$type=ticker$count=12$cols=4$cate=0$sn=0

$type=grid$count=4$ico=1$cate=0$rm=0$sn=0$cm=0

Hikmah Di Balik Wabah Dalam Religi, Seni, Tradisi, Hobby, Komuniti dan Teknologi



Penulis Brigjen Chrisnanda Dwi Laksana

Pandemi COVID 19 begitu cepat menulari dunia. Seluruh dunia kelimpungan mengatasinya dari membuat anjuran sampai dengan melakukan lock down kota bahkan negaranya. Obat penangkalnya dikabarkan belum ditemukan, berita-berita media membahas dengan gencar setiap waktu, belum lagi bumbu-bumbu hoax semakin meresahkan. Berbagai negara punya cara dan strategi mengatasinya. Social distancing dijadikan kebijakan dan menjadi acuan menutup area publik dari tempat seni, tempat tradisi, tempat pelayanan publik hingga tempat religi. 

Hantu COVID 19 melanda dunia. Tokoh-tokoh penting pejabat publik saja tertular bahkan ada yang meninggal akibat terserang COVID 19. Wabah ini bukan main main seluruh dunia kena dan tadak hanya menyerang fisik atau kesehatan namun juga menyerang psikis kejiwaan. Hal ini juga berdampak pada ekonomi yang menjadi kontra produktif bahkan menjadi masalah sosial yang besar. Manusia sebagai mahkluk sosial dimatikan dari sisi sosialnya. 

Dapat dibayangkan jika pandemi ini terus berkepanjangan tentu membuat remuk redam bahkan kalaupun normal recovery nya akan sulit dan panjang. Disini sebenarnya hikmah di balik musibah untuk mulai digunakan. Meratapi, phobia, paranoid, khawatir, hopeless dan perasaan lainnya tiada guna life must go on dan life and still a life. Di sinilah titik balik untuk tetap waras sehat penuh harapan dengan apa yang ada dapat untuk bertahan hidup tumbuh dan berkembang. 

Kata filsuf Gelner : "segala sesuatu ada karena dimengerti". Rene des crates : "cogito ergo sum" ketika saya berpikir maka saya ada. Manusia merupakan mahkluk berpikir dan penuh imajinasi. Di sinilah kita memulai untuk bangkit menemukan hikmah di balik musibah. Kreatif inovasi yang dapat dilakukan di mana saja oleh siapa saja dan kapan saja bahkan dengan apa yang adapun bisa. Pengkategorian inovasi dan kreatifitas untuk menghadapi dan mengatasi pandemi COVID 19 dapat dikategorikan melalui religi, tradisi, seni, hobby, komuniti hingga teknologi. Hal tersebut bukanlah parsial namun dapat dielaborasi satu dengan lainnya.

1. Religi 
Religiusitas menjadi tanda umat beriman yang percaya dan bertaqwa kepada Tuhan YME. Berbagai kegiatan bersama dalam ibadah bersama dalam jumlah besar yang bersifat rutin hingga upacara besar keagamaan untuk sementara dialihkan atau dibatasi secara ketat berkaitan dengan kebijakan social distancing. Teknologi menjembatani untuk saling bersatu walau dalam kondisi berjauhan. Seluruh dunia dapat bergerak dalam doa bersama walaupun secara virtual. Silent / hening dan meditasi dapat menjadi solusi mengisi kondisi kebosanan tinggal di rumah atau untuk mengisolasi diri. Mendekatkan kepada Ilahi dalam berbagai cara  sebagai refleksi dan pengendalian diri untuk waspada pikiran positif dan hati bergembira yang dipenuhi oleh rasa syukur.

2. Seni
Seni dalam bentuk nada suara gerak kata dan ceritera dapat menjadi solusi memecah kebuntuan pikir dan hati. Mendengar, menukis, menggambar membuat sesuatu rancangan sesuatu yang menginspirasi memotivasi bahkan dapat sebagai solusi. Seni ini apa saja bisa dengan yang ada bahkan dalam sistem digital pun dapat kita selami kedalaman museum hingga istana dan berbagai karya seni dunia hingga karya-karya seni tribal atau suku-suku bangsa. Kesemua itu setidaknya dapat menghibur menstimuli otak dan hati untk berbuat atau melahirkan sesuatu.


Lukisan bergaya abstrak pada Pameran Lukisan Tunggal karya pelukis Brigjen Chryshnanda Dwi Laksana, yang bertajuk "Geger Genjik Udan Kirik", di Balai Budaya, Jakarta Pusat. (https://www.antarafoto.com/asian-games-2018/v1531566301/pameran-lukisan-chryshnanda)


3. Tradisi
Tatkala berbicara tradisi kita akan membayangkan suatu upacara atau ritual-ritual yang dilakukan turun temurun. Dalam semua suku ada tradisi merefleksi atau tradisi menyepi untuk intropeksidiri atau untuk mencari sesuatu di luar kekuatan diri manusia sacaar wadag. Jangan disalah artikan untuk mencari pesugihan atau prewangan. Ini semua untuk memotivasi diri dan menemukan solusi-solusi baru dalam tradisi hening instropeksi cara bersyukur dan mensyukuri nikmat yang ada.

4. Hobby
Kegemaran olah raga dan olah rasa ini seringkali memerlukan banyak orang atau tidak dilakukan sendiri. Masa ini olah raga dan olah rasa dapat dilakukan dalam lingkup pribadi. Olah raga dan olah rasa ini akan menjaga pikiran sehat penuh harapan ada keberanian keyakinan waspada dan mampu mengatasi situasi yang ekstrim sekalipun walaupun jguga terelaborasi dengan point 1, 2, dan 3. Hobby ini dapat kita arahkan untuk menikmati dan mengapresiasi. Pada kondisi biasa waktu mengisi olah raga dan olah rasa bagai angin lalu tiada berbekas. Menikmati dan mengapreasi hampir terlupakan bahkan mungkin dihilangkan. Hobby ini bisa juga dengan bantuan teknologi untuk melihat menikmati bahkan mengevaluasi.

5. Komunti
Komuniti ini merupakan saluran komunikasi sharing informasi bahkan untuk menemukan solusi hingga berbisnis dan lain sebagainya. Komuniti ini di era digital sudah dibangun dalam berbagai grup atau komunikasi melalui media. Media sosial sekarang merajai apa saja dan  sampai ada istilah  power on hand. Sendiri dalam kebersamaan hidup walau di balik layar. Tetapi produktif , kreatif, inspiratif dan solutif secara proaktif.

6. Teknologi
Dari point 1 sampai 5 teknologi menjembatani dan membantu untuk tetap menjalin komunikasi sebagai mahkluk sosial. Di era digital teknologi dibangun dalam sistem elektronik yang saling terhubung (on line) yang mengarah pada big data dan one gate service system. Pelayanan kepada publik yang prima yaitu dengan standar pelayanan yang cepat, tepat, akurat, transparan, akuntabel informatif dan mudah diakses terus dapat dilakukan. Membangun sistem elektronik yang saling terhubung ditandai adanya : 
a. Back office yang akan menjadi pusat data, pusat analisa, komunikasi, koordinasi, komando   pengendalian dan informasi.
b. Aplication yang merupakan sistem-sistem recognize atau inputing data dapat dengan model camera, sistym gate atau inputing signal, GPS, GIS, on board unit, RFID, QR dan lain sebagainya. Semua aplikasi itu bernasis Artificial Intellegent sehingga mendukukung sistem-sistem analisa data yang mampu menghasilkan produk dlm bentuk info grafis, info virtual, info statistik yang real time on time dan any time. 
c. Net work sebagai penghubung yang berbasis Internet of things semua ini ada frekuensi bandwith mapun kekuatan signal-signal untuk dapat memberikan fungsi-fungsi pelayanan bagi hidup dan kehidupan dalam standar pelayanan prima. 

Point 6 merupakan tanggung jawab pemerintah dan aparaturnya untuk membangun sistem-sistem teknologi tadi. Dengan sistem elektronik sangat membantu dalam kondisi emergensi bahkan di masa pandemi COVID 19  seperti sekarang ini. Sistem-sistem bantuan cepat, sistem kontrol sosial, sistem komunikasi informasi, bahkan komando pengendalian dapat dilakukan. Alternatif pilihan tinggal di rumah work from home (WFH) hingga pekerja di lapangan tetap terus terkontrol dalam segala kondisi bahkan bantuan jaminan dan harapan  untuk tetap bertahan hidup tumbuh dan berkembang selalu ada. Demikian juga saat recovery-nya pun cepat. Sistem teknologi ini saatnya diterapkan karena tetap dapat menginspirasi, mengedukasi, menegakkan hukum, melindungi, melayani bahkan memotivasi serta memberi solusi.
Name

38 Setia,148,Berita Pilihan,4,figur bicara,37,LUAR NEGERI,19,Nasional,415,Sejarah,9,Tips,17,Umum,46,
ltr
item
38 Setia: Hikmah Di Balik Wabah Dalam Religi, Seni, Tradisi, Hobby, Komuniti dan Teknologi
Hikmah Di Balik Wabah Dalam Religi, Seni, Tradisi, Hobby, Komuniti dan Teknologi
https://1.bp.blogspot.com/-0SxvE-1UquU/Xn7XW4aBNRI/AAAAAAAAN3g/3EtJ7-TbNfEu_J8nDOUWRxP86DDPXLw0gCLcBGAsYHQ/s320/CDL.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-0SxvE-1UquU/Xn7XW4aBNRI/AAAAAAAAN3g/3EtJ7-TbNfEu_J8nDOUWRxP86DDPXLw0gCLcBGAsYHQ/s72-c/CDL.jpg
38 Setia
http://www.38setia.com/2020/03/hikmah-di-balik-wabah-dalam-religi-seni.html
http://www.38setia.com/
http://www.38setia.com/
http://www.38setia.com/2020/03/hikmah-di-balik-wabah-dalam-religi-seni.html
true
1959138953113151983
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content