$type=ticker$count=12$cols=4$cate=0$sn=0

$type=grid$count=4$ico=1$cate=0$rm=0$sn=0$cm=0

Kompol Akhmad Alexander Yurikho Hadi, S.I.K., M.Si Kepala Sat Reskrim Dalam Mengatasi Kriminalisme di Wilayah Bandara Soekarno Hatta


Bandar Udara Internasional Soekarno–Hatta atau Bandara Soetta merupakan sebuah bandar udara utama yang melayani penerbangan untuk Jakarta, Indonesia. Bandara ini menyediakan pelayanan penerbangan dengan berbagai maskapai baik domestik maupun internasional. Menurut data Airports Council International, Bandara Soetta menduduki peringkat ke-18 sebagai bandara tersibuk di dunia. Sebagai salah satu bandara tersibuk, tingkat kriminalitas seperti pencopetan, perampokan, pencurian, penukaran tas, pencongkelan bagasi dan lain-lain di Bandara Soekarno-Hatta cukup tinggi. Sebagai penjaga keamanan dan ketertiban di kawasan Bandara Soekarno Hatta, Kepolisian menugaskan Sat Reskrim Polres Bandara Soekarno Hatta. 

Satuan Reserse Kriminal adalah unsur pembantu pimpinan dan pelaksana staf polres yang berada dibawah Kapolres. Sat Reskrim dipimpin oleh Kepala Satuan Reserse Kriminal disingkat Kasat Reskrim yang bertanggungjawab kepada Kapolres dan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari dibawah kendali Waka Polres. Kasat Reskrim Polres Bandara Soekarno Hatta saat ini dijabat oleh Kompol Akhmad Alexander Yurikho Hadi, S.I.K, M.Si, perwira lulusan Akademi Kepolisian tahun 2006 ini telah melakukan berbagai upaya dalam melaksanakan upaya represif segala bentuk tindak pidana/kejahatan, berdasarkan ketentuan perundang–undangan yang berlaku.

Penangkapan Sindikat Pemalsuan Dokumen

Team Garuda Polresta Bandara Soekarno Hatta, berhasil membongkar sindikat pembuat dokumen kependudukan palsu. Mereka membuat Kartu Tanda Penduduk (KTP), Surat Izin Mengemudi (SIM), NPWP, Ijazah dan Surat Nikah. Menurut keterangan Kapolres Kota Bandara Soetta AKBP Adi Ferdian Saputra, dihadapan puluhan awak media pada saat press release di Lobby Mapolres, Tiga pelaku dengan inisial FRN, AW dan DS diamankan di daerah Tangerang berdasarkan informasi adanya orang yang bisa membantu mengurus Dokumen apapun kepada pekerja dibandara Soetta.

Kapolres Bandara Soekarno-Hatta Kombes Adi Ferdian Saputra dan Kasat Reskrim Kompol Alexander Yuriko saat pengungkapan sindikat pemalsu dokumen di Bandara Soekarno-Hatta.

Sindikat pembuatan berbagai surat dan dokumen palsu di Bandara Soekarno-Hatta mematok harga bervariasi tergantung dokumen yang dibuat dari Rp 100 ribu hingga Rp 1 juta untuk setiap pembuatan dokumen dan layanan kilat. "One Day Service" kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Bandara Soekarno-Hatta Komisaris Polisi Alexander Yuriko. "Rp 100 ribu untuk pembuatan Ijasah, Rp 1 juta untuk pembuatan NPWP, KTP atau SIM," kata Alexander. Alexander memastikan dokumen kependudukan dan surat yang dibuat komplotan ini palsu karena dibuat bukan instansi dan lembaga yang berwenang. Tapi dibuat sendiri oleh para tersangka hanya menggunakan laptop dan mesin printer serta mereka melengkapi diri dengan bahan baku. "Contoh kertas bahan Ijazah dan sebagainya." 

"Modus sindikat ini dengan menawarkan bantuan pembuatan berbagai dokumen melalui media sosial," ujar Kapolres Bandara Soekarno-Hatta Komisaris Besar Adi Ferdian Saputra. Menurut Adi Ferdian, tiga tersangka yaitu FRN, AW dan DS telah menjalankan bisnis pemalsu dokumen ini sejak satu tahun terakhir ini. Mereka menawarkan diri melalui media sosial untuk membuat berbagai surat dan dokumen seperti, Surat Ijin Mengemudi (SIM), dokumen kependudukan (KTP, KK), ijazah sekolah hingga layanan kesehatan seperti kartu BPJS. "Mereka menawarkan layanan yang cepat, syarat gak ribet," kata Adi Ferdian.

Barang bukti berupa ijazah sekolah yang berhasil diamankan.

Menurut Alex besaran harga itu ditawarkan karena langsung cepat jadi dalam sehari. Dan tak harus menunggu berlama - lama tanpa melalui prosedur yang berlaku. "Omsetnya bisa sampai puluhan juta rupiah, ini masih kami dalami," ucapnya. Alex pun masih merinci berapa banyak jumlah dokumen palsu ini yang telah dibikin oleh sindikat tersebut. Bahkan para pelanggannya berasal dari sejumlah daerah seperti Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan lainnya.


Barang bukti dokumen palsu yang disita Polres Bandara Soetta.

Menurut Alexander, para pelaku yang telah menjalankan bisnis ini selama satu tahun terakhir ini menggunakan media sosial untuk menggaet konsumen dalam pelayanan dokumen dan surat palsu ini. Sasarannya rata-rata para calon pelamar kerja yang kesulitan dalam mengurus identitas kependudukan. "Kecurigaan kami adalah waktu dan cepatnya dalam pembuatan dokumen dan identitas yang tidak memerlukan klarifikasi," kata Alexander di kantor Polres Bandara Soekarno-Hatta tersebut. Berbagai barang bukti disita mulai dari Laptop, Printer, Flashdisk, kertas Ivory, blangko palsu hingga beberapa dokumen palsu yang sudah jadi. “Atas perbuatannya, para pelaku dijerat dengan pasal berlapis yakni pasal 263 KUHP subs pasal 264 KUHP dan pasal 266 KUHP dengan ancaman 8 tahun penjara,” pungkas Kapolres Kota Bandara Soetta AKBP Adi Ferdian Saputra.



Meringkus Produsen Miras Oplosan

Barang bukti yang berhasil disita Polres Bandara Soekarno-Hatta

Polres Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) menangkap empat pelaku pengoplos minuman keras (miras). Para pelaku ditangkap dari pengembangan usai polisi menemukan kejanggalan dari minuman yang dikonsumsi sekelompok orang yang sering nongkrong di sekitar bandara. "Ini berawal dari adanya bentuk kegiatan prefentif yang dilakukan teman-teman Polres Bandara melakukan kegiatan patroli sekitar tanggal 19 Januari yang lalu. Menemukan ada sekelompok orang yang duduk-duduk, itu pekerja-pekerja sekitar bandara sini, nongkrong-nongkrong lagi minum miras," Kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, di Taman Integritas, Mako Polresta Bandara Soetta. Polisi mengamankan tiga laki-laki dan seorang perempuan dengan peran berbeda. Mereka adalah AR (27) sebagai pengedar, HS alias PJ (61) pensiunan TNI sebagai pemodal, RA (24) sebagai pencari botol bekas, dan S alias G (34) sebagai peracik.

Botol miras oplosan yang disita Polres Bandara Soetta

Pensiunan TNI dengan inisial HS alias PJ ditangkap setelah diketahui menjadi pemodal dalam kasus pengoplos minuman keras (miras) yang beredar di wilayah Bandara Soekarno-Hatta. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, pensiunan TNI yang berusia 61 tahun ini merupakan dalang dari tiga tersangka lainnya. "Dia pemodal yang memodali semuanya sekaligus menawarkan produk miras pada para pelanggan," kata Yusri saat menggelar konferensi pers di Polres Bandara Soekarno-Hatta. Sedangkan tiga tersangka lainnya memiliki peran yang berbeda-beda. Di antarnya menawarkan produk, mencari botol bekas minuman beralkohol yang masih bagus dan ada yang meracik mirasnya. Yusri menyatakan, oplosan tersebut dicampur dengan bahan dengan kadar alkohol 90 persen dan beberapa bahan lainnya. "Menggunakan campuran Kratingdaeng, campuran lain diaduk di ember dan dituangkan masuk di dalam botol," kata dia.


Miras yang sudah jadi kemudian dikemas di botol yang bagus dan terlihat seperti baru diimpor dari luar negeri. Yusri mengatakan, miras oplosan tersebut kemudian dijual dengan harga Rp. 300.000 dan diedarkan via online melalui sosial media Facebook dan Twitter. Tim Garuda Polres Bandara Soekarno-Hatta berhasil meringkus empat tersangka pengoplos minuman keras (miras) yang minumannya beredar di Bandara Soekarno-Hatta. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, keempat tersangka berhasil ditangkap dari pengembangan temuan miras yang dikonsumsi oleh beberapa pekerja di kargo Bandara Soekarno-Hatta. "Setelah dilakukan pemeriksaan ternyata minuman keras ini dicurigai oplosan atau racikan," ujar dia. Kemudian tim Garuda mengembangkan kasus tersebut dan berhasil menangkap empat tersangka. Keempat tersangka ditangkap di dua tempat, yakni di Taman Sari dan Kembangan Jakarta Barat.

Para tersangka kini sudah ditahan. Keempatnya dijerat Pasal 62 Jo Pasal 9 ayat (1) huruf a, e dan i Undang-Undang Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. "Ini empat tersangka sekarang sudah kita lakukan penahanan. Kita akan coba menggali lagi apakah ada kemungkinan pasal-pasal lain yang bisa kita terapkan kepada mereka semua karena dampaknya yang harus kita perhatikan merusak kesehatan dan kemungkinan membuat orang meninggal," pungkas Yusri.


Mengungkap Kasus Pencurian Bagasi Pesawat di Bandara Soetta


Satuan Reskrim Polres Bandara Soekarno Hatta Mengadakan Konfrensi Press Ungkap Kasus Pencurian Bagasi Pesawat  di pimpin Kapolres AKBP Arie Ardian Rishadi SK di Mako Polres Bandara Soekarno Hatta jalan M 1 Area X Plaza Bali Tangerang. Menurut keterangan Kapolres Kota Bandara Soetta AKBP Arie Ardian Rishadi, dihadapan puluhan awak media menjelaskan pengungkapan pencurian di Bagasi Pesawat (Dodos Tas) oleh Team Garuda Sat Reskrim Polres Kota Bandara Soetta. Tempat Kejadian Perkara (TKP) Dilaporkan Area Terminal Cargo Garuda Bandara Internasional Soekarno Hatta yang berdasarkan Fakta Hukum Area Cargo di Bandara Internasional Kualanamu Medan, Sumatera Utara. Diketahui empat tersangka berinisial DI (30) warga Medan, Berperan mengambil Kargo yang didalamnya terdapat 4 (empat) buah HP dan mengeluarkan dari Area Bandara Kualanamu untuk kemudian dijual. S (32) Warga Medan, berperan Membantu Tersangka 1 untuk mengambil Cargo yang berisikan 4 (empat) buah HP, BA (26), warga Kamp. Jawa Baja Dolok, berperan membeli 1 (satu) buah HP dari Tersangka 1 dengan harga separuh harga wajar dan MR (22) warga Medan, berperan diperintahkan DPO (karena hubungan kekerabatan) untuk menjual HP sejumlah 3 (tiga) buah yang merupakan hasil kejahatan.


Sementara 1 orang Daftar Pencarian Orang (DPO): a/n R (50) warga Medan (Ayah dari Tersangka Muhammad Rinaldi). Kapolres Bandara Soekarno-Hatta mengatakan selain lima tersangka, polisi juga menyita barang bukti 1 lembar surat muatan udara (SMU), 1 lembar surat pemberitahuan tentang isi (PETI), 1 lembar ceklist manual, 1 lembar manifest, rekaman CCTV, 3 buah pas Bandara Kualanamu Medan, 2 helai baju kerja di area Bandara Kualanamu Medan yang dikenakan tersangka pada saat melakukan kejahatan dan 3 untuk HP OPPO beserta aksesoris beserta Kardus. Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Bandara Soekarno-Hatta Kompol Alexander Yurikho SH, S. IK M. SI, M. M, MH, juga menambahkan bahwa adanyna laporan pencurian dibagasi pesawat tujuan Jakarta-Medan di Area Termi8nal Cargo Terminal Cargo Garuda Bandara Internasional Soekarno-Hatta atau di Area Cargo Bandara Internasional Kualanamu Medan Sumut, singkatnya.


Menangkap Pelaku Pencurian Helm di Bandara Soetta

Polisi tangkap pencuri helm di Bandara Soekarno-Hatta (Faisal Javier/detikcom)

Seorang pria berinisial MMA ditangkap polisi karena melakukan pencurian helm di Bandara Soekarno-Hatta. MMA melakukan aksinya dengan cepat, bahkan tak sampai 5 detik. "Tadi kita minta praktikkan, itu tidak sampai 5 detik dia ambil helm. Bahkan tali helm pun tidak dipotong sama dia," kata Kasat Reskrim Polres Bandara Soekarno-Hatta Kompol Alexander Yurihko kepada wartawan di Mapolres Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. Dalam kesempatan itu, tersangka diminta polisi untuk memperagakan cara mencuri helm di motor. Adapun, helm itu dicantolkan di pengait bagasi motor sehingga secara logika akan susah untuk diambil tanpa menggunakan gunting atau pisau. "Nah ini pelaku memarkirkan motornya di samping motor korban, kemudian nanti dia dekati motor korban dan diambil helmnya," kata Alexander.

Pelaku saat memeragakan aksinya di Mapolresta Bandara Soetta

MMA lalu mengangkat jok motor tersebut, sehingga ada celah terbuka. Celah itu digunakan sebagai jalan keluar mengambil helm. Dan aksinya memang sangat cepat. MMA ditangkap setelah ketahuan mencuri helm di parkiran terminal Bandara Soekarno-Hatta. Saat itu, dia mengenakan helm di kepala, sambil membawa dua buah helm di tangan dan di tengah motor. Polisi kemudian menangkap MMA saat hendak keluar dari area parkir. Berdasakan keterangannya, tersangka sudah melakukan aksinya sebanyak 8 kali. Kapolres Bandara Soekarno-Hatta AKBP Adi Saputra mengatakan tersangka mengincar helm bermerk yang punya nilai jual tinggi. Dia menjual kembali ke penadah seharga Rp 300-400 ribu. "(Dijual) di Jatinegara, Jakarta Timur," katanya.

Meringkus Komplotan Sopir Taksi Online Yang Menggunakan KTP Palsu

Polisi menangkap sindikat pemalsuan dokumen. (Jefrie Nandy/detikcom)

Polres Bandara Soekarno-Hatta menangkap 7 pelaku pemalsuan dokumen, seperti KTP, SKCK, dan SIM. Para pelaku menggunakan dokumen tersebut untuk mendaftarkan diri sebagai driver taksi online. "Oleh para pelaku ini, ada dari beberapa pelaku, menggunakan dokumen-dokumen ini untuk mengajukan di aplikasi taksi online untuk menjadi pengemudi taksi online," kata Kapolres Kota Bandara Soekarno-Hatta AKBP Arie Ardian Rishadi di Mapolresta Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. Tujuh tersangka itu adalah NF (32), AA (29), AS (36), IR (33), HA (33), MH (28), dan S. Mereka ditangkap di tempat berbeda. Arie menjelaskan awalnya polisi menangkap NF, yang diduga sebagai pembuat dokumen palsu. Dia diketahui menawarkan jasa pembuatan dokumen palsu via Facebook. "Di mana pembuat ini mengumumkan pemesanannya di Facebook dengan harga Rp 800 ribu satu paket. Jadi paket itu terdiri dari KTP, SKCK, dan SIM," tuturnya.

Setelah menangkap NF, polisi menangkap satu calo yang berperan mencari pelanggan. Sedangkan 5 pelaku lainnya adalah yang menggunakan surat-surat palsu tersebut. "Jadi pengguna ini tadinya sopir taksi online, tetapi sudah di-suspend. Nah jadi mereka ini menggunakan KTP palsu untuk daftar jadi sopir taksi online," kata Kasatreskrim Polres Bandara Soekarno-Hatta Kompol Alexander Yurikho. Alex menambahkan NF sudah melancarkan aksinya sejak 8 bulan lalu. Dia mengaku memalsukan dokumen-dokumen secara otodidak. "Buat koleksi saja, Pak," kata NF.

Menangkap Pelaku Penipuan Travel Umrah


Seorang bos travel umrah, Arbiya alias Yaya ditangkap polisi atas dugaan penipuan puluhan calon jemaah. Polisi menyebut tersangka menjaring para korban dalam kegiatan pengajian. "Tersangka bertindak seolah-olah sebagai PPIU dengan merekrut calon jemaah umrah melalui keikutsertaan pada pengajian dan kemudian menerima uang guna pengurusan keberangkatan umrah, padahal yang bersangkutan tidak memiliki izin serta persyaratan lain untuk memberangkatkan perjalanan umrah," kata Kapolres Bandara Soekarno-Hatta AKBP Arie Ardian dalam keterangan. Hal senada diungkap oleh Kasat Reskrim Polres Bandara Soekarno-Hatta Kompol Alexander Yurikho. Alex mengatakan, pelaku selama ini mengikuti banyak pengajian untuk mencari korban.

"Selama ini yang bersangkutan menjadi perantara jemaah yang mau umrah dengan mengarahkan pada agen perjalanan resmi dengan keinginan mendapat keuntungan lebih, yang bersangkutan tanpa melalui pengurusan izin dan sebagainya, memberanikan diri menerima pendaftaran calon jemaah umrah," jelas Alex. Alex menyebut, tersangka sama sekali tidak memiliki PPIU. Bahkan, perusahaannya PT Duta Adhikarya Bersama tidak terdaftar. "Perusahaan travelnya saja tidak terdaftar di DPMPTSP Kota Bontang," ungkapnya. Sejauh ini total ada 45 orang korban asal Bontang. Total kerugian para korban mencapai Rp 1 miliar. "Korban rata-rata diminta Rp 20-24 juta untuk perjalanan umrah," tuturnya. Kasus ini terungkap setelah sebelumnya 45 calon jemaah terkatung-katung di Bandara Soekarno-Hatta. Para calon jemaah yang dijanjikan berangkat, batal berangkat ke Tanah Suci.

Menangkap Pelaku Penipuan Rekrutmen Pilot

Seorang pria yang mengaku sebagai pilot maskapai Garuda diamankan oleh petugas Bandara Soekarno-Hatta Terminal III, Tangerang, Banten

Petugas keamanan Garuda Indonesia mengamankan seorang penipu yang mengaku sebagai pilot maskapai tersebut. Dalam siaran pers yang diterima kumparan, pilot gadungan ini berinisial AMA (23) dan bertempat tinggal di Bekasi. "Dari laporan tersebut turut diamankan dari pelaku antara lain ID card pilot yang dipalsukan, serta seragam pilot yang dibeli dari pasar bebas," ujar VP Corporate Secretary PT Garuda Indonesia M Ikhsan Rosan. Penangkapan pilot gadungan tersebut dibenarkan Kasat Reskrim Polres Bandara Soetta, Kompol Alexander Yurikho. "Betul, sudah ditahan. Ditangkap beberapa waktu lalu.Dia mengaku baru sekali menipu," ungkap Alex melalui pesan singkat.

Sejumlah barang bukti yang telah diamankan dari tangan pilot gadungan.

Modus penipuan yang dilakukan AMA adalah dengan memalsukan kartu identitas karyawan Garuda Indonesia dan mengaku mengenal pejabat di dalamnya. Pilot gadungan ini juga mengaku dapat membantu para calon pilot untuk dapat bekerja di Garuda Indonesia. Kasat Reskrim Polres Bandara Soekarno-Hatta Kompol Alexander Yurikho mengatakan, kasus penipuan itu bermula ketika korban berkenalan dengan pelaku AMA yang mengaku bekerja di PT Garuda Indonesia. Korban kemudian berkomunikasi dengan tersangka agar dipekerjakan sebagai pilot. Alex menambahkan, korban selanjutnya bertemu dengan pelaku di area perkantoran GSO Bandara Soekarno-Hatta. "Pelapor menyerahkan dokumen untuk melamar pekerjaan dan mentransfer uang melalui ATM BCA ke rekening atas nama AMA sebesar Rp 20 juta," ujar Alexander.

Alexander menuturkan, korban dan pelaku kembali bertemu untuk membuat surat perjanjian. "Selanjutnya, karena ada rasa curiga pelapor menanyakan status kerja terlapor ke PT Garuda Indonesia. Pelapor kemudian mendapatkan informasi dari manajemen PT Garuda Indonesia tidak ada karyawan bernama AMA," katanya. Sejurus kemudian, korban membuat laporan terkait dugaan penipuan ke Polresta Bandara Soekarno-Hatta dengan nomor laporan polisi LP/94/XI/ 2019/Resta BSH, tentang tindak penipuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 378 KUHPidana. "Motifnya terlapor menjanjikan bisa menjadikan pilot. Kami sudah menetapkannya sebagai tersangka dan melakukan penahanan," tandasnya.

Mengevakuasi Penemuan Sopir Meninggal di Bandara Soetta


Yoni Murcahyono ditemukan meninggal di dalam mobil Taksi Tiara Express berpelat nomor B-1199-KUA di Bandara Soekarno-Hatta. Diketahui, identitas korban bernama Yoni Murcahyono ditemukan meninggal di dalam mobil Taksi Tiara Express berpelat nomor B-1199-KUA. Posisi mobil tersebut terparkir di bilangan SPBU Pertamina di Jalan Perimeter Utara Bandara Soekarno-Hatta. "Betul, korban diduga meninggal dunia karena sakit. Diduga karena sakit jantung," kata Kasat Reskrim Polres Bandara Soekarno-Hatta, Kompol Alexander Yurikho saat dihubungi. Alex menerangkan kalau tidak ditemukan tanda-tanda dari kekerasan yang menempel pada pria asal Mauk, Kabupaten Tangerang itu. "Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan," sambung Alex. Jenazah korban yang masih mengenakan seragam dinas saat ditemukan tersebut langsung dilarikan ke Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Bandara Soekarno-Hatta. "Jenazahnya telah dibawa ke KKP Bandara Soekarno-Hatta," tutup Alex.



Source :

Name

38 Setia,148,Berita Pilihan,4,figur bicara,37,LUAR NEGERI,19,Nasional,415,Sejarah,9,Tips,17,Umum,46,
ltr
item
38 Setia: Kompol Akhmad Alexander Yurikho Hadi, S.I.K., M.Si Kepala Sat Reskrim Dalam Mengatasi Kriminalisme di Wilayah Bandara Soekarno Hatta
Kompol Akhmad Alexander Yurikho Hadi, S.I.K., M.Si Kepala Sat Reskrim Dalam Mengatasi Kriminalisme di Wilayah Bandara Soekarno Hatta
https://1.bp.blogspot.com/-Lfhn_xbu8No/XkIeOdyozVI/AAAAAAAANDE/Ie7OXbExemksDRROTiTeMpXHbgpOcC7dQCEwYBhgL/s320/cover.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-Lfhn_xbu8No/XkIeOdyozVI/AAAAAAAANDE/Ie7OXbExemksDRROTiTeMpXHbgpOcC7dQCEwYBhgL/s72-c/cover.jpg
38 Setia
http://www.38setia.com/2020/02/kompol-akhmad-alexander-yurikho-hadi-sik-msi.html
http://www.38setia.com/
http://www.38setia.com/
http://www.38setia.com/2020/02/kompol-akhmad-alexander-yurikho-hadi-sik-msi.html
true
1959138953113151983
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content