$type=ticker$count=12$cols=4$cate=0$sn=0

$type=grid$count=4$ico=1$cate=0$rm=0$sn=0$cm=0

Kompol Rico Fernanda, S.H., S.I.K., M.H. Kepala Polsek Penjaga Keamanan dan Kondusifitas Kawasan Koto Tangah


Koto Tangah adalah sebuah kecamatan di kota Padang, Sumatra Barat, Indonesia. Kecamatan Koto Tangah merupakan pintu gerbang memasuki kota Padang dari arah Bandara Internasional Minangkabau. Kecamatan ini memiliki beberapa tempat yang menjadi objek kawasan wisata diantaranya wisata pantai Pasir Jambak, wisata bahari Pulau Sawo dan wisata alam Lubuk Minturun. Untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di kawasan Koto Tangah, maka kepolisian menempatkan Polsek Koto Tangah sebagai pelaksana fungsi kepolisian di kawasan tersebut. Kapolsek Koto Tangah saat ini dijabat oleh Kompol Rico Fernanda, S.H., S.I.K., M.H., yang merupakan perwira lulusan Akademi Kepolisian tahun 2006 ini telah melakukan berbagai upaya dalam melaksanakan tugas pokok Polri untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat serta penegakan hukum kepada masyarakat di wilayah hukumnya. Berikut ini beberapa prestasi dan upaya penegakan hukum yang telah dilakukan oleh Polsek Koto Tangah dibawah kepemimpinan Kompol Rico Fernanda, S.H., S.I.K., M.H.

Memperoleh Piagam Penghargaan Personel Berprestasi di Bidang Operasional


Kapolda Sumbar, Irjen Pol Toni Harmanto saat memasang pin emas kepada Personel Berprestasi

Kapolda Sumbar Irjen Pol Toni Harmanto, menyerahkan piagam penghargaan kepada personel yang berprestasi di jajaran Polda Sumbar. Personel yang mendapatkan penghargaan ialah AKBP Dony Setiawan, Kompol Yusep Dwi Prasetya, AKBP Cepi Noval. Ketiganya mendapat penghargaan berupa pin emas, perak, dan perunggu yang ditetapkan berdasarkan Keputusan Kapolri Nomor: Kep/1764/IX/2019 tanggal 26 September 2019 dan ditandatangani oleh Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian. Penyematan pin emas ini, diberikan langsung oleh Kapolda Sumbar Irjen Pol Toni Harmanto, di sela upacara bendera bulanan Polda Sumbar, di halaman Mapolda. Hal ini lantaran terpilihnya sebagai juara di tingkat Polda dalam pemilihan polisi teladan atau role model, sebagai penggerak revolusi mental dan pendorong tertib sosial di ruang publik. AKBP Dony Setiawan menerima penghargaan Pin Emas sewaktu dirinya menjabat sebagai Kapolres Solok Kota, Kompol Yusep menerima pin perak sewaktu Kasubbagselek Bagdalpers Rosdm Polda Sumbar, dan AKBP Cepi Noval menerima pin perunggu sewaktu menjabat Kapolres Padang Panjang.


Kemudian, penghargaan dari Kapolda Sumbar kepada Kompol Rico Fernanda (Kapolsek Koto Tangah, Polresta Padang) bersama delapan personel lainnya mendapatkan penghargaan di bidang operasional atas ungkap Pelaku kasus Penipuan yang mengaku sebagai anggota Polri berpangkat Brigjen yang bertugas di Propam Mabes Polri. Selanjutnya, AKP Gusdi (Panit 2 Unit 2 Subdit 3 Ditreskrimum Polda Sumbar) bersama 17 orang lainnya mendapatkan penghargaan bidang operasional terhadap penangkapan pelaku tindak pidana penganiayaan dengan menggunakan senjata api. Terakhir, Pembina I Joni R, S.Pd (Kasubbid PID Bidhumas Polda Sumbar) diberikan penghargaan bidang sosial budaya khususnya dalam hal dakwah agama Islam di lingkungan Polda Sumbar. Kapolda Sumbar Irjen Pol Toni Harmanto menuturkan, pemberian penghargaan yang diserahkan oleh Kapolri dan Polda Sumbar ini merupakan komitmen dari pimpinan Polri. "Khususnya dari kami jajaran Pejabat Utama Polda Sumbar terus komit.


Disamping memberikan punishmen (hukuman), dan kita komit memberikan reward penghargaan kepada anggota kita," ujarnya usai memberikan penghargaan. Toni menerangkan, akan untuk terus memberikan semangat kepada anggota yang lainnya untuk meningkatkan prestasinya. "Sambil mengingatkan kepada anggota yang lain kalau ada yang melanggar ini loh ada hukumannya. Sedang untuk reward nya sendiri kan bervariasi," jelasnya. Ia menambahkan, nantinya penghargaan yang diberikan tersebut dapat meningkatkan karir personel yang bersangkutan. "Penghargaan-penghargaan ini tentu akan berkontribusi pada kinerja, kemudian meningkatkan karir yang bersangkutan kita berikan kesempatan nanti untuk mengikuti pendidikan ke jenjang yang lebih baik," pungkasnya.

Mengamankan Pelaku Jenderal Polisi Gadungan

Kapolsek Koto Tangah, Kompol Rico Fernanda bersama pelaku jenderal polisi gadungan WH (39) saat memperlihatkan barang bukti mobil Pajero dan Vitara yang dibeli pelaku dengan hasil penipuan.

Wendri Harefa (39) yang mengaku berpangkat Brigadir Jenderal (Brogjen) di Kota Padang diamankan pihak kepolisian. Ia ditangkap karena mengaku sebagai anggota Polri dan diduga telah melakukan penipuan. Polisi gadungan tersebut diamankan di rumah kontrakannya di Perumahan Lubuk Intan Blok N 6, Kelurahan Lubuk Buaya, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat.

Penangkapan pelaku berawal dari laporan seorang korban atas nama Ema Suryani (51). Kapolsek Koto Tangah, Kompol Rico Fernanda menyebutkan, pertemuan antara korban dan pelaku terjadi di toko grosir korban di kawasan Lubuk Buaya. “Kemudian pelaku mengaku sebagai seorang polisi berpangkat jenderal yang berdinas di Mabes Polri. Pelaku memberikan nomor handphone kepada korban,” ujar Rico di Padang.



Menurutnya, beberapa hari kemudian pelaku datang kembali ke toko grosir milik korban. Setelah itu, pelaku melihat anak laki-laki korban dan menawarkan untuk bisa masuk Polri. “Pelaku menawarkan kepada korban bahwa pelaku bisa menjamin dan memasukkan anak korban menjadi seorang polisi (Akpol). Korban disuruh untuk menyiapkan surat-surat untuk kelengkapan menjadi seorang polisi,” ungkapnya.


Dengan berbagai bujuk rayuan, pelaku kemudian meminta uang sebanyak Rp 300 juta kepada korban, sebagai biaya untuk menjadi seorang polisi. Tergiur, korban memberikan uang secara bertahap kepada pelaku. Korban membayar bertahap sebanyak lima kali, dengan rincian pembayaran pertama Rp 6,5 juta, selanjutnya Rp 50 juta serta Rp 100 juta. Pembayaran keempat dan kelima, korban mengeluarkan biaya Rp 50 juta dan Rp 100 juta.


Wendra Harefa (39) warga Kota Padang, Sumbar yang dibekuk jajaran Polsek Koto Tangah karena yang bersangkutan diduga mengaku-ngaku jadi polisi berpangkat Brigjen Pol.

“Pelaku kemudian juga meminta uang lagi sebanyak Rp100 juta. Namun, korban menyampaikan bahwa uang miliknya dipinjam oleh seseorang,” jelasnya. Kemudian, korban yang merasa tertipu, bersama anak beserta suaminya dan beberapa orang mendatangi pelaku di rumah kontrakannya. Pelaku ternyata berbelit-belit dan korban menghubungi pihak kepolisian.


“Saat kami sampai di rumah kontrakan itu, pelaku mengaku kepada kami merupakan anggota kepolisian. Setelah dicek, ternyata gadungan, dengan pangkat Jenderal. Selanjutnya kami bawa ke Mapolsek,” jelas Rico. Dari pengungkapan kasus ini, pihak kepolisian menyita barang bukti berupa dua unit mobil merek Pajero Sport BA 1 AW dan Grand Vitara BA 2 A. Serta satu satu unit sepeda motor merek Honda CBR tanpa pelat nomor dan satu unit handphone serta uang tunai Rp3 juta.


Kapolresta Padang Kombes Pol Yulmar Try Himawan (tengah) memberikan keterangan pers terkait penangkapan jenderal polisi gadungan di Padang

Jenderal polisi gadungan, WF (38) yang mengaku bisa meluluskan seseorang ke Akademi Kepolisian (Akpol) diduga mengalami kelainan jiwa. Selain pernah memiliki obsesi sebagai anggota polisi yang tidak kesampaian, WF juga melakukan motif penipuan yang sama berulang kali tanpa ada efek jera dan tidak menyesal. "Diduga dia memiliki kelainan jiwa karena melihat latar belakangnya," kata Kapolsek Koto Tangah, Padang, Sumatera Barat, Kompol Rico Fernanda kepada Kompas.com. "Kita sudah mendatangkan psikolog dari Polda Sumbar." Rico menyebutkan dalam pemeriksaan tersangka juga tidak memperlihatkan rasa menyesal dan malahan terlihat santai kendati terancam masuk penjara lagi.


Meringkus Pelaku Penjarahan Barang Pasien Rumah Sakit

Dua pelaku nyaris diamuk massa lantaran aksinya terekam CCTV

Aksi menjarah barang milik pasien terekam CCTV, dua pria di Padang Naris diamuk massa. Dua pria itu RS (28) RA (32). Keduanya diduga nekad menjarah barang milik pasien di Rumah Sakit (RS) Siti Rahmah. Kapolsek Koto Tangah Kompol Rico Fernanda, mengatakan, kedua pelaku diamankan petugas keamanan RS yang langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Koto Tangah. “Kejadian berawal saat aksi kedua pria warga Alang Laweh yang berpura-pura sebagai pengunjung itu diketahui Satpam Rumah sakit yang sedang mengawasi CCTV, dan langsung mengamankan keduanya sebelum para pelaku kabur menggunakan sepeda motornyya,” kata Rico.

Dikatakan oleh Rico, dari keterangan para pelaku aksinya selalu mengincar pasien yang sudah tertidur. “Saat beraksi, mereka berbagi tugas. Satu orang masuk ke dalam ruangan pasien untuk menggasak barang-barang berharga milik korban. Sementara rekanya mengamati keadaan situasi. Setelah mendapati barang incaranya, mereka langsung kabur,” ungkapnya.


Rumah Sakit Siti Rahmah Padang

Dijelaskan Riko, pelaku mengaku telah 2 kali melakukan aksinya tersebut. Namun untuk aksi yang ketiga kalinya perbuatan mereka gagal karna terekam CCTV. “Aksi mereka terpantau dari rekaman CCTV. Mereka langsung diamankan pihak keamana RS. Beruntung polisi langsung datang untuk mengamankan kedua tersangka dari amukan masa yang sudah geram,” ungkap Rico. Keduanya diduga keras telah melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan, sebagaimana yang di maksud dalam pasal 363 KUHP. “Dari para pelaku polisi mengamankan satu tas kulit sandang warna coklat, satu unit Hp jenis Samsung J3 Pro, serta satu unit R2 jenis Honda Beat Hitam tanpa plat nomor sebagai barang bukti,”pungkas Rico.


Meringkus Pelaku Penggelapan Sepeda Motor dengan Modus Meminjam

Pasangan Pelaku Penggelapan Sepeda Motor

Sepasang kekasih pelaku penggelapan sepeda motor korbannya yang baru mereka kenal, yang berhasil diamankan Jajaran Polsek Koto Tangah, kota Padang. Diduga menggelapkan sepeda motor para korbannya dengan modus berpura-pura meminjamnya, sepasang kekasih di Kota Padang, Sumbar, diringkus polisi di salah satu warnet di wilayah Kecamatan Koto Tangah, di daerah itu. Indentitas kedua pelakunya, untuk pria atas nama Chendea Peldi (21) merupakan warga Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang. Sedangkan kekasihnya atas nama Armita Sari Indra (20) merupakan warga Kabupaten Padang Pariaman.


Kapolsek Koto Tangah, Kompol Rico Fernanda membenarkan penangkap tersebut. Menurutnya kedua pelaku diamankan sesuai dengan dua laporan polisi yaitu, Laporan Polisi Nomor : LP/99/B/II/2020/Sektor serta Laporan Polisi Nomor : LP/99/B/II/2020/Sektor. "Mereka ini menggelapkan sepeda motor korbannya dengan berpura-pura meminjamnya kepada para korban yang baru dikenal di tempat kejadian perkara (TKP), alasan untuk membeli makanan atau minuman," kata Kompol Rico Fernanda saat dihubungi covesia. Lanjut Rico, dari laporan polisi yang masuk pelaku ini sudah dua kali melakukan aksinya. TKP nya, di sebuah warnet di jalan Adinegoro Kelurahan Batang Kabung, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang.

"Kemudian di Wisma Pasir Jambak (Dangau Mande), Kelurahan Pasia Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang," sebutnya. Rico mengatakan, kronologis penangkapan pelaku ini berawal dari laporan korbannya melihat kedua pelaku sedang berada di sebuah Warnet Red di simpang Asrama Haji Padang. Kemudian korban menghubungi Polsek Koto Tangah untuk dilakukan Penangkapan. "Dalam penangkapan itu juga dibantu oleh anggota Sat Brimob Polda Sumbar, yang saat itu melaksanakan patroli. Tidak ada perlawanan dalam penangkapan itu," jelasanya. Dikatakan Rico, untuk barang bukti kendaraan tersebut sudah sempat dijual pelaku kepada orang lain yang telah berhasil ditangkap dan dimintai keterangannya. "Barang bukti yang diamankan dalam penangkapan itu dua unit sepeda motor," ungkapnya.


Meringkus Pelaku Pencurian Sepeda Motor


Pelaku saat diamankan Polisi di Korong Olo Bangsu Nagari Ketaping, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman (Foto: dok.polsek koto tangah).

Diduga sering beraksi bersama istrinya di wilayah Koto Tangah, Kota Padang, akhirnya seorang residivis pencurian sepeda motor (curanmor) tersebut ditangkap oleh Anggota Opsnal Kepolisian Sektor (Polsek) Kota Tangah, yang dibantu jajaran Reskrim Polres Padang Pariaman. Kapolsek Koto Tangah, Kompol Rico Fernanda mengatakan, untuk indentitas pelaku yang ditangkap atas nama Hendri Rozadi panggilan Eri iliah (37) warga Pasir Jambak, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang. "Pengakuan Eri iliah ini kepada kami bahwa ia sudah sering melakukan aksi curanmor itu di wilayah Koto Tangah, dan dibantu oleh istrinya atas nama Fitra Yeni yang sudah duluan kami tangkap, sekarang akan dilakukan tahap dua," kata Kompol Rico Fernanda.


Lanjut Rico, pelaku Eri iliah tersebut ditangkap pihaknya di Korong Olo Bangsu Nagari Ketaping, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman. "Pelaku ini juga merupakan residivis curanmor dan pernah ditahan tiga kali di Lapas Muara Padang, dan satu kali di Lapas Pariaman," ucapnya. Dikatakan Rico, kronologis penangkapan pelaku curanmor ini berawal dari laporan masyarakat, kemudian tim opsnal Polsek Koto Tangah, melakukan penyelidikan, dari hasil penyelidikan tersebut diketahui bahwa pelaku bersembunyi di sebuah rumah yang berada di daerah Olo Bangsu, Nagari Kataping, Batang Anai.


Hendri Rozali (37), spesialis pencuri sepeda motor ditembak jajaran Polsek Koto Tangah lantaran berusaha melarikan diri ketika penangkapan dan kemudian dibawa ke rumah sakit.

"Selanjutnya tim Opsnal berkoordinasi dengan jajaran Opsnal Polres Padang Pariaman, untuk memastikan keberadan pelaku dan pada pukul 05.45 WIB tim mengepung rumah pelaku kemudian menangkapnya," sebutnya. Rico menyebutkan, dalam penangkapan itu, pelaku sempat berusaha melarikan diri, sehingga dilakukan tembakan peringatan agar pelaku berhenti. "Karena berusaha kabur, pelaku terpaksa ditembak untuk melumpuhkannya. Pelaku ditembak di bagian betis sebelah kanan kakinya. Selanjutnya ia dibawa ke rumah sakit Bhayangkara Polda Sumbar untuk dilakukan pengobatan," kata Rico. Karena perbuatannya pelaku diancam dengan pasal 363 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KHUP)," tutupnya.



Mengamankan Pelaku Penjambretan yang Diamuk Massa


Sepeda motor yang dikendarai dua penjambret hangus dibakar massa setelah merampas tas merah di Padang

Dua penjambret yang beraksi di Kota Padang bernasib sial. Setelah mengambil sebuah tas, dua jambret tersebut diamankan warga. Bahkan, motor yang digunakannya untuk menjambret dibakar massa. Kapolsek Koto Tangah. Pelaku tersebut bernama Ridho (21) dan Taufik (24). "Mereka diduga telah melakukan tindak pidana pencurian dengan kekerasan," kata Kompol Rico Fernanda. Dijelaskannya, peristiwa tersebut terjadi di Jalan Raya Jembatan Koto Tuo, Kelurahan Koto Pulai, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang.

Kejadian berawal ketika korban bernama Meldawati (53) berboncengan dengan saksi Lidia (15) dengan menggunakan sepeda motor. Lalu, sepeda motor yang dikendarai korban dipepet dari sebelah kiri oleh kedua pelaku. Sepeda motor yang dikendarai oleh Ridho dan Taufik yang boncengan, langsung merampas tas warna merah yang dipegang oleh Lidia. "Selanjutnya pelaku melarikan diri ke arah Koto Pulai," kata Kompol Rico Fernanda. Setelah kedua pelaku melarikan diri, korban berteriak sambil berusaha mengejar pelaku. Selain dikejar korban, pelaku juga dikejar oleh warga sekitar. Akhirnya berhasil diamankan warga setempat, sedangkan motor pelaku hangus dibakar massa.


"Sepeda motor yang dikendarai pelaku dibakar oleh warga dan barulah kami datang ke lokasi untuk mengamankan kedua pelaku," sebutnya. Kedua pelaku serta barang bukti diamankan ke Polsek Koto Tangah. "Satu diantara pelaku bernama Taufik merupakan resedivis kasus curanmor yang baru saja bebas pada bulan Desember tahun 2018," ujarnya. Pihaknya berhasil mengamankan barang bukti berupa satu tas kulit warna merah, satu dompet kulit, uang tunai Rp 170 ribu, dan dua unit HP.


Meringkus Pelaku Penusukan terhadap Istri


Barang bukti penusukan suami terhadap istri di Padang.

Mengaku hilang kesadaran, seorang pria di Jalan Simpang Pasir Putih, Belakang Stasiun Tabing, Kelurahan Bungo Pasang, Kecamatan Koto Tangah, menusuk istrinya sendiri. Informasi yang dihimpun harianhaluan.com, aksi ini dilakukan oleh tersangka yang diketahui bernama Muhammad Ridho (35) terhadap sang istri, Reni Deswita (33). Tersangka berdalih kepada petugas jika perbuatan itu dilakukan lantaran tengah dalam kondisi tak sadar.


"Kita mendapat laporan dari adik korban jika sang kakak telah dianiaya oleh suaminya dengan sebilah pisau," kata Kapolsek Koto Tangah, Kompol Rico Fernanda. Menurut Kapolsek, dari keterangan adik korban yang melapor, aksi penusukan itu berlangsung cepat. Usai kejadian, adik korban ini langsung melapor ke Mapolsek Koto Tangah.


Meringkus Pelaku Pembunuhan terhadap Istri Karena Cemburu


OL, pelaku pembunuhan terhadap istrinya sendiri karena rasa cemburu.

Pria berinisial OL, warga Desa Padang Sarai, Kecamatan Koto Tangah, Padang, Sumatera Barat, tega membunuh istri yang baru tujuh bulan dinikahinya. Dikutip dari TribunPadang.com, OL membunuh istrinya karena merasa cemburu setelah mendapati korban masih sering berhubungan dengan mantan pacar. OL melakukan pembunuhan itu dengan mencekik leher sang istri hingga tewas. Sehari sebelum melakukan pembunuhan, OL mengaku memergoki sang istri menelpon lelaki lain. "Ini dikarenakan motifnya karena cemburu, sebab suaminya cemburu karena istrinya masih sering berhubungan komunikasi via telepon dengan mantan pacarnya," ucap Kapolsek Koto Tangah Kompol Rico Feranda.


OL mengaku spontan melakukan tindakan itu, dan baru melepaskan cekikannya setelah sang istri menjerit kesakitan. "Saya bilang ke orang tua, karena sakit. Istri aku selingkuh, karena sering teleponan dengan laki-laki lain," kata OL. Setelah mencekik korban, OL tanpa rasa bersalah langsung kembali tidur karena tak tahu sang istri telah tewas. Kompol Rico mengungkapkan, keesokan harinya sekitar pukul 05.00 WIB, pelaku langsung datang ke rumah orangtua untuk melaporkan kematian sang istri. Rico menjelaskan, saat itu pelaku mengaku sang istri meninggal dunia karena sakit. "Kemudian pukul 5.00 WIB pagi, ia melaporkan kepada keluarganya bahwa istrinya telah meninggal dunia karena sakit," kata Rico.


Polisi saat membawa suami yang membunuh istri di Padang ke Mapolsek Koto Tangah. (Foto: iNews/Budi Sunandar)

Keluarga dan warga setempat yang mengetahui kabar kematian korban pun sempat merasa curiga. Pasalnya, di tubuh korban terdapat luka bekas penganiayaan. Warga setempat lantas melaporkan kematian korban ke Polsek Koto Tangah. "Kejanggalan itu terlihat adanya bekas-bekas luka di tubuh perempuan tersebut," tutur Rico. Menanggapi hal tersebut, Rico menjelaskan pihak kepolisian langsung melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, termasuk suami korban yang tak lain adalah pelaku pembunuhan. "Kami memeriksa saksi sebanyak lima orang termasuk suami korban," ujar Rico. "Setelah kami melakukan permeriksaan, ternyata pelakunya suaminya sendiri."


Jenazah korban lantas dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Padang untuk dilakukan tindakan visum. "Kemudian untuk korban kami bawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan visum," imbuh Rico. Lebih lanjut Rico mengungkapkan, OL sehari-hari bekerja sebagai buruh bangunan. Pasangan suami istri itu baru menikah selama 7 bulan dan belum dikaruniai anak. Saat ini, OL masih berada di Mapolsek Koto Tangah untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.


Mengevakuasi Penemuan Warga Tewas diduga Kesetrum Listrik


Warga Pasir Jambak, Koto Tangah, Padang, Sumatera Barat digegerkan dengan penemuan mayat di tambak udang.

Seorang petambak udang ditemukan tewas di Kolam Tambak Udang Istiqomah di Jalan Pasir Jambak, Kelurahan Pasir Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Polsek Koto Tangah, korban bernama Darma (38), Suku Jawa-Lampung. Dia bekerja sebagai mekanik di tambang udang tersebut. Korban tewas karena kesetrum saat memasang colokan listrik. Kapolsek Koto Tangah, Kompol Rico Fernanda, menyampaikan korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia oleh temannya. "Untuk saat sekarang, kesentrum listrik," ujarnya. Rico menyampaikan bahwa kejadian berlangsung pada pukul 10.00 WIB.


Mengevakuasi Warga Tewas Gantung Diri


Ilustrasi bunuh diri (asiandelight)

NF (38), seorang sopir angkot di Padang, Sumatera Barat, tewas gantung diri lantaran diduga terlilit utang dari sebuah aplikasi pinjaman online. Kapolsek Koto Tangah Kompol Rico Fernanda mengatakan, korban ditemukan tewas pertama kali oleh pihak keluarga sekitar pukul 05.30 WIB. "Korban ditemukan oleh keluarga dan warga di sebuah ladang dengan posisi tergantung di pohon kelapa," kata Rico saat dihubungi Kompas.com. Rico mengatakan, kejadian berawal saat adik korban Doni Putra (33) terbangun dan melihat korban sudah tak ada di sampingnya. Kemudian, dirinya membangunkan anggota keluarga yang lain untuk mencari korban.


Keluarga korban akhirnya menemukan NF tergantung di pohon kelapa dekat kolam ikan yang berjarak sekitar 100 meter dari rumah sekitar pukul 05.30 WIB. "Korban ditemukan dalam keadaan kaki bersimpuh, kemudian polisi yang mendapatkan laporan langsung ke lokasi," kata Rico. Usai ditemukan, pihak keluarga sempat membawa korban ke rumah sakit, namun nyawanya tak bisa diselamatkan. Menurut keterangan saksi, korban terlilit masalah utang dengan pinjaman online. "Korban terlilit utang dengan pinjol. Diduga karena itu korban nekat gantung diri," kata Rico. Terlebih, kata Rico, korban pernah menceritakan terjadi peneroran akibat persoalan utang dari pinjaman online. Usai diperiksa petugas, jasad korban diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan.




Source :






Name

38 Setia,148,Berita Pilihan,4,figur bicara,37,LUAR NEGERI,19,Nasional,415,Sejarah,9,Tips,17,Umum,46,
ltr
item
38 Setia: Kompol Rico Fernanda, S.H., S.I.K., M.H. Kepala Polsek Penjaga Keamanan dan Kondusifitas Kawasan Koto Tangah
Kompol Rico Fernanda, S.H., S.I.K., M.H. Kepala Polsek Penjaga Keamanan dan Kondusifitas Kawasan Koto Tangah
https://1.bp.blogspot.com/-vybwcFZQnf8/Xk2y2aBJXpI/AAAAAAAANNQ/cIjC8uo5zRkJ_ThvJwWPnn4XAlSgrY8KgCEwYBhgL/s320/1.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-vybwcFZQnf8/Xk2y2aBJXpI/AAAAAAAANNQ/cIjC8uo5zRkJ_ThvJwWPnn4XAlSgrY8KgCEwYBhgL/s72-c/1.jpg
38 Setia
http://www.38setia.com/2020/02/kompol-rico-fernanda-sh-sik-mh.html
http://www.38setia.com/
http://www.38setia.com/
http://www.38setia.com/2020/02/kompol-rico-fernanda-sh-sik-mh.html
true
1959138953113151983
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content