$type=ticker$count=12$cols=4$cate=0$sn=0

$type=grid$count=4$ico=1$cate=0$rm=0$sn=0$cm=0

Kompol Didi Dewantoro, S.I.K Kepala Polsek Penjaga Konduktifitas Kawasan Semarang Tengah


  

Kota Semarang merupakan ibukota Provinsi Jawa Tengah yang menjadi kota terbesar ke 5 di Indonesia. Dalam pembagian wilayahnya, kota Semarang dibagi menjadi lima wilayah kota, salah satunya yaitu Semarang Pusat. Salah satu kecamatan yang terdapat pada wilayah Semarang Pusat yakni kecamatan Semarang Tengah. Untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Kawasan Semarang Tengah, maka kepolisian menempatkan Polsek Semarang Tengah sebagai pelaksana fungsi kepolisian di kawasan tersebut. Kapolsek Semarang Tengah saat ini dijabat oleh Kompol Didi Dewantoro, S.I.K., perwira lulusan Akademi Kepolisian tahun 2006 ini telah melakukan berbagai upaya untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban di Kawasan Semarang Tengah berupa penegakan hukum dan upaya kamtibmas. Berikut ini beberapa upaya yang telah dilakukan oleh Polsek Semarang Tengah dibawah kepemimpinan Kompol Didi Dewantoro, S.I.K.
Menciduk Oknum Juru Parkir Stadion Diponegoro

Ilustrasi tarif karcis parkir mobil

Polsek Semarang Tengah menciduk dua oknum juru parkir (jukir) kawasan Stadion Diponegoro. Mereka bernama Suyanto (36) dan Heru Nugroho. Keduanya warga Ungaran, Kabupaten Semarang. Kapolsek Semarang Tengah, Kompol Didi Dewantoro berujar oknum jukir meresahkan masyarakat. "Mereka menarik tarif parkir melebihi ketentuan, khususnya mobil," kata dia. Penangkapan itu berdasar laporan masyarakat yang dipublikasikan melalui media sosial. Sebagai informasi, dua oknum jukir itu membanderol tarif parkir Rp 15 ribu untuk mobil. 

Polisi menyita beberapa barang bukti. Meliputi uang tunai Rp 54 ribu, rompi parkir, karcis parkir sepeda motor dan mobil. Selanjutnya adalah KTP, surat penugasan parkir masih berlaku, SIM, dan sebuah kendaraan sepeda motor berplat nomer polisi AD 4892ABG. Dua oknum itu segera mendapat pembinaan. Pun membuat surat pernyataan tidak mengulangi pelanggaran. "Keduanya dikenakan wajib lapor ke Polsek seminggu 2 kali, dan kita melalui Bhabinkamtibmas mengimbau kepada setiap pemilik izin parkir wajib bertugas sesuai ketentuan yang ada," pungkasnya.

Mengidentifikasi Kasus Kebakaran Hotel

 
Proyek Tentrem Semarang yang mengintegrasikan keberadaan hotel, mall dan apartemen (Sofyan/Suarakarya.id)

Kebakaran proyek hotel, apartemen dan pusat perbelanjaan Tentrem di Semarang diharapkan tidak akan mengubah jadual peresmian proyek terintegrasi terbesar dan termegah di Kota Semarang dan Provinsi Jawa Tengah tersebut. Penegasan ini disampaikan Dirut PT Hotel Candi Baru (HCB), Irwan Hidayat melalui pesan singkat kepada Suarakarya.id menanggapi kejadian kebakaran yang menimpa proyek jaringan Properti Tentrem yang berlokasi di Jalan Gajah Mada Semarang. Irwan Hidayat menceritakan kronologis musibah kebakaran proyek Tentrem Semarang yang memang belum rampung pembangunan sepenuhnya setelah pada 9 Oktober 2019 lalu dilakukan Topping off Tentrem yang lokasi proyek berada di pusat kota berdekatan dengan Simpang Lima Semarang ini. "Dari laporan yang saya terima di tempat kejadian, api mulai terlihat pukul 04.00 WIB yang awalnya diduga berasal lantai 7, yang berada di posisi tower hotel 1, kamar unit standar dan 1 kamar unit suit connecting room di sisi Jalan Gajah Mada," ujar Irwan.

Namun setelah diperiksa, jelas Irwan, ternyata 2 kamar hotel tidak terbakar. Hanya terpapar asap saja. Dia menyebut asap yang mengepul saat itu memang terlihat banyak dan hitam pekat yang ternyata bersumber dari kabel dan karet yang terbakar di lantai 7. Saat itu petugas security proyek mengetahui adanya kepulan asap di lantai 7 dan berusaha keras memadamkanya dengan alat pemadam ringan. Namun karena api sudah menjalar sampai dengan lantai 8 dan 9 (sebagian di area koridor, itu pun hanya setengah area lantai) dan security proyek tidak bisa memadamkan api maka dipanggilkannya unit pemadam kebakaran dari Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang. Dari keterangan yang dihimpun para jurnalis, petugas pemadam kebakaran telah tiba di TKP pukul 04.30 WIB dan langsung memadamkan api yang sudah menjalar hingga lantai 8 dan 9 di sebagian koridor hotel.

"Dengan dukungan 4 mobil Damkar, pada pukul 06.00 WIB, Puji Tuhan, api sudah bisa dipadamkan dan mulai dilaksanakan pendinginan. Dua kamar contoh di lantai 7 memang terkena dampak kebakaran. Sisanya hanya bagian koridor saja," jelas Irwan. Putra sulung generasi kedua SidoMuncul ini juga meminta maaf atas musibah yang membuat tidak nyaman para pihak. Namun Irwan tetap optimis proyek Tentrem Semarang bisa dioperasionalkan dan serah terima kunci sesuai jadwal, yakni April 2020 mendatang meski ada kejadian kebakaran ini. Dia juga menegaskan tak ada korban jiwa dalam musibah kebakaran ini. Pihak berwajib dalam hal ini Polsek Semarang Tengah juga masih melakukan investigasi atas penyebab kebakaran tersebut. "Saat ini masih dilakukan olah TKP dan belum diketahui penyebab pasti kebakaran,” ungkap Kapolsek Semarang Tengah
Kompol Didi Dewantoro di lokasi kejadian. Proyek pembangunan Proyek Tentrem Semarang setinggi 76 meter, senilai Rp1,2 Triliun di kawasan Jalan Gadjah Mada Semarang telah menujukkan progress signifikan dan dalam itungan bulan hampir kelar dan ditargetkan sudah dapat dioperasikan serta diserahterimakan kuncinya kepada konsumen atau pembeli pada April 2020. 

Proyek prestisius berupa integrasi antara hotel, apartemen dan mall pertama tersebut segera hadir di Kota Semarang. Kehadiran hotel, apartemen dan mall dalam jaringan bisnis PT Hotel Candi Baru (MCB) itu dengan merek paten "Tentrem" diklaim sebagai yang terbesar, terlengkap, termewah, dan tertinggi di seantero Semarang dan Jawa Tengah ini juga disebut akan memberi kontribusi besar bagi pengembangan dan kemajuan Kota Semarang dari beberapa aspek. Semarang sebagai Kota Hebat seiring menuju Smart City akan bisa ditopang dengan hadirnya Tentrem yang menjadi magnet bagi pengembangan dan kemajuan Kota Semarang. Kontraktor Utama proyek Tentrem Semarang dilakukan oleh pelaksana proyek dari NRC (Nusa Raya Cipta), NDC ( Natural Desain Ciptalaras), Manajemen Konstruksi PT Airmas Asri yang menangani arsitek, landscape dan interior design serta dari perusahaan konsultan properti internasional Jones Lang LaSalle (JLL) yang akan me-manage Tentrem Mall dan Tentrem Suites

Mengidentifikasi Kasus Warga Yang Tertimpa Bongkahan Bangunan

Foto: Bongkahan material bangunan menewaskan dua orang di Semarang. (Angling Adhitya Purbaya/detikcom)

Atap sebuah bangunan menimpa rumah warga di Kota Semarang. Akibatnya, dua orang tewas dalam kejadian itu. Peristiwa terjadi tepatnya di Kampung Kulitan pada sekitar pukul 04.30 WIB pagi tadi. Kapolsek Semarang Tengah, Kompol Didi Dewantoro mengatakan saat itu korban bernama Sugeng (59) dan anaknya, Tomy Yulianto (25) sedang tidur di ruang depan, tiba-tiba bongkahan itu menerjang rumahnya. "Istrinya mendengar gemuruh dari ruang depan. Saat dilihat korban sudah kena reruntuhan bangunan," kata Didi di lokasi kejadian. Istri korban berteriak minta tolong dan warga mencari bantuan ke kepolisian. Saat dievakuasi, korban Sugeng sudah dalam kondisi tewas dan anaknya terluka parah.

"Pak Sugeng tewas di lokasi kejadian, sedang anaknya mengalami luka-luka dan langsung dibawa ke RSI Sultan Agung Semarang," jelasnya. Warga menyebut gedung merupakan bangunan gudang lawas, tapi diketahui siapa jelas siapa pemiliknya. Ketua RT 4 RW 7, Kampung Kulitan Kelurahan Jagalan Semarang Tengah, Agus Sugito mengungkapkan Tomy akhirnya meninggal dunia di rumah sakit. Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi sempat mendatangi lokasi dan keluarga korban. Ia menyampaikan belasungkawa atas peristiwa tersebut dan memberikan bantuan.

Menangkap Pelaku Pemerasan Bermodus Hubungan Sesama Jenis

Kapolsek Semarang Tengah, Kompol Didi Dewantoro saat konferensi pers di Mapolsek.

Polsek Semarang Tengah meringkus 3 orang pelaku pemerasan melalui hubungan sesama jenis. Modus pemerasan, para pelaku mengancam akan menyebarkan bukti video perbuatan mesum sesama jenis si korban. Kapolsek Semarang Tengah,
Kompol Didi Dewantoro, menjelaskan kasus ini terungkap dari laporan korban yang mengaku diperas saat sedang berhubungan intim dengan salah satu pelaku. Didi mengatakan, pelaku AAS (23) mendapatkan mangsanya melalui aplikasi teman kencan sejenis Grindr. Setelah berkenalan dan mengobrol, korban dan pelaku bertemu di sebuah indekos di wilayah Semarang Barat, 10 Oktober lalu. "Saat bertemu, pelaku dan korban melakukan hubungan suami istri. Nah pada saat itu pelaku yang lain yakni LA dan AA beraksi untuk merekam kemudian berpura-pura menggerebek. Saat itulah pemerasan terjadi," kata Didi di Mapolsek Semarang Tengah.

 
Kapolsek Semarang Tengah, Kompol Didi Dewantoro saat konferensi pers di Mapolsek. Foto: Afiati Tsalitsati/kumparan

NA, yang ternyata merupakan korban keempat itu kemudian menyerahkan HP dan uang sebanyak Rp 1,5 juta. Setelah kejadian itu kemudian korban melapor. Usai ditangkap polisi, tiga pelaku yang berperan memeras korban kabur. Sementara dari pengakuan AAS, AA, dan LA, mereka sudah melakukan pemerasan hingga 4 kali. "Korban sebelumnya ada yang kena Rp 600 ribu ada yang Rp 800 ribu, malah ada yang Rp 11 juta. Pelaku 6 orang, 3 masih buron," jelas Didi. Pelaku AAS saat ditanya, sempat berkilah dan mengaku tak merencanakan perbuatan itu. Namun akhirnya dia mengakui pemerasan tersebut sudah direncakan dan turut menikmati hasilnya. "Saya yang di dalam kamar. Saya bisex. Saya uangnya buat makan," ujar AAS. Sementara, pelaku LA, mengaku hanya ikut membantu sebagai pemilik indekos yakni menyediakan tempat untuk berbuat mesum sesama jenis itu. "Saya enggak tahu yang meras siapa, yang kabur itu," ujar LA. Polisi sudah menangkap 3 dari 6 pelaku pemerasan tersebut. "3 lainnya masih DPO. Perannya masing-masing," ujar Didi. Saat ini 3 pelaku masih mendekam di Polres Semarang Tengah. Mereka dijerat pasal 368 KUHP tentang pemerasan dengan ancaman hukuman penjara 9 tahun.

Meringkus Pelaku Penipuan Bermodus Nahkoda Kapal Laut

 
Kapolsek Semarang Tengah Kompol Didi Dewantoro (kanan) saat gelar perkara dengan tersangka Dedi Irawan.

Perbuatan Dedi Irawan, 37, tak pantas dicontoh. Warga Kebon Jahe, Kecamatan Serang, Banten ini telah melakukan penipuan terhadap 11 perempuan dengan modus mengaku sebagai kapten kapal laut atau nahkoda. Bahkan, ada di antara korban yang ditipu luar dalam alias disetubuhi. Petualangan Dedi berakhir setelah salah satu korbannya, TS, 26, warga Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus melapor ke polisi. Wanita yang berprofesi sebagai bidan ini mengadukan pelaku ke Polsek Semarang Tengah, Rabu (6/11) lalu. Selang dua minggu, akhirnya pelaku Dedi berhasil ditangkap Unit Resmob Polsek Semarang Tengah di Terminal Kudus. Kapolsek Semarang Tengah Kompol Didi Dewantoro menjelaskan, aksi penipuan itu bermula dari perkenalan pelaku dengan korban melalui media sosial Facebook pada awal Agustus 2019. “Di akun Facebook, pelaku mengaku bernama Dendi Aryanto, warga Wonogiri, yang bekerja sebagai nahkoda kapal di salah satu perusahaan besar. Foto pelaku di medsos menggunakan pakaian seragam sebagai kapten. Ini untuk meyakinkan korban,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Dari perkenalan di Facebook, pelaku berlanjut komunikasi melalui aplikasi Tantan dan WhatsApp. Dari komunikasi di dunia maya itu, korban TS terpikat. Akhirnya pelaku mengajak jumpa darat dengan korban di Kota Semarang. “Pelaku selalu membujuk rayu, siap menikah, dan lain-lain. Setelah itu, pelaku mengajak ketemuan di Semarang. Alasannya, kapalnya sandar di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Namun saat itu korban menolak. Korban bersedia kalau bertemunya di Kudus,” jelasnya. Pelaku pun mengiyakan meski harus ke Kudus. Ia naik bus, dan minta dijemput di Terminal Kudus. Setelah sepakat, akhirnya korban berangkat dari rumahnya mengendarai motor untuk menjemput pujaan hatinya yang baru dikenalnya di Terminal Kudus sekitar pukul 11.00. Setelah bertemu, keduanya langsung akrab. Saat itulah, pelaku mengajak korban TS ke Kota Semarang. Alasannya, hendak menemui rekannya di daerah Kalibanteng. Keduanya berangkat naik motor berboncengan. Dari Kalibanteng, pelaku mengantar korban membeli krim wajah dan konsultasi di klinik di daerah Pekunden Semarang Tengah.

“Setelah itu, korban diajak ke es teler di Mal Ciputra. Di situlah, pelaku pura-pura pinjam handphone korban. Pelaku minta izin telepon ke luar resto. Namun setelah ditunggu 30 menit, pelaku tidak kembali,” paparnya. Sadar telah menjadi korban penipuan, korban pun melaporkan kejadian itu ke Polsek Semarang Tengah. Begitu menerima laporan tersebut, pihak kepolisian langsung melakukan penyelidikan. Pelaku akhirnya berhasil ditangkap dibantu anggota polsek dari jajaran Polres Kudus. Selanjutnya pelaku dibawa ke Mapolsek Semarang Tengah guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. “Korban sudah ada beberapa TKP, bukan hanya di Kota Semarang. Tapi juga dari Polres Sleman dan Karanganyar sudah kesini. Pelaku melakukan sendirian, bukan jaringan,” jelasnya. Selain mengamankan pelaku, petugas juga menyita berbagai barang bukti handphone merek Vivo tipe Y 91 warna biru. Juga uang tunai Rp 488 ribu. “Pelaku juga pernah membawa kabur sepeda motor korban. TKP di luar Semarang. Ini masih terus kita kembangkan,” katanya.

Tersangka Dedi mengaku nekat melakukan penipuan setelah keluar dari pekerjaannya di perusahaan kelapa sawit di Kalimantan. Ia terjerumus ke aksi kriminal setelah mendapat bujukan dari temannya serta diajari mengedit foto di media sosial. “Sudah sejak tujuh bulan. Setiap bulan dapat satu perempuan (korban). Ada sekitar 11 orang perempuan di Solo, Karanganyar, Umbulharjo, Sleman, dan Kudus. Dapat handphone, motor juga. Motornya saya jual Rp 3 juta sama teman. Uangnya untuk keperluan sehari-hari,” akunya. Dedi mengaku, saat menjaring korban melalui Facebook, namanya disamarkan menjadi Dendi Ariyanto, warga Wonogiri. Ia juga mengaku sebagai nahkoda atau kapten kapal dengan alasan menjadi daya tarik untuk korban. Bahkan sempat ada beberapa korban yang sudah disetubuhi. “Saya janji akan menikahi. Setelah itu, saya ajak ketemuan. Ada yang mau (disetubuhi, Red), ada juga yang tidak mau,” akunya.

Meringkus Oknum Ormas Yang Melakukan Pengeroyokan terhadap Security Mall

Kapolsek Semarang Tengah Kompol Didi Dewantoro meminta keterangan tiga pelaku pengeroyokan saat gelar perkara.

Tiga anggota organisasi masyarakat (ormas) diamankan unit Reskrim Polsek Semarang Tengah, karena melakukan pengeroyokan. Korbannya security mall bernama Oki Tris Setyawan,21, warga Kendal. Sementara pelakunya adalah Amri, 33, Irawan dan Adi Putra, 22. Mereka adalah warga Bustaman dan Sumeneban, Kecamatan Semarang Tengah. Pengeroyokan ini dilatarbelakangi pelaku tak terima dengan perkataan korban yang melerai main hakim terhadap seorang pencuri. Kejadiannya di sekitaran mall, persisnya depan Donat Unyil, Semarang Tengah. Korban mengalami luka memar dan luka robek di kepala, bibir dan pipinya. Sedangkan kejadian pengeroyokan diawali ketika tiga pelaku yang merupakan anggota ormas ini sedang berkumpul melakukan perayaan pesta malam pergantian tahun baru 2020.

“Kemudian ada teriakan maling-maling, kita mau membantu. Tapi (korban berkata) yang berhak (menangani maling) pihak security. Saya tersinggung,” ungkap pelaku Amri, di depan Kapolsek Semarang Tengah Kompol Didi Dewantoro, saat gelar perkara. Dari kata-kata tersebut, akhirnya terjadi cekcok mulut hingga berujung pengeroyokan. Korban dikeroyok hingga tersungkur. Sementara alat kopel korban yang jatuh kemudian langsung diambil pelaku dan dipukulkan ke tubuh korban. Setelah itu, pelaku meninggalkan korban. Pihak korban yang tidak terima kemudian melapor ke Polsek Semarang Tengah. “Pada saat melakukan pengeroyokan ini memang pelaku dalam kondisi terpengaruh minuman beralkohol. Jadi ada kesalahpahaman antara pelaku ini dengan security akhirnya terjadi pengeroyokan bersama-sama,” ujar Didi Dewantoro.

Didi menambahkan, pada saat kejadian memang korban bersama rekannya sedang di tempat kerja. Saat beraktivitas, tiba-tiba mendengar teriakan adanya pencuri di mall dan langsung dilakukan penangkapan. Sejumlah anggota Ormas yang kebetulan sedang berkumpul di sekitaran lokasi kejadian langsung berdatangan. Justru yang terjadi pengeroyokan terhadap korban. “Setelah kita lakukan pemeriksaan saksi dan melihat alat bantu CCTV, kita mendapatkan oknum ormas yang diduga melakukan penganiyaan terhadap korban. Hingga akhirnya kita lakukan penangkapan terhadap tiga orang,” pungkasnya. Sampai sekarang, pelaku masih mendekam di ruang tahanan Mapolsek Semarang Tengah, untuk diproses hukum selanjutnya. Akibat perbuatannya, pelaku dijerat pasal 170 KUHP terkait pengeroyokan dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun 6 bulan kurungan penjara.

Meringkus Pelaku Penganiayaan Terapis Pijat

Kapolsek Semarang Tengah Kompol Didi Dewantoro menunjukan barang bukti kasus pencurian dengan kekerasan di Mapolsek Semarang Tengah, Jawa Tengah. Foto: Afiati Tsalitsati/kumparan

Polsek Semarang Tengah menangkap seorang seorang pria, Liem Roy (32), terkait kasus pencurian disertai dengan kekerasan. Liem menganiaya seorang terapis pijat plus-plus bernama Winarsih (38). Akibat kejadian itu, korban kehilangan kalung emas, dua buah handphone dan menderita luka akibat kekerasan. Kapolsek Semarang Tengah, Kompol Didi Dewantoro mengatakan, kejadian ini bermula ketika korban di-booking melalui aplikasi perpesanan oleh Liem. Korban dan pelaku sepakat untuk bertemu di sebuah hotel di Kota Semarang. Setelah keduanya check-in, korban memenuhi permintaan Roy untuk pijat service dan "full service" pelaku. "Korban dijanjikan akan dibayar sebesar Rp 3 juta," kata Didi di Mapolsek Semarang Tengah.

Kapolsek Semarang Tengah Kompol Didi Dewantoro saat konferensi pers kasus pencurian dengan kekerasan di Mapolsek Semarang Tengah, Jawa Tengah. Foto: Afiati Tsalitsati/kumparan

Namun, uang Rp 3 juta yang dijanjikan pelaku ternyata hanya tipu muslihat. Pelaku mengelabui korban dengan menggunakan amplop warna coklat yang diisi tisu. Untuk meyakinkan korban, amplop tersebut diletakkan di bawah bantal dan pelaku berjanji akan menyerahkannya usai berhubungan intim. "Setelah korban memijat dan melakukan hubungan seks, pelaku kebingungan karena korban tak kunjung tertidur. Akhirnya pelaku menyekap korban dengan bantal dan memukuli korban kemudian mengambil paksa handphone dan kalung emas korban," kata Didi. Usai beraksi, pelaku kabur. Namun beberapa saat kemudian korban terbangun dan mengejar pelaku dan meneriaki maling. Tak lama setelahnya pelaku ditangkap oleh petugas Polsek dan sekuriti hotel tersebut. Berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku mengaku tak berniat melakukan kekerasan. Penyekapan terjadi karena pelaku panik sebab korban memaksa pelaku memberinya uang yang dijanjikan. "Waktu itu dia juga sambil WhatsApp temannya, panik aja saya sekap terus saya ambil paksa HP sama kalungnya. Enggak niat sampai gitu," kata Liem. Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 365 KUHP. Liem terancaman hukuman pidana paling lama 12 tahun penjara.

Menangkap Pelaku Penjambretan Kalung Emas

Kapolsek Semarang Tengah Kompol Didi Dewantoro menunjukkan barang bukti saat gelar perkara di Mapolsek.

Pelaku penjambretan dengan sasaran kalung emas ditangkap aparat Unit Reserse Kriminal Polsek Semarang Tengah. Yayan Widi Harjono (51), pria yang bekerja sebagai sopir travel tersebut ditangkap di rumahnya di Delta Mas, Kuningan, Semarang Utara. Sebelum tertangkap, residivis kasus pencurian yang pernah keluar masuk penjara tersebut, kali terakhir beraksi di Jalan Prembaen, Kembangsari, Semarang Tengah. Bersama barang bukti kalung emas 7,030 gram, pelaku dibawa ke Mapolsek Semarang Tengah untuk diperiksa lebih lanjut. Kapolsek Semarang Tengah Kompol Didi Dewantoro mengatakan, penindakan terhadap Yayan dilakukan setelah pihaknya mendapat laporan dari Suprihatin (48), warga Sekayu, Semarang Tengah, yang menjadi korban penjambretan di Jalan Prembaen, Kembangsari, Semarang Tengah. “Berawal dari laporan tersebut kami kemudian melakukan penelusuran untuk pengembangan,” ujar Didi saat gelar perkara di Mapolsek Semarang Tengah.

Pihaknya akhirnya berhasil menemukan identitas pelaku, mengetahui yang dicari berada di rumahnya. “Kami kemudian melakukan pantauan di rumah pelaku. Saat bukti cukup, kami langsung bergerak untuk melakukan penindakan terhadap pelaku itu,” ujarnya. Dari hasil pemeriksaan, jelas Didi, sasaran pelaku adalah wanita yang memakai kalung emas dan berjalan seorang diri. “Setelah mendapat sasaran dia membuntutinya. Ketika berada di jalan yang sepi, kemudian pelaku memepet dan mengambil kalung korban dengan cara menarik paksa,” ungkap dia. Pelaku sudah merencanakan aksinya. Sebelum beraksi di lokasi tersebut, Yayan mencari sasaran berputar-putar di Jalan Thamrin, Jalan Pekunden, Jalan Batan Miroto, Jalan Batan Selatan, Jalan DI Panjaitan, Jalan Seteran, Jalan Moh Suyudi, Jalan Gajahmada, Jalan Depok dan mengarah ke Jalan Prembaen dengan mengendarai sepeda motor Honda Blade H-2160-PM.

“Di lokasi itu (Jalan Prembaen) pelaku mendekati korban dari arah kanan lalu menggunakan tangan kiri merampas kalung emas di leher korban. Kemudian kabur menuju arah Jalan Thamrin. Kalung yang dibawa kabur itu seberat 7,030 gram,” kata Didi. Yayan kemudian menjual hasil kejahatannya itu kepada seseorang di daerah Kanjengan Semarang seharga Rp 3,2 juta. Didi menambahkan, dari hasil pemeriksaan juga diketahui bahwa pelaku tidak kali ini saja beraksi, namun sudah tujuh kali di lokasi berbeda di wilayah hukum Polrestabes Semarang. “Dia sudah residivis tiga kali. Selama enam bulan ini sudah empat kali melancarkan aksi. Itu dilakukan pada pagi dan sore hari,” papar dia. Sementara itu Yayan Widi Harjono mengaku, aksinya tersebut dilakukan karena butuh uang untuk bayar biaya kuliah anaknya. “Hasilnya untuk bayar kuliah anak,” ujar dia. Pelaku dijerat Pasal 362 tentang Pencurian dengan Pemberatan, ancamannya paling lama lima tahun penjara.

Mengidentifikasi Penemuan Sejumlah Kantong Plastik Diduga Daging Bercampur Darah


Polisi tengah berupaya mengidentifikasi sejumlah kantong plastik diduga daging bercampur darah yang ditemukan di tempat sampah di trotoar Jl Imam Bonjol, Kota Semarang. Sejumlah kantong plastik diduga berisi daging bercampur darah ditemukan di dalam tempat sampah di trotoar Jalan Imam Bonjol, Kota Semarang, tepatnya di dekat Bank Danamon. Barang mencurigakan tersebut awalnya ditemukan oleh seorang pedagang rujak bernama Warnadi (29) yang biasa berjualan di dekat Bank Danamon setiap harinya.



“Awalnya saya lihat ada cairan seperti darah berceceran di trotoar,” ungkapnya kepada Tribunjateng.com. “Saya pikir abis ada kecelakaan atau apa. Setelah saya cek ternyata asalnya dari tempat sampah,” tambahnya. Ia pun langsung melaporkan hal tersebut kepada satpam setempat lantaran melihat benda mencurigakan tersebut. “Ternyata ada plastik-plastik berisi seperti gumpalan darah dan ada dagingnya, seperti darah masih segar dan tercium bau amis,” lanjutnya. Kapolsek Semarang Tengah Kompol Didi Dewantoro dan jajarannya beserta tim Inafis Polrestabes Semarang yang sudah menuju ke lokasi itu saat ini tengah membawa barang tersebut untuk diidentifikasi dan diselidiki lebih lanjut.

Mengungkap Identitas Korban Pembunuhan

 
Teka-teki pembunuhan tukang becak di di sebuah ruko di Jalan Imam Bonjol 180 Semarang, mulai sedikit terungkap.

Petugas unit Reskrim Polsek Semarang tengah yang diback up Resmob Polrestabes Semarang berhasil mengungkap identitas korban pembunuhan, saat ini petugas masih melakukan perburuan terhadap pelaku pembunuhan sadis tersebut. “Korban biasa dipanggil pak Udin, lengkapnya Mitudin, usia sekitar 40 tahun. Sudah diserahkan ke keluarga jenazahnya,” ujar Kapolsek Semarang Tengah, Kompol Didi Dewantoro saat dihubungi. Korban diketahui warga asli desa Kluwut, Bulakamba, Kabupaten Brebes. Petugas berhasil mengungkap identitas korban setelah melakukan identifikasi lewat Mobile Automatic Multi Biometric Identification System (MAMBIS) belum terdaftar.

 
Penarik becak tewas bersimbah darah di Semarang. (Angling Adhitya Purbaya/detikcom)

“Diduga korban tidak melakukan rekam E-KTP sehingga nama korban tidak terdaftar di alat tersebut. Namun berkat kejelian petugas gabungan akhirnya dapat mengungkap identitas korban,” ungkap
Kompol Didi Dewantoro. Selain itu, kata Didi, penyelidikan kasus pembunuhan terhadap Udin terus berlanjut. Hanya saja, kata Didi, belum ditemukan barang bukti tambahan. “Masih dari BB yang kita amankan di TKP. Kamera pengawas juga di sekitar lokasi kejadian,” katanya. Didi enggan menjelaskan lebih jauh. Dia berdalih, penjelasan lebih detail dikhawatirkan membuat pelaku semakin mencari celah. “Nanti kalau sudah kita tangkap, saya infokan. Doakan saja ya,” ujarnya. Mitudin ditemukan tewas bersimbah darah di teras ruko Jalan Imam Bonjol, Semarang. Dia tewas akibat trauma benda tumpul di kepala bagian kanannya. Saat itu, tak ada identitas melekat di tubuh Mitudin.

Mengidentifikasi Kasus Anak Tewas Tersengat Listrik

 Seorang siswa kleas VI sekolah dasar meninggal dunia lantaran tersengat aliran listrik tegangan tinggi di lapangan depan kantor Kecamatan Semarang Tengah.

Korban tersengat aliran listrik saat berpengangan pada besi yang diduga ada kabel yang terkelupas. Kapolsek Semarang Tengah, Kompol Didi Dewantoro mengungkapkan, korban diketahui bernama Rizki Budi Saputra (12) penduduk kampung Sukolilo 342, Bangunharjo Semarang Tengah. Dia menyebut korban saat itu hendak masuk ke lapangan dengan cara memanjat pagar besi yang ada diseklilingnya. "Saat memenjat pagar korban berpegangan pada tiang listrik. Diduga ada kabel yang terkelupas. Dari keterangan saksi sebelumnya ada percikan api di tiang listik tersebut," ungkapnya di lokasi kejadian. Mendapat laporan petugas Polsek Semarang Tengah dan Inafis Polrestabes Semarang langsung melakukan olah TKP dengan mendatangkan petugas PLN, untuk memeriksa dan memastikan kondisi tiang listrik tidak terdapat aliran listrik. "Korban langsung kita bawa ke RS Telogorejo untuk kita lakukan pemeriksaan," pungkasnya.



Source :
Name

38 Setia,148,Berita Pilihan,4,figur bicara,37,LUAR NEGERI,19,Nasional,415,Sejarah,9,Tips,17,Umum,46,
ltr
item
38 Setia: Kompol Didi Dewantoro, S.I.K Kepala Polsek Penjaga Konduktifitas Kawasan Semarang Tengah
Kompol Didi Dewantoro, S.I.K Kepala Polsek Penjaga Konduktifitas Kawasan Semarang Tengah
https://lh4.googleusercontent.com/Ga9bBhVQMsxao-r_RO4bkLJp7NMeySIUNjIT4tnSFbGf6YPWbOHWNdZBnBY00IeYhEL2KB6so7Nfdxtff8Z5VTce92MdFfQqn5_65OFh8xNbDsM8QGpQYfgi9HtNemxO-hM2MwI
https://lh4.googleusercontent.com/Ga9bBhVQMsxao-r_RO4bkLJp7NMeySIUNjIT4tnSFbGf6YPWbOHWNdZBnBY00IeYhEL2KB6so7Nfdxtff8Z5VTce92MdFfQqn5_65OFh8xNbDsM8QGpQYfgi9HtNemxO-hM2MwI=s72-c
38 Setia
http://www.38setia.com/2020/03/kompol-didi-dewantoro-sik.html
http://www.38setia.com/
http://www.38setia.com/
http://www.38setia.com/2020/03/kompol-didi-dewantoro-sik.html
true
1959138953113151983
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content