$type=ticker$count=12$cols=4$cate=0$sn=0

$type=grid$count=4$ico=1$cate=0$rm=0$sn=0$cm=0

Kapolsek Kediri Kompol Marzel Doni, S.I.K., Dalam Meningkatkan Keamanan dan Ketertiban di Kawasan Daya Tarik Wisata


Berbicara mengenai Bali, tentu tak lepas dari deretan tempat wisata yang ada di pulau ini. Berbagai jenis wisata ada di pulau ini, mulai dari wisata alam pantai, wisata religi, wisata budaya, hingga wisata kulinernya yang patut untuk dicoba. Salah satu wilayah yang menjadi incaran para wisata adalah wilayah Kediri. Kediri adalah sebuah kecamatan di kabupaten Tabanan, provinsi Bali. Di kecamatan ini berlokasi salah satu pura yang terkenal keindahannya, yaitu Tanah Lot. Selain bisa menikmati keindahan alam pantainya yang begitu cantik dan mempesona, di lokasi wisata ini juga terdapat sebuah bangunan Pura yang menjadi salah satu ikon pariwisata pulau Bali sehingga obyek wisata ini merupakan salah satu destinasi yang wajib dikunjungi. Pura Tanah Lot merupakan salah satu pura penting bagi umat Hindu Bali dimana lokasi pura terletak di atas batu besar yang berada di lepas pantai. Bahkan tempat ini juga sering digelar berbagai pertunjukan atraksi yang bisa disaksikan oleh para pengunjungnya. Selain itu, lokasi wisata ini juga menyimpan berbagai obyek wisata lain yang menjadi daya tariknya. Karena sangat terkenalnya tempat wisata di Bali ini, maka hampir setiap hari, objek wisata ini selalu ramai dengan kunjungan wisatawan.

Untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di kawasan Kediri, Tabanan maka kepolisian menempatkan Polsek Kediri sebagai pelaksana fungsi kepolisian di kawasan Kediri. Kapolsek Kediri saat ini dijabat oleh Kompol Marzel Doni, S.I.K., perwira lulusan Akademi Kepolisian tahun 2006 ini telah melakukan berbagai upaya untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban di Kawasan Kediri baik upaya preventif maupun penegakan hukum. Berikut ini beberapa upaya yang telah dilakukan oleh Polsek Kediri dibawah kepemimpinan Kompol Marzel Doni, S.I.K.

Melaksanakan Pengamanan dan Pengaturan Arus Lalu Lintas Rutin


Polsek Kediri dalam rangka ciptakan situasi yang aman dan kondusif Polri selalu hadir ditengah-tengah masyarakat siap untuk memberikan Pelayanan sebagai jaminan Keamanan. Personil Polsek Kediri rutin melaksanakan pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas diantaranya di depan Masjid Al Hudda oleh Aiptu I Nyoman Suratna dan Aiptu I Ketut Ardana, di Pos Nyanyi oleh Aipda I Ketut Mertayasa dan Aipda I Ketut Ardana, di Depan Pos Untab Kediri oleh Aiptu I Gede Made Putra, di depan SD 1 Kediri oleh Aiptu I Ketut Suwetra dan Brigadir I Wayan Priyana, serta di beberapa wilayah lain di kawasan Polsek Kediri.

Polsek Kediri yang merupakan bagian dari jajaran Polres Tabanan, melibatkan personil pengamanan pada hari Jumat dalam antisipasi peningkatan arus di jalur utama sehingga berpeluang terjadi kemacetan. Kapolsek Kediri Kompol Marzel Doni, SIK, MH mengatakan kegiatan penggelaran personil pada jam-jam rawan baik kriminalitas, laka lantas dan macet ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan oleh jajaran Polsek Kediri setiap hari.

“Tugas kami sebagai Pelindung, Pengayom dan Pelayan masyarakat, dengan harapan arus lalu lintas tetap lancar terutama didepan Masjid Al Hudda Kediri sehingga masyarakat dapat beraktifitas dengan aman dan nyaman serta arus lalu lintas tetap lancar”, ungkap Kapolsek Kompol Marzel Doni, SIK, MH. “Kehadiran unit Sabhara untuk melaksanakan pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas sehingga arus lalu lintas tetap lancer”, ujar I Ketut Ardana.

Meningkatkan Keamanan di Kawasan Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot

Apel Konsulidasi dalam menghadapi Nataru.

Jelang libur bersama pada Hari Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2020, estimasi kunjungan wisatawan ke DTW Tanah Lot diprediksi meningkat. Untuk menjaga agar situasi tetap berjalan kondusif, khususnya terhadap wisatawan yang mengisi liburan ke Tanah Lot, pihak kepolisian pun telah melakukan antisipasi. Polsubsektor Tanah lot tampak melakukan Apel Konsolidasi sesuai dengan dengan Arahan Kapolsek Kediri, Kompol Marzel Doni, untuk meningkatkan pengamanan di Kawasan Wisata Tanah Lot. Apel Konsolidasi tampak melibatkan Satuan Polisi Air Polres Tabanan, Satuan Sabhara Pam Obsus Kawasan Wisata Tanah Lot, Dinas Perhubungan Kabupaten Tabanan, Security Internal, Pecalang, dan Lifeguards DTW Tanah Lot.

Seijin Kapolsek Kediri Kompol Marzel Doni, Kapolsubsektor Tanah Lot Iptu I Nyoman Subagia dalam arahannya menyampaikan agar semua komponen petugas pengaman yang ada di kawasan DTW Tanah Lot untuk meningkatkan kewaspadaan menjelang liburan tutup tahun 2019 dan menyambut Tahun Baru 2020. “Tingkatkan pengamanan dan pengawasan mengingat kunjungan wisatawan terutama domestik sudah mengalami peningkatan yang signifikan,” jelasnya. Sehubungan dengan penyambutan tahun baru, kata dia, juga mohon disebarluaskan kepada penduduk maupun wisatawan untuk wilayah kawasan DTW Tanah Lot dilarang minum – minuman keras, seperti arak, tuak dan sejenisnya. “Dilarang juga menyalakan petasan, bunga api mengingat kawasan wisata Tanah Lot banyak terdapat pura dan pertokoan,” pungkasnya.

Mengungkap Kasus Kebakaran


Petugas Damkar sedang berusaha memadamkan api pada palinggih yang terbakar di Banjar Sengguan, Desa Nyitdah, Kecamatan Kediri, Tabanan. Merajan milik Gede Putu Sudarma Yasa, 50, terbakar di Banjar Sengguan, Desa Nyitdah, Kecamatan Kediri, Tabanan. Akibatnya dua palinggih terbakar di bagian atap yang terbuat dari ijuk. Informasi yang dihimpun kebakaran terjadi, Sabtu pagi sekitar pukul 10.00 Wita. Saat itu saksi Gede Ketut Astawa membakar sampah di sebelah timur lokasi atau berjarak sekitar 6 meter. Beberapa saat kemudian di lihat ada asap di palinggih Siwa, dan seketika api membesar. Kemudian saksi Gede Ketut Astawa minta pertolongan kepada warga sekitar dan menghubungi Pemadam Kebakaran (Damkar). Berselang beberapa menit datang tiga unit mobil pemadam kebakaran untuk membantu warga memadamkan api yang sudah melalap dua palinggih, yakni palinggih siwa dan kemulan.

Kapolsek Kediri, Kompol Marzel Doni Siahaya, mengatakan kebakaran terjadi, Sabtu pagi. Kebakaran terjadi diduga abu dari bakaran sampah hinggap ke atap dua palinggih siwa dan pelinggih kemulan. "Bagian atap terbakar tak sampai seluruhnya," jelasnya. Dikatakan sebelum datang mobil pemadam kebakaran warga sudah membantu memadamkan api dengan cara manual. Namun setelah itu dibantu oleh pemadam. "Kerugian ditaksir sekitar Rp 100 juta," tandasnya.

Kasus kebakaran selanjutnya terjadi karena lupa mematikan kompor gas, dapur terbakar di Banjar Koripan Kaja, Desa Abiantuwung, Kecamatan Kediri, Tabanan. Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran ini, namun pemilik rumah, I Ketut Kandi (55), mengalami kerugian sekitar Rp 20 juta.

Polisi mendatangi warga yang dapurnya kebakaran di wilayah Kecamatan Kediri

Kapolsek Kediri Kompol Marzel Doni ketika dimintai konfirmasinya menjelaskan, kebakaran terjadi sekitar pukul 12.00 Wita. Sebelum kejadian, istri pemilik rumah bernama Ni Wayan Sarmi (55) sekitar pukul 10.00 memasak di dapur. Selesai memasak, ia lupa mematikan kompor gas dan pergi ke beji untuk nunas tirta. Beberapa saat kemudian tetangga korban yakni I Ketut Kanda melihat ada kepulan asap dari dapur rumah milik korban. Ia penasaran dan mencoba mendekat, ternyata dapur sudah terbakar. Saksi langsung berteriak minta tolong kepada warga sekitar dan menghubungi petugas pemadam kebakaran.

Dapur milik Ketut Sandi di Banjar Koripan Kaja, Desa Abiantuwung, Kecamatan Kediri, Tabanan, terbakar ( NusaBali.com)

Sejumlah warga mencoba melakukan pemadaman secara manual, namun api kian membesar. Akhirnya tiga unit damkar tiba di lokasi dan langsung melakukan pemadaman. “Jadi, kebakaran ini terjadi akibat kelalaian mematikan kompor gas. Api lalu melalap kayu yang ada di sekitar kompor,” ujarnya. Kompol Marzel Doni mengimbau masyarakat lebih waspada dan berhati-hati. Sebelum pergi harus mengecek kembali kondisi rumah. Hal ini untuk mencegah kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan seperti kebakaran.

Selanjutnya, kasus kebakaran terjadi pada sebuah sepeda motor yang hangus terbakar akibat kecelakaan di Jalan By Pass Nyanyi Jurusan Canggu-Tanah Lot, Banjar Mertasari, Desa Buwit, Kecamatan Kediri, Tabanan, Bali. Kronologi Kecelakaan di By Pass Nyanyi, Pekak Mayun Terseret, Bensin yang Dibawa Percikkan Api.


Pihak keluarga pengemudi mobil yang mengalami peristiwa kecelakaan lalulintas yang mengakibatkan seorang warga, Nyoman Mayun (65) mengalami luka bakar sekujur tubuhnya berjanji akan bertanggung jawab atas kejadian tersebut. Pihak keluarga, berencana akan mengganti seluruh kerugian yang diakibatkan seperti membiayai perawatan korban luka bakar dan mengganti sepeda motor yang hangus terbakar. "Orangtua pengemudi mobil yang menabrak korban berjanji akan mengganti sepeda motor Scoopy yang terbakar dan sudah bertemu dengan korban di wilayah Desa Cepaka, Kediri," kata Kasatlantas Polres Tabanan, Iptu Ni Luh Putu Wila Indrayani.

Kapolsek Kediri, Kompol Marzel Doni menambahkan, pihak keluarga berjanji akan bertanggung jawab dengan segala kerugian yang diakibatkan oleh peristiwa kecelakaan lalulintas Jalan Raya Munggu-Tanah Lot Tersebut. Sementara itu, korban yang menderita luka bakar sudah dirujuk ke RSUP Sanglah. "Pengemudi mobilnya akan lakukan itu. Artinya dia akan bertanggung jawab atas kejadian tersebut. Baik itu mengganti sepeda motor yang terbakar dan biaya perawatan korban yang mengalami luka bakar," ucapnya. Sebelumnya, kecelakaan terjadi di wilayah Hukum Polres Tabanan. Kali ini, peristiwa tersebut terjadi di Jalan By Pass Nyanyi Jurusan Canggu-Tanah Lot, Banjar Mertasari, Desa Buwit, Kecamatan Kediri, Tabanan. Peristiwa lakalantas ini melibatkan sebuah mobil dan dua sepeda motor. Bahkan, hingga mengakibatkan salah satu korban mengalami luka bakar 80 persen.

Menurut informasi yang diperoleh, kejadian tersebut melibatkan sebuah mobil Toyota Avanza Nomer Polisi DK 1767 EA dengan sepeda motor Honda Grand nomer polisi DI 5434 GJ serta sepeda motor Honda Scoopy nomor polisi DK 3170. Bermula dari mobil yang dikendarai oleh I Putu Joni Saputra (27) bergerak dari arah barat (jurusan Tanah Lot) menuju arah timur (jurusan Munggu). Saputra tidak stabil saat mengemudikan mobil karena pengaruh alkohol. Setibanya di TKP, pada saat bersamaan datang pengendara sepeda motor yang dikendarai oleh I Nyoman Mayun (65) dari arah timur (jurusan Munggu) berencana menyeberang ke arah utara menuju areal persawahan. Saat itu, Pekak Mayun ini membawa bensin sebanyak 30 liter.

Seketika Pekak Mayun ditabrak oleh mobil Avanza tersebut hingga terseret beberapa meter. Selain terseret, minyak bensin yang dibawa oleh Pekak Mayun pun tumpah hingga menimbulkan percikan api. Api pun membakar Pekak Mayun berserta kendaraannya dan mengenai sepeda motor yang dikendarai I Ketut Supirman yang berada di depannya. Akibatnya, Pekak Mayun mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya (80 persen). Sedangkan Ketut Supirman menderita luka bakar di bagian tangan dan kaki kanan. Kemudian sepeda motor scoopy seluruh bodinya hangus terbakar. Sementara, sepeda motor grand dan mobil mengalami kerusakan pada bagian depan.

Menangkap Pelaku Pengoplosan Gas LPG

Kapolsek Kediri Kompol Marzel Doni didampingi Kasubag Humas Polres Tabanan Iptu I Made Budiartha, beber dua pelaku pengoplos gas LPG.

Meski sudah sering ditindak, ternyata masih ada yang nekat melakukan pengoplosan gas LPG ukuran 3 Kilogranm ke tabung ukuran 12 Kilogram untuk mendapat untung besar. Seperti di lakukan Moh Isrokim Alias Rois (23) dan Deni Bagas Pramono (24). Keduanya berhasil ditangkap polisi saat melakukan kegiatan pengoplosan gas di Perumahan Senapahan Permai Puskopad Nomor 88 C, Banjar Senapahan Kaja, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Tabanan.

Kapolsek Kediri Kompol Marzel Doni menjelaskan, penangkapan kedua tersangka setelah pihaknya mendpat laporan dari masyarakat, kalau di banjar Senepahan ada kegiatan pengoplosan gas LPG. Berdasarkan laporna tersebut , pihaknya melakukan penyelidikan dan mengamankan kedua tersangka. ”Info awal berasal dari masyarakat di wilayah Senapahan yang sering mendengar ada suara bising. Ternyata itu kegiatan pengoplosan gas,” kata Kapolsek Kompol Marzel Doni didampingi Kasubag Humas Polres Tabanan Iptu I Made Budiartha. Dikatakan, tim opsnal langsung melakukan penyelidikan di sekitar TKP. Dan ternyata memang terbukti, di tempat itu, kedua pelaku mengontrak rumah tersebut (TKP), telah berlangsung kegiatan pemindahan gas dari tabung 3 kilogram ke tabung 12 kilogram. “Setelah terbukti, tersangka langsung kami amankan beserta barang bukti,” katanya.

Kompol Marzel mengatakan, kedua tersangka melakukan kegiatan pengoplosan gas sejak empat bulan yang lalu. Setelah berhasil mengoplos gas tersebut dijual di seputaran Tabanan saja, dengan harga gas 12 Kilogram sesuai di pasaran namun dengan isi yang jauh berkurang dibandingkan yang asli. “Mereka ini membeli gas secara eceran kemudian dipindahkan dan dijual. Penjualannya baru di seputar Tabanan saja,” ungkapnya.

Polsek Kediri saat menggelar perkara kasus pengpoplosan gas dan menunjukkan dua tersangka serta barang bukti di Mapolsek Kediri (Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan)

Pasca diamankan, kata dia, ada puluhan buah tabung LPG dan beberapa barang bukti lainnya yang berhasil diamankan. Diantaranya satu buah tabung gas LPG ukuran 12 kilogram yang yang masih kosong, dua buah tabung gas LPG ukuran 12 kilogram yang sudah terisi, 22 buah tabung Gas LPG ukuran 3 Kilogram dengan kondisi masih penuh. Termasuk empat buah tabung Gas LPG ukuran 3 Kilogram kosong, dua buah pipa besi dengan ukuran panjang 13 cm yang digunakan untuk mengoplos atau memindahkan gas LPG, satu buah pisau, hingga tiga buah tutup tabung gas 3 kilogram. “Total ada 29 tabung gas yang kami amankan,” sebutnya. Kedua tersangka dijerat dengan pasal 62 ayat 1 UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan pasal 53 huruf C dan/atau huruf D UU Nomor 22 tahun 2001 tentang Minyak Dan Gas Bumi. “Mereka terancam penjara minimal lima tahun dan denda Rp 3-5 Milyar,” pungkasnya.

Meringkus Pengedar Pil Koplo

Polisi beberkan barang bukti ribuan Pil Koplo Golongan daftar G di Polsek Kediri.

Seorang buruh bangunan bernama, Agus Saputra, 26, ditangkap petugas Sat Res Narkoba Polsek Kediri, Tabanan di kos-kosannya Banjar Kelakahan Kaja, Desa Buit, Kecamatan Kediri, Tabanan. Ditangkapnya pria tersebut lantaran mengedarkan pil koplo ke rekannya. Dari tangan pelaku polisi mengamankan 6.971 butir pil koplo golongan G.

Kapolsek Kediri, Kompol Marzel Doni, menerangkan penangkapan pelaku berawal dari informasi masyarakat yang diteruskan ke Bhabinkamtibmas Desa Buit bahwa pelaku Agus Saputra, warga asal Dusun Krajan, Desa Kesiyan Timur, Kecamatan Puger, Jember, Jawa Timur dicurigai edarkan pil koplo. Dengan adanya info tersebut anggota Polsek Kediri, Senin pagi sekitar pukul 10.00 Wita bersama dengan aparat desa lakukan pemeriksaan terhadap kamar kos pelaku.

Setelah digledah ditemukan ribuan pil koplo di bungkusan popok bayi di di dalam kolong meja TV pelaku. Setelah dilakukan pemeriksaan ada dua jenis warna pil koplo yakni warna kuning dan warna putih yang diduga pil golongan daftar G. “Tersangka langsung kami bawa ke Polsek Kediri untuk dimintai keterangan lebih lanjut,” ungkap Kompol Marzel saat gelar Konferensi Pers di Polsek Kediri. Diterangkan pil koplo yang dibawa pelaku didapat dari Jember. Hingga sampai ke Bali diselundupkan dari darat lewat Jembrana. Pelaku menjual pil koplo di kalangan rekan pelaku dengan harga satu paket yang berisi 10 butir pil dijual Rp 20-25 ribu. “Pil koplo yang dibawa korban golongan daftar G, bisa digunakan tetapi harus menggunakan resep dokter,” tegasnya.

Menurut Kompol Marzel, efek dari pil koplo ini bisa menenangkan bagi yang meminum. Pelaku mengakui sudah mengedarkan pil koplo ini selama empat bulan. Hanya saja untuk mengetahui lebih detail ada pabriknya masih dilakukan penyidikan. “Untuk saat ini pelaku masih terus dimintai keterangan mengetahui sumber asal pil koplo ini,” bebernya. Akibat dari perbuatannya, pelaku dikenakan pasal 197 dan 198 UU Kesehatan Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 dengan ancaman 15 tahun penjara dan denda Rp 1.500.000.000. “Pelaku tinggal sendiri di Tabanan,” imbuh Kompol Marzel. Sementara itu pelaku Agus Saputra mengaku mengedarkan pil koplo sejak empat bulan lalu dan mengetahui bahwa obat yang diedarkan terlarang. “Keuntungan saya hanya Rp 400 ribu per paket dengan jumlah ribuan. Saya hanya jual ke rekan kerja,” katanya. Selain mengedarkan juga ikut meminum seminggu dua butir. “Hanya dua butir saja seminggu biar tenang aja,” imbuhnya.

Meringkus Tersangka Penggelapan Mobil Rental

Tersangka Penggelapan Mobil Rental I Gede Wahyu Darma (31), beralamat di Banjar Galiukir Kaja, Desa Kebon Padangan, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan.

I Gede Wahyu Darma (31), beralamat di Banjar Galiukir Kaja, Desa Kebon Padangan, Kecamatan Pupuan,Kabupaten Tabanan Bali, terpaksa harus mendekam di sel tahanan Mapolsek Kediri, karena mengelapkan sebuah mobil rental yang disewanya. Tersangka diamankan setelah polisi mendapatkan laporan dari korban, juga pemilik rental mobil HM Iman Syafii (57) beralamat Banjar Sanggulan, Desa Banjar Anyar, Kediri.”Tersangka ini diamankan setelah ada korbannya melaporkan peristiwa tersebut,” terang Kompol Marzel Doni. Kompol Marzel mengungkapkan, kasus ini berawal dari tersangka Wahyu Darma yang menyewa 1 unit mobil Toyota Avanza Nopol DK 1182 GI kepada korban dalam jangka waktu empat hari.

Dari kesepakatan, uang sewa sebesar Rp 200 ribu perhari. Setelah empat hari, tersangka perpanjang empat hari lagi masa sewa mobil. Namun setelah jatuh tempo, Wahyu tidak membayar sewa perpanjangnya dan justru mengadaikan kendaraan tersebut. Korban meminta tersangka untuk mengembalikan mobil miliknya karena waktu sewa mobil sudah berjalan. Akibat perbuatannya, korban mengalami kerugian sekitar Rp 90 juta,” ujar Kompol Marzel. Polisi juga mengamankan barang bukti berupa sebuah mobil Toyota Avansa nopol DK 1182 GI, untuk diproses lebih lanjut.

Mengevakuasi Korban Kecelakaan dan Penemuan Warga Tewas


Seorang pria nekat mengakhiri hidupnya dengan melompat dari jembatan kembar Tukad Yeh Panahan di Jalan Bypass Ir. Soekarno, memasuki Banjar Sanggulan, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Tabanan. Tak pelak peristiwa tersebut mengundang perhatian para pengguna jalan hingga menyebabkan kemacetan di jalur tersebut. Belakangan diketahui jika pria tersebut merupakan I Putu Astawa, 47, warga Banjar Riang Delod Sema, Desa Riang Gede, Kecamatan Penebel, Tabanan. Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh seorang buruh bangunan di dekat TKP, Suryawanto, 27, alamat Banjar Jambe Baleran, Tabanan. Saat itu dari arah timur menurut keterangan saksi melihat korban tidur di as jalan tepatnya depan Toko Gunawan Motor. Lalu tiba tiba datang mobil truk dari arah timur, karena melihat korban tidur dijalan sopir truk mengerem mendadak dan sempat membunyikan klakson.

Kemudian saksi melihat korban bangun dan berlari menuju arah barat sampai di jembatan Tukad Yeh Panahan korban langsung melompat di sebelah selatan. Korban yang mendarat dipinggir sungai diduga mengalami luka berat yang menyebabkan korban meninggal dunia. Atas peristiwa tersebut BPBD Tabanan bersama pihak kepolisian kemudian melakukan evakuasi terhadap korban. Saat ditemukan korban menggunakan baju kaos warna merah dan celana traning warna merah dan sudah dalam keadaan meninggal. Jenazah korban kemudian dibawa ke ruang jenazah BRSU Tabanan. Kapolsek Kediri, Kompol Marzel Doni membenarkan perihal peristiwa tersebut. Ia mengatakan jika saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait motif korban nekat bunuh diri dengan melompat dari jembatan dengan ketinggian mencapai 30 meter tersebut. "Jenazah korban dievakuasi ke ruang jenazah BRSU Tabanan dan kasus ini masih dalam penyelidikan," tegasnya.

Kasus selanjutnya merupakan kasus dari seorang warga asal Banjar Delod Sema, Desa Buwit, Kecamatan Kediri, Tabanan, Bali, I Wayan Agus Darmawan tersambar petir saat mencari rumput untuk pakan ternaknya di Subak Mela, Desa Setempat. Beruntungnya, ia selamat namun harus mendapatkan perawatan intensif di BRSU Tabanan, Bali. Dan kondisinya tampak masih lemas dan merasa tersetrum di bagian perut saat kejadian. Menurut informasi yang diperoleh, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 Wita. Di mana korban bersama ibunya, Ni Nengah Geru (60) sedang berada di Subak Mela, untuk mencari rumput pakan ternak. Saat asyik mencari rumput cuaca memang sedang tidak mendukung dan tak setelah mendapatkan satu karung rumput ia berniat pulang dan berjalan beriringan dengan ibunya. Nahas, tiba-tiba korban justru tersambar petir. Hal itu membuat korban Agus Darmawan terjatuh ke sawah yang berisi air.

Di sisi lain, sang Ibu pun panik karena melihat anaknya tersebut jatuh tak sadarkan diri dan ditambah dengan tak ada yang melintas di kawasan tersebut. Hingga akhirnya beberapa waktu kemudian ada seorang warga yang melintas membantu memberitahu keluarga korban ke rumahnya. Dan selanjutnya sejumlah warga dan keluarganya membantu untuk evakuasi korban menuju rumah sakit. "Korban tersambar petir saat pulang dari mencari rumput bersama ibunya di sawah," kata Kapolsek Kediri, Kompol Marzel Doni. Dia melanjutkan, beruntungnya pasca peristiwa tersebut korban selamat dan berhasil dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Setelah pemeriksaan ia mengalami luka bakar di bagian perut dan sekitarnya termasuk di bagian dada. "Sekarang sedang mendapat perawatan di BRSUD Tabanan," tandasnya.

Kasus berikutnya merupakan kasus dimana seorang buruh harian lepas tersengat listrik saat sedang mengecat di SMK Gandhi Usada di Banjar Senapahan, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Tabanan. Akibatnya, korban mengalami luka bakar mencapai 26 persen.

Korban dievakuasi ke BRSU Tabanan

Berdasarkan pantauan di lapangan, peristiwa itu bermula ketika korban Hadi Sudarta, 58, alamat Perum Griya Multi Jadi, Banjar Jadi, Desa Banjar Anyar, Kediri Tabanan, bersama rekannya mengecat di lantai 3 SMK Gandhi Usadha. Tanpa sengaja, rambut korban menyentuh kabel bertegangan tinggi sehingga korban terpental. Korban yang masih sadar kemudian ditolong oleh rekannya. Sampai akhirnya TRC BPBD Tabanan sebanyak 4 orang, dan personel Polsek Kediri beserta PLN tiba di lokasi dan mengevakuasi korban ke BRSU Tabanan.

Menurut dokter Jaga BRSU Tabanan, dr. Dendra, pasien tiba dalam keadaan sadar dan langsung ditangani. Namun dokter bedah yang menangani pasien menyarankan agar pasien segera dirujuk ke RSUP Sanglah lantaran jika tidak mendapatkan penanganan lebih lanjut, dapat menimbulkan infeksi di luka pasien. "Terlebih luka bakar yang dialami pasien mencapai grade III dengan luas luka bakar 26 persen," ujarnya. Luka bakar paling parah adalah di bagian paha kiri, namun pasien dalam kondisi sadar dan bisa diajak berkomunikasi. "Jadi akan dirujuk ke RSUP Sanglah oleh dokter bedah," pungkasnya. Sementara itu, Kapolsek Kediri Kompol Marzel Doni membenarkan peristiwa tersebut. Dia mengatakan bahwa Bhabinkamtibmas Desa Banjar Anyar langsung meluncur ke TKP serta turut mengevakuasi korban ke BRSU Tabanan. Korban tersengat listrik saat sedang mengecat. "Korban dalam kondisi sadar, tetapi mengalami luka bakar yang cukup parah," tegasnya.

Meringkus Pelaku Penjambretan

Pelaku penjambretan dan barang bukti diamankab jajaran Polsek Kediri

Jajaran Polsek Kediri berhasil mengungkap kasus penjambretan yang terjadi di Jalur Denpasar-Gilimanuk memasuki Banjar Abiantuwung Kelod, Desa Abiantuwung, Kecamatan Kediri, Tabanan. Pengungkapan dilakukan oleh tim Opsnal Polsek Kediri dibawah pimpinan Panit Reskrim Polsek Kediri Ipda Putu Sartika bermula ketika pada korban Ni Putu Eka Purnama Dewi, 25, asal Banjar Batu Kapal, Desa Ungahan, Kecamatan Seririt, Singaraja melajh dari arah Denpasar menggunakan sepeda motor Honda Vario bernomor polisi DK 5834 UC.

Setibanya di TKP, tiba-tiba datang pelaku yang berjumlah dua orang mengendarai sepeda motor Yamaha Yupiter MX berwarna hitam memepet korban kemudian merampas tas kecil warna pink yang di gendong oleh korban sehingga korban terjatuh di aspal. Akibatnya korban mengalami luka lecet pada bagian wajah dan kelingking tangan kiri patah, lecet pada lutut kiri, dan membawa kabur tas yang berisi satu buah HP merk Oppo A37 dengan kerugian yang dialami mencapai Rp 5 juta. Selanjutnya korban pun melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kediri.

Atas laporan tersebut, tim Opsnal Polsek Kediri kemudian melakukan penyelidikan hingga ke daerah Pererenan, Kuta Utara. Dan setelah mengantongi identitas pelaku, petugas langsung mengamankan pelaku di daerah Pererenan. Saat diinterogasi akhirnya pelaku mengakui perbuatannya. Kemudian tim kembali melakukan pencarian barang bukti yang juga ditemukan di daerah Pererenan, Kita Utara, Badung. Selanjutnya kedua pelaku dan barang bukti pun diamankan ke Polsek Kediri.

Polsek Kediri Ringkus Dua Pelaku Jambret dan Penadah (Foto- Istimewa)

“Korban pada saat itu sedang mengendarai sepeda motor di Jalan raya Denpasar – Gilimanuk. Dan pelaku langsung merampas tas yang dibawa oleh korban,” kata Kapolsek Kediri Kompol Marzel Doni didampingi Kanit Reskrim Kompol I Gusti Nyoman Sudarsana. Setelah mendapatkan laporan dari korban petugas melakukan penyelidikan dan langsung memburu pelaku .Akhirnya pelaku berhasil di amankan di wilayah Pereranan, Kuta Utara, setelah di lakukan introgasi terhadap pelaku mengakui perbuatannya dan petugas melakukan pencarian barang bukti . Selain mengamankan pelaku petugas juga mengamankan dua penadah barang curian. Untuk mempertanggung Jawabkan perbuatanya dikenakan pasal 365 KUHP dengan ancaman 9 tahun penjara.

Mengamankan Penemuan Anak Terlantar

Kondisi seorang anak perempuan ketika berada Dinas Sosial Tabanan

Seorang anak perempuan berusia 12 tahun dilaporkan terlantar ke Polsek Kediri, Tabanan oleh warga Desa Kaba-Kaba. Hal itu langsung ditindaklanjuti oleh Polsek Kediri dengan dan membawa BRSUD Tabanan, karena saat ditemukan anak tersebut dalam kondisi lemah. Setelah ditemukan, anak itu langsung dilimpahkan pihak kepolisian ke Dinas Sosial Tabanan agar mendapat mencari keberadaan orang tua anak atau keluarganya.

Kapolsek Kediri Kompol Marzel Doni mengakui pihaknya mendapat laporan terlantar seorang anak perempuan yang ditemukan di Desa Kaba-Kaba. Namun, anak tersebut dalam kondisi linglung dan lemah. Anggota yang mengamankan sempat menanyakan alamat asal, keluarga dan nama anak tersebut. Namun anak tersebut tidak mau bicara. “Karena melihat kondisi anak yang sedang sakit, maka anggota mengantarkan ke rumah sakit dan melaporkan ke Dinas Sosial Tabanan agar dapat ditindaklunjuti,” kata Kompol Doni.

Sementara itu, Kabid Perlindungan Anak dan Kesejahteraan Sosial Dinas Sosial Tabanan Ni Nyoman Ayu Ratningsih mengatakan, sebelum dibawa ke Dinas Sosial Tabanan, pihaknya di telpon oleh BRSUD Tabanan bahwa ada anak yang tanpa identitas dibawa polisi ke rumah sakit Tabanan untuk dicek kesehatan. Kata BRSUD Tabanan, anak tersebut dibawa oleh polisi ditemukan di daerah Desa Kaba-Kaba, Kediri, Tabanan. Sehingga dengan informasi itu Dinas Sosial menjemput ke BRSUD Tabanan. “Kami jemput dan sesuai pemeriksaan dokter kondisi anak ini sehat,” ungkap Ratningsih. Hanya saja, menurut Ratningsih, komunikasi anak tersebut yang mengaku bernama Ria ini tidak jelas. Pasalnya saat ditanya lebih banyak diam dan bersuara kecil.

“Dari gerak gerik dan logat suara anak tersebut seperti berasal dari Jawa, tetapi ketika kami tanya dengan bahasa Jawa jawabnya tidak jelas hanya menunjuk-nunjuk saja,” tuturnya. Setiap kali petugas dinas sosial mendekati anak seperti trauma dan berwajah galak. Disamping itu banyak bekas luka di tangan yang penyebabnya belum diketahui. “Bekas luka seperti jatuh, ini belum kami tahu apakah dia karena nakal,” terangnya. Karena belum ada yang mengetahui jelas identitas anak tersebut, kini masih berada di Dinas Sosial Tabanan. “Kami ajak dulu disini sambil cari tau tempat tinggalnya jika sudah jelas akan kami antar kerumahnya,” pungkasnya.




Source :
Name

38 Setia,148,Berita Pilihan,4,figur bicara,37,LUAR NEGERI,19,Nasional,415,Sejarah,9,Tips,17,Umum,46,
ltr
item
38 Setia: Kapolsek Kediri Kompol Marzel Doni, S.I.K., Dalam Meningkatkan Keamanan dan Ketertiban di Kawasan Daya Tarik Wisata
Kapolsek Kediri Kompol Marzel Doni, S.I.K., Dalam Meningkatkan Keamanan dan Ketertiban di Kawasan Daya Tarik Wisata
https://1.bp.blogspot.com/-UC1hpF1G4SU/Xi1QKvAfjiI/AAAAAAAAMpA/0LsUEQONXY8SHJTY9EA0HP7VxRui8udQgCLcBGAsYHQ/s320/cover.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-UC1hpF1G4SU/Xi1QKvAfjiI/AAAAAAAAMpA/0LsUEQONXY8SHJTY9EA0HP7VxRui8udQgCLcBGAsYHQ/s72-c/cover.jpg
38 Setia
http://www.38setia.com/2020/01/kompol-marzel-doni-sik.html
http://www.38setia.com/
http://www.38setia.com/
http://www.38setia.com/2020/01/kompol-marzel-doni-sik.html
true
1959138953113151983
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content