$type=ticker$count=12$cols=4$cate=0$sn=0

$type=grid$count=4$ico=1$cate=0$rm=0$sn=0$cm=0

Kompol Andi Purwanto, S.I.K. Kepala Bagian Operasi Dalam Upaya Pengamanan Kegiatan Kepolisian Kawasan Polres Bangka Tengah

 
Kompol Andi Purwanto, S.I.K. Kabag Ops Polres Bangka Tengah Polda Bangka Belitung
 
Bagian Operasi (Bag Ops) merupakan unsur pengawas dan pembantu pimpinan yang bertugas merencanakan dan mengendalikan administrasi operasi kepolisian, pengamanan kegiatan masyarakat dan atau instansi pemerintah, menyajikan informasi dan dokumentasi kegiatan Polres serta mengendalikan pengamanan markas. Dalam pelaksanaan tugasnya Bag Ops menyelenggarakan kesiapan administrasi dan pelaksanaan Operasi Kepolisian sejak tahap Pra-Operasi (Pra-Ops) sampai dengan Pasca Operasi. Bag Ops dipimpin oleh Kabag Ops yang bertanggung jawab kepada Kapolres, dan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari dibawah kendali Wakapolres. Kabag Ops Polres Bangka Tengah saat ini dijabat oleh seorang perwira lulusan Akademi Kepolisian tahun 2006 berpangkat Komisaris Polisi, yaitu Kompol Andi Purwanto, S.I.K. Berikut ini merupakan beberapa upaya yang telah dilaksanakan oleh Bag Ops Polres Bangka Tengah dibawah kepemimpinam Kompol Andi Purwanto, S.I.K.

Melakukan Pemeriksaan terhadap Senjata Api Inventaris Polres Bangka Tengah

 
Pemeriksaan senpi oleh Kapolres Bateng

Selepas apel pagi, Kapolres Bangka tengah AKBP. Slamet Ady Purnomo memeriksa senjata api (Senpi) Dinas Inventaris Polres Bangka Tengah (Bateng) berikut amunisi dan administrasinya serentak dengan jajaran polsek. Pemeriksaan pagi itu didampingi oleh Waka Polres Bangka tengah Kompol Sahbaini Kabag Ops Polres Bateng Kompol Andi Purwanto Kabag Sumda Kompol Zulfiandri dan Kasi Propam Aipda. Wayan kunci. Senpi yang diperiksa adalah senpi laras panjang dan laras pendek (pistol) inventaris yang sudah di datakan oleh Subbaglogistik Polres Bateng, dalam pemeriksaan kali itu objek pemeriksaan antara lain, fungsi dan kelayakan senpi, jumlah amunisi serta adminstrasi pemegang senpi.

Akbp Slamet mengimbau kepada personilnya, jika ada personil yang administrasinya terkendala, seperti masa berlaku sudah habis maka senpinya akan ditarik. "Dan kepada personil tersebut agar melakukan pengajuan ulang sesuai SOP yang berlaku dan amunisi yang digunakan harus ada pertanggung jawabnya digunakan untuk apa kapan dan dimana," ujar Slamet, kepada personilnya. Atas perintah Kapolres tersebut, polsek dan jajaran juga menggelar pemeriksaan senpi yang diperiksa oleh Masing-masing Kapolsek dan Kanit Propam dan hasilnya dilaporkan ke kapolres bangka tengah langsung.

Mengadakan Operasi Zebra Menumbing

Operasi Zebra Menumbing 2019 Kabupaten Bateng.

461 Berkas Penilangan dikeluarkan Polres Bangka Tengah Dalam Operasi Zebra Menumbing 2019. Operasi Zebra Menumbing 2019 yang dilakukan oleh Polres Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) telah selesai dilaksanakan, operasi yang dilakukan selama 14 hari. Hasil dari Operasi Zebra Menumbing 2019 Polres Bangka Tengah (Bateng) meningkat dari tahun sebelumnya, dalam hal berkas penilangan. Kapolres Bateng, AKBP Slamet Ady Purnomo melalui Kabag Ops
Kompol Andi purwanto mengatakan pelaksaan Operasi Zebra Menumbing 2019 terdiri dari empat satgas ini, dilaksanakan dengan sistem hunting dan razia stasioner di lokasi rawan pelanggaran. "Dari hasil operasi di dapat penindakan pelanggar lalu lintas dengan tilang 461 berkas, meningkat 1 berkas dari tahun kemarin sebanyak 460 berkas dari tahun kemarin," ujar Kompol Andi.

Untuk teguran pada operasi zebra tahun 2019 sebanyak 122 teguran dengan tren menurun dari tahun lalu sebanyak 168 teguran, dan untuk laka lantas selama operasi zebra menumbing 2019 terdapat 2 kejadian laka lantas.
Kompol Andi mengungkapkan dengan digelarnya Operasi Zebra Menumbing 2019, pihaknya berharap akan semakin tumbuh kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan berlalu lintas. "Kami mengucapkan terimakasih kepada masyarakat Kabupaten Bateng yang telah turut serta mensukseskan dan taat akan aturan berlalu linta bukan pada saat operasi saja, kami harapkan ketaatan itu timbul dengan kesadaran akan keselamatan diri pribadi dan orang lain," pungkas Kompol Andi.

Mengamankan Hari Raya Imlek

Pengamanan Hari Raya Imlek 2020 oleh Polres Bangka tengah

Demi menjaga kondusifitas dan keamanan selama perayaan tahu baru Imlek tahun 2020 Polres Bangka Tengah mengerahkan 99 personel yang tersebar di Kelenteng dan pemukiman warga yang melaksanakan imlek. Menurut Kabag Ops Polres Bateng Kompol Andi Purwanto pengamanan tahun baru Imlek merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun pada kalender Tionghoa. Setiap tahun perayaan dirayakan meriah di Provinsi kepulauan Bangka Belitung khususnya di Bangka Tengah. Terlebih keberagaman suku ras dan agama di bangka tengah membuat perayaan Imlek semakin kental. Ia menjelaskan dalam rangka pengamanan kegiatan perayaan imlek tahun ini Polres Bangka Tengah telah memploting sebanyak 99 personil di wilayah hukum Polres Bangka Tengah.

“Sebanyak 99 personel sudah kami ploting untuk melaksanakan pengamanan di beberapa titik yang telah ditentukan," ujar Andi kepada bangkapos.com. Fokus pengamanan ini yang telah dirumuskan dalam rencana pengamanan, antara lain Kelenteng atau tempat ibadah yang digunakan umat Tionghoa untuk sembhayang dan pemukiman warga Tionghoa yang ramai saat imlek pada tradisi “namu”. Disamping itu Polres Bangka Tengah juga memperkuat pengamanan objek vital di sekitar bank, ATM, pasar dan pertokoan yang ramai di kunjungi oleh masyarakat dengan meningkatkan kegiatan kepolisian yang ditingkatkan oleh satgas-satgas yang telah ditentukan.

Mengamankan Pelaksanaan Sistem Fuel Card di Setiap SPBU

 
Kabag Ops Kompol Andi Purwanto Saat Sedang di Wawancara Babelreview.

Polres Bangka Tengah mengirimkan anggotanya guna pengamanan pelaksanaan sistem Fuel Card di Lima SPBU di Bangka Tengah. Pengamanan tersebut bertujuan agar pelaksanaan sistem Fuel Card berjalan dengan aman dan kondusif. "Setiap perubahan sistem atau kebijakan selalu ada gejolak, apalagi yang berhubungan dengan sumber penghasilan masyarakat, sebab itu kita kirim personil agar pelaksanaan sistem ini berjalan dengan kondusif,"ujar Kabag Ops Kompol Andi Purwanto kepada Babelreview. Ia mengatakan, pihaknya mengirimkan Lima personil disetiap SPBU yang terdiri dari 5 anggota 1 perwira. "Nanti seluruh personil pengamanan akan turut membantu menjaga kondusifitas SPBU termasuk membantu menjelaskan kepada masyarakat terkait aturan baru dari pemerintah tentang pelaksanaan Fuel Card ini,"pungkasnya.

Meringkus Pelaku Pengedar Sabu ke Pekerja Tambang

 
Kabag Ops, Kompol Andi Purwanto (tengah) saat konferensi pers pengungkapan kasus narkoba.

Satnarkoba Polres Bangka Tengah (Bateng) mengamankan dua terduga pengedar narkoba yakni Padelin (23) warga Desa Kurau dan Gilang (32) warga Desa Lampur. Keduanya diduga sebagai pengedar sabu kepada pekerja tambang di wilayah Desa Penyak. Kapolres Bateng, AKBP Slamet Ady melalui Kabag Ops, Kompol Andi Purwanto mengatakan pelaku atasnama Padelin diamankan. Pria yang berprofesi sebagai nelayan ini ditangkap di Jalan Raya Desa Cambai, Kecamatan Namang. "Dari tangan tersangka, petugas berhasil mengamankan sabu-sabu seberat 0,83 gram. Pelaku ditangkap berdasarkan laporan warga bahwa ada peredaran narkoba kepada para penambang di Desa Penyak," kata Andi kepada wartawan.

Empat hari berselang, sekira pukul 09.00 WIB anggota, lanjut Andi, berhasil mengamankan Gilang Saputra (32) warga Desa Lampur. Dari penangkapan ini diamankan sabu seberat 1,63 gram dan ganja seberat 6,14 gram. "Pelaku saat ini masih menjalani pemeriksaan petugas. Pelaku terancam Pasal 114 ayat (1) atau Pasal 112 ayat (1) UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika,"katanya. Saat ditanya wartawan apakah kedua pelaku ini terlibat jaringan narkotika, Andi mengatakan pihaknya sampai saat ini masih melakukan penyelidikan. "Para pelaku sudah mengedarkan barang haram tersebut selama sekitar enam bulan," katanya.



Lokasi tambang timah menjadi sasaran empuk bagi pengedar narkoba. Sebelumnya, selama dua bulan terakhir, Polres Bangka Tengah (Bateng) berhasil mengamankan tiga orang pengedar narkoba di wilayah tambang timah Kecamatan Koba dan Kecamatan Sungaiselan. "Sejak bulan Oktober 2019 hingga memasuki pertengahan November ini, Polres Bateng melalui Satres Narkoba berhasil memproses dua LP (Laporan Polisi), yakni 1 LP dari Kecamatan Koba dan 1 lainnya dari Kecamatan Sungaiselan," ujar Kabag Ops Polres Bateng
Kompol Andi Purwanto kepada wartawan di Mapolres Bateng.

 
Kabag Ops Polres Bateng Kompol Andi Purwanto saat press release kasus narkoba di Mapolres Bateng.

Dari dua LP tersebut, kata Andi, tiga orang tersangka berhasil diamankan yakni Elyas Pikal alias Otong, Mulyadi alias Mul dan Ardi. "Dari para tersangka, sejumlah barang bukti berhasil diamankan narkotika jenis sabu seberat 3,48 gram, dua unit sepeda motor, satu unit mobil dan tiga unit handphone," katanya. Menurut pengakuan tersangka kepada petugas, jika narkotika jenis sabu tersebut diperjualbelikan kepada para pekerja tambang inkonvensional di sekitar Kecamatan Koba dan Kecamatan Sungaiselan. "Ketiga tersangka ini akan dijerat dengan pasal berlapis yakni pasal 114 KUHP ayat (1), pasal 112 ayat (1), pasal 132 Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika," pungkas Andi.

Barang bukti yang berhasil diamankan pihak kepolisian.

Menggerebek dan Mengamankan Pelaku Perjudian



Kepolisian Polres Bangka Tengah (Bateng), berhasil mengamankan lima orang pelaku tindak pidana perjudian yang terdiri dari tiga orang laki-laki dan dua orang perempuan, setelah beberapa kali mendapatkan laporan dari warga. Mereka sempat Kocar-kacir saat digerebek polisi. "Kita mendapatkan pengaduan lagi dari masyarakat, bahwa di salah satu rumah kontrakan di Jalan Simpang Jongkong Permai, ada beberapa masyarakat yang melakukan tindak pidana perjudian, dan anggota Satreskrim langsung ke lokasi dan berhasil mengamankan lima orang pelaku," ujar Kabag Ops Polres Bateng Kompol Andi Purwanto saat konfrensi pers.

Dan pada saat dilakukan pengamanan, kelima orang pelaku diduga sedang melakukan tindak pidana perjudian, dan Polres Bateng sudah melakukan penahanan kepada kelima orang pelaku atas nama Rika (43), Aloysius (36), Ruslina (42), Effendi (38), dan Marzuki (31). "Kesemuanya kami kenakan pasal 303 ayat 1 KUHP, dengan pidana penjara paling lama 10 tahun," jelasnya. Dan dari pengamanan tersebut polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa 93 lembar set kartu remi, 6 buah kotak kartu remi, uang berjumlah Rp. 830.000,', dan beberapa barang bukti lainnya.

Meringkus Pelaku Penipuan terhadap Rekan Bisnis

Rilis penipu rekan bisnis | humas polri

Tergiur hanya ingin foya-foya, Debby (42) warga Kelurahan Arung Dalam, Kecamatan Koba tega menilep uang rekan bisnisnya sebesar Rp 250 Juta. Karena perbuatannya ini, dia dilaporkan oleh korbannya ke polisi. Tak butuh waktu lama, jajaran Polres Bangka Tengah (Bateng) berhasil meringkusnya. Kapolres Bateng, AKBP Slamet Ady Purnomo melalui Kabag Ops, Kompol Andi Purwanto mengatakan, korban adalah Usman. Modus yang digunakan, pelaku menawarkan jasa akan meloloskan lelang timah sitaan Kejaksaan Negeri Pangkalpinang seberat 1.328 Kg dengan nilai lelang sebesar Rp 250 Juta. “Hasil lelang, ternyata Debby ini dinyatakan kalah. Kemudian, Debby sempat menemui Usman dan meminta nomor rekening Usman dengan alasan uang tersebut akan ditransfer ke rekening milik Usman oleh pihak Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Pelelangan Kota Pangkalpinang,” kata Kompol Andi, seperti diberitakan humas.polri.go.id.

Hari demi hari berganti, namun uang yang dijanjikan oleh Debby untuk dikembalikan tak kunjung dikirim. Usman yang merupakan warga Kelurahan Berok Kecamatan Koba ini langsung mengecek ke Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Pelelangan Kota Pangkalpinang. “Akhirnya Usman mengetahui, uang pengembalian lelang tersebut telah masuk ke rekening Debby yang sudah menghilang tanpa kabar. Usman akhirnya melaporkan hal tersebut ke Polres Bateng untuk ditindak lanjuti,” ungkapnya. Lanjut Kompol Andi, setelah mendapatkan laporan tersebut, jajaran Reskrim Bateng langsung bergerak memburu Debby dan berhasil diamankan di rumah pelaku yang beralamat di Arung Dalam. “Pelaku telah kami lakukan penahanan,” ungkapnya.

Petugas juga mengamankan barang bukti berupa satu buah buku tabungan Bank BRI atasnama Debby Harianto dan satu buah kartu ATM BRI. Atas perbuatannya, Debby dikenakan pasal 372 KUHP dengan ancaman penjara selama empat tahun. “Informasinya ada korban lain selain Usman, tapi belum membuat laporan resmi. Kita tunggu saja siapa tahu ada pihak yang merasa dirugikan lainnya oleh pelaku,” tandas Kompol Andi. Sementara itu, Debby mengaku hanya menggelapkan uang satu orang korban. Debby mengaku khilaf saat menggelapkan uang tersebut dan uang tersebut diakuinya dipakai untuk foya-foya

Menyelidiki dan Meringkus Pelaku Pembobolam Konter Hp

Anggota Polres Bateng saat mengamankan tiga pelaku pembobol konter HP di Desa Penyak

Polres Bangka Tengah (Bateng) menangkap tiga pelaku pembobolan konter handphone (HP) milik Alpian, warga Desa Penyak, Kecamatan Koba. Karena melawan saat hendak ditangkap, polisi "menghadiahi" ketiganya masing-masing dengan sebutir timah panas di bagian betis. Ketiga pelaku yakni Paul Ricardo alias Edoy, Sarliandi alias Cibot dan Muhammad Arsal. Mereka membobol konter HP milik korban. Tak hanya belasan HP berbagai merek yang berhasil diembat pelaku, tetapi tiga speaker aktif, satu unit radio, lampu, senter kepala dan sebuah kipas angin turut digondol.

Dalam press release di Mapolres Bateng, diketahui aksi pencurian ini diotaki Muhammad Arsal. Bermula, ketika Arsal datang ke konter HP milik Alpian untuk mengajukan kredit handphone J2 Prime seharga Rp1,2juta dengan uang muka Rp500ribu, namun permintaan Arsal untuk memiliki handphone idamannya tersebut tak digubris oleh pemilik counter. Hingga akhirnya, Arsal mengajak kedua rekannya Paul dan Ciboy membobol konter Alpian dengan cara mencongkel pintu bagian belakang dengan menggunakan sebilah linggis. Kabag Ops Polres Bateng,
Kompol Andi Purwanto didampingi Kasatreskrim AKP Robby Ansyari mengatakan setelah menerima laporan dari korban pihaknya langsung melakukan penyelidikan, hingga, anggota Opsnal Polres Bateng mendapatkan informasi tentang keberadaan pelaku.

"Dari informasi itu, salah seorang pelaku yakni Cibot diketahui berada di Belinyu, Bangka dan berhasil dibekuk. Kemudian, dari pengembangan selanjutnya pelaku Arsal berhasil dibekuk di Kurau, Kecamatan Koba, Bangka. Terakhir, pelaku Paul dibekuk di Desa Kace, Bangka," kata Andi. Andi mengatakan, pihaknya terpaksa melakukan tindakan tegas terukur kepada ketiga pelaku karena melawan saat ditangkap. "Karena ketiganya melakukan perlawanan sehingga ketiganya dilumpuhkan dengan masing-masing sebutir timah panas di bagian betis,"katanya. "Ketiga pelaku berikut sejumlah barang bukti, langsung diamankan ke Mapolres Bateng. Untuk para tersangka kita jerat dengan pasal 363 KUHP, dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara," tambah Andi.

Meringkus Pelaku Pencurian Mesin Tempel Perahu



Tak sampai lima jam, Kepolisian Polsek Koba berhasil meringkus dua orang komplotan tindak pidana pencurian dengan pemberatan berupa satu unit mesin tempel perahu merk Yamaha Enduro 40 PL warna hitam. Menurut Kabag Ops Polres Bangka Tengah (Bateng) Kompol Andi Purwanto penangkapan ini berawal dari laporan warga atas nama Alexander (25) warga Pasar Pagi Kecamatan Sungai Selan, Kabupaten Bateng, yang kehilangan mesin tempel perahu miliknya yang ditaksir berharga Rp 40 juta. Mendapati mesin tempel miliknya hilang, Alexander melaporkan hal tersebut kepada pihak Kepolisian. Mendapati laporan tersebut pihak Kepolisian mulai melakukan penyelidikan. Dari hasil penyelidikan tersebut, pada hari yang sama pukul 13.40 WIB pihak kepolisian mendapatkan informasi jika pelaku sedang berada di sebuah pondok kosong Jl Lingkar Desa Nibung Kecamatan Koba.

Dibawah komando Kapolsek Koba AKP. Deddy Nuary anggota Res Intel langsung membekuk dua orang pelaku atas nama Ari Anggoro (26) tahun warga Desa Penyak dan pelaku atas nama T (18) yang masih berstatus sebagai pelajar tanpa ada perlawanan. "Berdasarkan pengakuan pelaku, pihak polsek langsung menyisir ke pinggiran Desa Nibung untuk mencari barang bukti, yang disembunyikan pelaku di semak-semak," ujar Andi, kepada awak media. Berdasarkan keterangan pelaku, bahwa mereka baru pertama kali ini melakukan pencurian, pada saat kejadian pelaku menggunakan satu buah gergaji besi dan palu untuk melepaskan mesin tempel yang masih tertempel di perahu, dan satu orang pelaku lagi masih dalam status DPO dan sedang dilakukan proses pencarian oleh pihak kepolisian.

Mengamankan Pelaku Penyeludupan BBM Bersubsidi Ilegal



Dalam waktu satu hari, Polres Bangka Tengah (Bateng) berhasil meringkus dua tersangka penyelundupan BBM bersubsidi. Kedua tersangka tersebut adalah Hendra (37) warga Kecamatan Lubuk Besar yang berprofesi sebagai nelayan, dan David (35) yang juga warga Kecamatan Lubuk Besar yang sehari-hari berprofesi sebagai pegawai swasta. Menurut Kabag Ops Polres Bateng Kompol Andi Purwanto, penangkapan pertama dilakukan di Jalan Bypass Kecamatan Koba. Dari penangkapan tersebut, pihak kepolisian berhasil mengamankan 34 jeriken berisi BBM jenis Solar dari tangan Hendra, yang mana setiap jeriken berisi 18 liter solar, sehingga jika ditotalkan ada 612 liter solar yang dibawa menggunakan mobil jenis pick up. "Saat diamankan tersangka tidak bisa menunjukkan dokumen terkait pengangkutan, oleh karena itu kami mengamankan tersangka dan barang bukti untuk dilakukan penyidikan," ujar Andi, kepada awak media.

Dua jam berselang, petugas kembali berhasil meringkus tersangka kedua yakni David, yang kedapatan membawa 30 jeriken BBM jenis premium yang mana setiap jeriken tersebut berisi 20 liter BBM, sehingga jika ditotal jumlah BBM yang dibawa oleh tersangka sebanyak 600 liter BBM bersubsidi. Ketika ditanyakan dokumen yang sah terkait pengangkutan BBM bersubsidi, tersangka juga tidak bisa menunjukkan, sehingga harus dibawa ke Polres Bateng untuk dimintai keterangan. Akibat perbuatan melanggar hukum tersebut, kedua tersangka dikenakan pasal 55 Sub 53 huruf C UU RI No.22 Tahun 2001 tentang minyak dan gas, dengan ancaman penjara paling lama enam tahun dan denda Rp 60 Milliar. Total barang bukti yang diamankan sebanyak 1,2 ton BBM bersubsidi jenis solar dan premium.

Menyelidiki Kasus Penemuan Jasad Kerangka

Penemuan kerangka manusia tanpa kepala di Lubuk Besar, Babel.

Kepolisian Resor Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terus mendalami kasus penemuan jasad manusia yang sudah tinggal kerangka di pesisir pantai Desa Batu Beriga, Kecamatan Lubuk Besar. "Kasus ini masih dalam penyelidikan, kami terus melakukan pendalaman untuk mengungkap identitas korban dan penyebab kematiannya," kata Kabag Ops Polres Bangka Tengah, Kompol Andi Purwanto di Koba. "Hingga sekarang kami belum menemukan petunjuk baik berupa barang bukti maupun dari pihak keluarga terkait dengan meninggalnya korban," lanjutnya. Ia mengatakan, saat ini jasad kerangka itu masih berada di ruang jenazah Rumah Sakit Siloam, Kecamatan Pangkalanbaru, Kabupaten Bangka Tengah. Ia menjelaskan, jasad manusia yang sudah menjadi kerangka itu ditemukan dalam kondisi tanpa kepala, tangan dan kaki.

"Kondisinya sudah tidak utuh, besar kemungkinan kejadiannya sudah lama namun baru sekarang ditemukan tergeletak di antara batu di pinggir pantai," ujarnya. Pihaknya sudah melakukan evakuasi terhadap kerangka manusia dan dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan identifikasi. "Kasus ini sedang dalam proses penyelidikan, namun tahap awal kami harus memastikan dulu identitas korban," ujarnya. “Kami terus bekerja untuk menuntaskan kasus ini, terutama mengungkap identitas korban dan keberadaan keluarganya," ujarnya. Ia mengimbau kepada warga Bangka Tengah, khususnya warga Batu Beriga yang kehilangan anggota keluarga untuk dapat menghubungi pihak kepolisian. "Laporan dari warga atau mungkin pihak keluarga sangat membantu kami, setidaknya menjadi titik terang untuk menuntaskan kasus ini," ujarnya.

Mengungkap Kasus Pembunuhan terhadap Seorang Nenek

Pengungkapan Pembunuhan Terhadap Nenek Nur di Desa Celuak oleh Jajaran Polres Bangka Tengah.

Mapolres Bangka Tengah mengungkapkana tindak pidana penganiayaan yang menyebabkan Nenek Nur (67) terbunuh di Desa Celuak, Kecamatan Simpang Katis. Melalui konferensi pers yang dilakukan Kapolres Bangka Tengah, AKBP Edison Ludy Bard Sitanggang menyampaikan pihaknya berhasil meringkus WR (17) yang tega membunuh neneknya sendiri dengan memukul di bagian pelipis. "Setelah berhasil ditangkap oleh Kapolsek Simpang Katis dan jajaran, kami berhasil mengamankan WR di rumah pamannya di Desa Celuak," ungkap AKBP Sitanggang yang didampingi oleh Kabag Ops,
Kompol Andi Purwanto, Kasat Reskrim, AKP Robby Ansyari dan Kapolsek Simpang Katis, AKP Raden Haris kepada Bangkapos.com. Penangkapan lanjut AKBP Sitanggang dilakukan oleh tim melalui gelar perkara, mengumpulkan keterangan saksi dan fakta pendukung yang pada akhirnya mengacu dan mengarah kepada cucu korban yaitu WR.

"Awalnya WR ini tidak mengakui tindakannya, namun setelah kami mengumpulkan alat bukti dan fakta-fakta pada akhirnya WR mau mengaku," kata AKBP Sitanggang. Pemukulan disebutkan AKBP Sitanggang dilakukan oleh pelaku tidak hanya sekali saja, namun lebih dari satu kali, sehingga menyebabkan korban tidak sadarkan diri dan pada akhrinya meregang nyawa. Adapun barang bukti yang berhasil diamankan oleh kepolisian dalam kasus ini yakni sebuah pisau, sehelai kain sprei, satu stel baju korban, sehelai celana pelaku, uang tunai sejumlah Rp 37.471.000 dan sejumlah perhiasan emas dengan rincian satu kalung, satu gelang dan enam cincin. Atas prilaku WR, AKBP Sitanggang menyebutkan pelaku akan dikenakan Pasal 351 Ayat 3 KUHP dan dengan ancaman kurungan selama tujuh tahun penjara.

Mengungkap Kasus Pencabulan Anak di Bawah Umur

Pengungkapan Kasus Asusila oleh AJ terhadap Anak di Bawah Umur

Mapolres Bangka Tengah lakukan Konferensi Pers atas Perkara Perbuatan Asusila terhadap anak di bawah umur yang dilakukan oleh Tersangka Ad alias Jo (37) di Desa Perlang. Saat menggelar Konferensi Pers di Kapolres Bangka Tengah, AKBP Edison Ludy Bard Sitanggang yang didampingi oleh Kabag Ops Polres Bangka Tengah,
Kompol Andi Purwanto dan KBO Satreskrim Polres Bangka Tengah, Ipda Jemmy menyebutkan pihaknya berhasil mengamankan Adi Joi setelah pihaknya menerima laporan dari nenek korban yang berinisial R. "Nenek korban melaporkan kepada Unit PPA Polres Bangka Tengah, sehingga atas laporan tersebut kami selidiki," ungkap AKBP Sitanggang kepada wartawan.

Setelah menerima laporan, Satreskrim Polres Bangka Tengah lanjut AKBP Sitanggang mulai melakukan penyelidikan ke lokasi tempat tinggal pelaku di bilangan Dusun Nadi Desa Perlang Kecamatan Lubuk Besar. Setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut diketahui AJ merupakan seorang Duda yang ditinggal mati oleh istrinya, sehingga untuk memenuhi hasrat seksualnya, AJ menjadikan seorang anak di bawah umur yang diketahui berinisial NS sebagai alat pemenuh nafsu bejatnya. "Hasil pengakuan pelaku ketika kamu selidiki yaitu melakukan hubungan dengan anak di bawah umur lebih dari sekali dan itu dilakukan di rumah kontrakan tersangka," kata AKBP Sitanggang.

Barang bukti yang berhasil dikumpulkan oleh tim Mapolres yakni sehelai celana pendek, sehelai baju pendek, sebuah badik, sebuah kasur lipat, sehelai dress panjang, sehelai celana dalam, sehelai bra dan sehelai tanktop berwarna merah. Atas prilaku tersangka, AKBP Sitanggang menyebutkan pelaku dalam hal ini dikenakan Pasal 81 UU RI No 17 Tahun 2016 Tentang Penetapan Perpu No. 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan ke dua atas UU RI No 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. "Atas perilakunya, tersangka akan dijerat hukuman pidana paling lama 15 tahun penjara dan dengan sanksi paling sedikit Rp 60 juta," tandas Kapolres Bangka Tengah.

Mengamankan Pelaku Penjarahan Aset Eks PT Koba Tin

Barang bukti hasil penjarahan warga di eks PT Koba Tin, di Kantor Mapolresta Bateng

Tak jera, para pelambang ilegal kembali menjarah aset berupa pasir timah di eks PT Koba Tin. Aset ini diketahui sudah menjadi aset Pemkab Bangka Tengah (Bateng). Penjarahan yang dilakukan oleh warga dengan cara menjebol pagar eks PT Koba Tin tersebut. Penjarahan berhasil digagalkan oleh pihak Polres Bateng sekira pukul 23.00 WIB. Menurut Kabag Ops Polres Bateng Kompol Andi Purwanto, dari pengamanan yang dilakukan pihaknya semalam, pihak Polres Bateng berhasil mengamankan tiga orang penjarah, 46 karung pasir timah, dan 12 motor penjarah. Semua penjarah berikut barang buktinya sudah diamankan di Mapolres Bateng. "Tiga orang sudah diamankan, namun belum ditetapkan sebagai tersangka, masih dalam proses pemeriksaan, mereka katanya cuma lagi nongkrong di daerah tersebut," ujar Andi.

Kepolisian Resort (Polres) Bangka Tengah (Bateng) amankan 46 karung timah.

Andi mengatakan, pihaknya akan terus melakukan pengamanan di lokasi tersebut. Polisi akan menindak tegas semua tindak pidana di lokasi tersebut. Andi pun mengimbau kepadan siapapun untuk tidak coba-coba melakukan penjarahan di lokasi tersebut. Sikap tegas juga akan berlaku seandainya ada oknum aparat yang ikut terlibat atau membekingi. Dengan tegas, Andi menyebut memproses oknum tersebut sesuai dengan peraturan yang berlaku. "Siapapun akan kita tindak tegas, karena negara kita negara hukum, dan semua sama di mata hukum," pungkasnya. Bupati Bangka Tengah (Bateng) Ibnu Saleh dan Kapolres Bateng AKBP. Slamet Ady Purnomo sudah memperingatkan agar para penjarah ini untuk segera angkat kaki dari lokasi tersebut. Pihaknya akan memproses hukum siapapun yang tidak mengindahkan peringatan tersebut.

Membekuk Spesialis Pencurian dengan Pemberatan (Curat) di Sungai Selan


Anggota Polsek sungai Selan berhasil membekuk kawanan Spesialis tindak pidana Pencurian dengan Pemberatan (Curat) bernama Sudirman (28). Sudirman yang merupakan warga Kelurahan Sungai Selan Kecamatan Sungai Selan ini merupakan pelaku Curat pada tanggal 2 November 2019 mencuri satu unit Televisi milik warga sekitar. Berdasarkan keterangan Kabag Ops,
Kompol Andi Purwanto seizin Kapolres Bateng, AKBP Slamet Ady purnomo mengatakan pihaknya mendapat informasi pelaku Curat bernama Sudirman ini berada di Sungaiselan. “Mendapat informasi itu, anggota langsung menangkap pelaku. Kemudian pelakupun menunjukan barang bukti berupa 1 unit televisi LED 32″ merk Sharp,” kata Kompol Andi. Kompol Andi mengungkapkan bahwa pelaku ini merupakan spesialis tindak pidana curat dengan sasaran barang elektronik. “Bagi para Pelaku akan kita jerat dengan pasal 363 ayat 1 dengan ancaman kurungan penjara hingga 7 tahun lamanya,” pungkas Kompol Andi.



Source :
Name

38 Setia,148,Berita Pilihan,4,figur bicara,37,LUAR NEGERI,19,Nasional,415,Sejarah,9,Tips,17,Umum,46,
ltr
item
38 Setia: Kompol Andi Purwanto, S.I.K. Kepala Bagian Operasi Dalam Upaya Pengamanan Kegiatan Kepolisian Kawasan Polres Bangka Tengah
Kompol Andi Purwanto, S.I.K. Kepala Bagian Operasi Dalam Upaya Pengamanan Kegiatan Kepolisian Kawasan Polres Bangka Tengah
https://lh3.googleusercontent.com/QafoisAWywj_2lDjGDNVC94zdRZm8rg1bz_6Go03uMQuNEUYiTKVdAyLyxEyEMPKZT1Jagq1yAJJrf3rsDQ0f_qyA1RPyYfbSXPWZUjUnt0ZDettlhknBo_1mPDoDJKoZ4bIMU9ta-UUIqkUeg
https://lh3.googleusercontent.com/QafoisAWywj_2lDjGDNVC94zdRZm8rg1bz_6Go03uMQuNEUYiTKVdAyLyxEyEMPKZT1Jagq1yAJJrf3rsDQ0f_qyA1RPyYfbSXPWZUjUnt0ZDettlhknBo_1mPDoDJKoZ4bIMU9ta-UUIqkUeg=s72-c
38 Setia
http://www.38setia.com/2020/02/kompol-andi-purwanto-sik.html
http://www.38setia.com/
http://www.38setia.com/
http://www.38setia.com/2020/02/kompol-andi-purwanto-sik.html
true
1959138953113151983
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content