$type=ticker$count=12$cols=4$cate=0$sn=0

$type=grid$count=4$ico=1$cate=0$rm=0$sn=0$cm=0

Kinerja Kompol Muhammad Aldy Sulaiman, S.I.K Kepala Unit V/Perjudian Subdit III Ditreskrimum Polda Jatim

 

Ditreskrimsus merupakan unsur pelaksana tugas pokok yang berada di bawah Kapolda yang bertugas menyelenggarakan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana khusus, koordinasi, pengawasan operasional, dan administrasi penyidikan PPNS sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Dalam pelaksanaan tugasnya, Ditreskrimsus dibantu oleh beberapa Sub Dikrektorat (Subdit), salah satunya adalah Subdit III. Selanjutnya, Subdit III dibantu oleh sejumlah Unit, yang bertugas membantu pelaksanaan tugas dan fungsi, salah satu diantaranya yaitu Unit V/Perjudian. Unit V Subdit III Polda Jatim saat ini dipimpin oleh seorang perwira lulusan Akademi Kepolisian tahun 2006 berpangkat Komisaris Polisi, yakni Kompol Muhammad Aldy Sulaiman, S.I.K. Berikut ini merupakan beberapa upaya yang telah dilakukan Unit V Subdit III Ditreskrimsus Polda Jatim dalam melaksanakan fungsinya di kawasan Polda Jatim di bawah kepemimpinan Kompol Muhammad Aldy Sulaiman, S.I.K.

Memperoleh Penghargaan Tuntaskan Perkara Terbanyak


Setelah gelar Apel Satker, Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jatim Kombes Pol Pitra Ratulangie memberikan reward kepada anggota yang menyelesaikan perkara laporan polisi (LP) terbanyak. Salah satunya Subdit IiI Jatanras. Dengan terobosan memutus mata rantai tindak kejahatan kriminalitas di wilayah Jawa Timur membuahkan hasil. Tim bernama Jogoboyo Jatanras ini berhasil meraih bendera macan, piagam serta reward. “Terhitung dari Januari 2020, Subdit III Jatanras berhasil menjadi yang terbaik dengan menyelesaikan 62 laporan polisi atau LP,” kata Pitra kepada wartawan usai Apel Satker di halaman Ditreskrimum Polda Jatim, Jalan A Yani Surabaya.

Menurut Pitra, untuk Subdit jajaran yang menyelesaikan perkara terendah tersebut adalah Subdit IV Renakta. Dengan jumlah 24 LP Subdit IV mendapatkan bendera tengkorak. “Pemberian penghargaan ini sebetulnya kegiatan yang biasa-biasa saja. Bagaimana kegiatan hasil kerja anggota yang kita beri nama Jogoboyo untuk mengoptimalkan kinerja anggota kita. Ada penilaian mulai dari pendidikan kemudian ungkap kasus input data e manajemen penyidikan yang telah ditetapkan oleh Presiden RI secara tekukur,” tandasnya. Perlu diketahui, Ditreskrimum Polda Jatim memiliki 120 pendidik sehingga minimal ada 120 perkara yang ada atau lebih bisa segera terselesaikan. Untuk jumlah penyelesaian kasus pun meningkat. Pada Desember 2019 sebanyak 120 LP dan Januari 2020 naik menjadi 146 LP. “Kita berharap ke depan mereka (penyidik Ditreskrimum) berlomba-lomba untuk menyelesaikan perkara,” lanjutnya.

Sementara itu penghargaan lain juga diberikan untuk Kanit dengan penyelesaian perkara terbanyak yang diraih Kanit V Subdit Ill Jatanras, Kompol Muhammad Aldy Sulaiman dengan jumlah Selra 20 LP. Aldy menerima Piagam Penghargaan dan hadiah berupa satu buah laptop. Penyidik pembantu dalam penyelesaian perkara terbanyak adalah Iptu I Made Arianto penyidik Unit V Subdit Ill Jatanras, dengan 2 LP. Made menerima Piagam Penghargaan dan hadiah berupa satu buah HP. Penerima penghargaan di bidang E-Manajemen Penyidikan (E-MP), peringkat satu diraih Kompol Muhammad Aldy Sulaiman total jumlah yang diinput 563 dokumen dan menerima piagam serta trophy. Peringkat dua yakni Iptu I Made Arianto total jumlah yang diinput sebanyak 550 dokumen. Peringkat tiga Aiptu Bambang Santoso total jumlah yang diinput sebanyak 533. Peringat dua dan tiga menerima piagam. 

Mengungkap Kasus Perjudian dan Miras


Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim Ungkap Kasus Perjudian Dan Miras, Barang Bukti yang diamankan terkait Kasus perjudian berupa uang sebesar Rp. 28.687.000, 8 Hp, 27 Buah Mata Dadu, 6 Buah Kaleng, 8 Buah lepekan, 8 lembar beberan, 3 kantong kain, Kalkulator, 2 Buah Batok kelapa, alas dadu, 22 koin kayu, mangkok kecil, 5 bendel rekapan, 8 lembar rekapan togel, dan Kartu Remi. Sedangkan kasus miras berhasil mengamankan 24 barang bukti diantaranya, 1 Unit mobil Nissan Serena, 1 Botol Miras Merk Alchiro, 1 unit Botol merk Newport, 196 Botol Miras merk Vodka. Kompol Ketut PS, Kabagbin Opsnal Ditreskrimum Polda Jatim Diantaranya didampingi Kompol M Aldy Sulaiman, Menegaskan bahwa ungkap kasus miras dan perjudian di tempat yang berbeda di jawa timur, Kasus itu melibatkan 12 tersangka kasus miras dan Kasus perjudian 18 tersangka diamankan. Modus Operandi perjudian menjual Kupon putih (Togel), Dadu Dan Remi. Sedangkan untuk kasus miras pelaku menjual atau mengedarkan Miras tanpa ijin edar atau ilegal.

Mengungkap Kasus Peredaran Uang Palsu

 
Kabid Humas Polda Jatim, tersangka, Dirreskrimum Polda Jatim dan tim

Dirreskrimum Polda Jatim Kombes Pol Pitra Andrias Ratulangi menjelaskan, kasus peredaran uang palsu telah dibongkar di sebuah Hotel di Surabaya, transaksi uang dolar palsu ini akan dilakukan oleh Mulyo dengan bersama pembeli. ”Transaksi ini terbongkar bermula dari informasi masyarakat. Setelah tim kami menyelidiki benar ada transaksi yang dilakukan tersangka akan memperjual belikan uang palsu dalam bentuk dolar,” tuturnya. Masih dengan Pitra, saat itu tersangka kami tangkap. Kemudian kasus ini kami selidiki dan kami kembangkan. Total kerugian negara yang diperkirakan sejumlah Rp. 1 Miliar.

” Saat tersangka diperiksa mengaku bahwa ribuan lembar uang palsu dalam bentuk dolar Amerika tersebut, diperoleh dari rekannya berinisial ST. Yang saat ini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh petugas kepolisian,” pungkas Dirreskrimum Polda Jatim Kombes Pol Pitra Andrias Ratulangi. Tersangka Mulyo mengaku, baru pertama kali ini mengedarkan uang palsu tersebut. Dengan modus, setiap 1 dolar Amerika palsu dijual seharga Rp 8000 kepada pembeli,” jelasnya. Barang bukti yang diamankan petugas berupa ribuan lembar uang palsu dalam pecahan 100 dolar Amerika, berjumlah 100.000 dollar Amerika dan 1 buah tas kecil warna hitam. Akibat perbuatannya, tersangka dijerat pasal 244 KUHP dengan maksimal hukuman 15 tahun penjara tentang tindak pidana pemalsuan uang.

Barang bukti yang disita petugas

Meringkus Pelaku Prostitusi Online

Kanit V Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim Kompol Mohammad Aldy Sulaiman saat ditemui awakmedia Gedung Ditreskrimum Mapolda Jatim

Penanganan kasus prostitusi online melibatkan mantan finalis ratu kencantikan oleh Ditreskrimum Polda Jatim terus berlanjut. Terbaru, Polisi bakal kembali memeriksa dua orang laki-laki berinisial A dan D diduga berperan penting dalam bisnis esek-esek berbasis online tersebut. Kanit V Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim Kompol Mohammad Aldy Sulaiman mengaku, pihaknya telah melayangkan surat panggilan pemeriksaan kepada keduanya dalam waktu yang berbeda. Namun, mereka belum memenuhi panggilan pemeriksaan tersebut.


"Inisialnya A, laki-laki, kami panggil Senin kemarin tapi tidak ada respons. Saat ini sudah kami lakukan pemanggilan tapi belum datang," ujarnya. Aldy berjanji akan melayangkan surat pemanggilan kedua untuk penjadwalan pemeriksaan dipekan depan. "Kami akan lakikan pemanggilan kedua Insyaallah minggu depan," jelasnya. Sebelum kedua orang tersebut datang ke Mapolda Jatim menjalani proses pemeriksaan, Aldy mengaku belum bisa memastikan peran keduanya dalam skandal tersebut. "A ini saya belum bisa kami sebut, kami masih menunggu pemeriksaan," pungkasnya. Kasus prostitusi online tersebut terbongkar setelah Ditreskrimum Polda Jatim mengamankan seorang wanita berinisal PA (23) asal Balipapan yang kedapatan berkencan di dalam kamar hotel di Kota Batu, Malang. Eks Finalis Putri Pariwisata Indonesia itu dipergoki berkencan bersama seorang pria berinisal YW asal Nusa Tenggara Barat (NTB).
 
Seorang wanita yang diamankan saat penggerebekan kasus prostitusi online di Batu yang diduga melibatkan artis/public figure.

Tak cuma mengamankan keduanya, polisi juga mengamankan si muncikari, bernama Juleni. Setelah diperiksa kurun waktu 24 jam, polisi menetapkan Juleni sebagai tersangka dalam bisnis esek-esek berbasis online tersebut. Sedangkan PA diperbolehkan pulang karena sebatas sebagai saksi dan belum terbukti melanggar pasal tindak pidana. Dalam pemeriksaan Juleni menyebut nama lain yang turut sebagai penggerak praktik esek-esek tersebut, yakni Soni Dewangga. Soni merupakan muncikari di atas Juleni yang juga menghubungkan para klien atau pelanggan dengan 42 wanita yang dinaungi Soni. Soni sempat buron di Jakarta, namun tak lebih dari dua hari Soni berhasil diringkus oleh petugas di tempat persembunyiannya di kawasan Kuningan, Jakarta, lalu dibawa ke Mapolda Jatim.
 
Polisi telah menetapkan muncikari prostitusi online PA, yakni J, sebagai tersangka. Selain itu, J dinyatakan positif menggunakan ganja. "Kaitan dengan yang bersangkutan (muncikari) positif menggunakan ganja. Memang kami selaku penyidik memiliki waktu 3x24 jam. Nanti kami koordinasi dengan Dirnarkoba Polda Jatim," kata Kanit V Jatanras Ditreskrimum Kompol Aldy Sulaiman saat dimintai konfirmasi. Saat penggerebekan di sebuah hotel di Kota Batu, J ditangkap dengan tiga orang lainnya. Mereka adalah PA sebagai penyedia jasa prostitusi online, YW sebagai pengguna, dan seseorang yang merupakan sopir YW. Polisi telah menetapkan J sebagai tersangka. Sedangkan tiga orang lainnya dipulangkan karena berstatus sebagai saksi setelah menjalani pemeriksaan 1×24 jam. Aldy menambahkan, J sudah menghuni Rutan Polda Jatim. "Kami lakukan penahanan. Sudah kami pindahkan ke Rutan Polda Jatim," tandasnya. Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum AKBP Leonard Sinambela membenarkan J sudah ditahan, sementara PA pulang tadi pagi dijemput keluarganya.
Meringkus Pelaku Pencabulan Anak di Bawah Umur

Polda Jawa Timur saat merilis kasus pencabulan 50 anak yang dilakukan Purwanto. Kanit V Subdit III Jatanras Polda Jatim, Kompol Muhammad Aldy Sulaiman menjelaskan, berawal dari laporan masyarakat, akhirnya kasus tersebut bisa terungkap. Polisi telah meringkus Purwanto alias Purnanda (33) terkait kasus pencabulan anak di bawah umur. Dari pengungkapan kasus ini, total anak-anak yang menjadi korban aksi lucah Purwanto mencapai 50 orang. Kanit V Subdit III Jatanras Polda Jatim, Kompol Muhammad Aldy Sulaiman menjelaskan, berawal dari laporan masyarakat, akhirnya kasus tersebut bisa terungkap. Dari penyidikan sementara, puluhan korban yang dicabuli Purwanto merupakan anak laki-laki. Kasus ini terungkap setelah polisi menyelidiki laporan dari keluarga korban. Dua anak yang menjadi korban pencabulan pelaku, yakni FR (16) dan RZ (15).
 
Polda Jawa Timur saat merilis kasus pencabulan 50 anak yang dilakukan Purwanto.

"Beberapa waktu lalu, kami berhasil mengamankan satu orang terduga pelaku pencabulan, yang mana pelaku mengincar korban sesama jenis yakni laki laki. Korban juga diketahui masih pelajar, otomatis masih di bawah umur," jelas Aldy saat di Mapolda Jatim. Dari hasil penangkapan, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa uang sebesar Rp 100 ribu, handphone merek Oppo, seprai warna pink, celana dalam hitam dan biru serta tiga lembar tisu terdapat bekas sperma. Akibat perbuatannya pelaku dijerat dengan Pasal 82 Undang Undang RI Nomor 17 tahun 2016 tentang perlindungan anak dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara.
Menggerebek Pesta Seks di Sebuah Villa di Tretes Pasuruan
Polisi menggerebek sebuah pesta seks di sebuah vila di Tretes Pasuruan.

Pesta seks itu merupakan pesta pertukaran pasangan atau swinger dengan tajuk 'Party Happy Sex'. Pesta itu digagas oleh oleh Agus Kusbiantoro (44), seorang guru asal Sambikerep, Surabaya. Agus memanfaatkan media sosial twitter untuk menggelar pesta seks yang pada akhirnya digerebek polisi ini. "Pelaku memulai aksinya dengan menawarkan jasa seks melalui media sosial twitter. Akun milik pelaku ini telah berjalan sejak Maret 2019," ujar Kanit 5 Subdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim Kompol Mohammad Aldy Sulaiman saat rilis di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya seperti dilansir detik. Aldy mengatakan Agus memang pernah punya akun twitter. Tapi akun twitter pribadi itu vakum. Sejak bulan Maret Agus membuat akun twitter yang kontennya memberi penawaran pesta seks. 

"Akun itu dibanjiri banyak permintaan," kata Aldy. Dimulai dari Direct Message (DM), komunikasi kemudian beralih ke WhatsApp. Untuk sebuah acara, Agus lah yang mempunyai kendali termasuk di mana acara itu akan digelar. "Sudah empat kali pelaku menggelar pesta seks. Tempatnya di Surabaya dan Pasuruan," tandasnya. Tujuh orang diamankan dalam penggerebekan tersebut. Namun hanya satu orang yang ditetapkan menjadi tersangka yakni Agus Kusbiantoro. Kanit 5 Subdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim Kompol Mohammad Aldy Sulaiman mengatakan Agus digerebek dengan enam orang lainnya di Room Villa Salsa, Genengsari Desa Pecalukan, Prigen, Kabupaten Pasuruan.

"Ditreskrimum Polda Jatim Subdit III Jatanras berhasil mengamankan 7 orang kita amankan di daerah Tretes. Jadi 7 orang tersebut kita amankan tertangkap melakukan pesta seks dalam satu ruangan," kata Aldy saat rilis di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya. Pesta seks tersebut memang diselenggarakan oleh Agus. Aldy pun menetapkan Agus menjadi tersangka dan sisanya menjadi saksi. "Setelah kita melakukan proses penyidikan diketahui pesta seks tersebut diadakan atau diundang oleh satu orang dan ditetapkan sebagai tersangka dan sisanya menjadi saksi," imbuhnya. Dalam kasus ini polisi mengamankan barang bukti di antaranya uang Rp 700 ribu, handphone, 3 buah pakaian dalam wanita, 3 buah celana dalam wanita, 3 buah celana dalam laki-laki dan kondom. Sementara pasal yang disangkakan kepada tersangka adalah Pasal 296 KUHP jo Pasal 506 KUHP.
Meringkus Suami Yang Menjual Istrinya

Nur Hidayat, suami yang menjual istrinya telah diperiksa kejiwaannya. Selain memeriksa Hidayat, sang istri pun juga akan diperiksa kejiwaannya. Kanit V Subdit III Jatanras Polda Jatim Kompol Moh Aldy Sulaiman mengatakan pemeriksaan ini akan dilakukan. Menurut Aldy, pemeriksaan ini penting untuk melihat apa yang terjadi antara pasutri ini. "Kemudian pada istrinya kita juga akan Kita lakukan pemeriksaan kejiwaan juga. Cuma memang belum dilakukan, kemungkinan hari Senin atau Selasa," kata Aldy kepada detikcom di Surabaya. 
Sementara itu, saat ditanya mengapa istri Hidayat tak ditahan, Aldy mengatakan secara hukum memang yang memenuhi unsur untuk menjadi tersangka dan ditahan yakni Hidayat. Sedangkan istrinya tak memenuhi unsur hukum. Dalam hal ini, Hidayat dijerat Pasal 296 dan 506. "Kalau sesuai undang-undang yang pertama ini kan pasal 296 itu kan yang jelas penerapan pasalnya yang memudahkan atau yang mengadakan. Kita lihat di sini yang memudahkan dan mengadakan yang jelas adalah suaminya," papar Aldy. "Karena apa, dia membuat akun twitter yang menawarkan ke orang-orang termasuk pasal memudahkan dan mengatakan itu. Dia menawarkan perbuatan cabul, threesome dan swinger," imbuhnya.
Nur Hidayat, tersangka kasus suami jual istri.

Tak hanya itu, Aldy menyebut Hidayat memperoleh keuntungan dari perbuatannya. Keuntungan Rp 1,5 juta setiap layanan seks ini juga masuk ke kantong Hidayat. "Pasal 506 itu yang menerima keuntungan. Nah yang menerima keuntungan kan suaminya. Setiap hasil dibawa suaminya," pungkas Aldy. Sebelumnya, Polisi menggerebek kegiatan threesome ini di sebuah vila di Prigen, Pasuruan. Dalam penggerebekan ini, petugas mengamankan beberapa barang. Misalnya uang Rp 1,5 juta, dua handphone, selimut yang ada bercak spermanya, baju tidur berwarna pink, bra hingga celana dalam. Sedangkan pelaku diancam dengan Pasal 296 KUHP tentang tindak pidana mengadakan atau memudahkan cabul orang lain dengan ancaman hukuman satu tahun empat bulan, dan pasal 506 KUHP tentang tindak pidana mengambil keuntungan dari pelacuran perempuan dengan ancaman hukuman satu tahun penjara.
 
Barang bukti kasus suami jual istri di Jawa Timur.
Meringkus Pelaku Penipuan Penggandaan Uang Bermodus Kyai

Ditreskrimum Polda Jawa Timur, Subdit III Jatanras menangkap tersangka penipuan dengan menggandakan uang bermodus mengaku sebagai Kyai. Korban berinisial AL ditipu untuk menggandakan uang sepuluh kali lipat lebih banyak dari uang awal yang diberikan. Korban yang biasa tertipu saat menggandakan uang kepada tersangka lantaran terbelit hutang. Keempat tersangka mempunyai peran masing-masing dari RRN, ANDR berperan sebagai Kyai yang bisa menggandakan uang 20x (dua puluh kali lipat), AV alias GI sebagai Gus bisa menggandakan uang 10× (sepuluh kali lipat), dan HD sebagai supir yang bertugas menjemput korban.
Direskrimum Polda Jatim, Kombes Pol R Pitra Andrias Ratulangie menyampaikan, salah satu pelaku menyamar sebagai Kyai dan Gus yang bisa menggandakan uang lebih banyak. “Ketika korban AL sudah memberikan uang dari salah satu pelaku, uang disimpan dalam tas, secara tiba-tiba uang berubah di ganti keramik. Jadi seolah-olah bisa menyulap, sebelumnya pelaku sudah memasukan keramik di dalam tas yang akan di Demonstrasikan,” ujar mantan Perwira Anjak Madya Pidum Bareskrim Polri ini. Sebelumnya pelaku melakukan demo kepada korbannya, pada saat RRN menunjukan Video penggandaan uang sebanyak 10x (sepuluh kali) lipat dilakukan rekan RRN yaitu tersangka GI dirumahnya Kota Sibolga Sumatra Utara.
Korban AL, DD (anak korban), CS (teman korban) dan tersangka RRN berangkat dari Kota Sibolga Sumut menuju Kota Jember Jawa Timur. Setelah tiba di Jember, korban dijemput oleh tersangka HD alias TN. Dalam perjalanan menuju rumah Gl alias AV yang beralamat Kec. Sempolan Kab. Jember, korban dimintai uang Rp 6.000.000,(enam juta rupiah) untuk membeli peralatan ibadah sebagai syarat dilakukan ritual penggandaan uang. Kompol Aldy Sulaiman menambahkan, namun anak korban (Sdr DD) masih belum percaya, kemudian tersangka tersangka GI alias AV mengajak tersangka Kyai IBR alias ANDR untuk meyakinkan korban dikarenakan bisa melipat gandakan di atas 10X (sepuluh kali) lipat, sehingga korban dan anaknya mengambil uang tunai di bank dengan total sebesar Rp 650.000.000,(enam ratus lima puluh juta rupiah).
“Setelah tersangka Kyai IBR alias ANDR untuk dimasukkan ke dalam tas koper merk Polo warna hitam yang telah disiapkan oleh tersangka Gl alias AV, tanpa disadari oleh korban tas merek Polo berisi uang tersebut diganti oleh tersangka Kyai IBR alias ANDR dengan tas koper merk dan warna yang sama dengan isi 1 (satu) buah bantal, 3 (tiga) buah keramik dan 1 (satu) buah kardus bekas. Korban tidak boleh menyentuh atau membuka koper tersebut hanya diperbolehkan tersangka RRN.

Selanjutnya koper tersebut dibawa ke Hotel Global Inn Sidoarjo untuk menemui tersangka Kyai IBR Alias ANDR, namun setelah sampai dihotel dan ditunggu beberapa hari, nomer handpone tersangka Kyai IBR Alias ANDR sulit dihubungi sehingga korban merasa curiga dengan membuka tas koper ternyata isi tas koper tersebut berisi 1 (satu) buah bantal, 3 (tiga) buah keramik dan 1 (satu) buah kardus bekas merasa telah dlbohongl oleh para tersangka sehingga korban dirugikan sebesar Rp 671.000.000,(enam ratus,” imbul Kompol Aldy Sulaiman. Atas perbuatan ke empat tersangka, kini mereka mendekam di balik jeruji penjara. Polisi menjerat pasal 378 dan 372 jo 55 KUHP dengan ancaman lamanya empat tahun penjara.
Menggerebek Tempat Karaoke Prostitusi

Tindakan penangkapan yang dilakukan oleh Unit V Judisusila Polda Jatim kepada tempat karaoke yang dipergunakan untuk portitusi memasuki Room No.14 De Berry Karaoke Jalan Banyu Urip No. 246 Kota Surabaya. Pengrebekan yang dikakukan oleh Unit V/Perjudian Ditreskrimum Polda Jatim. Dari puluhan wanita yang diamankan, salah satunya ditetapkan sebagai tersangkanya. Wanita itu berinisial DM alias Mami L (36) warga Jalan Krembangan Surabaya. Digrebeknya De Berry Karaoke Jalan Banyu Urip Surabaya, itu setelah diduga digunakan sebagai tempat perbuatan asusiia yaitu melakukan hubungan sex didalam ruangan dan melakukan tarian striptis.
Belasan purel Karaoke De Berry diamankan petugas Polda Jatim

Dirkrimum Polda Jatim, Kombes Pol Pitra Ratulangi mengatakan, ketika digrebek, petugas mendapati 2 (dua) pasang laki-laki dan perempuan yang bukan suami istri, 1 (satu) pasangan tertangkap tangan melakukan hubungan seks dan 1 (satu) orang pasangan melakukan tarian telanjang (striptis). “Modus yang dilakukan Tersangka adalah menawarkan Purel (Ladies Escort) kepada tamu dengan cara show didalam room, juga bisa untuk berhubungan badan/seks,” sebut Pitra. Lanjutnya, jika LC melayani hubungan badan seks (ML), akan dipasang tarif Rp. 500 ribu hingga harga Rp. 1.500.000. “Dari tarif tersebut tersangka mendapat bagian Rp. 300.000,” tutupnya. Barang bukti yang diamankan, Uang tunai Rp. 6.231 .700, 2 (dua) buah celana dalam wanita, 2 (dua) buah celana dalam pria, 2 (dua) buah BH, 1 (satu) buah kondom merk sutra yang sudah terpakai, 1 (satu) buah kondom merk sutra yang belum terpakai, dan 2 (dua) lembar invoice Room.

Seperti diberitakan sebelumnya, Karaoke De Berry di Jalan Banyu Urip, Surabaya, digrebek Ditreskirimum Polda Jatim. Digrebeknya Karaoke itu karena diduga menyediakan layanan esek-esek. Kanit Unit V Perjudian Kompol Aldy Sulaiman, mengatakan, tempat itu digrebek setelah petugas sebelumnya mendapat laporan dari Masyarakat, bahwa ada dugaan praktek Asusila ditempat itu. Hasilnya, petugas mengamankan 15 Lady Companion (LC), Kasir, Manager Operasional dan koordinator LC (Mami) yang langsung dibawa ke Polda Jatim untuk dimintai keterangan.


Source :

Name

38 Setia,148,Berita Pilihan,4,figur bicara,37,LUAR NEGERI,19,Nasional,415,Sejarah,9,Tips,17,Umum,46,
ltr
item
38 Setia: Kinerja Kompol Muhammad Aldy Sulaiman, S.I.K Kepala Unit V/Perjudian Subdit III Ditreskrimum Polda Jatim
Kinerja Kompol Muhammad Aldy Sulaiman, S.I.K Kepala Unit V/Perjudian Subdit III Ditreskrimum Polda Jatim
https://lh6.googleusercontent.com/UAeRFw4RY1h1FcxXGnlmblM5mgNhHhppQ8DSj7poMYk-6uKMhK4XU2F-IvCPcw4C-V0IT1Hs9DmwSNQzApKGkTmvASrYSF12dzUJStXd3fce2D0xbj6kV2M8-Vwp8fzQswc_kK1VQ8DUuicliw
https://lh6.googleusercontent.com/UAeRFw4RY1h1FcxXGnlmblM5mgNhHhppQ8DSj7poMYk-6uKMhK4XU2F-IvCPcw4C-V0IT1Hs9DmwSNQzApKGkTmvASrYSF12dzUJStXd3fce2D0xbj6kV2M8-Vwp8fzQswc_kK1VQ8DUuicliw=s72-c
38 Setia
http://www.38setia.com/2020/02/kompol-muhammad-aldy-sulaiman-sik.html
http://www.38setia.com/
http://www.38setia.com/
http://www.38setia.com/2020/02/kompol-muhammad-aldy-sulaiman-sik.html
true
1959138953113151983
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content