$type=ticker$count=12$cols=4$cate=0$sn=0

$type=grid$count=4$ico=1$cate=0$rm=0$sn=0$cm=0

Kompol Wiwin Junianto Supriyadi, S.I.K. Kapolsek Penjaga Keamanan dan Ketertiban Wilayah Ketapang


Ketapang adalah salah satu kelurahan di kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kotawaringin Timur, provinsi Kalimantan Tengah, Indonesia. di Kelurahan ini memasuki Kota Sampit. Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di kawasan Ketapang, maka kepolisian menempatkan Polsek Ketapang sebagai pelaksana fungsi kepolisian di kawasan Ketapang, Kotawaringin Timur. Kapolsek Ketapang saat ini dijabat oleh Kompol Wiwin Junianto Supriyadi, S.I.K., perwira lulusan Akademi Kepolisian tahun 2006 ini telah melakukan berbagai upaya untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban di Kawasan Ketapang. Berikut ini beberapa upaya yang telah dilakukan oleh Polsek Kediri dibawah kepemimpinan Kompol Marzel Doni, S.I.K.

Meringkus Pelaku Pengedaran Narkoba

Kapolsek Ketapang Kompol Wiwin Junianto Supriyadi meminta masyarakat menginformasikan terkait peredaran narkoba agar polisi dapat meringkus para pelaku. Khususnya yang beraksi di wilayah Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Informasi dari masyarakat sangat diperlukan dalam pengungkapan kasus peredaran narkoba. Untuk itu, Kapolsek Ketapang Kompol Wiwin Junianto Supriyadi meminta masyarakat menginformasikan terkait peredaran narkoba agar polisi dapat meringkus para pelaku. Khususnya yang beraksi di wilayah Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). "Kami harap masyarakat bisa bekerja sama untuk memberikan informasi terkait dengan peredaran barkoba agar kami bisa melakukan penyelidikan mendalam," ujar Kompol Wiwin. 

Ia mengaku, pihaknya sangat berkomitmen untuk memberantas narkoba di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang. Pasalnya, narkoba sudah merusak generasi bangsa. Selain itu, merusak kesehatan dan masa depan penggunanya. "Karena narkoba, masa depan anak bangsa rusak. Dan hal itu yang menjadi perhatian kami," kata Kompol Wiwin. Ia juga mengatakan, informasi dari masayarakat sangat dibutuhkan. Karena mereka adalah orang yang mengetahui keadaan sekitar. Sehingga akan mempermudah polisi memutus jaringan peredaran narkoba di Kotim. 

Selanjutnya, Kepolisian Sektor Ketapang Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah menangkap tiga tersangka pengedar narkoba jenis sabu-sabu di Sampit yang merupakan satu jaringan. "Pengungkapan kasus ini dilakukan sekitar pukul 00.15 WIB. Total ada tiga orang yang ditangkap di lokasi berbeda, tapi mereka satu jaringan," kata Kapolres AKBP Mohammad Rommel didampingi Kapolsek Ketapang Kompol Wiwin Junianto Supriyadi di Sampit.


Kapolres Kotawaringin Timur AKBP Mohammad Rommel dan Kapolsek Ketapang Kompol Wiwin Junianto Supriyadi menunjukkan tiga tersangka jaringan pengedar sabu-sabu dan barang buktinya. 
Ketiga tersangka pengedar barang haram itu adalah MU, MA dan AK. Mereka merupakan kolega yang mengaku baru beraksi enam bulan, namun barang bukti yang ditemukan cukup besar. Awalnya polisi menangkap MU saat bertransaksi. Saat digeledah, polisi menemukan barang bukti berupa 3,2 gram sabu-sabu dan uang Rp7 juta yang diduga hasil penjualan barang haram tersebut. Kasus ini kemudian dikembangkan dengan mengorek keterangan MU terkait asal barang. Hasilnya, polisi menangkap MA yang merupakan pemasok sabu-sabu kepada MU.

Saat ditangkap, MA disebutkan sedang menimbang sabu-sabu. Saat ditangkap, MA mengatakan sabu-sabu merupakan milik AK. AK yang kemudian juga ditangkap, mengakui bahwa sabu-sabu itu miliknya. Diduga selama ini AK merupakan bandar pemilik sabu-sabu, sedangkan pemasarannya dilakukan oleh MA, termasuk memasok barang kepada MU. Kini mereka harus berurusan dengan hukum atas perbuatan yang mereka lakukan. Dari tangan tersangka, polisi mengamankan 43 gram lebih narkotika jenis sabu-sabu dan uang sejumlah Rp60.400.000 beserta beberapa buah alat komunikasi dan timbangan digital. Ketiga tersangka digelandang ke Mapolsek Ketapang untuk menjalani proses hukum.

"Satu dari mereka merupakan residivis tapi dalam kasus berbeda. Kami masih mendalami kasus ini. Sabu-sabu ini didapat dari seseorang di Sampit yang mendatangkan dari Pontianak Kalimantan Barat," jelas Rommel. Tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 atau Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 Undang-Undang Nomor 35/2009 tentang Narkotika dengan ancaman di atas lima tahun penjara. Rommel menegaskan pihaknya akan terus gencar memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Dia meminta bantuan masyarakat dengan menginformasikan jika mengetahui ada indikasi kegiatan terkait narkoba.

Kasus berikutnya, Polisi Sektor (Polsek) Ketapang kembali meringkus seorang budak sabu yang tinggal disebuah barak terletak di Jalan H. Imran RT. 05 RW. 02 Kelurahan Ketapang Kecamatan MB Ketapang Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Pelaku bernama Sandiansyah (37) tidak berkutik saat diamankan anggota Polsek Ketapang. Dari tangan pelaku ini diamankan barang bukti satu paket sabu. 



Pelaku saat diamankan di Mapolsek Ketapang.

Kapolsek Ketapang Kompol Wiwin Junianto Supriyadi mengatakan, penangkapan terhadap pelaku ini berawal saat anggotanya mendapat informasi bahwa pelaku ini sering menjual sabu di daerah setempat. Anggota kemudian melakukan penyelidikan dan menangkap pelaku. “Tersangka beserta barbuk sudah diamankan di Mapolsek Ketapang guna mempertanggungjawabkan perbuatannya,” kata Wiwin kepada awak media. Atas perbuatannya ini pelalu dijerat pasal 114 ayat (1) atau pasal 112 ayat (1) Undang-undang RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun penjara. 
Kasus selanjutnya yaitu seorang wanita berinisial DA (33) yang diamankan anggota Polisi Sektor (Polsek) Ketapang karena kedapatan menyimpan narkoba jenis sabu. Ia ditangkap di rumahnya yang terletak di Jalan HM Arsyad KM 3,5 Kecamatan Mentawa Baru Ketapang Kabupaten Kotim. Dari tangan ibu muda ini diamankan barang bukti dua paket sabu seberat 0,31 gram. 


Pelaku saat tertunduk malu ketika diambil poto di Mapolsek Ketapang

Kapolres Kotim AKBP M Rommel melalui Kapolsek Ketapang Kompol Wiwin Junianto Supriyadi mengatakan, wanita ini ditangkap berawal dari laporan masyarakat bahwa diduga sering melakukan transaksi narkoba jenis sabu. Menindaklanjuti laporan ini, petugas kemudian melakukan penyelidikan hingga berhasil mengamankan pelaku yang saat itu sedang berada di kediamannya. ”Saat dilakukan penggeledahan, kami berhasil menemukan dua bungkus plastik berisi sabu dengan berat 0,31 gram serta satu set alat isapnya,” ungkap Wiwin. Dari pengakuan pelaku lanjut Wiwin, barang bukti yang didapat adalah milik suaminya bernama Kurdi (38).Saat ini kasus terus dikembangkan untuk mengungkap jaringannya. Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 131 Undang-undang RI No 36 Tahun 2009 tentang Narkotik dengan ancaman satu tahun penjara. 

Jajaran Polsek Ketapang saat memperlihatkan barbuk sabu dan alat hisap serta tersangka di belakang ketika digelar press release di Mapolsek setempat.

Meringkus Pelaku Pencurian Sepeda Motor


Polsek Ketapang berhasil mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Satu orang pemuda ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. Kapolres Kotim AKBP Mohammad Rommel melalui Kapolsek Ketapang, Kompol Wiwin Junianto Supriyadi mengatakan, pengungkapan kasus ini berawal dari laporan korban. Korban menyatakan telah kehilangan sebuah kendaraan roda dua jenis sepeda motor Yamaha Mio GT dengan nomor polisi KH 5862 LS. Motornya dicuri pada siang hari sekitar pukul 12.00 wib, saat diparkir didepan pabrik tahu yang berada di Jalan H Anang Santawi, Kecamatan MB Ketapang, Sampit. 

Mendapatkan laporan tersebut, aparat langsung melakukann penyelidikan. Tidak memerlukan waktu yang lama, tersangka berinisial J berhasil ditangkap oleh petugas kepolisian setempat. Dari hasil penggeledahan ditemukan motor milik korban yang sudah berubah warna. “Motor korban pada awalnya berwarna putih dan perak. Sesaat berhasil dicuri, tersangka melakukan pengubahan warna dengan cara di cat menggunakan pilox warna hitam. Selain itu, plat dan spionnya juga dilepas,” kata Kapolsek Ketapang. Saat hendak ditangkap, tersangka sempat melawan aparat menggunakan dua bilah senjata tajam jenis parang. Dengan melakukan tindakkan tegas, terukur dan terarah akhirnya pelaku dapat dibekuk. Selain motor tersebut, aparat juga mengamankan motor lain yang sudah di modifikasi. Motor ini sering digunakan tersangka untuk balapan liar. Bahkan beberapa bulan yang lalu juga pernah ditangkap oleh Kapolsek Ketapang karena tertangkap saat balapan liar. “Motor yang digunakan untuk balapan liar ini tidak ada surat menyuratnya. 

Kami sedang melakukan penyelidikan lebih mendalam. Kemungkinan ada indikasi hasil pencurian juga. Tersangka terancam dipenjara selama 5 tahun sesuai pasal 362 KUHP,” tutur Wiwin. Selanjutnya, seorang pelaku pencuri sepeda motor di Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, yang berinisial AK kembali berhasil ditangkap polisi hanya beberapa jam setelah menjalankan aksinya. Saat menjalankan aksinya, AK terekam CCTV. "Rekaman CCTV (kamera tersembunyi) di lokasi kejadian cukup membantu kami dalam mengidentifikasi pelaku. Makanya kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan pengamanan, kalau perlu pasang CCTV di rumah atau tempat usaha," kata Kapolsek Ketapang Kompol Wiwin Junianto Supriyadi di Sampit. 


Penangkapan AK berawal dari laporan warga bernama Yuliana yang mengaku kehilangan sepeda motor ketika di parkir di teras rumahnya di Jalan Trans Kalimantan Kelurahan Mentawa Baru Hulu Kecamatan Mentawa Baru Ketapang. Baca Juga: Pria Ini Jual Motor Hasil Curian ke Pemiliknya Aslinya, Kok Bisa? Bukan Diperlakukan Kasar, Maling Ini Justru Diberi Makan Usai Terciduk Motor Pribadi Anggota Polisi Dicuri Polisi Gadungan Ketika kejadian, Yuliana saat itu berada di dalam rumah dan tak sadar bahwa motornya telah dibawa kabur AK. Saat keluar rumah, dia kaget motornya telah tiada. Berdasarkan keterangan AK, aksi pencurian ini dilakukan tidak sendiri, dia bersama seorang rekannya yang berinisial AN. Mereka bertemu di Jalan Sukabumi Kecamatan Baamang dan kemudian muncul pikiran jahat untuk mencuri sepeda motor. 

Rumah Yuliana sudah lama menjadi target karena AN pernah bekerja di rumah tersebut sehingga mengetahui kondisi rumah korban. Saat menjalankan aksinya, AK bertugas mengawasi situasi, sedangkan AN mengeksekusi. AN masuk ke dalam rumah melalui jendela yang terbuka, kemudian dia menemukan kunci sepeda motor tersebut. Tidak membutuhkan waktu lama, mereka bisa membawa kabur sepeda motor itu. Namun dua sekawan itu tidak menyadari aksi mereka terekam CCTV (closed circuit television) atau kamera tersembunyi. Saat ini polisi hanya berhasil menangkap AK, sementara AN sedang dalam pengejaran. "Saat ini yang bersangkutan kami jerat dengan Pasal 363 ayat 1 ke-4 (e) yakni pencurian dengan pemberatan karena pelaku lebih dari satu orang. Ancaman hukumannya tujuh tahun penjara," tegas Wiwin. 

Menangkap Pelaku Pembakaran Lahan 

Kapolsek Ketapang Kompol Wiwin didampingin Camat MB. Ketapang Sutimin dan Perwakilan dari Anggota TNI saat memperlihatkan barang bukti dan tersangka ketika menggelar press release di halaman Mapolsek Ketapang. 

Tidak pandang bulu dan pandang usia untuk penegakan hukum di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yang diterapkan oleh Polsek Ketapang bagi pelaku yang diduga kuat terbukti bersalah melanggar hukum karena kedapatan sedang membakar lahan yang terjadi baru-baru ini. Informasi yang berhasil dihimpun wartawan Pewarta Kepolisian Mabes Polri, journalistpolice.com bahwa kakek berinisial AN (74) warga jalan MT. Haryono Barat kelurahan Mentawa Baru Hulu kecamatan Mentawa Baru Ketapang kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) terpaksa berurusan dengan hukum untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Kakek (AN) yang sudah berusia senja ini ditangkap anggota Polsek Ketapang karena kedapatan sedang membakar lahan, dari tangan kakek ini polisi berhasil mengamankan barang bukri (barbuk) berupa korek api dan sisa bekas kebakaran. 

Petugas dari Satgas Karhutla berusaha memadamkan api di Jalan HM Arsyad, Sampit. 

Menurut Kompol Wiwin Junianto Supriyadi Kapolsek Ketapang, Kakek ini ditetapkan sebagai tersangka dan terpaksa diamankan pihaknya setelah terbukti dan kedapatan melakukan pembakaran lahan diwilayah setempat dan penyidik sudah melakukan penyelidikan dilokasi yang telah dibakarnya. Dikatakan oleh Wiwin Mantan Kasat Reskrim Polres Kotim ini bahwa awalnya mereka menerima informasi adanya oknum warga yang berani membakar lahan dikawasan setempat, menindaklanjuti kebenaran informasi tersebut anggota berangkat ke lokasi, ternyata benar oknum warga itu langsung ditangkap dan diamankan di Mapolsek Ketapang. "Pelaku sudah kami tetapkan sebagai tersangka," ujar Kapolres Kotim AKBP Mohammad Rommel melalui Kapolsek Ketapang Kompol Wiwin Junianto Supriyadi saat ekspos kasus ini, dihalaman Mapolsek Ketapang. Perbuatan pelaku ini dijerat dengan pasal 187 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara sebagai konsekwensi untuk mempertanggung jawabkan hasil perbuatannya. 

Mengidentifikasi Kasus Pembuangan Bayi 

Aparat kepolisian melakukan olah TKP penemuan jasad bayi di Jalan Cut Nyak Dien, Kelurahan Sawahan, Sampit. 

Pembuangan bayi oleh orang tua tak bertanggung jawab kembali terulang. Bayi yang sudah tak bernyawa itu dibuang di Jalan Cut Nyak Dien, Sampit. Jenazahnya dibungkus kantong plastik hitam. Polisi masih melacak pelaku perbuatan biadab itu. Bayi mungil itu ditemukan oleh Arif (31) bersama temannya. Dia awalnya berniat memancing ikan. Di tengah perjalanan, mereka mencium aroma busuk. Keduanya lalu mencari sumber aroma tak sedap itu. ”Waktu itu ada plastik hitam disertai banyak lalat. Saat dibuka, ternyata ada bayi di dalamnya dengan keadaan sudah tidak bernyawa,” tutur Arif, seraya menambahkan, kulit bayi itu sudah biru memucat dan masih terdapat ari-arinya.

Arif lalu melaporkan kejadian tersebut ke Kepolisian Sektor (Polsek) Ketapang. Jenazah bayi yang belum diketahui jenis kelaminya itu dilarikan ke RSUD dr Murjani Sampit guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Penemuan bayi itu membuat heboh ratusan warga di sekitar lokasi kejadian. Petugas Polsek Ketapang dibantu Polres Kotim, langsung melakukan olah TKP. Kapolsek Ketapang Kompol Wiwin Junianto Supriyadi mengatakan, lokasi penemuan bayi tersebut cukup jauh dari perumahan warga, sehingga menyulitkan pihaknya mengumpulkan informasi. ”Yang pasti kasus ini masih kami selidiki,” katanya. 

Mengidentifikasi Korban Bunuh Diri 

Suasana ruang jenazah RSUD dr Murjani Sampit saat petugas Polsek Ketapang mengevakuasi jenazah korban gantung diri. 

Bunuh diri dengan cara menjerat leher sendiri menggunakan tali masih jadi primadona bagi mereka yang tertekan dan depresi dengan masalah kehidupan. Kasus itu lagi-lagi bikin heboh sejumlah warga di Kotim. Sejumlah warga di Jalan Metro TV, tepatnya Gang Setia, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, mendadak geger. Pasalnya, seorang pemuda yang sudah berumah tangga, Awal Ramdhan (18), ditemukan tak bernyawa dengan leher terjerat seutas tali. Warga yang melihat langsung melaporkan kejadian tersebut ke aparat Polsek Ketapang. Informasinya, kejadian tersebut bermula saat korban dan istrinya, Rianti Desi Pusparini (19), bertengkar. Karena kesal, sang istri mencoba pergi meninggalkan korban sendirian di rumah. Saat di perjalanan, Rianti merasa ada yang mengganjal di benaknya. Dia merasakan akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pada suaminya. Rianti langsung bergegas kembali ke rumah. 

Firasatnya tak salah. Saat tiba di lokasi, salah kamar di rumahnya terkunci. Rianti mencoba mengetuk, namun tak ada suara. Dia lalu menggedor-gedor pintu tersebut sekeras mungkin sambil memanggil suaminya. Karena tidak digubris, Rianti berlari keluar dari rumahnya untuk melihat ruangan dari jendela di luar rumah. Wanita itu kaget bukan kepalang saat melihat suaminya sudah tergantung. Ibu satu orang anak ini langsung teriak histeris. Teriakannya mengundang warga yang mulai berdatangan dan langsung memecahkan kaca jendela untuk masuk dan menyelamatkan korban. Namun, pria itu ternyata sudah tak bernapas lagi. Petugas Polsek Ketapang yang dipimpin Kapolsek Ketapang Kompol Wiwin Junianto Supriyadi saat tiba di lokasi kejadian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Korban lalu dilarikan ke RSUD Dr Murjani untuk divisum. ”Kami masih melakukan pendalaman dan memeriksa para saksi. Sampai saat ini, kami tidak menemukan tanda kekerasan di tubuh korban,” ujar Wiwin. 

Kompol Wiwin menambahkan, untuk memastikan penyebab kematian Awal, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan dari rumah sakit. Sementara itu, saat ditelusuri Radar Sampit, tidak ada satu pun warga di sekitar lokasi kejadian mengenal sosok korban. Warga menyebutkan, korban selama ini memang dikenal pendiam dan jarang berbaur dengan tetangga sekitar. ”Selama korban (Awal Ramadhan, Red) dan istrinya pindah kemari (TKP, Red), kami tidak pernah tahu kepribadian korban seperti apa. Yang pasti, kami hanya mengenal dengan istrinya saja,” ujar Mama Adel, tetangga korban. Dia menambahkan, jenazah Awal telah dikebumikan di kampung halamannya di kawasan Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, kemarin. ”Yang pasti istrinya baik. Tapi, kalau korbannya saya tidak tahu seperti apa orangnya. Mungkin korban orangnya memang pendiam,” tandasnya. 

Mengevakuasi Korban Tenggelam 

Diduga Didorong dari Dermaga, Iswahyudi Tenggelam di Sungai Mentaya 

Iswahyudi, 22, warga Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, hanyut terbawa arus Sungai Mentaya setelah terjatuh didorong seseorang dari Dermaga Pelangsian. "Korban masih dalam pencarian. Alhamdulillah (terduga pelaku) sudah diamankan," kata Kapolsek Ketapang Kompol Wiwin Junianto Supriyadi di Sampit. Saat itu korban berkumpul dengan rekannya di Dermaga Pelangsian atau oleh warga setempat disebut Pelabuhan Pasar Pelangsian karena di sisi kiri kanan menuju dermaga terdapat pasar Desa Pelangsian. Ketika itu terduga pelaku datang dan bertanya mengapa korban dan rekannya berada di lokasi itu. Pria itu kemudian meminta rokok kepada korban. Korban yang menjawab tidak mempunyai rokok karena dia bukan seorang perokok. Jawaban itu diduga membuat terduga pelaku marah. 

Pelaku diduga mendorong korban sehingga korban jatuh ke sungai. Belum diketahui jelas kondisi saat korban jatuh namun kemudian korban tidak terlihat lagi muncul ke permukaan air. Rekan korban memberitahukan kejadian itu kepada warga untuk meminta bantuan. Pencarian pun langsung dilakukan oleh warga bersama petugas gabungan. Sementara itu, terduga pelaku yang mendorong korban diamankan di Markas Polsek Ketapang untuk menjalani pemeriksaan secara intensif terkait kejadian tersebut. Hingga Minggu siang, korban belum ditemukan. Tim gabungan dari Satpolair Polres Kotawaringin Timur, Ditpolairud Polda Kalteng, PMI, Badan SAR Nasional bersama warga dan instansi terkait lainnya masih melakukan pencarian di tengah hujan yang mengguyur Sampit sejak pagi hingga siang. Lebar dan derasnya arus Sungai Mentaya membuat petugas harus bekerja keras mencari korban. Terlebih hujan yang terus mengguyur sejak pagi, menjadi tantangan bagi petugas dan tim relawan untuk menemukan korban. 



Source : 
Name

38 Setia,148,Berita Pilihan,4,figur bicara,37,LUAR NEGERI,19,Nasional,415,Sejarah,9,Tips,17,Umum,46,
ltr
item
38 Setia: Kompol Wiwin Junianto Supriyadi, S.I.K. Kapolsek Penjaga Keamanan dan Ketertiban Wilayah Ketapang
Kompol Wiwin Junianto Supriyadi, S.I.K. Kapolsek Penjaga Keamanan dan Ketertiban Wilayah Ketapang
https://1.bp.blogspot.com/-0Y47mUeURmI/XkJJWdx3e9I/AAAAAAAANDU/j5VRuxZlbdMI9pui4vUzgk5HfJxeJLKDwCLcBGAsYHQ/s320/1.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-0Y47mUeURmI/XkJJWdx3e9I/AAAAAAAANDU/j5VRuxZlbdMI9pui4vUzgk5HfJxeJLKDwCLcBGAsYHQ/s72-c/1.jpg
38 Setia
http://www.38setia.com/2020/02/kompol-wiwin-junianto-supriyadi-sik.html
http://www.38setia.com/
http://www.38setia.com/
http://www.38setia.com/2020/02/kompol-wiwin-junianto-supriyadi-sik.html
true
1959138953113151983
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content