$type=ticker$count=12$cols=4$cate=0$sn=0

$type=grid$count=4$ico=1$cate=0$rm=0$sn=0$cm=0

Kompol Tinton Yudha Riambodo, S.I.K. Kepala Unit III Subdit IV Ditreskrimsus Polda Jatim Dalam Melakukan Penyidikan dan Penyelidikan di Wilayah Jawa Timur

Kanit III Subdit IV Ditkrimsus Polda Jatim Kompol Tinton Yudha Riambodo, S.I.K. bersama Wadireskrimsus Polda Jatim dan Humas Polda Jatim

Ditreskrimsus  merupakan unsur pelaksana tugas pokok yang berada di bawah Kapolda yang bertugas menyelenggarakan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana khusus, koordinasi, pengawasan operasional, dan administrasi penyidikan PPNS sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Dalam pelaksanaan tugasnya, Ditreskrimsus dibantu oleh beberapa Sub Dikrektorat (Subdit), salah satunya adalah Subdit IV. Selanjutnya, Subdit IV dibantu oleh sejumlah Unit, yang bertugas membantu pelaksanaan tugas dan fungsi, salah satu diantaranya yaitu Unit III/Lingkungan Hidup. Unit ini bertugas melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap kasus kejahatan yang berkaitan dengan kesehatan, pelanggaran dibidang konservasi sumber daya alam, pelanggaran dibidang cagar budaya. Unit III Subdit IV Polda Jatim saat ini dipimpin oleh seorang perwira lulusan Akademi Kepolisian tahun 2006 berpangkat Komisaris Polisi, yakni Kompol Tinton Yudha Riambodo, S.I.K. Berikut ini merupakan beberapa upaya yang telah dilakukan Unit III Subdit IV Ditreskrimsus Polda Jatim dalam melaksanakan fungsinya di kawasan Polda Jatim di bawah kepemimpinan Kompol Tinton Yudha Riambodo, S.I.K.

Membongkar Sindikat Perdagangan Hewan Langka Dilindungi

Polda Jatim bongkar sindikat perdagangan hewan langka dilindungi


Sindikat perdagangan burung-burung langka dan kerang dilindungi di Jawa Timur dibongkar. Tim Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Jatim menangkap lima orang dari tiga daerah. Lima orang dalam sindikat itu ditangkap berurutan oleh Tim Unit III Subdit IV Tipidter Polda Jatim dipimpin Kasubdit AKBP Wahyudi dan Kanit Kompol Tinton Yudha Riambodo. Kelima tersangka yaitu AS, warga Trenggalek; SM, FS dan DK, warga Tulungagung serta IS, Situbondo.



"Dari tangan kelima tersangka, kami sita puluhan burung dan ratusan kerang langka, dengan nilai sekitar Rp 1,5 miliar," kata Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan didampingi Kabid Humas Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko dan Dirreskrimsus Kombes Pol Gidion Arif Setyawan. Menurut Luki, lima tersangka itu terbagi dalam dua jaringan, yaitu empat tersangka jaringan jual beli burung langka dan satu tersangka penjual kerang langka. Bahkan tersangka penjualan kerang tersebut tercatat sebagai residivis dan pernah menjalani hukuman selama 6 bulan.

Tim Unit III Subdit IV Tipidter Polda Jatim menyita sejumlah burung langka


"Mereka sudah menjalankan bisnis terlarang ini sejak 2018," terang Luki. Jaringan perdagangan burung langka itu melibatkan pelaku AS, SM, FS dan DK. Mereka biasa memasarkan hasil tangkapannya melalui media sosial. Sedangkan IS adalah penjual kerang langka, dengan area pemasaran hingga luar negeri. Luki membeberkan, dari tangan para tersangka, disita berbagai jenis hewan langka masih hidup maupun telah mati. Di antaranya 19 ekor Kakaktua Maluku, seekor Elang Brontok, Elang Brontok Hitam, Julang Emas dan anakannya, Kukang, empat ekor Trenggiling, Alap-Alap Sapi, Binturung, Rangkong Badak serta dua ekor Kangkareng Perut Putih. "Hewan-hewan yang masih hidup ini selanjutnya akan kami titipkan ke BKSDA untuk dirawat, sebelum dilepasliarkan," jelasnya.

Tim Unit III Subdit IV Tipidter Polda Jatim menyita kerang-kerang dilindungi


Sedangkan hewan langka yang disita dalam keadaan mati adalah 8 ekor Kakaktua Maluku, 2 ekor Lutung Jawa, Kangkareng Perut Putih dan Julang Emas. Disita pula 55 biji Kerang Kepala Kambing, 530 biji Kerang Kima dan 25 biji Kerang Triton Terompet. "Para tersangka melakukan praktik jual beli secara online," beber Luki. Luki menjelaskan, sindikat ini terbongkar setelah timnya mendapat informasi pada awal Januari 2020. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti timnya dengan menangkap tersangka AS. Setelah dikembangkan, timnya menangkap empat tersangka lainnya.

Para tersangka dijerat Pasal 40 ayat (2) dan Pasal 21 ayat (2) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem, dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara dan denda mencapai Rp 100 juta.



Membongkar Jaringan Praktik Aborsi


Wadireskrimsus Polda Jatim, Kanit III Subdit IV Ditkrimsus Polda Jatim, dan Humas Polda Jatim

Unit 3 Subdit 4, Ditreskrimsus Polda Jatim berhasil membongkar jaringan praktik aborsi. Jaringan praktik aborsi di Jawa Timur dibongkar setelah beroperasi selama tiga tahun. Dari tujuh orang yang ditangkap polisi, dua di antaranya merupakan otak kejahatan ini. Otak jaringan ini adalah LWP (28) warga Jalan Maspati Surabaya, yang bertugas sebagai pengaborsi tunggal dan FTA (32), apoteker asal Jalan Tawangsari Barat, Sidoarjo dengan peran menyuplai obat-obat khusus untuk menggugurkan kandungan.


"Dari dua tersangka utama itulah kami berhasil mengembangkan dengan menangkap lima tersangka lain," kata Wadireskrimsus Polda Jatim, AKBP Arman Asmara Syarifuddin. Praktik ini dibongkar Unit 3 Subdit 4, Ditreskrimsus Polda Jatim yang dipimpin Kanit 3, Kompol Tinton Yudha Riambodo. Tim ini menyergap LWP di salah satu hotel di Jalan Diponegoro, Surabaya saat menunggu pasien. Dalam pemeriksaan, didapat fakta bahwa LWP memasang tarif beragam, mulai dari Rp 1 juta hingga Rp 3,5 juta. Tarif itu dibandrol sesuai dengan kesulitan dan tahapan aborsi yang diminta sang pasien. "Tarif itu belum termasuk tarif hotel yang dibooking dan dijadikan sebagai tempat aborsi," terang Arman.

Dalam praktiknya, LWP memasarkan kemampuannya mengaborsi dari mulut ke mulut. Setelah mendapat pasien, ia menghubungi FTA untuk menyediakan obat khusus aborsi. Setelah itu, ia meminta agar sang pasien menuju hotel yang sudah dibookingnya. Setelah sampai di hotel, LWP meminta pasien mengikuti semua tahapan yang sudah ia tentukan, mulai dari meminum dan memasukkan obat khusus ke kemalusan setiap satu jam sekali hingga proses pascaaborsi. "Pasiennya rata-rata berusia antar 25 hingga 30 an. Pasiennya masih kami selidiki," jelasnya.


Barang bukti berupa jenis obat yang digunakan untuk menggugurkan kandungan.


Dalam praktiknya, aborsi yang dilakukan para pelaku selama mengugurkan janin, tidak menggunakan teknik pijat maupun operasi. Melainkan dengan menggunakan obat tukak lambung. Sejauh ini, sudah ada 20 janin yang digugurkan.



Kanit III Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Jatim, Kompol Tinton Yudha Ambodo menyampaikan, obat yang digunakan untuk menggugurkan janin tersebut tergolong obat keras yang biasa dipakai dalam pengobatan penyakit lambung. “Obat yang dipakai ini tergolong obat keras, harus ada resep dokter untuk mendapatkannya. Biasanya dipakai untuk penyakit lambung,” ucap Kompol Tinton Yudha Ambodo.


Ada tiga jenis obat sakit lambung yang biasa dipakai LWP, selaku eksekutor aksi selama menjalankan praktik aborsi ilegalnya. Cara kerja obat ini, berfungsi melebarkan pembuluh darah dan meningkatkan kontraksi rahim. Untuk menggugurkan kandungan berusia tiga bulan kebawah, pasien diberikan 12 butir oleh LWP. Diminum setiap satu jam sekali. Satu kali minum dua butir tablet. “Jadi satu hari mereka disuruh minum 12 obat keras ini,” tandasnya.


Selain dua orang tersebut, Unit 3 Subdit 4, Ditreskrimsus Polda Jatim juga menangkap lima orang lainnya, yaitu TS (30), warga Juron Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo, MSA (32), warga Jalan Bukan Setro Surabaya, RMS (26), warga Jalan Pulo Tegalsari, Surabaya, MB (34) warga Jalan Tambak Pring Timur Surabaya serta VN (26), warga Jalan Siwalankerto Utara Surabaya. Sepajang praktiknya, jaringan ini sudah mengaborsi 20 pasien dari 7 TKP di wilayah Surabaya, Banyuwangi, Sidoarjo, Blitar dan Kediri.


Ketujuh Tersangka Kasus Jaringan Aborsi di Jatim

Beberapa tempat menjadi praktik Aborsi antara lain, Tempat Kejadian Perkara (TKP) salah satu Hotel di kamar 1120 dan tempat kost di Jalan Karah Karah Jambangan Surabaya. Selain itu, di Hotel di daerah Rungkut dan tengah kota Surabaya, Rumah tinggal di Pondok Jati Sidoarjo, Depan Mall Kediri Town Square, Di suatu tempat di Banyuwangi, Kafe Jungkir Balik Sidoarjo dan Depan X2 Family Karaoke Ruko Taman Pinang Indah Jalan Raya Pinang Indah Sidoarjo.


”Akibat perbuatannya, tersangka dijerat pasal Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 dan tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan, Pasal 83, Pasal 64, Pasal 194, Undang-Undang nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, Undang-Undang nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana, Pasal 55 ayat (1) KUHP, Pasal 56 KUHP, Pasal 346 KUHP dan Pasal 75 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp. 1 Miliar,” pungkasnya.





Source :
Name

38 Setia,148,Berita Pilihan,4,figur bicara,37,LUAR NEGERI,19,Nasional,415,Sejarah,9,Tips,17,Umum,46,
ltr
item
38 Setia: Kompol Tinton Yudha Riambodo, S.I.K. Kepala Unit III Subdit IV Ditreskrimsus Polda Jatim Dalam Melakukan Penyidikan dan Penyelidikan di Wilayah Jawa Timur
Kompol Tinton Yudha Riambodo, S.I.K. Kepala Unit III Subdit IV Ditreskrimsus Polda Jatim Dalam Melakukan Penyidikan dan Penyelidikan di Wilayah Jawa Timur
https://1.bp.blogspot.com/-GOOUW-sE4_M/Xk8KpwD_GsI/AAAAAAAANNw/qK2rbC0ssUENETtTkxVBZzaoqYem2QDdgCLcBGAsYHQ/s320/4.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-GOOUW-sE4_M/Xk8KpwD_GsI/AAAAAAAANNw/qK2rbC0ssUENETtTkxVBZzaoqYem2QDdgCLcBGAsYHQ/s72-c/4.jpg
38 Setia
http://www.38setia.com/2020/02/kompol-tinton-yudha-riambodo-sik.html
http://www.38setia.com/
http://www.38setia.com/
http://www.38setia.com/2020/02/kompol-tinton-yudha-riambodo-sik.html
true
1959138953113151983
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content