$type=ticker$count=12$cols=4$cate=0$sn=0

$type=grid$count=4$ico=1$cate=0$rm=0$sn=0$cm=0

Prolegnas Perubahan UULLAJ dan Issue Road Safety

Brigjen Dr. Chrisnanda Dwilaksana


Issue atas perubahan UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan atau UULLAJ sudah bergulir cukup lama bahkan uji materiil di Mahkamah Konstitusi maupun Mahkamah Agung juga dilakukan. Secara substansi maupun materi dari UU LLAJ adalah untuk mencapai tujuan road safety yaitu:
  1. Mewujudkan dan memelihara lalu lintas yang aman selamat tertib dan lancar;
  2. Meningkatkan kualitas keselamatan dan menurunkan tingkat fatalitas korban kecelakaan;
  3. Membangun budaya tertib berlalu lintas;
  4. Adanya pelayanan di bidang LLAJ yang prima.
Issue yang diangkat dalam prolegnas UULLAJ berkaitan dengan:

  1. Angkutan umum online;
  2. Sepeda motor untuk dijadikan angkutan umum;
  3. Sim C umum untuk sepeda motor;
  4. Dana preservasi jalan.;
  5. Sistem informasi dan komunikasi dalam manajemen operasional lalu lintas.
Poin-poin di atas implementasinya akan dibuat entitas atau lembaga baru yang mengawalinya, termasuk atas penanganan regident kendaraan bermotor dan pengemudi. Issue yang terus digulirkan dari berbagai kalangan yang dibahas bukan bagaimana mencapai road safety melainkan pada kewenangan siapa, di mana dan bagaimana dana PNBPnya dapat digunakan untuk membangun jalan rusak.


Tatkala kepentingan kelompok atau golongan untuk kewenangan dan kekuasaan atau pendominasian sumber daya maka sama saja dengan membiarkan issue road safety terabaikan. Berbicara mengenai LLAJ sebenarnya memikirkan produktifitas, keselamatan, manajemen lalu lintas untuk mencapai tujuan road safety bagaimana semua pilar saling menguatkan. Ranah undang-undang sebagai ranah kesepakatan politik dapat menjembatani bagaimana mencapai tujuan road safety. Benang merah dari issue di atas tatkala sebatas kewenangan kekuasaan entitas baru tentu kemanusiaan, produktifitas akan terabaikan bahkan melecehkan kemanusiaan yang mana sebagai aset utama bangsa.

Issue regident memang terus bergulir dan digulirkan dengan pendekatan operator regulator pull and push di era digital sangat konvensional yang merefleksikan tidak adanya kemauan atau keberanian mereformasi birokrasi dan juga tentang inisiatif anti korupsi. Tatkala ojek online marak dan menghembuskan issue ekonomis sosial kemasyarakat dan sebagainya memang bisa dibenarkan, namun secara safety tidak. Lihat saja data kecelakaan lalu lintas yang di atas 65 persen dari sepeda motor. Dan tatkala sepeda motor menjadi angkutan umum akan terjadi kemunduran bahkan akan merusak program-program pemerintah dalam membangun angkutan umum.



Kejernihan di dalam membahas prolegnas RUULLAJ sangat menentukan masa depan bangsa di mana tingkat modernitas reformasi birokrasi dan inisiatif anti korupsi yang menjadi landasan upaya-upaya pencapaian tujuan road safety. IT for road safety menjadi pilarnya. Dari pendekatan kepolisian it for road safety merupakan implementasi Electronic Policing pada fungsi lalu lintas.


Program IT for road safety merupakan langkah mendasar untuk memetakan, membuat model, penanganan secara holistik atau sistemik, pendekatan berbasis pada scientific dan teknologi, terbangunnya big data dalam back office, yang diinput melalui berbagai aplikasi dan juga akan dikaji melalui riset secara ilmiah. Hal-hal yang dilakukan inputing data adalah membuat kategori mengidentifikasi akar masalah penyebab dari setiap permasalahan terkait road safety.


A. Tahapan Identifikasi akar masalah penyebab yaitu sebagai berikut:

  1. Merumuskan model automatisasi system inputing data yang diperoleh dari berbagai sumber (laka, langgar, traffic attitude record, jalan, kendaraan, alam, lingkungan dan masalah sosial kemasyarakatan dan penyebab lain yang mungkin menjadi menjadi penyebab). Semakin banyak sumber data masuk, semakin akurat dalam hal hasil analysis.
  2. Accident Data Analysis, Adalah proses pendalaman data data terhimpun menuju kesimpulan terkait penyebab. Hipotesa yang dihasilkan dari Accident Data Analysis, perlu di Uji melalui research.
  3. Traffic Accident Research, Merupakan proses pengujian kebenaran dari hypotesa yang dihasilkan dari Data Analysis. TARC Merekonstruksi hypotesa dan TAA dalam sebuah scenario uji teknis.
  4. TARC, Menghasilkan kesimpulan tentang penyebab dan membangun rumusan strategy pemecahan dalam ruang lingkup :
a.      Edukasi / Pencerahan
b.     Law Enforcement
c.      Standard Procedur Penyelesaian (Preventif & post crash).

B. Implementasi strategy (Edukasi atau Law Enforcement).
     Strategy yang diterapkan berdasar cakupan masalah yang dihadapi (relatif). Landasan yang dipakai adalah hasil dari TARC. Yang juga dikaitkan pada sistem uji SIM dan pola penindakan pelanggaran penyebab fatalitas korban laka ( helmet, speed, drink driving, seat belt, child restrain, penggunaan HP saat berkendara, melawan arus)

C. Kapasitas Team :
     Adalah penting untuk Menguasai dan memahami kemampuan internal guna mendapatkan informasi rasio perbandingan besaran masalah vs team yang menangani. Kapasitas Team ini juga termasuk dalam kemampuan terkait penggunaan alat bantu (Information Technology). Selain dari standard kemampuan dan pengetahuan tentang road safety dan core bussines proses. Implementasi IT dalam setiap pos penyelesaian maslah road safety melalui smart management dengan catatan core bussines prosesnya jelas, alurnya nyambung dan logic sebagai kontruksi dan rekonstruksi secara konseptual maupun implementasinya sehingga dapat ditemukan model dan pola-polanya.

D. Sistem-sistem inputing data terintegrasi dengan Satu basis data (Output dari TARC), IRSMS, Traffic Attitude Record, ERI, SSC dan SDC.
    Data laka menjadi fokus perhatian akan dikembangkan kajianya melalui TARC untuk dapat mengumpulkan dari berbagai sumber yang salah satunya laka, data TAA dan sumber external, selanjutnya melakukan proses pengkajian dan Pengujian dengan melibatkan berbagai disiplin Pengetahuan. Sehingga hasil dari TARC tingkat akurasinya dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah maupun secara hukum dan fungsional kepolisian.



Langkah-langkah IT for road safety adalah sebagai berikut:
  1. Sistem data dibangun yang mencakup :
    1. Jalan dan sistem-sistemnya;
    2. Kendaraan yang melintas sebagai alat transportasi;
    3. Pengguna jalan inilah pentingnya traffic attitude record;
    4. Situasi alam lingkungan yang dipetakan dalam kategori black spot dan trouble spot yang bertingkat-tingkat dengan kode-kode angka atau warna sesuai tingkat kerawananya;
    5. Pemetaan maslah atau hal-hal yang menjadi perlambatan atau konflik-konflik sosial.
  2. Data-data yang ada di 5 point tersebut dibuat sistem analisa dengan analogi beragam sebagai contoh a+b+c akan ketemu pola pergerakan dan prediksi kepadatan arus sehingga bisa dilakukan sistem antisipasi dan solusinya. Contoh lain a+d+e menjadi sistem peta digital yang bisa menjadi bagian untuk quick respon time sehingga peralatan dan kompetensi petugas bisa di siapkan. Contoh lain b+c bisa dibuat sistem pendidikan keselamatan dan sistem uji SIM serta traffic attitude recordnya dan demerit point system. Contoh lain b+e dapat dibuat sistem-sistem angkutan massal dan juga pembatasan atau berbagai pengaturan untuk mengatasi masalah-masalah sosial dan sebagainya.
  3. Setiap peralatan teknologi tidak akan berfungsi apabila tidak ada orang-orang yang mengawakinya maka sistem-sistem operasional pengawasan sampai dengan penanganan dan pelayanan prima diperlukan program-program training, master trainer dan trainernya. Juga latihan-latihan problem solving sebagai simulasinya.
  4. Sistem operasional penjagaan pengaturan pada situasi normal samapia dengan kontijensi dilakukan secara virtual dan aktual sehingga dapat dilihat apa yang telah, sedang dan akan terjadi dapat diprediksi dan diantisipasi serta solusi prima dari petugas-petugas lapangan. Maka back office akan menjadi bagian penting menggerakan aplikasi dan sistem-sistem elektronik secara online maupun atas petugas-petugas lapangan. Pada situasi khusus juga bisa memantau atau menjamin keamanan dan keselamatan VVIP atau VIP dengan juga ada jaminan akan kepastian waktu untuk jarak tempuh dan waktu tempuh. Juga jaminan kenyamanan yang dapat diberikan. Pada situasi kontijensi ada standar-standar waktu solusi akibat bencana alam, kerusakkan infrastruktur maupun adanya tindakan-tindakan kriminal dari yang konvensional sampai dengan terorisme dapat diprediksi dan diantisipasi serta solusinya untuk tetap terjaminya keamanan dan keselamatan pengguna lalu lintas dan warga sekitarnya. Sistem operasional menjadi pusat komando, pengendalian, koordinasi, komunikasi dan informasi melalui back office melalui sistem virtual dan aktual secara prima untuk terjaminya keamanan, keselamatan, keteraturan, kelancaran yang aman, nyaman, selamat dan tepat waktu sampai tujuan.
  5. Sistem-sistem pendukung untuk mengatasi point 1 secara sistematis dan terkoneksi dalam one gate service. Maka big data dan sistem-sistem lainya menjadi sangat penting dan perlunya dibuat modelnya sehingga dapat direncanakan untuk SDM-nya, alat peralatan pendukung (perorangan, unit atau kelompok sampai dengan kesatuan).
  6. Hal-hal yang sifatnya emergency atau terjadi kecelakaan maka sistem-sistem quick response time menjadi andalan dan sistem pelaporan data menjadi penting. Sistem TPTKP dan sistem-sistem identifikasi hingga scientific investigation menjadi bagian untuk dasar bagi TAA (Traffic Accident Analysis) bekerja mendukung proses penyidikan / untuk projustitia. Adapun untuk kepentingan yang lebih luas dalam meningkatkan kualitas keselamatan, menurunkan tingkat fatalitas korban laka dan membangun budaya tertib berlalu lintas agar senantiasa terwujud dan terpeliharanya keamanan keselamatan dan ketertiban berlalu lintas di sinilah wadah riset kecelakaan dibangun / TARC ( Traffic Accident Research Centre).
  7. Pelayanan-pelayanan prima ini semua akan di bangun sistem-sistem yang mendasar pada era digital adalah adanya back office, aplication dan network yang implementasinya terwujud dalam TMC sebagai big system pendukung road safety management yang didukung sistem-sistem :
    1. SSC (Safety and Security Centre) mendukung safer road yang berisi sistem-sistem untuk pemetaan black spot dan trouble spot, speed management, traffic count, e sidik, e tilang, sistem data laka (IRSMS).
    2. ERI (Electronic Registration and Identification kendaraan bermotor) sebagai pendukung saver vehicle yang berisi sistem verifikasi dokumen dan fisik kendaran bermotor (secara fisik kasat mata, transmisi, emisi gas buang sampai dengan nomor rangka dan nomor mesin) pada sistem ERI untuk jaminan legitimasi pengoperasional pada bagian STNK dan TNKB akan di lengkapi dengan obu (on board unit), RFID (Radio Frequency Identification), atau sistem-sistem ANPR (Automatic Number Plates Recognation). Sistem ERI ini akan mendukung forensik kepolisian dan ELE. Juga menjadi dasar program ERP (Electronic Road Pricing), ETC (Electronic Toll Collection), e-parking, e-samsat, e-banking dan Electronic Law Enforcement.
    3. SDC : Safety Driving Centre untuk mendukung program saver road users. Pada sistem ini mencakup sekolah mengemudi, sistem uji SIM dan sistem penerbitan SIM yang dikembangkan dalam TAR ( Traffic Attitude Record / catatan perilaku berlalu lintas) ini bisa untuk pengemudi maupun kendaraan bermotornya yang akan dikaitkan pada sistem demeryt point ( ini sebagai pertanggungjawaban baik pengemudi maupun pemilik kendaraan atas kendaraan miliknya yang dioperasionalkan di jalan).
    4. Intan ( Intellegence Traffic Analysis) mendukung program post crash care. Intan merupakan sistem-sistem gabungan point a, b, c yang terwujud dalam sistem peta digital sistem komunikasi dan solusi yang terkoneksi melalui call and comand centre. Seperti contoh 110 atau nomor-nomor darurat lainya. Intan akan berkaitan dengan pemadam kebakaran, PLN, ambulan 119, rumah sakit, SAR bahkan juga dengan PSC (Public Safety Centre), petugas-petugas pengawalan dan patroli jalan raya (denwal PJR), juga petugas-petugas emergency dari stakeholder lainya.
  8. Point 1 sampai dengan 7 akan diatur atau diintegrasikan pada lima poin yang tercakup pada smart management berbasis SOP yang mencakup:
    • Job Description dan Job Analysis masing-masing bagian
    • Standardisasi keberhasilan tugas
    • Sistem penilaian kinerja
    • Sistem reward and punishment
    • Etika kerja ( apa yang harus di lakukan dan apa yang tidak boleh dikerjakan/ do dan don’t)
  9. Point 1 sampai dengan 8 akan diawaki petugas-petugas yang siap 1x24 jam dan 7 hari seminggu tanpa putus pada cyber cops. Petugas-petugas cyber cops akan bertugas pada back office untuk inputing data, mengalisa dan menghasilkan produk-produk untuk prediksi, antisipasi dan solusi yang dinamis bahkan sell on time dan real time. Sehingga sistem-sistem penangan angkutan umum secara online, pengaturan, penjagaan bisa mencover seluruh sudut kota, jaminan kamseltibcar lantas dapat dilakukan, penanganan emergency dilakukan, sistem-sistem research pun akan dapat diback up secara scientific yang tingkat akurasinya tinggi, terbangunya budaya tertib melalui ELE, demeryt point system maupun traffic attitude record nya. Kualitas pengguna jalan meningkat dan sistem-sistem kontrol angkutan umum maupun pribadi bisa terkontrol secara cepat dan tepat. Memback up program-program stakeholder lainya yang berkaitan dengan kriminalitas sampai dengan hal-hal yang bersifat emergency bahkan kontijensi sekalipun.

Penanganan LLAJ secara profesional, cerdas, bermoral dan modern merupakan proses panjang yang setidaknya dimulai dari pemikiran-pemikiran visioner yang luar biasa atau berbeda dengan pemikiran-pemikiran pada umumnya dalam birokrasi yang rasional (berdasar pada kompetensi), kepemimpinan yang visioner, transformasional dan problem solving dalam membangun model implementasinya di era digital dengan berbasis pada sistem online. Selain itu juga diawaki SDM yang profesional yang memiliki attitude yang baik dan sebagai pekerja keras dan pembelajar serta mind set sebagai polisi ideal (penjaga kehidupan, pembangun peradaban dan pejuang kemanusiaan sekaligus). Hal ini ditunjukkan pada birokrasi yang mempunyai Tata Kelola Lembaga Prima (National Class Institution) yang memiliki program-program unggulan yang inspiratif, inovatif, kreatif serta dinamis untuk senantiasa mampu belajar dan memperbaiki kesalahan masa lalu, siap menghadapi tuntutan, kebutuhan tantangan, ancaman serta harapan masa kini, mampu menyiapkan masa depan yang lebih baik. Dukungan infrastuktur dengan teknologi yang modern masih dapat memberikan pelayanan yang cepat, tepat, akurat, transparan, akuntabel, informatif dan mudah diakses. Yang perlu menjadi perhatian juga dalam penganggaran yang terus diperbaiki nilai sejak perencanaan, monitor dan evaluasi untuk senantiasa dapat meningkatkan kualitas penyelenggaraan tugas-tugas kepolisian. Dengan demikian dapat mendukung terwujud dan terpeliharanya keamanan, keselamatan. Ketertiban dan Kelancaran Lalu Lintas.


Penerapan IT for road safety pada manajemen lalu lintas sejalan dengan amanat UULLAJ yaitu mewujudkan dan memelihara Kamseltibcar Lantas, meningkatkan kualitas keselamatan dan menurunkan tingkat fatalitas korban laka, membangun budaya tertib berlalu lintas dan meningkatkan kualitas pelayan publik. Ke 4 point tersebut merupakan hal yang kompleks dan tidak bisa ditangani secara parsial konvensional dan manual, melainkan hrs sinergis antar pemangku kepentingan menjadi sangat mendasar dalam menemukan akar masalah, dan solusinya yang proaktif problem solving visioner dan mampu menunjukkan adanya reformasi birokrasi serta inisiatif anti korupsi.

[Brigjen Dr. Chrisnanda Dwilaksana – Direktur Keamanan dan Keselamatan Korlantas Polri]
Name

38 Setia,148,Berita Pilihan,4,figur bicara,37,LUAR NEGERI,19,Nasional,415,Sejarah,9,Tips,17,Umum,46,
ltr
item
38 Setia: Prolegnas Perubahan UULLAJ dan Issue Road Safety
Prolegnas Perubahan UULLAJ dan Issue Road Safety
https://1.bp.blogspot.com/-0eh-0pdROLg/XjTSh1Pt6gI/AAAAAAAAM0M/ZpYlHBBWHGcmueHPjK1mv6wGYtWsGAO7QCLcBGAsYHQ/s320/Chryshnanda-Dwilaksana.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-0eh-0pdROLg/XjTSh1Pt6gI/AAAAAAAAM0M/ZpYlHBBWHGcmueHPjK1mv6wGYtWsGAO7QCLcBGAsYHQ/s72-c/Chryshnanda-Dwilaksana.jpg
38 Setia
http://www.38setia.com/2020/02/prolegnas-perubahan-uullaj-dan-issue.html
http://www.38setia.com/
http://www.38setia.com/
http://www.38setia.com/2020/02/prolegnas-perubahan-uullaj-dan-issue.html
true
1959138953113151983
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content