$type=ticker$count=12$cols=4$cate=0$sn=0

$type=grid$count=4$ico=1$cate=0$rm=0$sn=0$cm=0

Kompol Mars Suryo Kartiko, S.I.K. Kapolsek Penjaga Kamtibmas di Wilayah Banjarmasin Barat





Mapolsek Banjarmasin Barat adalah satu dari lima kantor kepolisian yang berada di wilayah naungan Polresta Banjarmasin Polda Kalsel. Seolah telah menjadi semboyan yang tertanam dalam tubuh Polri yakni pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, Polsek Banjarmasin Barat juga sangat tanggap dengan berbagai musibah yang menimpa warganya. Polsek Banjarmasin Barat saat ini dipimpin oleh seorang perwira lulusan Akademi Kepolisian tahun 2006, Kompol Mars Suryo Kartiko, S.I.K. Berikut ini beberapa upaya yang telah dilakukan oleh Polsek Bajarmasin Barat dibawah kepemimpinan Kompol Mars Suryo Kartiko, S.I.K. dalam memberikan pelayanan yang humanis kepada masyarakat serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban di Kawasan Polsek Banjarmasin Barat.

Meresmikan Mushola Ar-Raudah



















Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Drs Sumarto didampingi Kapolsek Banjarmasin Barat, Kompol Mars Suryo Kartiko saat meresmikan Mushala Ar Raudah.

Mushala Ar-Raudah yang ada di lingkungan Mapolsekta Banjarmasin Barat, diresmikan oleh Kapolresta Banjarmasin. Turut hadir pula Danramil 1007-03/Banjarmasin Barat, Mayor Czi Tandra Wideru, kapolsek  Banjarmasin Barat, Camat Banjarmasin Barat beserta Pejabat Utama, Lurah Kecamatan Banjarmasin Barat, tokoh agama,  anak anak Panti Asuhan Sentosa dan lainnya.
“Adanya mushala, anggota bisa lebih patuh beribadah terutama dalam menjalankan shalat lima waktu,” kata Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Sumarto.

Sebelum meresmikan Mushola AR Raudah, juga membagikan takjil kepada pengendara dan masyarakat sekitar yang melintas di depan Mako Polsek Banjarmasin Barat. Kapolresta didampingi Kapolsekta Banjarmasin Barat, Kompol Mars Suryo Kartiko, S.I.K., mengatakan, bila anggota sudah mulai meningkatkan iman dan taqwa maka kerjanya dalam melayani masyarakat akan terlihat ihklas dalam mengayomi dan melindungi.
Adanya mushalla anggota bisa lebih patuh beribadah terutama dalam menjalankan shalat lima waktu. Polsek Banjarmasin Barat juga harus terus meningkatkan pelayanan publik, salah satu dengan menyediakan parkir untuk disabilitas. Hal itu dilakukan guna mendukung sesuatu program yang sudah dirancang di Polresta Banjarmasin dalam rangka mewujudkan wilayah bebas korupsi dan wilayah birokrasi bersih melayani. “Semua Polsek nanti kita dorong untuk memberikan pelayanan terbaik,” ujar kapolresta.

Menyediakan Parkir Difabel Hingga Aula Menikah Tahanan Polsek Banjarmasin Barat

Mapolsek Banjarmasin Barat terus meningkatkan pelayanan.

Semangat dalam peningkatan pelayanan publik terus dilakukan Polresta Banjarmasin hingga ke Polsek Jajaran. Guna memastikan semangat tersebut tersampaikan dengan baik ke Polsek Jajaran, Tim Monitoring yang dipimpin Kabag Perencanaan Polresta Banjarmasin, Kompol Agus Bambang melakukan kunjungan ke Polsek Banjarmasin Barat.
Peningkatan peforma tersebut bukan hanya pada sektor peningkatan SDM, namun juga pembangunan dan perbaikan infrastruktur pendukung di masing-masing Mapolsek. Saat menyambangi Mapolsek Banjarmasin Barat, tim melihat perubahan signifikan pada infrastruktur, seperti perbaikan beberapa ruang unit dan penambahan bangunan.
Kapolsek Banjarmasin Barat, Kompol Mars Suryo Kartiko menerangkan bahwa dalam satu tahun terakhir pihaknya banyak melakukan transformasi. Ia pun mencotohkan seperti pembuatan parkir, jalur dan kursi roda khusus bagi penyandang difabel. Selain itu pihaknya juga menyediakan pendingin udara di semua ruangan pelayanan termasuk ruang tunggu. Semua ujarnya agar masyarakat merasa nyaman saat berkunjung ke Mapolsek.
“Khusus bagi ibu yang menyusui, kita sediakan ruang menyusui yang nyaman dan privat,” ujar Kapolsek. Ditambahkan Kapolsek, jika sebelumnya saat keluarga tahanan ingin menjenguk saudaranya, mereka cenderung berdesakan karena semua dilakukan hanya melalui satu pintu berteralis yang digunakan secara bersamaan.
Namun untuk memberikan rasa nyaman kepada para keluarga dan tahanan, ia membuatkan tiga bilik berteralis yang bisa digunakan secara bergantian. “Meski mereka sedang bermasalah dengan hukum, kita tetap memanusiakan mereka. Bahkan kita punya aula yang bisa digunakan untuk tahanan yang ingin menikah. Dan sudah ada dua tahanan yang menikah disitu,” ucapnya.
Pada bagian belakang ruangan Mapolsek yang dulunya rawa kini telah disulap menjadi Mushala, parkir barang bukti, dan ruang pengaduan Unit Buser. Dalam hal pelayanan SKCK, Polsek Banjarmasin Barat bukan hanya membuat ruangan yang nyaman, namun juga menargetkan kepada jajarannya agar pembuatan SKCK harus selesai dalam 5 menit persatu permohonan. “Asal lengkap persyaratan, lima menit selesai. Karena sistemnya sudah online dan operator yang menginput selalu standby,” tegas Kapolsek.
Sementara itu Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Sumarto melalui Pimpinan Tim Monitoring, Kompol Agus Bambang mengaku akan melakukan monitoring secara berkala ke Polsek-Polsek jajaran. Semua dilakukan guna memastikan pelayanan publik dapat berjalan dengan baik ke masyarakat.
Membangun Sinergitas dengan Tiga Pilar

Kegiatan syukuran sekaligus merayakan Dirgahayu TNI ke -74, yang mana Polri selaku rekan kerja selalu bersama-sama. 

Polsekta Banjarmasin Barat bersama jajaran melaksanakan syukuran tiga pilar, bersama Koramil 03/Banjarmasin Barat maupun dari perwakilan Kecamatan Banjarmasin Barat. Acara syukuran tiga pilar dilaksanakan di Cafe Nostalgia, Jalan Simpang Belitung, Banjarmasin. Kegiatan syukuran sekaligus merayakan Dirgahayu TNI ke -74, dan Polri selaku rekan kerja selalu bersama-sama.

"Kegiatan ini sekaligus syukuran perayaan Dirgahayu TNI ke-74, khususnya kepada Koramil 03 Banjarmasin Barat, kami juga mengundang pihak Kecamatan Banjarmasin Barat,"terang Kapolsekta Banjarmasin Barat, Kompol Mars Suryo Kartiko. Hadir dalam acara itu, Danramil Banjarmasin Barat, Mayor Corp Zeni Tandra Wideru. Acara diselinggi dengan tiup lilin, potong kue, ramah-tamah dan makan siang.

Untuk membangun dan membina sinergitasnya dengan unsur tiga pilar, Polsek Banjarmasin Barat juga menggelar apel dan senam bersama di halaman Kantor Kecamatan Banjarmasin Barat.

Senam Bersama di Halaman Kantor Kecamatan Banjarmasin Barat.

Tidak hanya itu, demi menambah keseruan acara bersama unsur tiga pilar lainnya, mereka juga menyuguhkan sejumlah hiburan dan pembagian doorprize kepada para peserta. Turut hadir dalam acara tersebut, Camat dan komandan Koramil Banjarmasin Barat beserta jajarannya, dan Kapolsek Banjarmasin Barat, Kompol Mars Suryo Kartiko beserta anggotanya. "Iya, kegiatan ini selain membina sinergitas antara tiga pilar, juga dalam rangka memperingati hari jadi ke 73 Bhayangkara," jelas Kapolsek Banjarmasin Barat.

Menangkap Beberapa Tersangka Pengedar Narkotika

Syarifudin, pelaku pengedar Narkotika dan barang bukti.
  
Polisi menangkap seorang pemuda bernama Syarifudin (43) karena kepergok jual narkoba di rumahnya RT 26, Jalan Barito Hulu Nomor 33, Kelurahan Pelambuan, Kecamatan Banjarmasin Barat, Kota Banjarmasin.

Polisi menemukan barang bukti 36 paket narkotika jenis sabu-sabu 8,41 gram. "Bahkan ada satu bong yang terbuat dari botol parpum. Kemudian satu kompor yang terbuat dari botol Insto, satu pipet kaca dan satu serok yang terbuat dari sedotan plastik serta satu kotak rokok U Bold," kata Kapolsek Banjarmasin Barat Kompol Mars Suryo Kartiko. Beliau mengatakan penangkapan ini atas informasi warga yang menyebut lokasi kejadian kerap dijaikan jual-beli narkoba. Kemudian dilakukan lidik, saat pelaku di rumah langsung dilakukan penggeledahan. Polisi pun menemukan sabu di kantong celana sebelah kiri pelaku.

Selanjutnya, pelaku dibawa ke polsek guna mempertanggung jawabkan perbuatannya. "Kini pelaku dijerat sesuai Pasal 112 ayat (2) UU RI No. 35 tahun 2009 ttg Narkotika, dengan ancaman mininal minimal tahun penjara," katanya.

Kani tak berkutik ketika rumahnya digerebek dan ditemukan sabu. Foto: Polsek Banjarmasin Barat for Radar Banjarmasin

Satu lagi pengedar sabu yang beroperasi di wilayah hukum Banjarmasin Barat, tertangkap aparat kepolisian Polsek Banjarmasin Barat. Dia adalah Jarkani alias Kani (41) warga Belitung Darat Ujung Gang Inayah RT 5 Kelurahan Kuin Cerucuk Banjarmasin Barat. Sabu-sabu yang disita lumayan banyak yakni satu paket besar seberat 13,3 Gram dan 30 paket kecil berat 5,83 Gram.
Ungkap kasus bermula dengan adanya informasi masyarakat yang merasa resah dengan aktivitas terlarang tersangka. Polisi lalu menyelidiki laporan itu dan melakukan pemantauan kepada tersangka.
"Kami langsung gerebek tempat tinggal tersangka dan ditemukan barang bukti sebanyak itu didalam rumah lantai 2 tersangka, " terang Kanit Reskrim Ipda Jody Dharma S TRK MH, mewakili Kapolsek Kompol Mars Suryo Kartiko, kepada Radar Banjarmasin. Sebut Jody tersangka adalah pemain lama dalalukm hal bisnis narkoba.
"Pengedar besar dia dan selain sabu juga kami sita alat membungkus dan timbangan digital, untuk tersangka masih diperiksa penyidik. Kami masih mengupayakan pengembangan kasus, " imbuhnya.
Kemudian, unit Buser Polsek Banjarmasin Barat berhasil mengamankan 20 paket narkotika jenis sabu-sabu yang berhasil diamankan dari tangan Arbansyah alias Aban (35) dan M Syahriwan alias Iwan (29).
Arbansyah alias Aban (37) dan M Syahriwan alias Iwan (30), ditangkap jajaran Reskrim Polsekta Banjarmasin Barat, terkait kepemilikan 20 paket sabu.

"Kedua pelaku berhasil dibekuk saat melintas di Jalan Belitung Darat, Gang Mufakat, Kecamatan Banjarmasin Barat,” terang Kompol Mars Suryo Kartiko. Disampaikannya, penangkapan bermula ketika petugas mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa kedua pelaku seringkali melakukan transaksi Narkoba.
“Dari hasil penangkapan dan penggeledahan di TKP kami temukan sebanyak 20 paket narkotika jenis sabu-sabu dengan berat 5,09 Gram beserta uang tunai sejum Rp 430 ribu rupiah yang diduga hasil dari transaksi narkoba,” beber Mars Suryo. Dikatakannya, 20 paket sabu-sabu yang berhasil didapat saat penggeledahan, disimpan pelaku didalam satu unit kotak rokok.
“Kini kedua pelaku bersama barang bukti dibawa ke Mapolsekta Banjarmasin Barat guna pemeriksaan hukum lebih lanjut,” ucapnya. Dari hasil pemeriksaan sementara kedua pelaku ditetapkan sebagai tersangka dan dikenakan Pasal 112 ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
“Kasus akan terus kami kembangkan guna mengungkap dimana pelaku mendapatkan barang haram tersebut,” demikian Kapolsekta Banjarmasin Barat, Kompol Mars Suryo.
Mat Razi diduga terkait dengan jaringan narkotika besar beserta barang bukti yang berhasil diamankan.

Rumah Mat Razi di Jalan Belitung Darat Gang Mufakat RT 16 digerebek polisi. Hasilnya, empat kantong sabu puluhan gram disita buser Polsekta Banjarmasin Barat. Kanit Reskrim Iptu Sunarto mewakili Kapolsek Banjarmasin Barat Kompol Mars Suryo Kartiko mengatakan, selama tiga hari mereka mengintai aktivitas lelaki 28 tahun itu.
Tim pengintai dibagi dua. Ada yang memantau rumahnya, adapula yang mengikuti pergerakannya. "Sore itu kami terima informasi dia sedang di rumah. Kami langsung bergerak dan menggerebek rumahnya," ujar Sunarto. "Saat digerebek, dia sedang berada di dalam kamar. Sedang sibuk membungkus sabu paket kecil untuk diedarkan," tambahnya.
Ada empat kantor besar dengan dua timbangan digital yang disita polisi. "Berat totalnya 20,09 gram. Dia pemain lama. Sudah lama meresahkan," jelasnya. Polisi masih mengejar jaringan dibalik tersangka. "Masih didalami. Kami masih mengorek keterangan," tukasnya.
Pelaku Pengedaran Sabu yakni Egi (22) dan Kodet (24) berserta barang bukti.

Selanjutnya, terdapat dua sekawan asal Banyiur yang terciduk personel Polsekta Banjarmasin Barat kedapatan mengedarkan sabu. Mereka adalah Egi Gunawan (22) dan M Yunus alias Kodet (24). Keduanya merupakan warga Jalan Banyiur Dalam RT 39, Banjarmasin Barat. Hasilnya, polisi menyita dua paket sabu.
Bisnis mereka terendus berkat adanya laporan masyarakat. Polisi pun memulai penyelidikan. Untuk memuluskan penangkapan, polisi menyamar menjadi pembeli. Keduanya diciduk setelah menyerahkan barang pesanan. "Barang buktinya dua paket sabu seberat 1,4 gram," ungkap Kapolsek Banjarmasin Barat Kompol Mars Suryo Kartiko melalui Kanit Reskrim Iptu Sunarto.
Sontak keduanya kaget bahwa calon pembelinya ternyata anggota buser. “Satu anggota kami yang menyamar berhasil mengecoh kedua tersangka,” tambahnya. Keduanya sudah menjalani pemeriksaan dan dijebloskan ke sel tahanan polsek. Selain sabu, polisi turut menyita timbangan digital.
“Beberapa hari kami memantau aktivitas keduanya. Hingga akhirnya diambil langkah penyamaran. Kami juga sempat menggeledah rumah mereka, tapi nihil. Sebagai pengedar, kami jerat dengan pasal 114 ayat (1) Undang-Uundang No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancamannya minimal lima tahun penjara," pungkas Sunarto.

Menangkap Pelaku Curanmor
Haris, tersangka pelaku curanmor saat diintogerasi Kanit Reskrim Polsek Banjarmasin Barat, Ipda Jody Darma (sebelah kiri) bersama anggotanya. 


Pria yang diduga pelaku pencurian sepeda motor tertangkap di Kuin Selatan Kecamatan Banjarmasin Barat Kalsel. Meski sempat berkelit, lantaran sepeda motor yang ditungganginya itu berasal hasil meminjam dari seorang temannya. Namun kini berkat kesabaran serta kegigihan anggota Unit Reskrim Polsek Banjarmasin Barat memeriksa pelaku, pun fakta sesungguhnya akhirnya terungkap.

Kapolsek Banjarmasin Barat, Kompol Mars Suryo Kartiko melalui Kanit Reskrimnya, Ipda Jody Darma menyebutkan itu setelah pria yang belakangan berinisial HF (41) tersebut mengakui perbuatannya. "Iya betul. Jadi berdasarkan hasil interogasi dan penyelidikan sementara, pelaku telah melakukan pencurian ranmor sebanyak lima unit di lima TKP berbeda," kata Jodi.

Terkait modus, kanit Reskrim Polsek Banjarmasin Barat tersebut juga mengatakan pelaku biasanya memanfaatkan kelengahan pemilik motor yang tidak mengunci stang. Motor tersebut kemudian dia dorong. Sampai nanti di tempat yang sepi dan aman, barulah yang bersangkutan kembali membawanya pulang untuk siap-siap dijual. "Oleh karena itu, belajar dari kejadian tersebut, saya menghimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati lagi dalam meletakkan atau memarkirkan sepeda motornya. Terutama dengan memberikan kunci tambahan agar setidaknya meminimalisir tindak pidana pencurian ranmor," himbaunya.

Selanjutnya, kasus pencurian sepeda motor ketika korban Aris Sunawan warga Jalan Belitung Darat Gang Amal Utama RT15 Kelurahan Belitung Utara Kecamatan Banjarmasin Barat baru pulang ke rumahnya.
Tersangka pencuri motor dan barang bukti motor diamankan polisi

Jajaran Unit Reskrim Polsekta Banjarmasin Barat berhasil meringkus M Nafarin (19) warga Jalan Kuin Selatan Gang Nusantara RT 8, Kelurahan Kuin Selatan,Kecamatan Banjarmasin Barat. Penangkapan Nafarin ini merupakan pengembangan dari pengungkapan kasus pencurian kendaraan bermotor yang terjadi. “Bersama pelaku juga kita amankan barang bukti sebuah motor,” Kata Kapolsek Banjarmasin Barat, Kompol Mars Suryo Kartiko, S.I.K. melalui Kanit Reskrim, Iptu Sunarto.

Saat itu korban lupa mencabut kunci kontak sepeda motor Honda scoopy DA 6296 ABX dan langsung masuk ke rumah untuk istirahat. “Saat korban bangun tidur ia mendapati motornya sudah raib,” tuturnya. Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian sebesar Rp14 juta. Sedangkan pelaku dikenakan pasal 362 KUHP tentang pencurian.

Menangkap Pencuri Rumah Kosong

Tersangka pelaku pencuri rumah kosong, Agus, saat diamankan jajaran Polsek Banjarmasin Barat. 

Agusliansyah alias Agus (41) kini terpaksa harus meringkuk di sel tahanan Mapolsek Banjarmasin Barat. Keberadaannya yang sudah tiga malam menginap di Hotel Prodeo, juga sekaligus mengakhiri sepak terjangnya sebagai pencuri. Agus sebelumnya melakukan pencurian di kawasan Jalan Soetoyo S Kelurahan Telaga Biru Kecamatan Banjarmasin Barat Kalsel.

Memanfaatkan kondisi rumah yang ditinggal pemiliknya kosong, ia pun kemudian leluasa menggasak sejumlah barang berharga korban. Diantaranya seperti tiga unit handphone, selembar baju, topi bermerk Eiger, satu buah kartu ATM hingga enam kantong sembako sekalipun. Bahkan tidak hanya itu, dari keserakahan Agus malam itu ia juga menggasak uang tunai senilai Rp 5,8 juta serta empat lembar uang real.

Sehingga atas perbuatannya tersebut pula, korban pun sempat menderita kerugian yang ditaksir mencapai Rp 21 juta dan melaporkannya Mapolsek Banjarmasin BaratNamun apes dialaminya, ketika ia mengira perbuatannya itu tertutup rapat, Agus justru digrebek petugas gabungan Unit Buser Reskrim Polsek Banjarmasin Barat dan Tengah. Ia ditangkap petugas gabungan yang dipimpin Kanit Reskrim Polsek Banjarmasin Barat, Ipda Jody Darma di kediamannya Jalan Skip Lama Gang 2 Kecamatan Banjarmasin Tengah.

Kapolsek Banjarmasin Barat, Kompol Mars Suryo Kartiko melalui Kanit Reskrimnya, Ipda Jody saat dikonfirmasi membenarkan terkait penangkapan tersebut. "Iya betul. Jadi selain menggelandang tersangka, kami juga mengamankan sejumlah barang bukti kejahatan pelaku. Atas perbuatannya, kini ia kami jerat dengan pasal 363 KUHP," jelasnya.

Mengungkap Kasus Pembunuhan

Mursidi (41) warga Jalan  Sutoyo S, Gang Rahayu RT10, Kelurahan Pelambuan, Kecamatan Banjarmasin Barat, Kota Banjarmasin  meregang nyawa dengan sejumlah mata luka di tubuh. Pasca peristiwa tersebut, polisi berhasil membekuk dua orang pelakunya, yakni Indrawan alias Habib (41), warga Jalan Sutoyo S RT12, dan adik iparnya bernama M Husni (35), warga Tamban Kecil Batola.


Indrawan (41) dan adik iparnya M Husni (35) saat diamankan di Polsek Banjarmasin Barat 

Tertangkapnya kedua pelaku ini, mengungkap motif duel maut antar korban dengan kedua pelaku. Kapolsekta Banjarmasin Barat, Kompol Mars Suryo Kartiko, dalam konfrensi persnya mengatakan, kedua tersangka ditangkap jajarannya di kawasan Jalan A Yani km 5 Banjarmasin Timur, Kota Banjarmasin

Dikatakan kapolsek, dalam perkelahian itu, tersangka yang banyak menganiaya korban dengan sajam adalah M Husni (adik ipar) dari tersangka Indrawan. "Dari penangkapan kedua tersangka, kami menyita dua bilah sajam mandau dan dua bilah sajam jenis belati milik tersangka,"jelas Kapolsekta Banjarmasin Barat.

Motif penyerangan oleh kedua pelaku ini, adalah dendam lama tersangka kepada korban. Kapolsek menceritakan, sekitar tahun 2012 lalu, tersangka Indrawan dan anak tersangka pernah disiram dengan air keras oleh korban. Perkara penyiraman air keras ini, sampai ke meja hijau dan korban Mursidi menjalani hukuman.

"Motifnya dendam lama karena korban pernah menyerang tersangka dengan air keras,"kata Kapolsek. Keterangan Kapolsek ini dibenarkan Tersangka Indrawan. Ia menceritakan, sekitar tahun 2012 silam, dia pernah bermasalah dengan korban Mursidi.

Bermula dari sebuah pertengkaran mulut, korban Mursidi menyiram dia dengan anaknya bernama Sultan (10) menggunakan cuka getah. "Cuka getah itu mengenai lengan dan bagian dada saya. Cuka getah itu mengenai bagian wajah dan mata anak saya,"ungkap Indrawan sedih.

Insiden perkelahian yang menewaskan korban pada minggu kemarin bermula ketika, siang menjelang sore, dirinya berpapasan naik motor dengan korban. Tiba-tiba ketika berpapasan itu, korban mengatakan "bunggul" (bodoh) kepadanya.

Kapolsekta Banjarmasin Barat, Kompol Mars Suryo Kartiko bersama Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin, AKP Ade Papa Rihi sedang memperlihatkan Barbuk sajam mandau dan belati milik tersangka.

Emosinya langsung memuncak apalagi sebelumnya memang sudah dendam, maka tersangka langsung pulang ke rumah dengan mengambil mandau. Melihat Indrawan mengambil mandau, adik ipar tersangka bernama M Husni ikut, juga dengan membawa mandau menemui korban di TKP. Maka, terjadilah perkelahian yang menyebabkan Mursidi tewas.

Reka adegan kasus pembunuhan di jalan Sutoyo S, Banjarmasin, berlangsung di Mapolsek Banjarmasin Barat.

Sebelumnya, warga geger setelah menemukan seorang lelaki dengan tubuh berdarah-darah. Setelah diperiksa ternyata korban benama Mursidi (45). Korban diketahui terkapar di jalan dalam Gang Imam Bonjol, kemudian warga sekitar yang melihatnya bermaksud membawanya dengan sebuah beca.

Namun karena kondisi korban tampaknya banyak mengalami luka, seperti tangan kiri serta leher kiri di bawah telingga, sehingga wargapun membawanya dengan sepeda motor menuju ke RS dr H Sudarsono atau TPT Teluk Dalam Banjarmasin. Tak lama setelah korban tiba di rumah sakit, korban yang juga warga Gang Imam Bonjol Sutoyo S menghembuskan napasnya yang terahir.

Pelaku penusukan, Rahmat diamankan Polsek Banjarmasin Barat.

Kasus pembunuhan selanjutnya dilakukan oleh warga Gang Saadah, Jalan Teluk Tiram Darat, Kota Banjarmasin, yaitu Rahmat (38). Ia tega membunuh Fahrulrazi (34) di depan rumah korban gara-gara hutang-piutang Rp 75 ribu.

Kepala Polsek Banjarmasin Barat, Kompol Mars Suryo Kartiko berkata pelaku menghunuskan pisau ke tubuh korban. Rahmat melukai hingga menewaskan Fahrulrazi gara-gara korban punya hutan Rp 75 ribu di warung milik istri Rahmat.

Persoalannya, korban merasa tidak pernah berhutang dan menantang pelaku adu jotos. Melihat kelakuan korban, pelaku mengambil sajam dan menusuk korban sebanyak lima tusukan. “Malam itu langsung kami kerahkan anggota menuju TKP dan langsung menangkap Rahmat yang diduga kuat pelaku penusukan Fahrul," kata Kompol Mars Suryo Kartiko.

Yandi, mengaku kalap dan terpancing emosi ketika ucapan tantangan duel diucapkan korban.


Sesaat setelah itu, korban Fahrulrazi terkapar bersimbah darah di depan pagar sebuah rumah warga di Gang Bakti, Jalan Teluk Tiram Darat. Korban langsung dilarikan ke RSUD Ulin untuk mendapat pertolongan. Namun nyawa korban tak bisa diselamatkan. Akibat perbuatannya yang menghilangkan satu nyawa, Rahmat dikenakan Pasal 338 KUHP Tentang tindak pidana pembunuhan disengaja.

Tersangka penusuk ayah tiri akhirnya diamankan polisi.


Kasus lain merupakan kasus penusukan yang dilakukan seorang anak terhadap ayah tiriny. Walaupun sempat kabur usai menusuk ayah tirinya, A Rafiq alias AR (22) akhirnya dibekuk polisi di rumah mertuanya di Jalan Kelayan B Gang Melati Kecamatan Banjarmasin Selatan.
Kapolsekta Banjarmasin Utara, AKP Dodi Harianto, membenarkan jajarannya telah mengamankan A Rafiq. Perlu waktu sekitar 28 jam, bagi polisi untuk menemukan persembunyian pelaku. Sebelumnya, anggota unit Buser Polsekta Banjarmasin mendapat informasi keberadaan pelaku di rumah mertuanya di Jalan Kelayan B Gang Melati RT 12. Dan selanjutnya unit buser langsung melakukan penangkapan terhadap pelaku, kemudian menurut pengakuan pelaku senjata tajam yang digunakannya telah dibuang di Jalan Trans Kalimantan, Anjir Batola. Setelah itu pelaku langsung dibawa ke Polsekta Banjarmasin Utara guna proses selanjut.
“Sementara dari keterangan pelaku pisau yang digunakannya untuk menganiaya korban telah dibuang di kawasan Anjir,” ujar Kapolsek.
Polisi pun masih melakukan pencarian terhadap barang bukti sajam yang dipakai membunuh ayah tirinya itu. Sebelumnya, perkelahian berujung maut antara anak dan ayah tiri di Jalan Padat Karya, Komplek Purnama Permai II Jalur 6, Banjarmasin, Jumat (4/10) pukul 10 pagi, akumuasi dari dendam lama pelaku. Menurut informasi, pelaku AR sudah beberapa kali berucap ingin menghabisi Riduan (Duan) 40, ayah tirinya tersebut.
Keterangan yang disampaikan oleh saksi kejadian, Hendri Gunadi mengatakan, korban merupakan ayah tiri dari si pelaku penusukan AR. Menurut Hendri yang berada di lokasi kejadian, berdasarkan keterangan istri pelaku, AR memang sudah mempunyai dendam lama dengan si korban.
“Kata istrinya, si pelaku kalau marah sama ibu kandungnya, pasti pelampiasannya ke ayah tirinya. Dia juga sudah beberapa kali berucap mau menghabisi ayah tirinya,” cerita Hendri.
Sebelum penusukan, sempat terjadi adu mulut antara korban dan pelaku. Istri pelaku pun sempat melerai keduanya. Namun tiba-tiba saja pisau tajam yang telah dipersiapakan AR sejak awal menancap di sisi perut bagian kanan Riduan.
Informasi lainnya mengatakan, duel maut dipicu saat AR hendak meminta uang ke korban. Karena tak diberi, memicu kemarahan pelaku hingga berakhir cekcok mulut dan perkelahian yang menyebabkan korban tewas. “Pelaku minta uang kepada korban, tapi tidak diberi” kata Pejabat Sementara Panit Patroli Polsekta Banjarmasin Utara, Eko Budi ditemui di RS Ansari Saleh.
Hendri ketika itu sempat ingin membawa korban ke rumah sakit menggunakan motornya. Namun ia tidak berani karena si pelaku masih berada di jarak yang dekat dengannya. Hingga akhirnya pelaku kabur menggunakan motor Scoopy miliknya. Sementara Yuli, istri korban mengaku tak mengira kalau anaknya sendiri yang menusuk suaminya. Dikatakan Yuli, sekitar tujuh jam sebelum kejadian, korban membuat status di facebooknya. Statusnya bertuliskan “Terima kasih atas semuanya, mungkin ini yg terakhir kalinya”. Yuli tak mengira kalau status yang dibuat suaminya di facebook merupakan firasat, dan meninggalkan dia untuk selama-lamanya.
Meringkus Pelaku Perampokan Alfamart

Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Sumarto saat memberikan keterangan pers terkait ungkap kasus perampokan di Alfamart Banjarmasin. 


Kasus perampokan Alfamart di Jalan Teluk Tiram Darat telah terungkap setelah dua pelaku dibekuk. Keduanya bahkan dilumpuhkan polisi dengan tembakan. Duo perampok itu adalah Humaidi, 21 tahun, warga Jalan Kelayan A Gang Hj Siti Aisyah. Dan Mulkani, 23 tahun, warga Jalan Kelayan A Gang Sejahtera RT 07. Keduanya dihadirkan dalam rilis kasus di Mapolsekta Banjarmasin Barat.
Selama empat hari, tim gabungan Jatanras Satreskrim Polresta Banjarmasin dan Opsnal Polsekta Banjarmasin Barat menyelidiki kasus ini. Tim berpencar untuk memburu pelaku. Menyisir Banjarmasin sampai Kabupaten Balangan. Di Paringin, polisi menginterogasi YS, karyawan ritel yang ternyata mengenal salah seorang perampok. Setelah mendapat alamat rumah pelaku, polisi menggerebek dan menangkap Humaidi. Dari sini, polisi mendapatkan inisial IK. Dialah yang menyewakan Honda Beat warna hitam untuk dipakai perampok beraksi.
Pelaku perampokan Alfamart berhasil dibekuk jajaran Polsekta Banjarmasin Barat.


Setelah IK ditangkap, polisi mengantongi petunjuk menuju pelaku kedua. Rumah Mulkani digerebek, ternyata ia sudah menghilang. Tapi polisi memperoleh informasi bahwa pelaku bersembunyi di rumah temannya di Jalan Banua Anyar Gang Rambutan, Banjarmasin Timur. Dari dini hari sampai pagi hari, polisi menyisir kawasan Banua Anyar, hingga Mulkani berhasil diringkus.
Perburuan perampok ini dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin AKP Ade Papa Rihi, Wakasat AKP Githa Suhandi Achmad, dan Kapolsekta Banjarmasin Barat Kompol Mars Suryo Kartiko.
"Selama lima tahun terakhir, inilah perampokan pertama di Banjarmasin. Kami akan bertindak tegas dan terukur kepada pelaku," tegas Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Sumarto.
Barang bukti yang disita berupa uang sisa rampokan, Rp2,7 juta dari Humaidi. Dan Rp1,5 juta dari Mulkani. "Uang hasil rampokan dibagi dua, Humaidi dapat Rp15 juta dan Mulkani Rp18 juta," sebutnya.
Sumarto menekankan, polisi masih mendalami kasus ini. Terkait kemungkinan bantuan dari tersangka lain. "Kemungkinan itu masih didalami," tambahnya.
Dia mengimbau agar toko sejenisnya tak buka sampai 24 jam. Kalau perlu mengupah satpam untuk menjaga kawasan pertokoan. "Dari keterangan pelaku, mereka tergiur setelah melihat uang di kasir saat berbelanja. Lalu rencana perampokan itu dipelajari," ujarnya.
Sementara itu, kapolsek menambahkan, pelaku sempat mengganti kulit jok motor yang rusak. "Motor itu sewaan, IK dibayar Rp100 ribu. Dia akan menjadi saksi, begitu pula YS. Otak perampokan ini adalah Mulkani," beber Mars.
Dari cerita Mulkani, dia mengaku tak langsung beraksi. Sehari sebelumnya, dia lebih dulu memantau toko tersebut. Perihal YS, dia membenarkan masih memiliki hubungan keluarga dengannya. Tapi dia membela YS, tak ada kaitan sedikit pun dengan kasus ini. Saat perampokan, kedua pelaku berpapasan dengan YS yang keluar dari toko.
"Saya tak ada niat melukai, sajam hanya untuk mengancam. Belati yang saya pakai dan parang yang dipegang Humaidi, semuanya untuk menakut-nakuti saja," akunya. Mulkani mengaku sudah menggunakan uang hasil rampokan untuk membayarkan utang ibunya sebesar Rp5 juta. Sisanya diserahkan kepada istri dan membeli handphone.
"Saya yang membuka brankas. Teman saya berperan sebagai pengancam karyawan toko," tambahnya. Humaidi sendiri pernah masuk penjara gara-gara kasus penganiayaan.
Barang bukti yang berhasil diamankan oleh pihak kepolisian.

Dari tangan pelaku, polisi meyita barang bukti berupa uang tunai diduga hasil perampokan sebesar Rp 4.250.000, 2 (dua) buah ponsel, dan satu buah sepeda motor jenis Honda Beat DA 6652 SM, yang digunakan oleh pelaku. Kendaraan tersebut adalah milik teman pelaku bernama Iqbal. Kedua pelaku menyewa kendaraan tersebut dengan membayar Rp100.000. Polisi akan menjerat pelaku dengan Pasal 365 KUHP Tentang Pencurian dan Kekerasan, dengan ancaman hukuman paling lama 12 tahun.
Dengan terungkapnya kasus perampokan Alfamart ini, Polsek Banjarmasin Barat memperoleh penghargaan dari Kapolresta Banjarmasin.
Kapolsek Barat Kompol Mars Suryo K dan Kasat Reskrim Kompol Ade Papa Rihi, menerima langsung penghargaan dari Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Sumarta.


Kasus perampokan di Alfamart Teluk Tiram berhasil diungkap personel Jatanras Satreskrim Polresta Banjarmasin dan Polsekta Banjarmasin Barat. Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Sumarto memberi penghargaan itu di penghujung tahun.
Penghargaan itu diberikan secara simbolis kepada Kasatreskrim Polresta Banjarmasin Kompol Ade Papa Rihi dan Kapolsek Banjarmasin Barat Kompol Mars Suryo Kartiko saat apel pagi.
Kapolsek Banjarmasin Barat, Kompol Mars Suryo Kartiko saat menerima penghargaan dari Kapolresta Banjarmasin.


Sumarto mengungkapkan penghargaan tersebut merupakan reward bagi personel yang berprestasi dalam tugas. Ia berharap penghargaan itu dapat memotivasi personel lain untuk terus meningkatkan kinerja dan berinovasi. “Penghargaan ini dapat dijadikan motivasi bagi personel agar meningkatkan kinerja serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pesan Sumarto.
Ade Papa Rihi mengaku senang dan syukur. Tentunya apresiasi yang diberikan pimpinan menjadi motivasinya bersama tim. “Bentuk apresiasi ini membangkitkan semangat kawan-kawan Satreskrim dan khususnya Tim Jatanras Satreskrim Polresta Banjarmasin," katanya.
Mars Suryo Kartiko menambahkan keberhasilan tak lepas dari kerja sama tim yang apik untuk bekerja di lapangan. Satu sama lain berkoordinasi. "Alhamdulillah tahun ini menerima dua penghargaan. Selain ungkap kasus rampok, kami juga menerima penghargaan Polsek inovatif. Semoga tahun 2020 menjadikan kami Polsek Banjarmasin Barat lebih baik dalam pelayanan prima kepada masyarakat. Membuat personel semangat dalam melakukan tugas kepolisian," tambahnya.
Dalam momen itu beberapa satuan lain juga menerima penghargaan. Seperti personel Bagian Sumda dan Bagian Perencanaan, seksi umum (Sium), Satuan Lantas, dan personel Sat Intelkam Polresta Banjarmasin.




Source :
Name

38 Setia,148,Berita Pilihan,4,figur bicara,37,LUAR NEGERI,19,Nasional,415,Sejarah,9,Tips,17,Umum,46,
ltr
item
38 Setia: Kompol Mars Suryo Kartiko, S.I.K. Kapolsek Penjaga Kamtibmas di Wilayah Banjarmasin Barat
Kompol Mars Suryo Kartiko, S.I.K. Kapolsek Penjaga Kamtibmas di Wilayah Banjarmasin Barat
https://1.bp.blogspot.com/-OZWiW0Ib928/Xh8m_ofVjtI/AAAAAAAAMOA/sraAke47bTAFmNp3O5o03L1gQB-znZAbQCEwYBhgL/s320/24.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-OZWiW0Ib928/Xh8m_ofVjtI/AAAAAAAAMOA/sraAke47bTAFmNp3O5o03L1gQB-znZAbQCEwYBhgL/s72-c/24.jpg
38 Setia
http://www.38setia.com/2020/01/kompol-mars-suryo-kartiko-sik-kapolsek.html
http://www.38setia.com/
http://www.38setia.com/
http://www.38setia.com/2020/01/kompol-mars-suryo-kartiko-sik-kapolsek.html
true
1959138953113151983
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content