat dari rumah warga. "Patroli kita lakukan, karena tidak sedikit warga yang mengungsi. Dan, jika ada yang membutuhkan evakuasi, dapat langsung kita lakukan," imbuhnya. Sebelumnya, sejak hari pertama banjir melanda kawasan permukiman warga, Kepolisian telah standby, melakukan pengamanan, serta membantu warga yang memerlukan evakuasi. Selain mengerahkan armada darat, berupa truk, hingga mobil double cabin, Kepolisian juga menurunkan sedikitnya 10 unit kano, yang dapat digunakan untuk distribusi logistik, maupun evakuasi warga.

Meringkus Pelaku Penjual Pil Double L

Buruh bangunan ditangkap jual 13 ribu butir pil koplo. ©2019 Merdeka.com/Saud Rosadi

Jumadi (53), warga Jalan Biawan Samarinda, Kalimantan Timur, dibekuk polisi di kawasan Jalan Slamet Riyadi. Dari tangan buruh bangunan itu, polisi menyita 13 ribu butir pil koplo. "Kami dapat info mau ada jual beli pil koplo. Begitu kami cek, memang ada orang yang mencurigakan. Kami dekati, ada bungkusan yang dia buang ke tanah," kata Kapolsek Kawasan Pelabuhan Kompol Aldi Alfa Faroqi di kantornya.

Dia menerangkan, bungkusan itu kemudian dibuka, dan ditemukan 13 bungkus berisi dobel L atau pil koplo. Dalam setiap bungkus, terdapat 1.000 butir pil koplo. Sehingga polisi berhasil mengamankan 13 ribu pil koplo. "Kami juga temukan uang tunai Rp3,6 juta hasil penjualan pil koplo. Jadi, dia disuruh jual temannya dengan harga Rp1,2 juta per bungkus. Untungnya memang Rp200 ribu per bungkus," ujar Aldi.


Pil double L yang disita Polisi dari tersangka Ju.

Keterangan Jumadi kepada penyidik, dia melakoni bisnis pil koplo dua bulan terakhir ini. "Siapa penyuplainya, dan kepada siapa saja dia jual, masih kami dalami. Dia kami tahan, sesuai pasal 197 subsider pasal 196 UU No 36 tahun 2009 tentang Kesehatan," terang Aldi. Sementara Jumadi, tidak menyangka dia dibekuk polisi. Biasanya, dia hanya menjual dan mengantar pil koplo sesuai pesanan, di kawasan Jalan Arif Rahman Hakim, tidak jauh dari rumahnya. "Kemarin malam saya lagi nunggu pembeli sesuai telpon," kata dia. "Jadi, begitu ada yang pesan beli lewat telpon, saya antar. Ini barang dari teman saya. Buat tambah penghasilan. Karena kerja nukang (buruh bangunan), nggak cukup," tutup Jumadi.

Menyelidiki Kasus Penabrakan Pilar Jembatan Sungai Mahakam


Fender pengaman jembatan Mahakam berbahan beton rusak setelah tertabrak tongkang bermuatan kayu yang hendak melintas di bawah jembatan Mahakam. 

Fender ini kembali tertabrak tongkang pengangkut batu bara. Insiden tongkang batu bara menabrak konstruksi Jembatan Mahakam di Sungai Mahakam, Samarinda, Kalimantan Timur, kembali terjadi. Tongkang Tug Boat Blora 2, yang menarik tongkang Robby 101 bermuatan batu bara, menabrak fender dan tiang jembatan. Pengguna kendaraan sempat dilanda kepanikan. Pada kejadian sebelumnya, getaran jembatan usai fender dan tiang ditabrak, begitu terasa bagi pengguna jalan yang melintas di atas jembatan. Namun kali ini getaran tidak cukup kuat, namun demikian suara yang timbul akibat gesekan badan kapal dengan pondasi penopang jembatan terdengar warga yang berada di sekitar lokasi kejadian.

"Saya tidak tahu pasti bagaimana kejadiannya, karena posisi ada di dalam hotel mau bertemu teman. Tapi suaranya terdengar, saya kira malah itu suara dari gedung, tenyata pas ngobrol sama beberapa orang di dekat sini, itu suara kapal nabrak jembatan, jadi saya keluar pengen memastikan," ucap Robby Ferdiansyah, salah satu pengunjung Hotel Haris, Samarinda. Hal itu dibenarkan Kapolsek KP3 Samarinda, Kompol Aldi Alfa Faroqi yang menginstruksikan anggotanya untuk gerak cepat menahan kapal tersebut.

"Tadi saya sudah dengar kabarnya, jadi sekarang jajaran KP3 di Pelabuhan Samarinda sedang melakukan pencarian kapal, dan sebagian saya arahkan untuk mencari data-data di sekitar lokasi kejadian," ungkap Kapolsek KP3 Samarinda, Kompol Aldi Alfa Faroqi. Kronologis awal kejadian, masih menunggu hasil penyelidikan anggota polisi yang saat ini masih bertugas menerlusuri lokasi kapal, namun proses pencarian kapal di Sungai Mahakam terkendala. "Informasi sementara, dari anggota yang sedang melakukan pencarian, masih terkendala masalah pencahayaan, yang membuat proses pencarian cukup sulit," ujar Aldi.

Kasus ini masih dalam penanganan sementara Polsekta Kawasan Pelabuhan Samarinda, guna pencarian kapal yang mengangkut batu bara dari arah hulu menuju ke hilir Sungai Mahakam. "Nanti kami informasikan kembali bisa sudah mendapatkan data-data lebih lengkap dari lapangan. Kita kroscek lebih lanjut nama kapal, serta data kelengkapan lainnya," ucapnya.

Menyelidiki Kasus Kapal Meledak di Sungai Mahakam

Kapal meledak di dermaga Pelabuhan Sungai Mahakam (Foto: Suriyatman/detik.com)

Satu unit kapal meledak di dermaga Pelabuhan Sungai Mahakam, Samarinda, Kalimantan Timur. Akibat kejadian itu, tiga orang korban dilarikan ke rumah sakit. Ledakan kapal Nurdalia tujuan Samarinda, Melak, Long Iram, Long Bagun, itu terjadi dini hari. Ledakan berdampak kepada kapal barang Maranata tujuan Muara Ancalong. Mereka yang menjadi korban yaitu warga Karang Asam, Rian (20), dan Budi Untung Suropati. Keduanya merupakan ABK kapal penumpang dan barang Nurdalia yang saat itu diduga berada di depan kapal tepat di lokasi ledakan kapal. Korban lainnya adalah Boy ABK Norbudi C yang saat itu berada di depan kapal Nurdalia.

Kapolsekta Kawasan Pelabuhan Kompol Aldi Alfa Faroqi mengatakan bahwa pihaknya masih mengumpulkan data terkait meledaknya kapal penumpang dan barang tujuan pedalaman Kaltim ini. Korban saat ini sudah dibawa ke rumah sakit. "Kami masih mengumpulkan data terkait kejadian, sejumlah saksi sudah dimintai keterangan dan tiga korban telah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan," kata Aldi di lokasi kejadian. Aldi belum bisa memastikan mengenai penyebab ledakan. Tim masih melakukan penyelidikan.

"Penyebabnya masih dalam penyelidikan," ujar Aldi. Sementara itu, Kabid Angkutan Dinas Perhubungan Samarinda, Teguh Setia Wardana, menduga ledakan berasal dari tabung gas. Namun, saat ini, pihaknya masih meminta keterangan dari sejumlah saksi. "Manifes belum kami terima karena kapal ini seharusnya baru bisa muat barang besok siang (Rabu,red), jadi kami belum bisa jelaskan jumlah tabung gas yang diangkut," kata Teguh.

Mengamankan dan Mengidentifikasi Penemuan Jasad

Proses evakuasi jasad korban di Sungai Mahakam menuju ke daratan. (foto : istimewa/ITS)

Tiga hari pencarian tim SAR gabungan terhadap Rizky (25) yang hilang di Sungai Mahakam usai melompat dari Jembatan Mahkota II, berbuah hasil. Jasadnya ditemukan mengambang di Sungai Mahakam. Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kaltim-Kaltara melansir, jasad korban ditemukan sekira pukul 09.48 WITA, berjarak sekitar 500 meter dari jembatan Mahkota II. “Korban langsung dievakuasi ke rumahnya, atas permintaan keluarga,” kata Kasi Ops dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kaltim-Kaltara Octavianto. Octavianto menerangkan, dengan ditemukannya korban, praktis operasi pencarian pun dinyatakan ditutup. “Semua unsur SAR gabungan, masing-masing kembali ke satuannya untuk kembali bersiaga,” ujar Octavianto.

Sementara, Kapolsek Kawasan Pelabuhan Kompol Aldi Alfa Faroqi mengatakan, korban ditemukan dengan posisi telungkup, dan ciri-cirinya bersesuaian dengan ciri pemuda yang melompat dari Jembatan Mahkota II ke Sungai Mahakam. “Korban diegakuasi oleh tim SAR gabungan, menggunakan Rubber Boat Basarnas, ke posko induk Basarnas unit Siaga SAR Samarinda di bawah jembatan. Korban langsung dibawa ke rumah duka, di Simpang Pasir Palaran,” kata Aldi. Diketahui, Rizky nekat melompat dari Jembatan Mahkota II, diduga kuat setelah cekcok dengan kekasihnya. Bahkan, dari penjelasan temannya, Rizky yang kesehariannya menganggur itu, sempat menenggak miras hingha akhirnya nekat melompat ke Sungai Mahakam.


Petugas saat akan mengangkat jasad Mr X untuk selanjutnya dibawa ke RSUD AW Sjahranie.

Keramaian malam pergatian tahun di Tepian Mahakam, tepat di depan Kantor Gubernur, Jalan Gadjah Mada, Kelurahan Jawa, Kecamatan Samarinda Ulu belum berakhir hingga menjelang pagi. Masyarakat masih ramai, bahkan mereka semua berkumpul di tepi Sungai Mahakam. Mereka sedang melihat sesuatu, yang ternyata adalah sesosok jasad pria mengapung di tepi sungai. Jasad pria itu telah membengkak. Meski mengeluarkan aroma tak sedap, namun warga yang penasaran terus berdatangan sehingga membuat Tepian Mahakam semakin ramai.

Beberapa polisi dari Polairud Mabes Polri dan Polsek Kawasan Pelabuhan (KP) Samarinda serta relawan datang ke lokasi ditemukannya jasad pria tanpa identitas itu. “Kami tidak menemukan KTP atau identitas apapun di pakaian yang dikenakan korban,” kata Kapolsek KP, Kompol Aldi Alfa Faroqi. Polisi langsung mengevakuasi jasad yang ditemukan dengan posisi tertelungkup itu. Setelah berhasil diangkat ke darat, jasad Mr X itu selanjutnya dibawa ke kamar jenazah RSUD AW Sjahranie. “Yang menemukan pertama adalah seorang pedagang hang berjualan di Tepian Mahakam. Ketika itu saksi sedang beres-beres barang daganganya setelah berjualan,” terang Aldi. Pedagang itupun mencium bau busuk dari arah sungai. Setelah dilihatnya, ternyata bau tak sedap itu berasal dari jasad seseorang yang mengapung di sungai.

“Saksi kemudian memberitahu pedagang lainnya, yang selanjutnya dilaporkan kepada kami. Piket yang sedang berjaga pada saat itupun langsung mendatangi lokasi penemuan,” terang Aldi. Polisi yang mengidentifikasi jasad Mr X itu tak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Polisi juga belum tahu siapa dan di mana korban tenggelam itu tinggal karena sejauh ini polisi belum menerima adanya laporan orang hilang tenggelam. “Tetapi kami masih menunggu hasil visum. Adapun ciri-ciri Mr X diperkirakan berusia sekitar 35 tahun, tinggi 165 sentimeter, rambut pendek, berkumis, serta mengenakan celana jeans biru dan kaos lengan panjang warna hitam-biru,” tadasnya.


Jasad Muhammad Farhan berhasil ditemukan setelah satu jam pencarian.

Class meeting setelah ujian semester, yang berlangsung di SMP 37 Samarinda, mendadak berhenti. Salah satu siswa tiba-tiba berlari ke dalam sekolah dan memberitahukan, Muhammad Farhan (13) tenggelam di Sungai Karang Mumus (SKM) tepatnya di bawah jembatan Lambung, Jalan Tarmidi, Sungai Pinang Luar. Burhan, kepala SMP 37, yang saat itu sedang memperbaiki instalasi listrik terkejut mendengar kabar itu. “Saya juga kaget mendengar, tiba-tiba ada siswa yang bilang kalau temannya tenggelam,” ucap dia. Burhan juga mengatakan, dari keterangan rekan korban, saat itu Farhan bersama rekannya tak masuk sekolah. Melainkan pergi ke warung di tepi sungai. “Dia (Farhan) sempat bilang mau kencing, ternyata dia lepas baju cuma pakai celana pendek dan terjun ke sungai, dilihat juga sama temannya,” lanjut dia. 



Melihat Farhan tenggelam, seorang rekannya berusaha menolong dengan melemparkan jeriken. Sayang, arus yang kuat masuk ke dalam jerigen, membuat siswa kelas VIII itu tetap tenggelam. “Guru IPA dan agama juga sudah menunggu sebenarnya untuk melakukan remedial, namun nyatanya Farhan tidak hadir. Atas kejadian ini, untuk sementara class meeting juga ditiadakan,” pungkasnya. Sementara itu, Kapolsek Kawasan Pelabuhan (KP) Kompol Aldi Alfa Faroqi mengatakan, dari keterangan beberapa saksi, korban lebih dulu melompat dari temannya yang lain. Sementara saat itu, kondisi SKM sedang pasang dengan arus yang cukup deras. “Korban ditemukan tidak jauh dari TKP sekitar satu jam, bisa atau tidaknya korban ini berenang kami juga masih dalami dan meminta keterangan lebih lanjut ke teman korban yang saat itu bersama dia,” pungkasnya.



Source :

Name

38 Setia,148,Berita Pilihan,4,figur bicara,37,LUAR NEGERI,19,Nasional,415,Sejarah,9,Tips,17,Umum,46,
ltr
item
38 Setia: Kompol Aldi Alfa Faroqi, S.H., S.I.K. Kapolsek Penjaga Kawasan Pelabuhan Samarinda
Kompol Aldi Alfa Faroqi, S.H., S.I.K. Kapolsek Penjaga Kawasan Pelabuhan Samarinda
https://1.bp.blogspot.com/-2DnCaLEFZnA/Xiuf3VUfmPI/AAAAAAAAMhM/1Q4NBLCsCE8Mnl4T_PUtAggRW5KPRDG9gCEwYBhgL/s320/9.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-2DnCaLEFZnA/Xiuf3VUfmPI/AAAAAAAAMhM/1Q4NBLCsCE8Mnl4T_PUtAggRW5KPRDG9gCEwYBhgL/s72-c/9.jpg
38 Setia
http://www.38setia.com/2020/01/kompol-aldi-alfa-faroqi-sh-sik-kapolsek.html
http://www.38setia.com/
http://www.38setia.com/
http://www.38setia.com/2020/01/kompol-aldi-alfa-faroqi-sh-sik-kapolsek.html
true
1959138953113151983
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content