$type=ticker$count=12$cols=4$cate=0$sn=0

$type=grid$count=4$ico=1$cate=0$rm=0$sn=0$cm=0

Pembongkaran Sindikat Kasus Mafia Tanah Menggunakan Sertifikat Palsu dan E-KTP Ilegal


Keberhasilan pembongkaran sindikat kasus Mafia Tanah menggunakan sertifikat palsu dan W-KTP ilegal yang dipimpin oleh Kanit 1 Subdit 2 (Harda) Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Alrasyidin Fajri Gani, S.I.K, M.Si yang merupakan perwira lulusan Akademi Kepolisian tahun 2006. Polda Metro Jaya bersama Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) atau Badan Pertanahan Nasional (BPN) menggelar Koferensi Pers terkait terbongkarnya sindikat kasus mafia tanah di Jakarta Selatan. 

Berdasarkan Konferensi Pers yang dipimpin oleh Menteri ATR / BPN Bpk. Dr. Sofyan Djalil didampingi Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Drs. Nana Sudjana AS., M.Si., Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Drs. Yusri Yunus, Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol. Suyudi Ario Seto, SIK., M.Si., Jajaran Pejabat Utama Kementrian ATR / BPN, Kepala Dinas Dukcapil Tangerang Selatan, serta Sekertaris Camat Kabupaten Pamulang, terkait keberhasilan Subdit 2 Harda, Ditreskrimum Polda Metro Jaya mengungkap dan menangkap para pelaku sindikat Mafia Tanah yang memalsukan Sertifikat Tanah dan membuat E-KTP Ilegal.



Subdit 2 Harda Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil menangkap dan menahan Sindikat kelompok Mafia property dan E-KTP Ilegal yang menjual properti milik pasangan Indra husein dan Nadine Indra Danuningrat. Dari tersangka yang berjumlah 10 orang, 7 (tujuh) orang tersangka dapat ditangkap dan ditahan, sementara 1 (satu) orang masih menjalani hukuman di lapas cipinang, dan dua telah dimasukan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Para tersangka melakukan aksinya dengan modus berpura-pura sebagai pembeli, dan juga berpura pura sebagai notaris, memalsukan sertifikat tanah kemudian menukar sertifikat asli dengan yang palsu, serta memalsukan identitas dalam E-KTP yang teregister. Selanjutnya sertifikat tanah milik yang asli korban diberi beban jaminan kepada pihak lain. Akibat perbuatan para pelaku korban mengalami kerugian berkisar Rp. 85.000.000.000 (Delapan Puluh Lima Milyar Rupiah).



Tujuh pelaku yang berhasil diringkus polisi adalah Raden Handi alias Adri alias Notaris Idham, Arnold Yosep, Hendry Primariady, Nadine alias Indah alias Sito Djubaedah, Bugi Martono, Dimas Okgi Saputra, dan Ir Denny Elza alias Teguh, ada juga Dedi Rusmanto yang telah ditahan lebih dulu di LP Cipinang. Selain itu, polisi juga menetapkan dua orang pelaku lainnya sebagai DPO, mereka adalah Neneng Zakiah dan Diah alias Ayu.


Tujuh Pelaku Mafia Tanah

"Dan sudah ada 10 korban, 10 korban yang sudah diungkap oleh kita. (Total kerugian dari 10 korban) bisa ratusan miliar," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana, dalam konferensi pers ungkap kasus sindikat mafia tanah dengan menggunakan sertifikat palsu dan e-KTP ilegal, di Hotel Grand Mercure Kemayoran, Jakarta. Dia menjelaskan, komplotan mafia tanah ini sudah beroperasi selama 2 tahun terakhir. Kasus ini berhasil terungkap ketika salah satu korban bernama, Indra Hoesein menyadari akta tanahnya dipalsukan.


Suasana Konferensi Pers Pengungkapan Kasus Sindikat Mafia Tanah

Kronologis Kejadian :


Nana mengatakan, korban hendak menjual rumahnya, di Jalan Brawijaya III, Jakarta Selatan pada Januari 2019 lalu. Indra kemudian memasarkan rumahnya di spanduk dan media sosial. Tak lama, pelaku Diah (DPO) datang untuk membeli rumah Indra. Keduanya pun bernegosiasi dan disepakati, rumah Indra akan dibeli Rp 70 miliar. Tersangka Diah pun, mengelabui korban dengan meminta dilakukan pengecekan sertifikat di Notaris Idham, di mana notaris itu adalah komplotan mereka juga, Raden Handi.


Barang Bukti berupa foto rumah yang telah dipasang spanduk pemasaran.

Korban yang setuju langsung ke Notaris Idham dan menyerahkan fotokopi sertifikat hak milik (SHM) ke pelaku Raden. Ketika menerima SHM itu, Raden menukarkan fotokopi SHM korban ke tersangka Dedi. Sertifikat ini, kata Nana, ditukar untuk dipalsukan ketika korban ke kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN). Beberapa hari kemudian, korban diwakili Luffi dan tersangka Dedi datang untuk melakukan pengecekan di kantor BPN. Setelah pemeriksaan SHM, Dedi berpura-pura meminjam SHM itu untuk difotokopi, dengan alasan sebagai bukti ke calon pembeli bahwa sertifikat itu asli.


"Rupanya di belakang dia sudah mempersiapkan sertifikat palsu dibalik bajunya. Kemudian dia serahkan ke saudara Luffi, dan memang mirip sekali, hampir sama. Dari warna, dan dia bisa memalsukan sertifikat itu. Setelah itu bubar," ungkap Nana. Nana juga mengungkapkan, Dedi yang telah mendapatkan sertifikat tanah asli, langsung menyerahkannya ke tersangka Diah dan tersangka Arnold. Pelaku Dedi, kata Nana, diberi imbalan Rp 30 juta. SHM korban pun lalu diperjualbelikan oleh pelaku Henry Hoesein, yang berpura-pura menjadi Indra (korban). Henry sendiri, ditemani tersangka Siti yang berpura-pura menjadi istri korban. Diketahui, pembeli calon rumah ini adalah korban, Fendi.


Petugas menunjukkan perbedaan sertifikat tanah asli dan palsu saat rilis kasus sindikat mafia tanah di Jakarta

Korban pun yakin keaslian sertifikat tanah dan e-KTP pelaku. Pelaku, kata Nana, telah membuat e-KTP palsu di Kecamatan Pamulang. Dia mengatakan, ada oknum kecamatan yang dapat memalsukan e-KTP. Korban Fendi yang percaya, langsung mentransfer uang sekitar Rp 11 miliar. Usai menerima uang itu, pelaku Henry langsung membukukan uang itu dan memindahkannya ke rekening bank lain. Nana menjelaskan, aksi pelaku diketahui ketika korban Indra, menyadari pemalsuan itu saat September 2019 lalu. Korban menyadari ketika melakukan pengecekan di kantor BPN. "Ada pengecekan di BPN, ada pembeli yang asli, bukan yang palsu. Datang sama-sama ke BPN, dinyatakan BPN, dokumen atau sertifikat SHM ini palsu. Dari situ dia melaporkan ke Polda Metro," ungkap Nana. Total dari peristiwa penipuan ini, Indra mengalami kerugian hingga Rp 85 miliar. "Dari kasus ini, total kerugian yang dialami korban sebesar Rp 85 miliar," jelas Nana.


Barang Bukti berupa e-KTP Palsu yang berhasil diamankan pihak kepolisian.


Polda Metro Jaya memperlihatkan hasil penangkapan terhadap sindikat mafia tanah, dengan modus beragam. Dalam rilis yang diungkapkan bersama Kementerian Agraria dan Tata Ruang atau Badan Pertahanan Nasional tersebut, memperlihatkan modus sindikat menggunakan sertifikat palsu dan KTP Elektronik ilegal, yang seolah-olah akan membeli rumah mewah.



Atas perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 263 KUHP dan atau Pasal 264 KUHP, Jo Pasal 55 KUHP dan atau Pasal 3 dan atau Pasal 4 dan atau Pasal 5 UU RI No. 8 Tahun 2010. Dengan ancaman hukuman paling lama 20 tahun penjara atau denda maksimal Rp 5 miliar.



Video :






Source :
Name

38 Setia,148,Berita Pilihan,4,figur bicara,37,LUAR NEGERI,19,Nasional,415,Sejarah,9,Tips,17,Umum,46,
ltr
item
38 Setia: Pembongkaran Sindikat Kasus Mafia Tanah Menggunakan Sertifikat Palsu dan E-KTP Ilegal
Pembongkaran Sindikat Kasus Mafia Tanah Menggunakan Sertifikat Palsu dan E-KTP Ilegal
https://1.bp.blogspot.com/-rRmuGlCOTkQ/XkYQloLeCUI/AAAAAAAANFI/SMl1J8sAGMkT9WFZGEuC1GoSX3Ws-OkUwCLcBGAsYHQ/s320/cover.jpeg
https://1.bp.blogspot.com/-rRmuGlCOTkQ/XkYQloLeCUI/AAAAAAAANFI/SMl1J8sAGMkT9WFZGEuC1GoSX3Ws-OkUwCLcBGAsYHQ/s72-c/cover.jpeg
38 Setia
http://www.38setia.com/2020/02/pembongkaran-sindikat-kasus-mafia-tanah.html
http://www.38setia.com/
http://www.38setia.com/
http://www.38setia.com/2020/02/pembongkaran-sindikat-kasus-mafia-tanah.html
true
1959138953113151983
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content